
Dara nampak gelisah dalam tidurnya, Bagas terbangun saat merasakan pergerakan saat dirinya terlelap dalam tidur.
Di tengoknya Dara tengah memejamkan matanya namun ia merasa udara sangat dingin hingga dirinya mengigil sedikit. Bagas mendekap isterinya dari balik selimut pitih yang cukup tebal.
Wajar saja, tidak mengenakan busana apapun tentu menambah rasa dingin itu menusuk tulang Dara.
"Sayang.. kenakan dulu pakaian kita" ucap Bagas.
"Peluk saja, aku ngantuk sekali" ucap Dara dengan suara pelan, ia tak mampu menahan kantuk dan lelah pada tubuhnya, Bagas melirik ke arah jam, waktu masih menujukan pukul dua dini hari Pantas saja ternyata masih pukul dua, memang lebih baik aku kembali tidur.. tapi kalau dalam posisi tidur seperti ini, mungkin ada hal lain justru malah bangkit dari tidur nya.. hmm . Ucapnya dalam hati smabil memeluk Dara penuh kehangatan.
Keduanya terlelap dalam tidur hingga matahri mulai memancarkan sinarnya, menembus jendela dan menusuk mata kedua psangan yang masih saja berada dalam pelukan hangat itu.
Dara terbangun lebih dulu, pergerakannya juga membuat Bagas terbangun dari tidurnya.
"Akkhh" keluh Bagas merasa pegal pada tangan kanan nya yang hampir semalam suntuk menjadi tumpuhan kepala Dara.
"Sakit ya mas? Maaf" ucap Dara melihat Bgas mengerakkan tangan kanannya.
"Gapapa kok, sayang" ucap Bagas tak ingin terlihat lemah di mata isterinya.
"Aku mau mandi.." ucap Dara malu-malu.
"Iyaaa" ucap Bagas mengiyakan.
Duh bagaimana aku berjalan ke kamar mandi kalau tanpa busana gini, malu sekali. Batinnya bingung.
"Kok diam? Kenapa?" Ucap Bagas bingung.
"Aku.. hmm aku malu, mas jangan liat yaa" ucap Dara membuat Bagas melepas tawa nya.
"Aku sudah melihatnya dalam keadaan sadar loh, yaa resiko terburuknya mungkin saat aku melihat lagi maka akan terjadi lagi kejadian semalam itu" ucap Bagas meledek Dara.
"Mas yang benar saja? Aku masih merasakan seluruh tubuhku sakit, ada rasa perih juga karena doronganmu itu" ucap polos Dara.
"Hmm aku paham dan itu sangat wajar kok... sebentar ya? Aku akan siapkan dulu air hangat di bathtub untuk kamu berendam, agar lebih relax" ucap Bagas beranjak dari kasur, ia hanya menggunakan celana pendek namun dengan pedenya berjalan menuju toilet.
Dara bergegas meraih pakaiannya yang sudah berserakan di lantai, ia mengenakannya dengan sangay cepat sambil merintih merasakan perih pada area senditifnya dan merasa tulang pangkal pahanya sangat linu dan nyeri.
"Apa yang kamu lakukan si mas sampai begini rasanya" ucap Dara sambil mengingat kejadian semalam..
Bagas hanya tertawa kecil sambil mencium pipi isterinya..
"Nanti aku kasih tau, sekarang mandilah.. kita harus segera sarapan" ucap Bagas.
Dara terdiam sambil mengerutkan keningnya. Dara mencoba berjalan pelan sambil ia harus menahan sakit dan linu pada pangkal pahanya.
__ADS_1
Dara merelaxsasikan dirinya dengan merendam tubuhnya dengan air hangat.
Sementara itu, Bagas tengah duduk menghadap ke bangunan-bangunan kuno sambil memainkan ponselnya.
"Kemana kamu Rega, sudah tiga hari ini tidak ada kabar apapun darimu..." ucapa Bagas.
"Mama dan Paman juga kemana? Kenapa sulit sekali menghubungi mereka" ucapa Bagas kesal.
Menggunakan cara lain Bagas berusaha mencari kabar dari orang-orang terdekatnya.
Bagas mengerutkan keningnya merasa heran karena terdapat laporan bahwa Ibu Nia dan Zaidar melakukan perjalana ke luar negeri.
"Mereka ke tempat Rega? Untuk apa?" Ucap Bagas mulai sedikit kesal menerima laporan tersebut.
Seketika pun Alex menghubunginya, perdebatan kecil terjadi antra keduanya.
Bagas nampak emosi, mood nya berubah dengan cepatnya.
Tak lama berselang, Dara keluar dari kamar mandi.
"Kamu kenapa mas? Kok jutek gitu?" Tanya Dara sambil mengerutkan keningnya.
"Mama dan Zaidar terbang ke Singapura menemui Rega dan Mawar" ucap kesal Bagas.
"Lalu? Memang kenapa? Tidak salah kan?" Tanya Dara heran.
"Aku menghubungi mereka sulit sekali, lalu aku dapat laporan mereka pergi ke singapura, tanpa izin dengan ku" tambahnya.
"Zai juga butuh liburan, biarlah dia berlibur bersama Kedua orang tuanya, Mas.. aku juga yakin pasti Mbak Mawar semakin semangat saat ada Zaidar disana.." Dara memberi pengertian pada suaminya.
"Aku tidak masalah, tapi harusnya izin dulu denganku" ucap Bagas kesal.
"Seperti ada yang disembunyikan dariku" ucapnya pelan.
"Jangan berprasangka buruk, sudah mandi sana" ucap Dara memotong pembahasan yang ia anggap bisa menimbulkan perdebatan antara keduanya.
"Masih terasa sakit?" Ucap Bagas bertnya pada Dara.
"Sudah tidak terlalu sakit" jawabnya malu.
"Lama-lama akan terbiasa kok, gak akan sakit lagi" ucap Bagas menenangkan.
"Iya .. iya.. aku tau" ucap Dara.
"Tau? Dari mana kamu tau?" Ucap Bagas meledek isterinya.
__ADS_1
Duh.. kenapa aku harus bilang kalo aku tau? Hmm masa aku garus jujur kalo aku tau dr google, kan memalukan ..
"The power of Google ?" Bagas berucap sambil tertawa.
Wajah Dara seketika memerah merasa malu pada Suaminya.
Bagas mendekat lalau mengecup kedua pipi isterinya.
"Aku tau kamu, sayang.." ucap Bagas semakin membut Dara merasa malu.
"Gak usah malu-malu, itu hal yang wajar kan? Mencari tahu apa yang tidak kita tau" ucap Bagas
Bagas mendekatkan wajahnya untuk berbisik ke arah Dara..
"Kamu juga bisa belajar di cari berbagai macam gaya dan caranya" bisik Bagas, spontanitas membuat Dara memukul lengan suaminya.
"Aneh-aneh saja kamu.. mandi sanaa" Dara merasa malu beranjak menjuh dari posisi Bagas menuju meja riasnya.
Bagas melepas tawa nya saat itu, Dara benar-benar tak habis pikir dengan pikiran Bagas yang memintanya mempelajari banyak hal lewat apalikasi jendela dunia itu.
Dara menggunakan pakaian senada dengan Bagas, ponsel Dara berdering menandakan pesan masuk.
"Tiffany?" Ucap Dara bergegas membaca pesan tersebut.
"Kenapa dia menyebut Bagas? Dia kan tau ini adalah nomer ponsel aku" ucapnya sedikit kesal.
"Meresahkan sekali tifany ini" kesalnya merasakan api cemburu mulai humbuh.
"Baiklah akan aku balas sebagai Mas Bagas" ucap Dara kesal.
Pagi juga Tif, Maaf aku akan turun satu jam lagi yaa, aku dan isteriku sedang menikmati pagi kami dulu..
Dara dengan sengaja mengirimkan pesan itu pada Tifany karena kesal rasanya jika Tifany yang terkesan kurang menganggap keberadaan Dara.
Dara sudah siap, Bagas pun demikian.. Mereka pun bersiap diri untuk bergegas berwisata dan berpindah kota hari ini.
*
*
*
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
__ADS_1
MAAF LAMA UP, HARAP MAKLUM YAA
TERIMAKASIH ❤️