Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
INGIN KAMU BAHAGIA


__ADS_3

Ampun Gustiiii... Yaa Allah Yaa Tuhanku... pingsan-kan aku sekarang yaa Allah.. Pak Bagas takut macam-macam yaa Allah, hamba tak kuasa .. please pingsan-kan aku sekarang..


Bagas membuka pintu bagian Dara..


"Kamu mau pingsan yaa di dalam mobil dalam keadaan mesin mati???" kata Bagas semakin membuat Dara sulit mengatur detak jantung dan rasa nervous nya.


Mau di apain sih... yaa Allah, kenapa dia tau isi hatiku yang lagi minta pingsan ini?


Dara turun perlahan dari mobil mewah itu, melihat wajah santai Bagas malah membuat Dara tak mampu mengontrol wajah tegangnya.


Apa yang ada di pikiran singa ini?? - Dara membatin penuh tanda tanya.


"Ambillah minum, atau cemilan yang kamu mau" kata Bagas, dan Dara bergegas saja menuju sederet pendingin minuman. Ia mengambil satu botol air mineral, membukanya dan meminumnya.


"Aus yaa" Bagas mengejutkan Dara.


"uhuk .. uhukk .. uhukk" Dara tersedak.


Sekilas menjadi pusat perhatian orang sekitar, Bagas hanya terkekeh saat itu.


"Mas!! Masa isterinya tersedak malah di ketawain" Celetuk seorang ibu yang juga tengah berbelanja.


"Uhukk.. uhukkk... uhukk... uhukk" Dara semakin shock mendengar ucapan ibu tersebut.


"Oh iya maaf Bu, Isteri saya memang mudah tersedak kalo lagi grogi" goda Bagas.


Mata Dara membulat sempurna ke arah Bagas sambil meneguk air minum lagi.


Keterlaluan pak Bagas ini... - Kesal dan Malu Dara.


"Pak... bapak apa-apaan sih" Dara mendekat berbicara sedikit berbisik.


"Ini karena candaan kamu di mobil" tambang Bagas tertawa.


Ih ngeselin... Dara mengumpat kesal.


Bagas membeli beberapa cemilan dan beberapa kebutuhan untuk dirinya berjaga di rumah sakit..


"Jangan banyak-banyak" kata Dara melihat satu troli mini sudah penuh dengan buah-buahan, cemilan, roti hingga minuman.


"Yaa kan bisa untuk ibu dan adikmu besok" kata Bagas.


Dara pasrah saja kala itu.


Tiba di kasir..


"Totalnya Lima ratus dua ribu pak, mungkin mau tebus Murah Pembalutnya untuk isterinya hanya tambah lima ribu" kata Kasir memberi penawaran.


Bagas tersenyum sementara dara kembali terkejut dirinya di sebut sebagai isterinya.

__ADS_1


"Maaf mba, tidak... isteri saya sedang hamil" goda Bagas membuat kasir itu menelungkupkN tangannya..


"Oh maaf ya pak" ucapnya.


Dara yang mendengar hal tersebut spontan saja langsung mencubit pingang Bagas dengan rasa kesal yang sudah tak tertahankan..


"Awwww" keluh Bagas dan Dara hanya melebarkan senyumnya.


"Kalo ngidam pengen beli ini minimarket seru kali yaa" ledek Dara sambil berjalan meninggalkan Bagas yang tengah melakukan pembayaran dengan beberapa kantung belanjaan.


Rasain, sengaja aku ga bawa itu belanjaan... Dalam hati Dara tertawa.


Bagas melebarkan senyumnya belum tersadar di balik ucapan Dara yang nyeleneh ada banyak kantung belanjaan yang harus ia bawa seorang diri.


Hinga bagas tersadar.. Hemm mau ngerjain aku ya? Dengan mudahnya Bagas menarik troli dan meletakan belanjaan itu untuk membawanya menuju mobil.


duh .. kalah cerdik... Batin Dara melihat dengan santainya Bagas mendorong troli berisi beberapa kantung belanjaan.


*


Di Tempat Lain..


"Zai.. kenapa kamu hanya bersama mbok Suti dan Pak supir? apa papa tidak datang kesini?" tanya Mawar saat berada di kamarnya berdua dengan Zaidar.


Zaidar menggeleng..


"Papa bekerja mah, dan akan tiba di apartemen biasanya pukul lima atau enam sore, mah .." jawab Zaidar dengan jujur selayaknya anak kecil.


"Zai tidak tahu mama, bisa kita tanyakan dengan Paman Alex saja" kata Zaidar.


Paman Alex dan papa mu itu kompak sekali, Zai.. andai mama tau apa yang ada di pikiran mereka berdua... Batin Mawar.


"Hemm baik nanti akan mama tanyakan, Zai menginap saja disini, ya? tidur bersama mama" kata Mawar sambil memegang tangan buah hatinya.


"Hem..Zai mau saja, mah.. tapi Zai harus izin dulu dengan papa juga Tante Dara..." ucap Zaidar .


Mendengar nama Dara nampaknya membuat panas hati dan darah Mawar..


"Kenapa harus ke tante Dara? dia hanya pengasuh kamu, Zai.. tentu saja dia akan menuruti semua perkataan Papa atau Paman Alex .." ujar Mawar menampakan ketidak sukaan nya.


"Tidak begitu juga, Mama... Papa juga takut sama Tante Dara kalo saja papa memberiku makanan cepat saji, Paman Alex juga akan di marahi oleh Tante kalo paman meminta aku untuk meningkatkan kecepatan makan ku.. itu tidak baik kata Tante .." kata Zaidar dengan polosnya.


Sehebat apa wanita bernama Dara itu? kenapa perannya sangat besar bagi kehidupan Anakku juga Suamiku.. seberapa lama aku Koma? kenapa bisa masuk Dara sebagai pengasuh anakku...


"Mah.... mama melamun?" ungkap Zaidar melihat mawar terdiam dalam lamunan.


"ah.. iya .. maaf.. maaf..." kata Mawar gugup.


"Mama akan hubungi papa atau Paman Alex yaa, mama ingin tidur bersama Zaidar malam ini" kata Mawar penuh harapan.

__ADS_1


Mawar tersenyum ..meraih ponselnya mencoba menghubungi Bagas namun sama sekali tidak mendapat jawaban apapun..


Sejak aku sadar dari koma, Bagas bahkan tidak mau menerima panggilan telfon dariku.. apa-apa harus melalui paman tua itu... Kesal mawar membuat sedikit nyeri pada dadanya.


"Mama kenapa? sakit kah?" tanya Zaidar saat


Mawar memegang dadanya.


"Tak apa, sayang... mama hubungi Paman Alex dulu" kata Mawar kemudian ia menekan nomer telpon Alex.


Mawar mengutarakan keinginannya pada Alex.. Alex tidak dapat memberikan jawaban tersebut secara sepihak mengenai Zaidar, tentu harus ada persetujuan dari Bagas.


Di tempat Lain,


Bagas yang baru saja memberhentikan mobilnya di area parkir rumah sakit langsung menyampaikan apa yang di ucapkan Alex pada Dara.


"Tak apa, Pak... biarkan saja.. ini waktu yang tepat untuk mereka saling dekat" Dewasanya dara menjawab meski hatinya sedikit terlintas rasa cemburu.


"Yasudah... aku akan menginap disini saja, menemanimu..." kata Bagas membuat Dara terkejut.


"Ih engga.. enggak... " tolak Dara dengan cukup panik.


"kenapa engga? Saya mau kok" kata Bagas.


"Ih pak, disini ga enak pasti tidak ada kasur yang empuk.." kata Dara dengan alsan klasiknya.


"Ayah kamu disini mendapat perawatan terbaik, sudah, kamu nanti akan tahu bagaimana keadaan di ruang perawatan Ayah kamu yang baru... " kata Bagas dengan santainya.


Astaga .. apa yang di berikan pak Bagas apa tidak berlebihan ya? kenapa aku malu sekali dengan sikap baik ya ini? kenapa aku jadi berbunga-bunga atas perhatiannya padaku ini??


"Sudah ayok turun, mau pingsan di dalam mobil, hah?" kata Bagas kembali menggoda Dara.


Dara bergegas keluar dari mobilnya. Mereka berjalan beriringan menuju ruang kamar perawatan intensif dimana ayah dara kini menerima perawatan medis.


Semoga Kamu selalu dalam keadaan bahagia, Dara... Batin Bagas melihat wajah Dara yang cantik tanpa makeup berlebih.


*


*


*


Sudah yaa untuk hari Minggu yang cerah ini.. Insya Allah besok kita berjumpa lagi dengan sedikit ketegangan.. hehe


boleh yaa Like Komen dan Rate nya..


Vote mingguannya joga boleh yaa lempar ke Dara Bagas.. hehe


Mau bunga atau kopi juga boleh.. apapun itu boleh dan akan aku syukuri..

__ADS_1


Terimakasih semua,


🥰❤️💋


__ADS_2