Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 30


__ADS_3

"Mawar adalah isteri sahku..enam tahun lalu kita menikah" kata Bagas membuat Dara fokus mendengarkannya.


"Dia kekasih yang sudah aku pacari selama 6 bulan sebelum pernikahan.. satu bulan terakhir ia sempat menghilang, dengan alasan pergi ke kampung halaman menjemput kedua orang tuanya.."


"Atas kesibukanku, aku percaya saja..."


"Singkat cerita.. kami menikah tanpa di beri Restu oleh mamaku.. mama tidak setuju karena mawar hanya seorang karyawan di pabrik ku.. "


"Setelah menikah, Mawar tidak ingin aku sentuh, alsan lelah, takut dan belum siap menjadi alasannya... hingga suatu hari aku menemukan pil penguat kandungan"


Dara terkejut mendengar ucapan Bagas, ia tidak menyangka bahwa Bagas menikahi wanita yang tengah hamil..


"Apa mawar hamil???" tanya dara penasaran.


Bagas mengangguk membuat Dara semakin tak percaya ..


"Jangan berfikir aku yang melakukan" kata Bagas memberi sentilan di kening Dara yang tengah tercengang.


"Siapa donk yang menghamili? masa hanya karena ijab qobul langsung tring hamil" kata Dara membuat Bagas tak habis pikir atas celotehan Dara.


"Awalnya saya tak tahu, saya hanya kecewa tapi rasa sayang saya melebihi rasa sakit saya.. terlebih saya melihat mawar pucat dan tak ada energi beberapa hari belakangan" kata Bagas menjelaskan.


"Terus??? " kata Dara heran..


"Yaa seperti yang kamu lihat semalam.. hanya mabuk yang bisa menenangkan saya, setelahnya saya menyadari saya sangat mencintai dia... "


"MAWAR, Ia mengaku di perkosa tapi tentu itu bukan alasan yang mudah saya percayai setelah kekecewaan itu, tumbuh..." Bagas menjelaskan.


"Nah terus, bapak selidiki?" Tanya Dara dengan rasa penasaran yang tinggi..


Bagas mengangguk..


"Begitu buta saya dengan urusan pribadi saya sendiri.... terlalu sibuk bekerja hingga saya tak tahu apa-apa..." kata Bagas sedikit menyesal.


"Jadi, Zai itu anak mbak Mawar dengan siapa???" kata Dara penuh rasa penasaran..

__ADS_1


"Zai adalah anak .. Rega..." kata Bagas membuat Dara terdiam kaku, mulutnya terbuka, jantungnya berdebar cepat hingga tangannya terasa dingin saat ini.


Astaghfirullah.. pantas saja, Zai mirip sekali dengan pak Rega.. senyum khas mereka sama ..


"Minum dulu" Bagas memberikan segelas air pada Dara.


"Astaghfirullah... " Dara seolah tak percaya.


"Pak saya mau nangis, ko saya sedih ya?? rumit banget ya pak..." kata Dara membayangkan rumitnya cinta Bagas.


"sangat rumit..." kata Bagas.


"hemm lalu, kenapa keadaan mbak mawar bisa seperti sekarang?"


"Karena kecelakaan... selama dia hamil , saya memperlakukan dia seolah dia hamil anakku.. aku begitu menyayangi mawar juga Rega.. aku pendam rasa pengetahuanku ... "


"Hingga saat Zai berusia 3 bulan, aku bertengkar hebat karena bosan mendengar mawar selalu berucap ingin berpisah... " kata Bagas .


"Aku tahu, di belakangku dia masih menjalin komunikasi dengan Rega yang menetap di luar negeri saat itu..."


Dara menitihkan air matanya..


"Apa pak Rega tahu?" Tanya Dara


"Rega tidak tahu, mawar berpura-pura hamil anakku saat itu.. itu atas permintaanku..dengan harapan mawar bisa hidup denganku selama nya ..."


"Hingga seiring berjalannya waktu, akhirnya saya merasakan rasa cinta Mawar mulai tumbuh saat kami sering menghabiskan waktu bertiga.. kekecewaan saya seolah terhapus " kata Bagas tersenyum..


"Namun.. malam itu adalah malam sialku, aku tidur bersama mawar dengan penuh rasa cinta dan saling membutuhkan satu sama lain.. kami bercinta tanpa beban."


"Tapi sayangnya, saat aku terbangun aku sudah tidak menemukan dimana Mawar, kepergiannya tidak ada keterkaitannya dengan Rega, karena Rega sampai terbang kesini, menanyakan Mawar..."


"Mamaku tahu kepergian mawar yang mendadak serta membawa sejumlah uang di brangkas, membuat mama semakin membencinya..."


"hampir empat tahun dia menghilang..

__ADS_1


Hingga enam bulan lalu, mawar datang membawa cintanya lagi .. dia membangkitkan rasa yang belum hilang sama sekali di hatiku.." kata Bagas, ia sedikit gemetar hendak menangis.


"Aku melarangnya bertemu Zai.. aku menyesal, hingga tumbuh kekecewaan pada diri Mawar, ia pergi begitu saja hingga tiga puluh menit kemudian aku mendengar ia mengalami kecelakaan" kata Bagas.. itu lah mengapa aku sangat menyesal, Dara.."


Bagas kali ini bercerita seolah ia sudah sangat dekat dengan Dara.. Dara pun tanpa ia sadari


Begitu rumit... Batin Dara.


"memang segala sesuatu jika di awali kebohongan pasti tidak akan berjalan mulus.." kata Dara pelan.


"Sekarang, Dimana Zai pak.. apa tidak ada usaha yang membuahkan sedikit saja hasil..." kata Dara merindukan sosok Zaidar..


"Entahlah, Alex sedang mencarinya..." kata Bagas terasa sangat pusing memikirkan semua yang terjadi.


Dering ponsel Dara berbunyi..


"Pak Rega.." kata Dara membuat Bagas mengerutkan keningnya.


"Jangan kamu angkat.. dia hanya memanfaatkan posisimu yang dekat dengan Zaidar... percayalah" kata Bagas yang nampaknya mengetahui sesuatu.


Dara mengangguk mengerti.. Dara terdiam duduk merenungi apa yang baru saja ia dengar..


Pantas mbok Suti tidak ingin bercerita mungkin dia tahu, ternyata seberat ini masalah yang pak Bagas alami..


Dara Hanya terdiam sejenak kala itu .. Merenung hingga ia lagi-lagi harus teringat pada sosok Ziadar..


*


*


*


Hai semua maaf up malam-malam..


Bab kali ini khusus memecahkan rasa penasaran kalian yaa.. yuk lanjut besok siang semoga sudah ad kelanjutannya yaa hihi..

__ADS_1


Terimakasih dukungannya!! kalian luar biasa ❤️


__ADS_2