
Bagas terbangun dari tidurnya, melihat disampingnya hanya ada sosok Zaidar yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Kemana Dara" ucapnya pelan mencari keberadaan isterinya. Bagas beranjak mencari dimana keberadaan Dara, dugaanya benar ternyata Dara berada di dalam toilet.
Bagas kemudian memilih mencari ponselnya mengecek persiapan acara di kediaman mertuanya siang ini.
Di sebuah meja, Dara sudah membuatkan secangkir kopi hitam sebagai kopi pertama yang ia buat setalah resmi menjadi seorang isteri. Senyum bagas merekah, ia mencicipinya sambil mengecek pesan masuk pda ponselnya.
Bagas terdiam dan berfikir sejenak, sudah hmpir sepuluh jam, ponsel Rega tidak aktif dan pesan singkat Bagas tidak terkirim.
"Kemana anak ini" ucapnya tersebesit rasa khawatir yang muncul secara spontan.
Tak lama, Dara keluar dengan rambut yang sudah terbungkus handuk putih, tubuh yang juga sudah di berbalut handuk kimono putih.
Bagas beranjak dari duduknya menghampiri Dara.
"Good morning sayang" ucap Bgas menyambut Dara.
"Pagi Mas, sudah bangun?" Ucap Dara menyambut pelukan hangat suaminya.
"Sudah, morning kiss" ucap Bagas menujuk pipinya.
Dara tersipu malu namun ia mengerti maksud dan tujuan suaminya.
Kecupan singkat Dara melayang dinpipi kiri juga kanan Bagas. Dara pun mendaptkan perlakuan yang sama dari Bagas.
Keduanya melempar seyum bahagia mereka, meski terlihat Dara lebih cangung dan malu dengan perlakuan suaminya itu.
Bagas memeluk Dara dengan lembut dan hangat, pelukan Bagas sungguh menghangatkan dan memberi kenyamanan pada sosok Dara.
"Paman alex pagi tadi menghubungiku, mas" ucap Dara.
Bagas melingkarkan kedua tangannya di pinggul isterinya, wajahnya kini saling berhadapan dengan tipisnya jarak.
"Pukul tujuh akan ada MUA yang datang meriasku, pukul sepuluh kita pergi ke rumah ayah, dan pukul delapan malam kita flight"
Dara memberi penjelasan pada Bagas, ia tersenyum mendengar penenjelasan suaminya.
"Kok senyum sih?" Tanya Dara yang masih malu berada sangat dekat dengan Bagas, menerima perlakuan manis dan hangat dari suaminya.
"Gapapa... senang aja mendengar celotehan mu sambil memeluk mu seperti ini" ucap Bagas membuat pipi Dara memerah .
"Sudah sana mandi.. sudah pukul enam" ucap Dara.
"Sama kamu, yuk" ajak Bagas sontak Dara terkejut hingga matanya membulat sempurna.
"Apa sih mas" Dara berusaha melepas pelukan suaminya itu, namun tak semudah itu rupanya.
Penuh rasa mengebu, Bagas mengendong isterinya begitu saja membawanya menuju kamar mandi. Dara terkejut pun berontak memita Bagas segera menurunkannya, namun Bagas malah acuh dan tak memperdulikan ocehan isterinya.
"Papaaaaa apa yang papa lakukan" Zaidar berteriak saat Bagas hendak menutup pintu kamar mandi.
Posisi lurus berjarak ayah dan anak laki-laki itu saling bertatapan, sementra Dara sudah menahan tawanya melihat kedua laki-laki saling adu pandangan dengan penuh keseriusan.
"Turunkan tante, apa yang ingin pp lakukan?" Protes Zaidar.
Bagas menurunkan Dara..
__ADS_1
"Papa tidk melakukan apapun, papa hanya membantu tante Dara karena kakinya sakit" bagas membela diri dengan memberi alasan palsunya.
"Kenapa kaki tante?" Tanya polos bocah itu.
Dara melirik bingung ke arah suaminya.
"hemm ini, apa ya? Hmm oh iya kesemutan.. yaa kaki tante kesemutan" ucap Dara sangat gugup, tatapannya pada Bagas sangat memicing kala itu.
"Zai, mandi yaa? Kita harus bersiap untuk acara dirumah tante Dara" ucap Bagas.
"Iya, antar aku ke tempat oma, pah.." pinta Bocah itu.
"Iya ayok papa antar" ucap Bagas yang kemudian bergegas menuju kamar dimana ibu Nia beristirahat.
Dara melepas nafasnya, seperti tengah menguji adrenaline saat berada berdua dengan Bagas, jantungnya berdegup kencang.
Bagas merasa kesal bebrapa kali aksinya selalu gagal, kali ini ia juga harus mengalah demi kelancaran acara yang cukup ia nantikan.
*
Berbalut kebaya mordern sederhana berwana mint, serasih dengan bagas yang mengunakan batik senada. Acara santai namun terkesan formil ini sengaja mereka usung untuk memberi kesan yang berbeda di acara kali ini.
Dara tidak mengetahui seperti apa detail acara ini, ia hanya tahu kalau Alex akan membuat acara di sebuah lapangan sepak bola yang sangat luas di dekat kediaman Dara.
Dara masih berfikr positif saat ia sudah berada di kediamannya, menerima ucapan selamat dari ebebrapa kerabat dekat. Saat acara akan di mulai barulah mereka berjalan menuju lokasi secara bersama-sama. Tangan dara tak lepas mengengam Zaidar, ia begitu menjaga bocah itu selayaknya puterany sendiri.
Bagas yang berjalan sambil berbincang dengan mertua laki-lakinya dan juga Alex merlepas senyumny merasa senang dan bahagia melihat kebersamaan Dara dengan Zaidar yang semakin terlihat sangat intens.
Hingga langkah kaki Dara terhenti, kerumunan warga sudah memenuhi tepi lapangan, sebuah tenda besar dan luas membentuk selayaknya sebuah ruang.
Dara menoleh kebelakang..
"Mas??? Ini?" Bingung Dara mengungkapkan apa yang ia lihat.
"Pesta Rakyat.. untuk seluruh wargamu selama tiga hari" ucap Alex memberi jawaban untuk Dara.
"Apa??? Tiga hari??" Dara tidak menyangka.
"Ayah apa ayah mengetahui ini?" Tanya Dara pada Ayahnya .
"Tahu, tapi Ayah di minta tidak berbicara apapun padamu.." ucap Ayah dengan polosnya.
"Massssss" Dara melepas kesalnya.
"Bukan aku sayang... Paman, yaa ini ide paman" Bagas melemparnya Pada Alex.
"Kalian sama saja, apa Susan juga tahu soal ini?" Tanya Dara
"Dia paling terdepan, Sayang.." Ucap Bagas penuh semangat.
"Awas kamu san, liat pembalasanku" ucap Dara sambil matanya memicing tajam.
"Sudah sudah, ayo kita maju saja kesana malu di lihat orang" ibu menegur Dara.
Perasaan Dara campur aduk, senang, malu, haru dan bahagia.
Mereka duduk di pelaminan yang di buat sangat nyaman, mewah tanpa rasa panas juga takan terkena hujan bila pun nanti hujan akan turun.
__ADS_1
"Mas, awas ya kamu nanti" kesal Dara.
"Aku pasrah, sayang" ucap Bagas berbisik, kekesalan Dara seketika berubah menjadi rasa bergidig merinding mendengr ucapan Bagas itu.
Beberap tamu terlihat menghampiri mereka di pelaminan untuk memberi ucapan selamat dan turut berbahagia kepada keduanya. Dara melepas senyum bahagianya saat melihat seliruh warga menikmati pesta rakyat yang suaminya suguhkan atas rasa syukurnya.
Pangung hiburan yang turut meramaikan acara tersebut semakin menambah kesan meriah penuh kebahagiaan.
Jantung Dara berdebar seketika saat Gustaf terlihat dari kejauhan berjalan mendekati pelaminan untuk menghampirinya.
Bagas melihat Dara yang seketika mendjadi salah tingkah dan nampak sekali kepanikan diwajahnya.
"Kenapa?" Tanya Bagas sambil meraih tangan Dara memberi ketenangan.
"Tidak apa, Mas.."
"Bersikaplah sewajarnya, tidak perlu dilebihkan atau di kurangkan.. aku paham posisimu, namun kamu juga harus sadar akan posisimu saat ini"
Dara memberi seyuman sambil menatap suaminya, hingga tibalah. Gustaf di hadapan keduanya usai ia mengucapkan selamat pada kedua orang tua Dara.
Ayah terlihat memeluk Gustaf dengan penuh haru, beberap tamu undangan yang menegerti pun memfokuskan perhatiannya ke arah pelaminan itu.
"Selamat berbahagia"
Gustaf mengucapkan itu sambil berusaha menahan sakit pada dirinya sendiri, Dara yang terlihat cantik, penuh dengan aura kebahagian menambah rasa yang sulit Gustaf deskripsikan.
Mungkinkah ini yang dinamakan cinta tak harus memeiliki?
"Terimakasih" Bagas menjawab dan menyambut jabatan tangan serta pelukan singkat keduanya.
"Dara, selamat yaa.. aku berdoa kebahagiaan selalu tercurahkan untuk kehidupanmu kedepannya"
"Aamiin.. Terimakasih Mas.." kata Dara singkat jelas dan cukup membuat Gustaf bingung harus berucap apalagi.
Gustaf pun berjalan menurunk pangung pelaminan itu usai ia menyalami dan mengucapkan selamat pada ibunda Bagas.
"Kamu sedih?" Tanya Bagas seketika melepas lamunan Dara.
"Aku hanya menyayangkan saja kedekatanku dengan dia menimbulkan rasa yang lain terhadapnya, sehingga membuatnya kecewa"
Bagas tersenyum lalu berbisik..
"Kamu itu sosok yang spesial, siapapun akan jatuh hati padamu.. termaksud aku" ucap Bagas seketika wajah Dara semakin memerah dan tersipu malu.
*
*
*
Lanjut Yukk..
jangan lupa semangat nya untukku yaa, like komen dan rate kalian berarti untukku ❤️
Jika ada rejeki boleh kalian send kopi atau mawar untukku hehe
Makasih ❤️🌹
__ADS_1