Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
INGIN PINGSAN


__ADS_3

Dara memulai aktivitas nya.. pukul 7 pagi Dara menumpangi ojeg online menuju apartemen Bagas, memberikan alasan yang cukup masuk akal pada ibu dan adiknya membuat Dara bisa tetap bekerja menjaga Ziadar..


Dara yang sudah memiliki akses masuk apartemen Bagas pun langsung masuk kedalam.. Bergegas ia menuju kamar Zaidar setelah menyapa Mbok Suti di dapur yang hendak menyiapkan sarapan pagi.


Dara masuk dan melihat Bagas tengah memakaikan pakaian Zaidar yang berdiri di atas kasurnya.


"Pagi..." Sapa Dara. Zaidar bersorak gembira melihat kedatangan Dara.


"Pagi sekali, Dara" kata Bagas melihat jam menujukan pukul tujuh tiga puluh pagi..


"Meledek yaa.." kata Dara tak enak hati, ia mendekat berusaha mengambil alih kegiatan Bagas saat itu.


"Tidak.. kan aku bilang, datang pukul sembilan tak apa, sudah ada Mbok Suti" kata Bagas.


"Ssstttt sudahlah jangan di permasalahkan.. sudah bapak bersiap sana, Zai biar urusan saya" kata Dara meraih pakaian Zaidar.


"Hemm baiklah, saya kalah" kata Bagas sedikit berbisik di telinga Dara.


Dara memang terlihat lebih rapih, memakai kemeja dan celana bahan. Berpakaian seperti itu tentu saja Dara memiliki alasan khusus yaitu karena ia harus mengatakan bahwa ia tengah bekerja di kantor pusat selama ayahnya sakit.


*


Mereka kini berada bersama di meja makan.. seperti biasa Dara bertugas menyuapi Zaidar.


"Dara.. sore ini ayahmu sudah bisa di pindahkan, Alex akan mengaturnya." kata Bagas, Dara melempar senyumnya..


"Terimakasih, pak.. hemm saya harus mendampingi Ayah pak sepertinya." kata Dara dengan sedikit keraguannya.


Bagas hanya melempar senyumnya.


"Zai.. hari ini mamamu pulang" kata Bagas pada Zaidar, namun Dara yang berada disana merasa terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Bagas.


"Yeeyy... benarkah papa?" kata Zaidar.


Bagas mengangguk..


"Apa kamu mau bertemu mama nanti?" tanya Bagas.


"Mau, mau banget" antusias Zaidar memang sungguh luar biasa.


"Baik.. kalo begitu kamu di temani Mbok Suti, bagaimana? karena Tante Dara harus kerumah sakit dulu menemani ayahnya..." Bagas berbicara memberi pengertian pada anaknya.


"Oke sip.. semoga ayahnya Tante cepat sehat, Zai berdoa untuk Tante juga" kata Zaidar bocah penuh kecerdasan itu.


Dara melempar senyum pada Bagas.


"Maksih pak" kata Dara.


Pengen banget aku bertanya... apa pak Bagas juga akan menemui mbak mawar? hemm yaa kan mereka masih suami isteri, jelas pasti pak Bagas akan berada disana sih... bodohnya aku, untung saja aku belum bertanya pada Pak Bagas.


*


Hari sudah menjelang sore...


Dara menyiapkan keperluan Zaidar dalam satu tas yang akan dibawa. Sore ini Zaidar akan pergi bersama Mbok Suti dan di antar oleh supir.

__ADS_1


Dara menghela nafasnya... Perasaanku aneh sekali sekarang, ada rasa senang Zai bisa mendapat kasih sayang ibunya, tapi di sisi lain kenapa aku takut merasakan kehilangan ya?? ah jadi over thinking gini aku...


Dara juga tak lupa merapihkan dirinya agar tetap terlihat fresh kembali kerumah sakit..


"Zai.. hati-hati yaa, jangan nakal dan ingat makan malam nanti harus yang banyak, supaya tidur kamu nyenyak" kata Dara pada Zaidar.


"Siap Tante.. Tante juga jangan sampai kecapean yaa, Zai sayang sekali sama Tante" Zaidar memeluk Dara.


Mbok Suti yang menyaksikan pun ikut tersenyum, mengakui kedekatan keduanya memang seolah tak dapat tertandingi lagi.


"Mbok... maaf yaa jadi merepotkan, ini harusnya tugasku..." kata Dara.


"Tak apa, sama saja" jawab Mbok.


"Mbok lebih senang disini, mbok stres bila berada dirumah nyonya besar" kata Mbok berbisik pada dara, hingga Dara terkekeh kecil.


"Yasudah kalian hati-hati yaa, aku merapihkan dulu kamar Zai.." kata Dara.


Baru saja Dara menyelesaikan pekerjaannya, ia bergegas menuju rumah sakit. Ia berjalan keluar apartemen berniat memesan ojeg online, namun suara klakson mobil membuatnya menoleh.


Astaga.. mobil pak Bagas..


"Pak????" bingung Dara.


"Ayo naik.." kata Bagas dari dalam mobilnya.


"Kemana?" Kata dara bingung.


"Ke dalam sini, naikkkkk" kata Bagas mulai emosional.


"Ngomongnya pake urat si bapak mah" kata Dara membuat Bagas meliriknya sinis.


"Ya kamu saya suruh naik malah tanya kemana" kesal Bagas.


"Ya jelasin, naik dara masuk sini" Dara seolah menirukan perkataan yang harusnya Baga ucapkan dengan jelas.


"Ngomongnya irit banget, kata kuota akhir bulan saja di irit - irit.." kata Dara.


"Kamu yaa begitu?" kata Bagas.


"Iya saya begitu, udah akhir bulan pake paket chating, video call tidak ada gambarnya, kirim pesan nunggu lima detik baru terkirim" kata Dara dengan pedenya.


"Nanti saya pakaikan yang unlimited" kata Bagas.


"Eh ga usah repot-repot pak, jadi anu saya" kata Dara sepertinya mulai salah bicara.


"Anu? apa itu anu?" kata Bagas bingung.


Aduh bagaimana aku menjelaskannya ya? anu kan artinya juga banyak, tergantung konteks..


"Hemm lupakan soal Anu... sekarang kenapa bapak jemput saya? bapak gak kerumah mbak mawar?" tanya Dara melepas pembahasan soal Anu.


"Gak males" ucap singkat Bagas.


"Loh kenapa pak? Zai sudah berangkat loh kesana" kata Dara penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


"Bawel kamu" sahut Bagas.


"Bawel mah ikan, Pak" celetuk Dara.


"Mana ada ikan bawel..." kata Bagas.


"Ada pak.. ikan bawel putih" kata Dara.


"itu bawal, Dara" kesal Bagas.


"Oh iya yaa, mirip pak nama nya.. udah bapak santai saja, jangan emosi.. nanti darah tinggi mau struk? ihh serem masa muda-muda udah struk.. sayang gantengnya pak, mubasir" kata Dara terkekeh.


"Ekhemm... Dara ingat saya bos kamu" kata Bagas mulai tak bisa menimpali candaan konyol Dara.


"Lah yang bilang saya ibunya bapak siapa?" kata Dara terkekeh..


"Gak ada, nanti yang ada pada bilang kamu pacar atau kamu isteri saya" kata Bagas membuat Dara seketika diam seribu bahasa.


Aduh mendadak mau pingsan aja bisa ga si?? apa si yang pak Bagas bilang? buaya darat banget dia...


"Kok diam? mau bukti ga??? kita buktikan yaa" kata Bagas tersenyum jahil.


Bagas menepikan mobilnya di sebuah mini market berlogo A.


"Pak ih mau ngapain " kata Dara yang jantungnya sudah mulai berdebar cepat.


"Kita survei, kira-kira penilaian orang itu kamu ibu saya atau pendamping saya" kata Bagas sambil menekan tombol rem tangannya, melepas seatbelt nya.


"Ayok turun cepat atau kamu pingsan di dalam.." Bagas Tertawa dalam hatinya melihat wajah Dara yang sudah kemerahan itu..


Ampun Gustiiii... Yaa Allah Yaa Tuhanku... pingsan-kan aku sekarang yaa Allah.. Pak Bagas takut macam-macam yaa Allah, hamba tak kuasa .. please pingsan-kan aku sekarang..


Bagas membuka pintu bagian Dara..


"Kamu mau pingsan yaa di dalam mobil dalam keadaan mesin mati???" kata Bagas semakin membuat Dara sulit mengatur detak jantung dan rasa nervous nya.


Mau di apain sih... yaa Allah, kenapa dia tau isi hatiku yang lagi minta pingsan ini?


Dara turun perlahan dari mobil mewah itu.. melihat wajah santai Bagas malah membuat Dara tak mampu mengontrol wajah tegangnya..


*


*


*


Nah mau diapain kira-kira??? next yuk..


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


TAPI..


LIKE KOMEN DAN RATE DULU..


JANGAN LUPA GIFT MAWAR DAN KOPI.. AUTO UP LAGI DEH HIJI HARI INI HEHEE 😊😊

__ADS_1


__ADS_2