
Dara duduk menunggu kehadiran Zaidar yang masih dalam perjalanan menuju apartemen, sementara Bagas sudah pergi menuju kantornya sejak pagi tadi.
Tiba-tiba ponsel Dara berdering.
"Pak Bagas? Ada apa? Apa ada barang yang teringgal" kata Dara bermonolog, bergegas ia menerima panggilan masuk itu.
Iya pak..
Kamu sudah merapihkan ruang kerja saya belum?
Sudah pak, ada apa?
Kamu tidak nelihat box kecil berwarna merah di atas meja?
Lihat.. bapk butuh itu kah?
Hemm bukan.. itu untukmu, buka saja sana.. semoga kamu suka,ya?
Hah untuk saya? Isi nya apa?
Lihat saja sendiri, sudah yaa saya mau meeting..
Sepihak bagas menutup telfonnya.
"Huh dasar.. hemm.. isinya apa ya? Yaa Lebih baik aku lihat" kata Dara bergegas menaiki anak tangga menuju ruang kerja Bagas.
Box berwarna merah berbentuk persegi .. Dara membukanya sambil duduk di kursi dimana Bagas biasa duduk.
"Apa ya isinya?" Kata Dara sambil membuka isi dari box tersebut..
Dara terkejut, "Astaga... ya Tuhan.." Dara tak menyangka dirinya mendapat sebuah ponsel baru dari Bagas.
"Ada note nya" ucapnya sambil membuka secarik kertas.
Teruntuk kekasih baruku.. semoga kamu suka, pakai dengan hati-hati seperti kamu menjaga hatiku ya? Dan semoga semakin lancar kamu mencari apapun dari embah gugel mu itu..
Dara tertawa kecil penuh rasa senang, namun terbesit pula rasa malu.. Pantaskah aku menerimanya?
"Hemm tapi siapa yang ga suka dengan ini.. mungkin ini benar - benar rejekiku.. " kata Dara dengan ekspresi riang gembiranya.
Ponsel Dara kembali berdering..
"nahkah orangnya telfon lagi"
Penuh semangat dara menerima panggilan masuk itu..
Bapaaakkkk .. terimaksih, saya sukaaa..
Saya sudah tau kamu suka..
Hih sok tahu bapak ini, bapak cenayang ya??
Haha saya bisa melihat mu dari CCTV, Dara.. bahkan saya tahu kamu mulai berani duduk di kursi kerja saya yaa.. !!
Bagas meledek Dara, hingga Dara terkejut dan langsung saja berdiri. Ia melihat ke arah camera cctv yang terpasang di beberapa bagian..
__ADS_1
astaga.. lagi-lagi aku mempermalukan diriku sendiri.. bapak sengaja yaa? Saya jadi ga enak gini.
hahah tapi saya suka, kamu menggemaskan.
Aihhh sungguh aku terjebak lagi..
Dara meninggalkan ruangan itu secepat mungkin menahan rasa malunya. Terdengar dari intonasi Dan tawa Bagas sudah membuktikan bahwa Bagas nampak bahagia saat itu.
*
Siang Hari Tepatnya di sebuah caffe..
"Lalu, kamu mau meninggalkan Indonesia? Itu akan membuat luka baru untuk mama, ini tidak adil untuk mama" ucap Bagas pada Rega.
"Iya.. tapi tidak saat ini kak, saat ini keadaan MAwar masih sangat terpukul, sebisa mungkin aku akan menemaninya meski aku harus merasakan sakit karena aku tidak bisa sepenuhnya memiliki Mawar.." ucap Rega berusaha tegar.
"Maaf.. disini juga ada andilku, dulu aku terlalu mengebu untuk memiliki Mawar, tanpa aku tau kalo Mawar tengah menantimu.."
Rega tersenyum.."karena aku yang tidak jelas saat itu kak, maka Mawar mencari laki-laki lain dengan harapan bisa melupakan aku.." kata Rega mengakuinya.
Keduanya berbicara secara dewasa, Rega nampaknya juga mulai mendewasakan diri atas masalah yang terjadi akan menjadi pelajaran hidup untuk Rega.
*
Lusa adalah waktu dimana Dara harus berkunjung menemui kedua orang tuanya juga adiknya.. Sudah satu bulan adik dari Dara, Zhufar bekerja di anak perushaan Bagas.
Sepertinya aku harus jujur pada ayah dan juga Ibu atas pekerjaanku saat ini, dan aku juga harus jujur pada mereka kalau kini ada Pak Bagas yang menjadi pilihanku, agar tidak ada haraapan ayah kalo aku bisa bersama Mas Gustaf ..
Dara membatin menatap langit kamar Zaidar, Dara menatap Zaidar yang tengah tertidur , Dara tersenyum sambil mengusap pipinya..
Dara akhirnya ikut terlelap menyusul Zaidar kala itu..
Waktu yang berjalan maju kini menujukan hampir pukul enam sore, Bagas masuk kedalam apartemen nya yang nampak hening itu
Pasti ada di kamar Zaidar, Bagas menaiki anak tangganya menuju kamar ZAidar..
Perlahan Bagas membuka pintu kamar itu, ia kemudin tersenyum melihat Zaidar juga Dara tengah terlelap sambil berpelukan satu sama lain.
Bagas melangkah mendekati keduanya, ia menatap kedua orang yang ia sayangi.. Dengan kemauan hatinya bagas mengecup keing Zaidar, dan mengejutkannya Bagas langsung mengecup kening Dara, cukup lama hingga Dara menggeliat perlahan membuka matanya.
"Bapak.." terkejut Dara.
"Astagfirullah.. maaf saya ketiduran" kata Dara sedikit panik.
Kok aku merasa ada yang menyetuh keningku.. tapi sepertinya bukan sentuhan tangan yang aku rasakan.. hemm
"Gapapa.. maaf malah menganggu tidurmu" tersenyum Bagas.
"Hmm.. Pak.. barusan ada nyamuk.. makanya saya terbangun..." kata Dara
"Nyamuk? Masa sih?" Kata bagas heran sambil menyapu pandangannya ke arah sekitar.
"Iya pak, nyamuk nya besar banget kayaknya.. hinggap di kening saya" kata Dara. Bagas membulatkan matanya, Kurang ajar!! Bibirku dia pikir mulutku tajam seperti mulut nyamuk!! - kesal Bagas.
"Dorrr!!" Zaidar tiba-tiba terbangun mengagetkan keduanya.
__ADS_1
"Anak papa sudah bangun rupanya"
"Astafa zai, kamu bangun tidur kok langsung mengangetkan kita???" Kata Dara terkejut.
"Aku sudah bangun sejak tadi, tante.. tapi zai nyman dalam pelukan tante " kata Zaidar tertawa kecil.
Apa? Berarti zaidar tau kalo aku mencium keningnya juga kening Dara.. - Bagas membatin dalam hatinya.
"Dan tante jangan takut ada nyamuk.. karena yang menyentuh kening tante itu bukan nyamuk .... hahaha tapi papa yang mencium kita"
Zaidar dengan polosnya bercerita dengan sangat riang gembira.. sementara Dara cukup terkejut mendengar ucapan Zaidar saat itu.
Mata Dara membulat ke arah Bagas hingga bagas terkekeh kecil lalu memilih untuk meninggalkan keduanya.
Aku cari aman sajalah.. Bagas membatin.
"Papa mandi dulu, ya? Byee" bergegas ia pergi.
Bisa-bisanya dia menciumku disaat aku tertidur.. Benar- benar seperti nyamuk betina saja dia.. kesal Dara kala itu.
"Tante.. tante senangkan di cium papa? Cium itu tanda kasih sayang loh tante... tandanya papa sayang dengan kita.. iya kan?" Ucap bocah polos itu.
Astagaaaaa kenapa aku jadi terjebak seorang diri dengan pertanyaan macam ini??? Dari bocah kecil pun.. Dara sedikit bingung harus menjawab apa kala itu.
"Hah? Hehehe iya yaa.. tante sayang semuanya kok.." Gugup Dara menjawab.
"Tante kan seperti mama, yang sayang pada zai, mau merawat aku... " ucap manis Zaidar.
"Aku sayangg sekali sama tantee" Zaidar mendekat dan memeluk Dara erat.
Astaga.. aku ingin menangis mendapat perlakuan manis ini.. aku benar-benar merasa bahagia sekali di beri cinta oleh anak hebat ini..
"Haduh tante jadi sedih, tante juga sayaang sekali sama kamu.. jadi anak pintar dan kuat ya zai.. tante berusaha terus berada di samping kamu" ucap Dara penuh bahagia meski airmata mengalir perlahan.
"Maksudnya? Apa tante mau menjadi mamahku seperti mama Mawar? Tante mau berada di samping aku?" Ucapn zaidar semakin mengundang haru bahagia Dara.
"Iya.. Tante mau Zai.." ucap Dara melepas rasa bahagia di hatinya.
"Yeeaayyy .. Terimakasih Tante, Aku senang sekali punya dua mama dan dua papa, aku hebat bisa punya dua" Zaidar bersorak, melompat lompat di atas kasurnya melepas rasa Bahagianya.
*
*
*
HAPPY VALENTINE DAY ALL READRS KU..
❤️❤️❤️❤️❤️
Salam Cintaku Untuk Kalian..
So.. berikan Salam Cinta Kalian Berupa Dukungan Gratis yaitu Like, Komen dan Rate.. heheh
Jika ada rejeki boleh send Mawar juga kopinya..
__ADS_1
Terimakasih .. 🌹🌹🌹