Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 26


__ADS_3

Dara melebarkan senyumnya sambil bersolek di depan cermin di kamarnya.


Rasanya senang sekali bisa kembali bekerja hari ini.


"Dar.. sarapan sudah siap, ya?" ucap Ibu dara membuat Dara melempar senyum manisnya..


Dara duduk di kursi nya berhadapan dengan ibu dan juga ayahnya untuk menyantap menu sederhana saat sarapan kali ini.


"Kamu di terima menjadi apa, nak?" tanya Ayah Dara.


"Aku belum tahu, Ayah... yang jelas disuruh pakai pakaian rapih , pakai kemeja dan blazer" ucap dara yang kala itu sudah memenuhi syarat permintaan seorang HRD padanya.


"Kamu berangkat sama Gustaf?" tanya Ayah Dara lagi.


"Hemm... engga ayah, beda rute nya kok.. Dara naik ojeg online aja untuk hari ini.." ucap Dara yang mulai sedikit risih dengan Gustaf.


Dara hanya belum siap untuk menikah, bukan tidak menyukai Gustaf.. hanya saja sikap menekan Gustaf justru membuat Dara merasa segan dan menjaga jarak.


Kedua orang tuanya hanya diam.. Ibu Dara mengerti bagaimana perasaan dara saat itu, fokus dalam dunia pekerjaan adalah niat awal Dara untuk membahagiakan keluarga kecilnya..


*


Jantung Dara berdegup kencang saat langkah kakinya masuk kesebuah gedung besar megah dan mewah..


Dara melempar senyumnya pada beberapa karyawan disana, yang melihatnya.


"Aku Dara, aku di minta datang dan menemui HRD disini.." ucapnya di meja resepsionis.


"Oh iya kak, silahkan naik ke lantai 5 lalu belok kanan, nanti terlihat kok bacaan ruang HRD.." ucapnya memberi arahan pada Dara.


Dengan jantung berdebar cukup kencang saat itu..


kenapa nervous banget yaa, haduhh semoga semua lancar-lancar saja.. - batin Dara penuh harapan.


Sesampainya disana, Dara seperti mendapat semua kemudahan.. Bahkan hari itupun Dara sudah dapat bekerja.


"berapakah gaji yang kamu minta, dara?" tanyanya..


"Saya ikut dengan standart saja..." kata Dara.


"Range dari sepuluh hingga lima belas juta"


Mata Dara terbelatak membulat..


Aku salah denger gak sihh.. tapi selama aku hidup aku ga pernah salah melihat uang dan mendengar jumlah rupiah .. konyol dara membatin..


"Bu... maaf ya, memang saya akan di pekerjaan di bidang mana ya Bu? ko saya dekdekan dengar nominal yang ibu ucapkan tadi.. " kata Dara jujur, wanita ittu mendengar ucapan Dara hanya tertawa ringan..


"Sebagai sekertaris.." singkatnya menjawab dengan senyum lebar .


Dara semakin shock..

__ADS_1


"Bu.. ibu yakin saya menjadi sekertaris?" kata Dara bingung..


"Saya tidak ada basic di bidang tersebut .." tambah Dara jujur.


"Yang penting untuk sekarang kamu mampu menguasai bahasa Inggris dan mengerti soal pengoperasian komputer dengan sangat baik..." ucap seorang HRD yang nampaknya juga tak bisa berkata banyak.


"Baik Bu... " kata Dara bingung.


"Kalau begitu, mari ikut saya..." kata wanita yang berpenampilan modis itu.


Tiba Dara di sebuah ruangan..


"Permisi pak, ini Mbak Dara yang akan membantu bapak"


Mata dara membulat melihat sosok pria di hadapannya..


"Kamu???" kata Dara spontan langsung saja ia menutup mulut nya merasa memang kurang sopan.


"terimakasih, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu" kata Rega .


Dara semakin kikuk saat dirinya hanya berdua saja dengan Rega di ruangan tersebut.


"Hai Dara, kita bertemu lagi .." kata Rega dengan senyum lebarnya.


"Kamu bekerja disini?" kata Dara


"Maaf maksud saya bapak kerja disini" sambungnya cepat.


"Jadi bapak direktur ya?" kata Dara dengan polosnya.


"Apa kamu pikir hanya Bagas yang menjadi direktur?" kata Rega terkekeh.


Dara hanya terdiam..


Rega menarik nafasnya..


"Didepan sana , ada meja kerja kamu.. belajar dengan Ayu.. dia sekertarisku" kata Rega..


"Hemm lalu saya sebagai apa?" kata Daara bingung.


"Sebagai sekertaris saya juga, tapi kamu harus mendampingi saya kemanapun saya pergi..." ucap Rega.


"Sudah jangan terus melamun.. pergilah belajar dengan Ayu.. lusa kamu sudah bisa ikut saya meeting" kata Rega.


"Baik pak .. saya permisi" kata Dara sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.


Kayaknya pak Rega lupa soal permainan bola berlangsung .. ah Zai pasti akan tertawa kalau mengingat itu...


hmm aku jadi mengingat Zai lagi ..


Sudahlah.. mungkin sekarang, disini pekerjaanku.. dengan nominal yang ku dapat setiap bulannya, berarti aku harus lebih giat bekerja, harus memberikan yang terbaik... Dara membatin penuh semangat..

__ADS_1


*


Sementara itu di tempat lain...


Alex memberi laporan mengenai Dara yang bekerja di perusahaan cabang milik keluarga besar Bagas.


"Apah??? kenapa dia bisa mempekerjakan Dara? jelas sudah Dara bahkan hanya tamatan sekolah menengah atas.." Kesal Bagas saat Alex memberi laporan padanya.


"Kemarin memang Dara berkeliling memberikan lamaran nya ke beberapa perusahaan, Tuan.." kata Alex.


"Apa dia kesini?" tanya Bagas.


"Iya tuan betul... tapi tentu saya menyerahkan semua pada pihak HRD.." kata Alex dengan sikap profesional nya.


"Lalu kenapa dia bisa langsung di jadikan sekertaris oleh rega???" kesal Bagas dengan emosi nya.


Alex memiliki pandangan lain saat itu..


"Tuan... saya berfikir biarkan saja ini berjalan dulu, saya yakin ada sesuatu yang hendak Rega lakukan kedepannya.." kata Alex mengungkapkan feelingnya.


"Dasar anak itu selalu saja membawa sebuah permainan kehidupan seolah dia akan terus menjadi pemenangnya" kesal Bagas kala itu.


"Lalu, apa dia masih datang ke rumah sakit menemui Mawar?" tanya Bagas dengan wajah kesalnya.


"Maaf tuan, menurut laporan, setiap dua kali sehari seringnya Rega datang menemui Mawar" kata Alex jujur.


"Apa??? untuk apa? apakah Rega masuk kedalam ruangan?" kata Bagas penasaran.


"Sesekali ia akan masuk dan itu tidak lama" kata Alex .


"Hemm... mau apa dia menemui Mawar?? " ucapnya seolah bermonolog.


"Alex... letakan mini camera di ruang perawatan mawar.. aku ingin tahu apa yang di lakukan rega di dalam sana.." kata Bagas mulai mencurigai Rega setelah beberapa waktu Rega tidak pernah memperdulikan mawar.


"Baik Tuan, Jika memang sesuai dengan kebiasaan, besok lusa Rega akan datang ke rumah sakit.. " tambah Alex ..


Apa yang Rega lakukan? bukankah Rega sudah sangat membenci mawar? kenapa harus dia datang menemui Mawar sementara mawar tak berdaya lagi..


Lalu Zai... ahhh tidak mungkin ini ada keterkaitan nya dengan kamu Rega.. kamu orang baik , tidak mungkin kamu menjatuhkan aku lalu menusukku...


*


*


*


Maaf baru mampu 1day 1up Insya Allah .


Like komen Rate 🌟 lima dan Vote yaa..


kalo ada rejekinya boleh kirim bunga atau kopi nya ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2