
Pesawat mendarat dengan sempurna, Bagas membangunkan Dara usai pesawat mendarat secara sempurna, Dara terbangun dan ia merasa sedikit pusing kala itu..
"Minum dulu.. nanti kita cari teh hangat di bandara" kata Bagas , Dara meneguk air mineral dalam botol kemasan.
Lalu ia melirik ke arah sekitar...
"Ayok turun" kata Dara.
"Nanti kita kebawa terbang lagi" ucapnya begitu konyol membuat Bagas terkekeh kecil.
"Awww" respon Dara saat Bagas menyentil kening Dara.
"Aneh-aneh saja ucapan konyol mu itu, hanya kamu yang punya pikiran begitu .." kata Bagas menggelengkan kepalanya.
Dara hanya terdiam, sedikit cengengesan.
Dara mengikuti langkah Bagas ia membaca beberapa papan informasi di sekitar sana..
Singapore? aku di Singapura?? kata Dara yang tak menyangka atas keberadaannya saat ini.
Apa gue mimpi? Dar membatin sambil menepuk pipinya sendiri..
"Sakit sih..." kata Dara membuat Bagas menoleh.
"kenapa lagi?" tanya Bagas .
"Pak saya mimpi ga sih.. ini di Singapura?" tanya dara membuat Bagas menghela nafasnya.
"Iya kita di bandara.. kita akan bertemu Alex lebih dulu.." ucap Bagas.
Dara masih berfikir bahwa memang murni adanya keberangkatan mereka ke Singapura adalah urusan bisnis, terlebih Bagas mengatakan bahwa mereka akan menemui Alex lebih dulu..
*
"Kamu pucat sekali, Dara..." Tanya Alex saat melihat Dara.
"Apa kamu mabuk perjalanan udara juga" ledek Alex membuat Dara malu kala itu..
Bagas ikut terkekeh..
"Tidak dia tidak mabuk perjalanan, hanya takut saja .." Celetuk Bagas membuat Dara tertawa kecil menutupi rasa malunya.
"Pesanlah teh hangat.." perintah Bagas pada Dara.
"Bapak mau Teh juga?" tanya Dara.
"Saya kopi saja" kata Bagas membuat Dara melangkah memesan.
"bagaimana rencana selanjutnya, paman" kata Bagas pada Alex dengan rasa penasarannya.
"Kita langsung ke lokasi, paman sudah menghandle semuanya, bahkan kita punya hak mutlak secara hukum.." kata Alex membuat Bagas tersenyum lebar.
"Bisakah sekarang kita kesana?" Tanya Bagas penuh semangat.
"Yaa...kita bisa langsung kesana, namun.. kita tidak bisa langsung pulang ke Indonesia hari ini juga, Tidak ada penerbangan lagi ke Indonesia.." kata Alex membuat Bagas menghela nafasnya.
"Aku rasa Tak apa, kita bisa menginap dulu di hotel.. bagaimana?" kata Bagas.
"Yaa.. kita akan kembali menggunakan penerbangan pertama..." kata Alex.
__ADS_1
"Rehat sejenak disini, sebentar" kata Alex melihat Bagas begitu bersemangat .
*
Dara masih sedikit bingung dengan perjalanannya kali ini.. Namun Dara tak lagi berani banyak bertanya, ia melihat mood Bagas begitu baik sehingga ia ingin merusaknya seketika.
Dering ponsel Bagas berbunyi..
Alex menatap Bagas penuh pertanyaan..
Siapa yang menghubungi Bagas?
"Mama...." Bagas berucap saat melihat layar ponselnya.
"Apa ini ada kaitan dengan mama, paman?" tanya Bagas sebelum ia menerima panggilan tersebut.
"Saya pastikan tidak ada, terimalah..." kata Alex memberi arahan..
Dara lagi-lagi hanya diam, tidak berani berkata-kata namun ia menyimak tanpa paham apa yang tengah di bicarakan.
Yaa, mama..
Kamu dimana, Bagas.. kenapa masuk ke panggilan rooming..
Ada urusan perusahaan..
Jangan bohong kamu, Rega berbuat ulah lagi.. kali ini kamu harus turun tangan..
Apalagi? maaf mah , Bagas gak bisa.. Bagas sudah melepas Rega.. dia sudah dewasa...
Ini menyangkut perusahaan kita Bagas, dia memberi harga tender sangat rendah ke beberapa proyek, apa itu tak gila...
Akan Bagas chek...
Bagas mematikan panggilan itu secara sepihak..
Ia menjelaskan singkat hal itu pada Alex yang jelas di dengar oleh Dara.
"Pintar sekali dia, ini cara dia mengecoh kita.. Akan saya handle..." kata Alex memicing sinis ..
Bagas seketika memijat keningnya, Mood Bagas seketika berubah, semakin menekan Dara untuk tetap diam dalam posisi aman..
Rumit sekali urusan orang-orang ini .. kata Dara membatin.
Alex menggunakan tangan kekarnya yang sudah nampak sedikit keriput itu untuk memainkan ponselnya, ia terlihat begitu fokus hingga akhirnya Alex menghela nafasnya kasar.
"Bagaimana, Paman??" kata Bagas panik.
"Kita hanya tinggal menunggu jawaban petinggi lainnya... kita fokus dulu pada misi kita hari ini.." kata Alex.
Bagas pun akhirnya ikut sibuk dengan ponselnya selama perjalanan menuju suatu tempat..
Perjalanan darat memakan waktu 40 menit hingga mereka tiba di sebuah bangunan yang nampak luas, dengan halaman yang asri juga terlihat sangat terawat.
"Ini rumah siapa, pak?." kali ini dara tidak dapat menahan rasa penasarannya.. mulutnya juga sudah kering karena terlalu lama berdiam.
"Dara .. berjanjilah untuk tidak menangis" Kata Alex seolah meledek Dara.
"Menangis? memangnya kenapa, pak?" tanya Dara.
__ADS_1
"Di dalam banyak sekali anak kecil, mungkin anak seusia Zaidar.. Saya hanya memberi kamu peringatan agar tidak menangis dan mengingatnya.." kata Alex menjelaskan.
"Apa kalian juga tidak akan mengingat sosok Zai? egois sekali bapak meminta saya untuk tidak mengingat Zai.. padahal saat bapak menyebutkan namanya pun otak saya langsung memberi tampilan wajah Zaidar..." Dara kesal hingga ia berbicara cukup panjang dan lebar.
"Sudahhhh... kita masuk sekarang" kata Bagas menghentikan perdebatan itu.
Dengan wajah sinis Dara memilih mengikuti langkah Bagas meninggalkan Alex yang tengah terkekeh melihat ekspresi wajah Dara yang tengah kesal itu.
Kamu memang wanita unik, Dara... tetaplah menjadi dirimu.. Batin Alex sambil melangkah mengikuti.
Saat mereka masuk, mereka sudah di sambut beberapa orang disana..
Mereka berbicara dengan bahasa internasional, Inggris..
Dara cukup memahami hal tersebut.
Apa pak Bagas mau adopsi anak bule disini..? apa ia begitu merindukan sosok Zai hingga ia berfikir untuk ... ahhh pikiranku kenapa selalu mengarah pada Zai, aku merindukannya...? Dara membatin saat mengetahui dimana ia berada saat itu.
Dara diam, dan menyimak saja kala itu..
Mengapa tidak menikah saja dengan wanita bule, kenapa harus mengadopsi ya..! kesal Dara namun ia masih belum yakin atas apa yang ia pikirkan saat itu.
Tapi.. apa Setega itu pak Bagas mengadopsi seorang anak?
Dara semakin pusing, terlebih intonasi mereka begitu cepat, Dara paham.. namun ia belum terbiasa saja hingga ia kadang masih harus meraba apa yang di ucapkan semuanya disana..
"Dara.. kamu mau ikut saya, atau stay disini sebentar?" tanya Bagas sambil berdiri.
"Lebih baik dia disini, nanti dia menangis" kata Alex seolah meledeknya membuat Dara kesal..
"Tidak.. saya mau ikut.. " kata Dara tegas sambil berdiri.
"Sungguh bapak sangat menjengkelkan.." kata Dara pelan pada Alex.
"Tidak hanya kamu yang bisa menjadi sosok yang menjengkelkan, Dara" ucap Alex semakin membuat Dara kesal..
Bergegas Dara meninggalkan Alex mengimbangi posisi Bagas yang sudah berjalan beberapa langkah.
Alex hanya terkekeh sambil berjalan mengikuti mereka yang lebih dulu meninggalkan lokasi awal..
*
*
*
Nah mau kemana mereka? hehehe
pasti Readers mulai tebak-tebak buah manggis nih hehee.
dukungan Gratis..
like, komen, rate dan Vote..
Dukungan dengan Rejeki kalian..
Gift bunga, kopi atau hati ..
Terimakasih dukungannya ❤️❤️
__ADS_1