
"Apah????????" Kompak Ibu Nia dan Mawar terkejut mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Bagas..
"Yaa.. aku jatuh cinta pada Dara, jika Dara berkenan segera mungkin aku akan melamarnya.." ucap Bagas mengundang senyum Alex dan juga Rega. Lain halnya dengan Mawar yang nampk shock.
"Bagas.. kamu baru saja bercerai, pikirkan dulu semuanya... Terlebih Dara adalah...---"
"Cukup mah, Dara adalah wanita baik dari keluarga yang baik juga.. Tidak ada hal yang perlu di permasalahkan seharusnya, tolong mama sedikit saja merubah pola pikir mama.."
Tegas Bagas berucap kala itu.
Ibu Nia mengurungkan niatnya untuk menentang habis Bagas saat itu.
Seleranya sama dengan Ayahnya, mencintai wanita sederhana namun baik budi pekertinya.. aku malu pada kedua anakku, tapi hatiku belum sepenuhnya ikhlas menerima..
"Mas.. kamu selingkuh dariku?" Ucapan itu terlontar dari bibir mungil Mawar sambil menahan air matanya.
Idih mbak mawar suka ga ngaca deh, pede betul berbicara seperti itu, lagi pula aku lebih baik jomblo dari pada menjadi selingkuhan.. Kesal Dara membatin.
"Mawar.. tidak ada yang selingkuh dari kamu.. murni aku jatuh cinta pada mawar, saat aku sudah yakin akan melepasmu" kata Bagas semakin membuat sesak dada Mawar.
"Aku begitu bodoh" ucap mawar.
Dara merasa tak enak hati saat itu, ingin sekali ia berbicara namun lidahnya kaku untuk berucap.
"Mawar.. menikahlah dengan Rega, dia ayah dari Zaidar, kamu hrus pikirkan itu.." celetuk Alex.
"Entahlah.." Mawar menangis ia menggerakkan kursi rodanya menjauh dari keberadaan awalnya.
Dara panik..
"Mbak.." panggilnya pada Mawar..
"Biarkan saja, Dara.. " kata Ibu Nia.
"Rega.. temani dulu Mawar, kalian bisa berbicara secara terbuka.. mungkin malam ini waktu nya" tambah Ibu Nia pada Rega.
Rega melirik ke arah Bagas juga Alex.. keduanya memberi acungan jempol dan anggukan sebagai simbol supportnya pada Rega, yang jelas terlihat masih sangat mencintai Mawar.
"Bagas.. kepala mama mendadak sakit, maaf mama pamit beristirahat terlebih dahulu" ucap Ibu Nia, ucapannya cukup membuat Dara semakin merasa tak enak hati kala itu.
Beliau pasti menghindari aku, pasti dia tidak setuju atas niat baik pak Bagas.. Dara membatin.
"Baik mah.. Terimakasih waktunya.. Selamat Beristirahat.." Dengan dewasa Bagas memberikan tanggapannya.
Dara masih saja terdiam meski ibu Nia sudah pergi menuju kamarnya.
"Kenapa diam saja?" Tanya Bagas.
"Perasaan saya campur aduk saat ini" ucap dara usai menghela nafasnya.
Alex terkekeh saja saat itu.
"kenapa? Apa enak di aduk-aduk?" Timpal Alex .
__ADS_1
"Astaga.. pak Alex jangan mengobral candaan dulu, aku sedang tidak bersemangat" kata Dara kesal.
"Kamu kenapa? Adakah hal yang membuatmu merasa tidak nyaman?" Tanya Bagas.
"Hemmm" Alex berdiri.
"Ini urusan anak muda, aku lebih baik pulang karena esok tugasku banyak.." kata Alex dengan sengaja memberi ruang untuk keduanya berbicara.
Usai Alex pergi.. Dara celingukan, merasa masih belum merasa nyaman.
"Kalo kamu mau bicara dan merasa tidak nyaman disini, kita bisa ke luar sambil mencari udara malam" kata Bagas memahami kegelisahan Dara.
Dengan anggukan cepat Dara menyetujuinya.
"Kamu kenapa sih?" Tanya bagas sambil mengendarai mobilnya.
"Bapak tidak peka ya? Mama nya bapak tadi ga setuju kan? Tidak menyukai saya" kata Dara dengan mengebu-gebu ia mengungkapkan isi hatinya.
"Sikapnya mendadak dingin, beliau juga shock saat bapak menyampaikan perasaan bapak ke saya.. Astaga.. saya malu sekali"
"Belum lagi Mbak Mawar, dia sangat kecewa pak.. sebelum bapak berbicara tadi, mbak mawar sempat menanyakan pada saya, siapa wanita yang tengah dekat dengan bapak , saya jawab tidak tahu.. ehh tahu-tahu bapak berbicara hal tersebut, tentu saja beliau sangat kecewa"
Dara berbicara dengan cepat hingga nafasnya kini sedikit terengah-engah..
Bagas terkekeh.. "minum dulu, capekkan? Saya yang denger aja capek" ledek Bagas mengundang Dara memasang mata tajamnya.
"Hehehe.. " Bagas tertawa kecil kala itu.
"Lalu?? Karena saya miskin kan? Hemm sudah ku bilang bah----"
Bagas menepika mobilnya lalu menginjak pedal rem cukup dalam..
"Astagfirullah.. pAkkkk.." Dara terkejut hingga ia menutup matanya dengn kedua telapak tangannya.
Bagas merubah posisi nya sedikit, menghadap ke arah Dara.
"dengarkan saya dulu bisa??, atau saya gigit bibirmu" kata Bagas membuat Dara merinding seketika, ia pun menutup bibirnya dengan telapak tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Memang harus pakai ancaman baru diam ya kamu.." Kesal Bagas.
Ancaman macam apa? Ancaman yang menguntungkan dirinya sendiri. Kesal Dara dalam hatinya.
"Untuk saat ini biar mama berfikir.. yang jelas mama sudah tau perasaanku saat ini padamu.. tinggal dirimu saja yang belum sekalipun menjawab ucapanku.. " kata Bagas begitu serius menatap Dara.
Astaga.. serangan jantung lagi, benar-benar bisa membuatku mati mendadak kalo begini caranya..
Dara membatin penuh kegugupan..
"kalo kamu masih diam juga, aku benar-benar akan mengigit bibirmu" kata Bagas hingga Dara membulatkan matanya.
"Curang!! Saya banyak bicara di ancam, saya diam juga di ancam.." Kesal Dara berucap.
"Hahaha, takut yaa? Gak sakit padahal" celetuk Bagas pelan namun Dara dapat mendengarnya.
__ADS_1
Dasar duda kesepian.. pikirannya pun perlu ku pakaikan desinfectan suapaya hilang virus kotornya.
"Saya harus bicara apa lagi? Tadi kan sudah bicara" kata Dara yang tangannya kini mulai dingin terasa.
"Sejak awal saya mengutaraka perasaan saya disini" Bagas menujuk dadanya.
"kenapa kamu tidak memberi jawaban khusus untuk menanggapinya?" Kata Bagas serius.
"Harus ya?" Kata Dara bingung.
"Harus, ada dua cara untuk menjawab" kata Bagas terkekeh.
"Apa itu? Saya akan pilih yang paling mudah tentunya.." Celetuk Dara dengan cukup riang.
" pertama, jawab dengan kata-kata romantis, atau yang kedua. Cukup kecup Bibir saya sebagai tanda kalo kamu juga naksir sama saya" kata Bagas dengan ide konyolnya.
"Apaa???? Gak!! Ini tidak adil, bapak kan sudah tau kalo saya menerima bapak, kenapa harus ada kata-kata romantis segala, apa lagi kecup kecup macam itu" Dara kesal hingga ia memalingkan wajahnya.
"Menerima? Saya ga merasa kamu menerima saya.. dari kemarin hanya saya saja yang mengutarakan isi hati saya.. jangan bohong kamu.. " Goda bagas dengan jahilnya.
Dara semakin gugup dan bingung. Hingga ia memiliki sebuah ide konyol.
"Saya pilih mengucapkan kata-kata romantis saja.. tapi beri waktu saya, lima menit" kata Dara.
"Oke.. lima menit, lebih dari itu optomatis pindah ke pilihan ke dua.. ya?" Bagas benar-benar membuat Dara terdesak hingga Dara semakin gugup.
"Halah.. baiklah, sudah yaa diam jangan ganggu"
Dara membuka sebuah aplikasi jendela dunia, ia mencari dengan tergesah-gesah.
Kata-kata Romantis Menerima Cinta Duda..
"Kamu ngapain? Kenapa malah main ponsel.." tegur Bagas..
Haduhh.. kamu gak tahu aja pak, aku nyontek di embah gugel.. Ucapnya dalam hati sambil terkekeh..
"Sssttt .... diam dulu aku harus fokus merangkai kata-kata romantis" ucap Dara, dengan penuh rasa percaya nags membiarkan Dara fokus pda ponselnya dan menunggu hingga 5 menit kedepan..
*
*
*
Hemm kira-kira apa yaa yang akan di katakan Dara? Hhahhaha
Bantu like komen rate dan share yuk🥰
Mawar dan kopinya juga boleh hehe
Terimaksih ❤️❤️❤️
sehat selalu untuk kalian🌹
__ADS_1