
Hari Ke Empat Dara bekerja..
"Aku rindu pada zaidar, kamu tidak mau menjemputnya?" Tanya Dara menganggu Bagas yang tengah konsentrasi dalam menuntaskan pekerjaanya.
"Dia masih ingin bersama mama nya" singkat bagas menjawab.
"Yaa tapi aku juga pengen ketemu dia" kata Dara sedikit merengek.
"Iya" tambah Bagas.
"Iya?? Iya apa Mas????" Kata Dara sedikit menaikkan nada bicaranya.
Bagas menghela nafasnya lalu meletakan pena yang sebelumnya berada di jemari kanannya.
"Hemm.. Yasudah, nanti aku coba bicara pada Mawar.. " kata Bagas berusaha menahan kekesalannya.
Sudah mutlak adanya bahwa memang semua wanita punya sisi cerewetnya. - Bagas membatin.
"Jam makan siang kita akan ada meeting, kamu ikut saja, ya?" Kata Bagas .
"Ikut terus, tapi gak ada pekerjaan nya.. hemm aku tugasnya ngapain?" Tanya Dara yang merasa tidak memiliki pekerjaan yang dapat ia kerjakan selain menonton Bagas menyelesaikan tugasnya di meja kerjanya.
"Yaa tunggu aku nanti, kamu bisa makan atau kamu mau ke mall belanja, boleh saja" kata Bagas memberi pilihan.
"Makan sajalah.." kata Dara yang memang senang mengunyah makanan demi memanjakan lidahnya.
"Yaa sudah, tunggu aku menyicil pekerjaanku dulu, ya?" Pinta Bagas hingga Dara menjauh kembali ke sofa.
Beberapa waktu menunggu mereka bergegas pergi menuju tempat dimana mereka akan melakukan meeting.
Sebuah restorant hotel berbintang menjadi pilihan mereka, sungguh ini kali pertama bagi Dara menginjakkan kakinya di lantai yang nampak terlihat sangat mengkilat itu.
Ekspresi wajah Dara memperlihatkan betul bahwa dirinya memang benar-benar takjub melihat kemewajah di depan matanya.
"Paman, masih ada wakru lima belas sampai dua puluh menit lagi, aku berbincang dulu dengn Dara.." kata Bagas.
Alex menghela nafasnya..
"baiklah aku paham dan mengerti.. Paman akan stay lebih dulu" kata Alex menjawab.
Bagas menggandeng tangan Dara menuju sebuah table di sudut reatoran tersebut..
"Kamu gapapa makan sendiri disini? Aku di sebelah sana" Bagas menujuk posisi alex saat itu yang sudah duduk.
"Gapapa kok, kan aku masih bisa melihat kamu" kata Dara.
"Oke nanti setelah meeting kita akan kunjungi rumah Mawar, aku juga rindu dengan zaidar" kata Bagas .
"Dan malam ini Zai akan tidur di apartemen, karena besok Mawar akan terbang ke singapura melakukan terapy disana bersama Rega"
Dara tersenyum lebar..
__ADS_1
"Jadi aku stay di apartemen ya mulai besok, yessss" sorak bergembira Dara kala itu.
"Kenapa kamu senang sekali?" Tanya Bagas sedikit memicing.
"Jelas aku senang... lama-lama aku bisa gila mas kalo terus menemani kamu di kantor tanpa ada yang bisa aku kerjalan selain bermain game.." kesal Dara.
"Ya tapi itu sebuah semangat untuk aku bekerja, lagi suntuk liat yang disayang jadi menggebu lagi semangatku.. "
"Haduh mas, jangan berlebihan gitu, nanti aku terbang gak bisa turun.." Dara menimpali Bagas sambil terkekeh.
"Aku tarik saja, aku tangkep nanti" kata Bagas.
Dara ikut terkekeh,
"kamu lama gak meetingnya?" Tanya Dara.
"Tidak tahu, jika pihak client merasa cukup dan tidak neko-neko jelas cepat selsai.." kata Bgas memberi penjelasan.
"Oh gitu ya.. laki-laki atau per--"
Belum Selsai Dara berbicara Bagas berdiri lebih dulu sambil merapihkan jasnya.
"mereka sampai, sayang.. aku kesana dulu"
Dara tersenyum lebar saat bagas memanggilnya Sayang, di iringi dengan sentuhan lembut Bagas di pipi Dara yang perlahan memerah karena tersipu malu.
Kemarin aku di cium, sekarang aku benar-benar mandapat panggilan sayang.. hatiku sungguh senang dan berbunga-bunga saat ini.. ternyata begini ya rasanya Jatuh cinta..
Dara menikmati makan siangnya sambil sesekali melirik ke arah meja dimana bagas tengah berbincang dengan dua orang di hadapannya.
Seorang pria paruh baya dengan satu wanita muda cantik dan nampak sedikit sexy.
Kenapa wanita itu memandangi pak Bagas terus,ya? Dara membatin sambil mengunyah makanannya.
Lirikan mata rupanya mengundang sinyal di hati Bagas untuk menoleh sejenak, melempar senyum tipisnya sambil mengangguk pelan.
Astaga.. bagai terpanah oleh senyum manis kekasih ku sendiri..
Ditengah lamunannya, Dara menegaskan pandangannya,
Hah????
Dara seketika meletakan sendok juga garpunya, matanya memicing sinis menatap ke arah table Bagas.
Wanita yang duduk di samping bagas terlihat memegang lengan bagas sambil berucap sesuatu.
Idih ga sopan banget si? Kok deket deket gitu sih, pake pegang-pegang segala..
Sementara Itu yang terjadi di table dimana Bagas duduk bersama Alex juga client nya..
Bagas melirik ke arah Dara sambil melempar senyumnya, lalu secara tiba-tiba wanita bernama Yuni itu memegang lengan Bagas,..
__ADS_1
"Pak.. kenapa? Bapak baik-baik saja?" Ucapnya.
Ucapannya itu menggundang perhatian Alex seketika.
"Saya? Saya baik-baik saja.." ucap Bagas yang sedikit bingung dengan perkataan, Yuni.
Alex melirik pula ke arah dimana Dara duduk, nampak wajah kesal Dara yang dapat Alex tangkap saat itu.
Alex memberi kode pada Bagas hingga Bagas menoleh ke arah Dara , seketika Dara membuang pandangannya.
Loh kenapa dia - Bingung Bagas, kembali lirikan Bagas terfokus pada Alex yang langsung menaik turunlan bahunya pelan.
kenapa Dara? Adakah yang salah dariku? Bagas masih belum menyadarinya.
Dara menyelesaikan makannya lalu memilih untuk bermain game pada ponselnya.. Tak terasa dua Jam berlalu, Bagas menghampiri Dara.
"Kamu kenapa si? Kok jadi jutek gitu" kata Bagas yang tidak mendaoat sambutan dari Dara.
"Sudah? Ayok jemput Zai" Dara sangat cuek, ia mengambil tasnya lalu berdiri dan berjalan begitu saja meninggalkan Bagas.
"Dara.." Bagas beranjak mengimbangi langkah Dara.
"Apa sih mas, malu ih pegang-pegang" Dara menepis tangan Bagas yang sempat ingin mengandengnya.
"Emang mau nyebrang" tambah Dara sangat jutek kala itu.
Seram juga ya. Bisa - bisanya dia beranjak pergi begitu saja meninggalkan ku dengan memasang wajah jutek nya, tanpa aku tau dimana salahku ? Apa terlau lama?? Ohhh perempuan ..
Dara sedikit membanting pintu mobil Bagas, saatnitu Bagas akan mengendarai mobilnya sendiri sementr Alex akan kembali ke kantor bersama seorang supir.
"Dara, kamu Kenapa si? Bisa gak kalo ada sesuatu hal itu di bicarakan baik-baik , aku mana paham kalo kamu hanya cemberut merengut, diam, wajah jutek" kesal Bagas juga saat Dara merajuk tanpa Bagas mengetahui kesalahannya.
"Kamu yang mulai mas" sikap Dara mulai terlihat bahawa dia seolah kecewa.
"Aku? Ya aku mulai apa? Jelaskan jangan marah dulu.. coba jelaskan, ya?" Kata Bagas melembutkan nada bicaranya, menatap Dara dengan sebuah tatapan menenangkan.
"AKU CEMBURU!!!"
Ucapan Dara seketika mengundang sedikit gemelitik bercampur bahagia pada diri Bagas. Bagas melepas senyum nya dengan sedikit tawa ringnnya.
Ap aku tidak salah mendengar? Benarkah dia cemburu? Pada siapa? Pasti Yuni , sekertaris Pak Indra.. tidak mungkin kan dia cemburu dengan Alex..
*
*
*
Like
Komen dan Rate yaa.. see you guys 💋
__ADS_1