
"Hemm kita kemana Thif?"
"Hmm kita langsung menuju Kota Canakkale. Perjalanan 4 jam kunjungan hari ini di Kuda Troya di Cannakale, dan Malam ini kalian akan menginap di Kota Canakkale"
Dara terlihat lesu saat mendengar perjalanan memakan waktu empat jam.
"Semangat, sayang.. sabar yaa" ucap Bagas namun Dara tak ingin Bagas kecewa, ia pun berusaha menepis rasa lelahnya.
Perjalanan mengunakan sebuah mobil pribadi yang mewah, Bagas dan Dara terlelap dalam perjalanan, Bagas mendekap isterinya penuh kehangtan,
Aku tidak menyangka, bertemu dengan kamu sebagai tamu ku dalam rangka honeymoon pula... hmmm
*
Empat Perjalanan mereka tempuh untuk tiba di kota Cannakkale.
Dimanjakan oleh hamparan bangunan indah nan eksotis, serta ribuan bangunan masjid nan mewah yang sarat akan sejarah. Ya, itulah Turki. Negara yang kaya akan budaya karena terletak di dua benua yaitu Eropa dan Asia.
Selama perjalanan Dara menikmati beberpa makanan pengganjal perut, karena tak ingin membuang waktu hanya untuk sekedar mampir dan makan.
"Are you happy?" Ucap Bagas yang memperlakukan Dara sangat manis, tak perduli dengan keberadaan supir dan juga Tifany di dalam mobil.
"Oke pengantin baru, wellcome to The Trojan Horse: Patung kuda raksasa, di Canakkale ini salah satu tempat yang sarat akan sejarah loh.. kalian bisa mengambil beberapa foto disini"
ucap Tifany.
"Seberapa lama kita disini Tif?" Tanya Bagas.
"Bebas saja, jam kerjaku hanya sampai pukul lima sore hari inu, apa kalian ingin makan dulu?" Tanya Tifany karena Bagas dan Dara sempat mebolak untuk berhenti dan makan di restoran sesuai dengan jadwalnya.
"Bagaimana, sayang?" Tanya Bagas pada Dara.
"Aku masih kenyang untuk saat ini, kamu?" Tanya Dara pada Bagas.
"Aku juga demikian" jawabnya.
"Yasudah tif, kita akan berkeliling dulu disini.. jika sudah lelah kita ke hotel saja aku memesan makanan hotel saja" Ucap Bagas.
Melakukan perjalanan dengan kebebasan mengatur waktu merupakan hal yang sudsh Bagas pikirkan demi kenyamanan keduanya, tidak terikat oleh waktu yang Tour Guide tentukan, bagi Bagas itu tidak akan membuat diriny nyaman melakukan satu dan lain aktivitas.
"Oke baiklah.. setelah kalian pusa berkeliling disini aku akan kalian ke hotel ya" ucap Tifany.
Bagas dan Dara berkeliling tempat bersejarah itu, Tifany mengikuti mereka, membantu mereka mengabadikan beberapa foto yang sangat manis dan romantis.
Pelukan Bagas, Kecupan di pipi dan kening menjadi hal yang harus Dara terima karena spontanitas Bagas melakukannya.
Ini bukan pertama kalinya aku menemani psangan baru untuk honeymoon, tapi kenapa aku merasa mals melihat kemesraan mereka berdua, ya? Tifany membatin pada dirinya sendiri.
Satu jam puas berfoto, berkeliling Bagas dan Dara merasakan lelah dan mulai sedikit lapar. Dengan kesepakatan keduanya mereka memilih makan dan beristirahat di hotel saja.
Hanya sepuluh menit mereka melakukan perjalanan menuju hotel.
"Oke Bagas, Dara. Selamat beristirahat.. kalian ingin keluar malam kah?" Tanya Tifany.
__ADS_1
"Aku rasa tidak Tif, aku dan Dara akan beristirahat saja di hotel.." ucap Bagas melihat isterinya sudah cukup lelah.
"Baiklah, besok ingin memulai trip pukul berapa?" Tanya lagi Tifany.
"Asiatenku akan menghubungi mu ya?" Ucap Bagas yang memang tidak melakukan komunikasi langsung dengan Tifany.
"Kenapa tidak kamu saja yang menghubungiku?" Ucap Tifany.
Merasa risih Dara pun mengeluarkan suaranya.
"Aku saja yang akan menghubungimu Tif, berapa nomer ponselmu?" Tanya Dara sambil membuka layar ponselnya yang terkunci.
Tifany sedikit tersentak saat Dara berbicara cukup yakin. Dengan berat hati Tifany menyebutkan nomer ponselnya saat itu.
Tiba di kamar hotel dengan bangunan clasic namun dengan beberap fasilitas yang mewah berada di dalamnya. Dekorasi khusus untuk pengantin baru juga terlihat disana, senyum kagum keduanya terpancar saat itu.
"Alhamdulillah" Dara merebahkan tubuhnya fi atas kasur, di ikuti oleh suaminya.
"Allhamdulillah juga bisa berduaan" ucap Bagas membuat Dara tertawa.
"Mas ayo telfon Zai, aku rindu" ucap Dara merubah posisi nya menjadi tengkurap menghadap suaminya.
"Di jakarta mereka pasti baru akan memulai makan malam" ucap Bagas sambil memainkan ponselnya dengan satu tangan, satu tangannya mengusap lembut pipi isterinya.
Bagas memulai pnggilan vidionya pada sang ibu, namun tidak ada jawaban apapun.
"Kenapa ga di jawab ya?" Tanya Bagas
"Sedang makan malam mungkin,ya?" Tanya Dara memberi sebuah kemungkinan.
"Aku laper, Mas.." ucap Dara.
"Sama aku juga, kita mulai sekarang?" Ucap Bagas hingfa Dara mengerutkan keningnya.
"Mulai apa? Kamu belum pesan makanan apapun" kata Dara.
"Memulai memakanmuuu" ucap Bagas sambil memeluk Dara dalam dekapannya.
"Massss ihh" Dara memberontak.
"Mandi dan makan dulu.. " pintanya sambil mengulur waktu.
Bagas melongarkan dekapan itu, wajah mereka kini saling berhadapan sangat dekat.
"Baiklah.. kamu mandi aku akan order makanan" ucap Bagas.
"Jangan yang aneh-aneh ya Mas.. aroma khas makanan disini sedikit membutku kurang selera meskipun aku lapar sekali" ucap Dara dengan lidah Indonesia nya.
"Baiklah, yasudah mandilah" kata Bagas melepas dekapan itu.
Dara menuju kopernya membuka koper besarnya untuk menyiapkan pakaian ganti nya bersama Bagas.
Dara benar-benar menikmati mandinya dengan beberapa aroma therapy yang di sediakan pihak hotel, merendam tubuhnya dengan air hangat benar-benar melunturkan sebagian lelahnya.
__ADS_1
Semantara itu, dengan perasaan yang tidak sepenuhnya tenang, Bagas kembali menghubungi Ibu Nia juga Rega yang masih saja belum mendapatkan kabar apapun.
Alexpun dengan ke anehannya, merespon pesan singkat Bagas dengan sangat singkat dan slow respon. Ada apa ya? Kenapa hatiku tak tenang saat sendiri begini? Bagas membatin.
Lamunannya terbuyarkan saat Makanan yang ia pesan datang, bergegas Bagas memanggil Dara.
"Sayang.. makananmu sudah siap.. masih lama kah?" Tanya Bagas dari balik pintu.
"Sebentar lagi, Mas.."
Bagas melihat tanda biru pada simbol lock kundi di bagian handle, menandakan pintu kamar mandi itu tidak dalam keadaan terkunci.
"Hemm, apakah kamu sengaja? Baiklah" ucap Bagas membuka perlahan pintu itu.
Bagas menelan salivanya melihat Isterinya berendam dengan air yang menurupi sembilan pulih persen tubuhnya.
Bagas melangkah maju dan dengan sangat mengejutkan ia memeluk tubuh isterinya hingga Dara merasa sangat terkejut hingga spontan menutupi bagian tubuhnya yang terdenam air.
"Mas, apa-apan kamu" ucapnya terkejut. Bagas melakukan aksinya mengecup tengkuk hingga leher isterinya. Seketika membuat Dara mengeliat merinding. Namun Dara menyadari posisi dan keberadaannya saat ini,
"Mas basah nanti bajumu" Ucapnya dengan suara samar dan serak.
"Baiklah aku buka bajuku" ucap Bagas penuh semangat.
Mendengar itu Dara sangat panik dan bingung. Astaga, aku harus katkan apa? Masa iya aku harus melakukan ini disini? Di toilet.. sungguh membayangkannya pun tidak, masa iya bisa terjadi..
"Mas aku benar-benar tidak siap kalo itu terjadi disini, aku juga lapar sekali dan merasa tidak bertenaga. " tambah Dara berkata dengan sangat jujur.
Bagas terdiam.. aku harus menahan nya lagi kah??? Batinnya memendam kekecewaan.
"baiklah, selesaikan mandimu.." kata Bgas dengan sedikit kekecewaan ia keluar dari kamar mandi.
Dara menangkap wajah kecewa Bagas , bergegas ia menyelesaikan mandinya.
Dara melihat suaminya sedang menyantap makanannya tanpa menunggu Dara menyelesaikan mandinya. Nampaknya di kecewa sekali. Dalam hati Dara.
"Mas.. ini punyaku?" Tanya Dara basa basi.
"Yaa... makanlah" ucap Bagas yang hampir saja menghabiskan makanannya.
Dara menarik piringnya, memulai memakan makanan tersebut, keheningan pun terjadi..
Dia benar-benar kecewa, aku harus apa ya? Tapi aku benar-benar tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi di dalam kamar mandi, yang benar saja..
"Aku mandi dulu, kamu habiskan makanmu lalu istirahatlah.." ucap Bagas meninggalkan Dara seorang diri.
Dia benar-benar merajuk, aku harus cari cara? Apa ya kira-kira? Batinnya mencari cara entah apa itu.
*
*
*
__ADS_1
Sabar-sabar namanya juga newbe yakan hehehe
Like , komen dulu nanti kita lanjut yaa 😛