Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 08


__ADS_3

Dara telah selsai melakukan tugasnya hampir satu hari full.. mulai dari memasak sarapan hingga menemani Zaidar tidur siang sesuai dengan jadwalnya.


Dara sempat ikut terlelap saat menemani Zaidar, melihat jam dinding menunjukkan pukul tiga sore, dimana sebentar lagi Zaidar harus bangun dari tidur siangnya.


"Sebelum Zai bangun, lebih baik aku mandi dulu.." kata Dara beranjak. Dara menuju kamarnya, ia merasa jam kerjanya hampir selsai maka dari itu dara memilih memakai celana legging hitam dengan kaos rumahan berwarna pink.


Usai mandi, Dara sejenak mempersiapkan cemilan sore untuk Zaidar saat bangun tidur nantinya.


Bermodal kan kulit pastry instan yang dara Beli, dara membuat pastry isi cokelat dan keju untuk cemilan santai Zaidar.


"Oh google.. kamu menyelamatkan ku" kata Dara yang tentu saja melihat resep tersebut dari si pintar Google.


Bel pintu terdengar cukup nyaring terdengar, bergegas dengan cepat Dara menuju ke arah pintu.


Dara membukanya, matanya tak berkedip melihat sosok pria memakai kaos hitam dengan celana cream di padukan dengan sepatu kets hitam.


Yaa ampun.. mau pingsan, siapa dia? ya ampun..


Dara terpesona melihat pria di hadapannya.


"Siapa kamu?" kata Pria itu.


"Loh, kamu yang siapa? bertamu tapi nanya aku siapa" kata Dara dengan gugup.


"oh ... kamu pacar barunya Bagas?" ucapnya sambil terkekeh.


"Hah??? jangan sembarangan ya, bikin gosip saja" kesal Dara menimpali.


"siapa kamu???" Tambah Dara menghadang pria itu di depan pintu.


"Wow.. aku? aku mau numpang ke toilet" pria itu nyeleneh menjawab.


Mata Dara membulat..


"Sembarangan aja, Pergi kamu menjauh dari sini" ucap Dara sambil mendorong pria itu menjauh dari pintu, dara bergegas menutup pintu itu sambil menghela nafas kesalnya.


"Ada-ada saja.." ucap Dara kesal.. Dara bergegas menuju lantai dua apartemen tersebut, lembut Dara membangunkan Zaidar kala itu.


Zaidar sudah terbangun, Dara mengajaknya untuk bersantai diruang tv untuk bersantai sambil menyantap pastry coklat buatannya.


"Enak ga?" tanya Dara pada Zaidar.


"Enak Tante, Tante pandai membuat kue ya" kata Zaidar lahap menyantap pastry itu.

__ADS_1


"Tidak juga, tapi Ibuku pandai sekali membuat kue pasar" kata Dara yang seketika merindukan sosok ibunya.


"Kue pasar itu seperti apa, Tante?" kata Zaidar dengan polosnya. Dara tersenyum dan hendak menjelaskan..


Namun Suara pintu yang hendak terbuka membuat Dara menoleh ke arahnya.


"Papa.. pasti papa" kata Zaidar ikut menoleh berlari kecil ke arah pintu utama.


"Paaaahhhh" ucap Zaidar sambil berlari saat benar itu adalah sosok Bagas yang baru saja tiba bersama Alex.


Bagas menyambut Zaidar dengan pelukan hangat.


"Belum mandi ya" tegur Bagas sambil menggendong Zaidar yang cukup berat bobotnya.


"Iya pah.. aku sedang memakan pastry coklat buatan Tante Dara, enak sekali" kata Zaidar membuat Bagas melirik ke arah Dara.


Kenapa dia tidak menggunakan seragam kerjanya? apa dia baru saja pergi tanpa seizin ku... Batin Bagas kesal.


"Dara... dimana seragamku?" tanya Alex yang sudah mewakili rasa penasaran Bagas.


"Oh maaf pak, saya habis mandi.. gak ada seragam salin untuk saya kan? jadi saya pakai baju pribadi saya ini" kata Dara berkata jujur.


"Paman.. biarkan Tante memakai bajunya tanpa memakai baju seragam kerjanya, Aku lebih menyukai Tante Dara dengan pakaian santainya ini..." kata Zaidar dengan ucapan yang begitu dewasa.


"Sudah tak usah di bicarakan, sekarang mandikan Ziadar.." pinta Bagas sambil menurunkan Zaidar dari gendongannya.


"Baik pak..." kata Dara.


"Den.. ayok mandi dulu" kata Dara pada Zaidar.


"Oke... Aku juga sudah kenyang, papa dan paman bisa mencoba pastry ini, pasti kalian suka" kata Zaidar sambil menganggukkan kepalanya meyakinkan Bagas dan juga Alex.


"Hmm .. Mandilah.. kita akan makan malam di luar" kata Bagas sambil tersenyum simpul pada puteranya.


Bagas duduk di atas sofa, usai Ziadar dan Dara menuju lantai dua apartemen itu, Bagai meraih satu potong pastry coklat itu dan mencobanya..


Hemmm... enak juga, Tadi pagi roti bakar garlic itu juga sangat enak, sekarang pastry coklat ini juga enak.. apa dia pandai membuat kue?? Hmm..


*


Dara mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang terlihat lebih rapih, Dara akan pergi makan malam bersama Zaidar juga Bagas tanpa Alex.


Dara merasa tak enak sejujurnya, ingin sekali Dara bertanya soal pasangan hidup Bagas saat ini, namun rasanya selalu tidak sampai kalimat itu terucap.

__ADS_1


Tante, duduk di belakang bersamaku.. ya?" pinta Zaidar, lalu Dara melempar tatapannya pada Bagas yang di balas dengan tatapan acuh Bagas.


"Dimana saja, sama saja kan" kata Dara sambil melihat posisi kaku dirinya dari pantulan kaca di lift apartemen itu.


Sial.. kenapa atasanku kali ini begitu dingin.. bahasanya tidak ada yang membuat hati ini nyaman bekerja dengannya... kalo bukan uang, aku tidak mau seperti ini.. - Batin Dara kesal melihat sikap Dingin Bagas.


Dara benar-benar merasa tak enak hati kala ittu, dirinya ikut makan malam di sebuah restoran yang cukup mewah malam itu.


Pesan apa gue? nasi rames pun gak ada di menu?! - Batin Dara sambil membolak balikan menu.


"Sudah belum? lama sekali" kesal Bagas.


Sudahlah nasi goreng saja, ini pun sudah snagat mahal... bisa dapat lima porsi di pengkolan depan rumah ibu... Batin Dara.


"Saya nasi goreng saja pak" kata Dara kemudian..


Dengan keheningan mereka menanti pesanan mereka datang..


Hanya Zaidar yang meramaikan, bercerita banyak hal..


"Papa... Zai senang seharian ini di temani Tante Dara" kata Zaidar membuat Bagas sedikit salah tingkah.


"Baguslah, sayang.." kata Bagas malas menimpalinya.


"apa papa ga senang melihat Zai senang?" kata Zaidar membuat Bagas terpaksa melempar senyumnya.


"Tentu papa senang, sayang.. apapun itu yang membuatmu senang, papa akan kabulkan" kata Bagas dengan penuh kelembutan.


Dara hanya diam, merasa tidak enak sudah pasti.. namun disisi lain sikapnya yang menjadi diam tentu karena sikap Bagas yang kaku dan jutek sebagai seorang majikan.


Serba salah sekali aku bersikap.. kenapa aku harus memiliki majikan seperti dia.. hemm


Dara membatin pilu.


Awas saja kalo dia macam-macam dengan Zaidar.. Apalagi sampai ia merebut hati Zaidar, melupakan siapa ibunya...habis dia di tanganku.. Ucap Bagas Membatin..


*


*


*


Nahloh, siapa ibunya??? hehehe

__ADS_1


Jangan lupa bagi yang gratisnya, jika ada rejeki boleh mawar dan kopi nya ya 🌹❤️


__ADS_2