
"Ini buataan aku, ini ibu beli di restoran langanannya" ucap Dara dengan senyumnya.
Bagas mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu jadi membuat rawon??" Tanya Bagas bingung.
"Hemm.. Karena tadi aku kekeh masak rawon, kamu tau kan ibu minta soto.. jadi ya ibu order di luar" kata Dara dengan santainya.
"Aku soto sajalah.."bagas menarik satu mangkok soto mendekat ke arah piring berisi nasi.
"Kamu gak mau coba masakan aku?" Dara mulai memasang wajah cemberutnya.
"Hemm.. aku sudah membayangkan soto sejak pagi tadi, nanti aku icip.. " kata Bagas mengundang senyum Dara dan riang dalam hatinya.
"Enak?" Tanya Dara.
"Lumayan lah.. enak banget enggak.. gak enak juga enggak" ucap Bagas sambil mengunyah makanan itu.
"Berapa nilainya?" Tanya Dara juga dengan penuh antusias.
"Delapan.... hemm delapan lima lah" kata Bagas hingga Dara tersenyum.
"Coba dulu dong rawonnya" kata Dara.
Bagas mengikuti perintah Dara, is mengambil satu sendok kuah Rawon itu lalu mencicipnya.
"Kamu mau nikah ya? Asin sekali"
Kata Bagas bergegas menegak air putih yang berada di sisi nya.
"Masa si mas?" Tanya Dara.
Masa si asin? Gak mungkin bisa asin kalo ibu Nia saja mampu menghabiskan satu porsi rawon ini.
Dara masih tak percaya.. ia meraih sondok dan mencicipnya..
"Iya kan?" Tanya Bagas terkekeh.
"Iya kok asin ya? Pdahal ibu habis sep--"
Dara menurup mulutnya, ia hampir saja kebablasan dalam berbicara.
Bagas tertawa dalam hatinya..
kamu polos juga ya Dara, apa kamu tidak bisa menebak kalo aku bisa melihat seluruh aktifitas manusia di rumah ini? Termaksud mamaku yang memesan rawon ini .. dan aku bisa melihat kamu dengan jelas saat kamu memasak soto ini.. maafkan mama ya, Dara..
"Mama memang suka asin" Kata bagas membuat Dara sedikit salah tingkah.
Hampir saja aku keceplosan, Ayolah Dara jangan sampai kebablasan dalam berbicara..
Keduanya seketika terdiam saat langkah kaki mulai mendekat menghampiri keduanya..
__ADS_1
"mama..makan mah" ucap Bagas menyapa ibundanya.
"Loh.. kamu pulang cepat kok ga ngabarin sih" protes ibu Nia sambil melirik ke arah piring dan mangkuk Bagas..
Bagas memakan soto, kenapa dia tidak memakan rawon itu.. padahal itu makanan kesukaanya..
"Bagas selsai meeting langsung pulang, mah.." ucapnya sambil melanjutkan makan.
Dara memilih bersikap diam..
"mah.. nanti malam, boleh titip zaidar?" Kata Bagas mengundang perhatian Dara.
"Mau kemana kamu?"
"Bagas mau pergi sama Dara mah, mau makan malam berdua" kata Bagas dengan jujur.
Ibu nia memasang wajah kesalnya..
"Mama kamu tinggal bersama zai? Kenapa tega sekali kamu ini" kesal Ibu Nia yang nampak tak suka itu.
Dara membulatkan matanya pada Bagas..
bisa-bisanya yaa dia berbicara begitu, kan aku yang ga enak sama bu Nia..
"Ayolah mah, sekali saja.." Bagas memohon penuh harapan.
"Kapan lagi bisa dinner berdua, mah" Bagas seperti anak kecil yang tengah membujuk orang tuanya.
Kesal ibu Nia.
"Waduh, mama nantangin aku, ya?" Bagas semakin tertantang.
"Oke.. Bagas akan melamar Dara, malam ini" kata Bagas spontan.
"apaaa??"
Dara dan Ibu Nia spontan terkejut.
"Jangan main-main kamu Bagas dalam berbicara!" Tegas Ibu Nia memperingati.
"Mas kamu jangan bercanda kaya gitu, ga lucu" kata Dara yang juga ikut panik.
Bagas santai saja, memakan soto di mangkuknya sambil memainkan ponselnya, hingga ia meletakan ponselnya menempelkanya di telinga kirinya.
"Kalian ini tenang saja, wanita-wanitaku.. aku tidak bercanda kok.. " Bagas berucap dengan senyum tenangnya.
halloo paman, malam ini aku akan melamar Dara, tolong paman siapkan apa yang di butuhkan y??
Bagas berbicara dengan Alex pada sambunggan telfon .. Dara semakin kaku terdiam dengan kaki gemetar dan telapak tangannya yang mulai dingin.
"Bagas!!" Bentak Ibu Nia.
__ADS_1
"Astagfirullah.. apa si mah.." Bagas santai menanggapi.
"Aku mau pingsan rasanya" Dara merasa lemas.. Ibu Nia mendekati Dara secara spontan.
"Jangan pingsan, saya makin pusing" ucap Ibu Nia menampakkan rasa khawatirnya.
"Dara kamu harus siap dong" Ucap Bagas yang sangat yakin bahwa Dara tidak akan mungkin pingsan saat itu.
"Sudah tenang saja, intinya malam ini kamu dan aku akan makan malam berdua.." ucap Bagas santai.
"Dan mah, boleh kam titip zai sebentar?" Tambah bagas kembai meyakinkan Ibu Nia.
"Terserahlah pada mu.. mama migran seketika"'ucapn ibu Nia sambil merasa kepalanya yang terasa pusing itu.
"Yesssss.. Thank you mah" Bagas berdiri dan merasa senang kegirangan.
"Sayang..! Bersiaplah nanti malam ya? Aku juga sudah siapkan MUA untuk membuat kamu bereda malam ini" ucap Bagas sesaat sebelum ia beranjak naik ke kamarnya sambil melempar senyumnya.
Dara benar-benar terdiam kaku, tubuhnya juga terasa lemas saat itu.
"Dara.. kamu baik-baik saja?" Tany Ibu Nia yang melihat wajah Dara penuh rasa panik dan bingung.
"Saya bingung buu.. kalo benar mas Bagas melamar saya bagaimana? Sementra ayah dan ibu saya tidak mengetahui hubungan saya ini" kata Dara jujur, ia bingung sekali saat itu.
"Kenapa? Bukannya kamu bangga memiliki anak saya? Sudah tampan, pintar dan kaya raya... perempuan mana yang akan menolaknya, Dara?" Sinis ibu Nia bertutur kata.
"Hemm.. iya memang mas Bagas itu tampan, pintar dan baik hatinya" ucap Dara, ia kemudian menghela nafasnya sambil menatap ibu Nia.
"Tapi bu, ini adalah beban bagi saya untuk menejelaskan pada orang tua saya, Keadaan kami berbeda tentu saya juga harus memikirkan perasaan hati kedua orang tua saya atas perbedaan saya dan Pak Bagas."
Dara berucap tanpa rasa malu..
Astaga.. kenapa Dara berfikir begitu ya? Bukannya dia senang dan banga bisa menikah dengan seseorang yang sangat mapan dan tampan.. apa Dara adalah sosok yang berbeda?
"Sudahlah, ikuti saja permintaan Bagas, dia pasti akan kecewa kalo kamu tidak mau menerima ajakan makan malamnya.. " ibu Nia memberi masukan pada Dara.
"Tapi perlu saya tekankan disini.. jika memang kamu ragu, katakan ragu.. dan belum siap.. jangan kamu pergi meninggalkan anak saya saat kamu sudah bersamanya dengan alasan kamu tidak bisa menerima Bagas"
"Baik bu, akan saya pikirkan.. "
Ibu nia nampaknya masih memikirkan rasa khawatirnya terhadap Bagas.. Harapan dan rasa takut itu wajar, tidak ada oarang tua yang mau anaknya mengalami kegagalan, kekecewaan, hal itu bisa juga membuat hati dan pikiran orang tua kita ikut merasakan sakitnya..
*
*
*
Okeh Guys.. apa kabar semua?? Mohon maaf yaa aku tengah belibur bersama keluargaku, jadi aku tidak fokus nulis sejak tiga hari yang lalu..
Terimakasih temen- teme yang masih setia membaca, memberi like, vote dan gift 🥰
__ADS_1
Jangan Lupa berkkasn komentar membangun kalian dibawah yaaa.. Terimakasih 🥰😍🥰