Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Rencana Bagas


__ADS_3

Satu Pekan Berlalu..


Dara dapat bernafas lega, kini Ayahnya sudsh dalam keadaan cukup membaik dan akan di perkirakan dapat kembali pulang dua atau tiga hari mendatang.


Pagi itu Dara baru saja tiba di lobby apartemen, langkahnya terhenti saat lengannya terasa sakit karena sebuah cengkraman seseorang.


"Pak Rega..." Dara begitu shock.


"Sakit pak jangan kencang-kencang" keluh Dara merasa begitu kencang cengkraman Rega.


"Beri saya waktu untuk bicara" kata Rega dengan tatapan begitu menakutkan.


"Ada apa, Pak?" Tanya Dara sedikit ketakutan, Rega hanya terdiam memberi tatapan sinis.


"Oke.. bicara di sana saja" kata Dara menujuk sofa yang tersedia.


Rega menarik Dara sambil mencengkram erat lengannya.


Rega sedikit melempar tubuh Dara hingga ia duduk dengan sedikit hentakan.


Apa-apaan sih.. benar-benar menyeramkan pak Rega... Dara membatin.


"Ada apa si pak, bapak kenapa bersikap kasar begini!" kesal Dara.


"Jangan buat saya berteriak disini yaa!" Ancam kesal Dara.


"Jangan coba mengancam saya.. atau saya kulit kamu, mau?" kesal Rega.


"Sapi kurban kali ah di kuliti...." kesal Dara nyeletuk konyol.


"Hehehe baiklah apa yang bapak ingin bicarakan??" Dara cengengesan karena melihat bulat mata Rega dengan tajamnya menatap Dara.


"Dengar baik-baik! " kata Rega tegas.


"Pertama, kenapa akses saya di kunci untuk masuk Apartemen kakak saya sendiri??" kata Rega.


Hah? kenapa bisa di kunci ya? bukankah pak Rega punya akses card seperti aku ini.


"Kedua.. Kenapa Mawar bisa datang kesini bahkan menginap disini???" tambahnya.


hemm cemburu yaa? sama aku juga! ehhh astaghfirullah, Dara!!!


"Ketiga, kenapa Bagas tidak datang saat


ibu saya sakit????"


hah?? Ibu Nia sakit? kenapa pak Bagas seolah tidak mengetahuinya? tidak ada pembahasan apapun.


"Jawab!!"


Dara terkejut mendengar bentakan Rega.


Dara berdiri memasang badan di hadapan Rega sambil bertolak pingang.

__ADS_1


"Lagi ujian lisan ya? harus ku jawab??!" konyol Dara berucap.


"Baiklah, akan saya jawab.. Pak Guru" Tambahnya semakin membuat Rega kesal.


"Pertama, Itu bukan apartemen saya, tanyakan sama pak Bagas sebagai pemiliknya, atau lapor saja ke pemadam kebakaran kalo bapak Rega tidak bisa mengakses kartu bapak, kucing terjebak saja bisa di tolong, apalagi bapak seorang manusia" kata Dara konyol, Rega sudah menahan amarahnya ia mengepalkan tangannya.


"Kedua, Ciyehhh... cemburu?HAHA.. kadang memang perih yaa melihat orang yang ada di hati kita bersama dengan orang lain... Tapi, coba deh bapak bersikap dewasa! yaa minimal sembunyikan saja cemburu bapak demi sebuah harga diri, terlebih Mbak Mawar masih menjadi isteri sahnya pak Bagas"


Ucapan Dara begitu menusuk di hati Rega, matanya menjadi lebih sinis menatap Dara.


"Oh iya yang ketiga... apa tadi pertanyaan nya?? hemmmm" kata Dara konyol sambil berfikir sejenak.


"Oh .. hmm soal Ibu Nia yang sakit, saya tidak tahu soal itu, murni kan itu urusan ibu dan anak.. harusnya kamu bertanya lah pada Bagas atau Alex!" kesal Dara berbicara ketus.


"Paham, Bos?!" Kesal Dara langsung saja ia mendorong sedikit tubuh Rega yang menghalangi langkahnya, bergegas ia pergi meninggalkan Rega.


Dara menghela nafasnya berkali-kali, tangannya terasa dingin usai menghadapi sosok Rega.


Tibanya di Apartemennya.


"Lama sekali, kemana dulu?" Tanya Bagas yang sedang duduk di ruang tamunya menghadap ke jendela membelakangi pintu masuk utama.


Dara mendekat ke arah Bagas, ia berdiri di hadapan Bagas yang tengah duduk sambil bertolak pingang.


"Pak, bapak ko ga bilang kalo mbok Suti dua hari ini berada di rumah utama bapak????" Kesal Dara.


"Loh.. kan kamu tau, ada apa kamu bertanya seperti itu?" kata Bagas heran.


"Yaa karena kamu bukan anaknya" kata Bagas yang membuat dara memutar bola matanya.


Senjata makan tuan, ucapan aku tadi ke Pak Rega di balikan lagi oleh pak Bagas. Karma itu nyata ya hahaha ...Dara membatin malu pada dirinya sendiri..


"Dari mana tau mama sakit?" Bagas meletakan Ipad-nya menatap Dara.


"Pak Rega.."


Deng!! Seketika Bagas merubah raut wajahnya menjadi kesal.


"Rega menemui mu?" tanya Bagas.


"Iya.. dia menghalangi aku tadi dibawah.." kata Dara kesal.


"Sudah itu biar menjadi urusanku.." Bagas nampak tak suka pembahasan tersebut.


"Kamu sudah sarapan? aku laper" Tambahnya merengek mengalihkan pembicaraan nya sambil mengusap perutnya.


"Mandilah aku yang buat sarapan.." kata Dara berjalan meninggalkan Bagas menuju dapur.


Bagas melempar senyumnya melepas kepergian Dara, ia kemudian menuju kamarnya.


Meraih ponselnya dan menghubungi seseorang disana.


Baiklah.. kabari saja aku jika mereka bertemu aku akan segera datang.

__ADS_1


Bagas berucap cukup lantang.


*


Di tengah proses memasak, Dara membuka pintu utama karena bel terus berbunyi. Dara terkejut saat melihat mawar yang datang bersama suster pengurusnya.


"Selamat pagi, Dara.." kata Mawar cukup mengejutkannya Dara dengan intonasi yang sedikit menggoda seram pada Dara.


"Pagi, mbak" ucap Dara gugup.


"hemmmm" Masa mencium aroma masakan.


"Wangi sekali, masak apa kamu sepagi ini" kata Mawar yang langsung menerobos masuk menjalankan kursi rodanya.


"Sup ayam dan udang mentega saja mbak.." kata Dara jujur.


Mawar melihat ke arah meja makan, sudah tersaji 3 piring kosong, 3 gelas susu dan 3 gelas air putih.


"Waw, apa kamu sudah menyiapkan semua untuk kedatangan saya??? semua serba tiga, udang mentega juga favorite saya dan Mas Bagas.. Sup ayam jelas kesukaan Zaidar" kata Mawar berbicara.


ih .. pede sekali, kenapa jadi untuk dia.. tapi gak mungkin juga aku bilang kalo itu untukku..


"Iya mbak" singkat Dara.


"Daraaa, bantu aku membangunkan Zai" teriak Bagas .


"Mas Bagas? Mas Bagas menyebut dirinya Aku ?" Asing dan aneh bagi mawar melihat posisi Bagas dan Dara.


Matilah aku, pingsan aja boleh ga yaa... Batin Dara.


"Daraa.. cepatlahh" tambah Bagas berteriak, Bagas tidak mengetahui keberadaan mawar kala itu.


"Mbak maaf saya tinggal dulu" kata Dara meninggalkan mawar dengan Suster nya di area meja makan.


Dara tiba di lantai dua..


"Bapak... huhhh huhhhh huuh... ini pak,, tuh di bawah ada mbak mawar" kata Dara yang tengah mengatur nafasnya, antara lelah dan nervous karena kedatangan mawar di pagi hari.


"Mawar??? ngapain dia kesini?" tanya Bagas.


"Gatau, sana kebawah" kata Dara sedikit mengacuhkan Bagas lalu ia menuju kamar Zaidar.


Kenapa kamu Dara? hemmm nampaknya kamu memang butuh sedikit sentuhan di hatimu yaa, baiklah kita akan lihat nanti, dan aku akan mengetahuinya nanti ... Bagas membatin sambil tertawa kecil membayangkan rencananya.


Nah kira-kira rencana apa yaaa? ada yang tahu???? hihi


HAPPY WEEKND all..


Like


komen


danRate yaaa❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2