Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Bumbu Asmara


__ADS_3

Adakah di antra kalian yang mengalami hal-hal yang aneh sebelun menikah? Hemm Mungkin tekanan-tekanan yang ada di masa persiapan pernikahan itu membuat kita jadi sama-sama sensitif.


Hemm, hal Pertama yang mungkin harus kamu dan dia pahami adalah sebuah kesadaraan, yaa sama-sama menyadari keadaan dan situasi saat itu.


Dengan menyadarinya, kamu dan dia akan lebih mudah mengerti apa yang terjadi, juga mengerti satu sama lain. Sehingga pertengkaran bisa dicegah supaya tidak terjadi berlarut-larut.


Back To Dara dan Bagas.


Memutuskan untuk segera menikah, Bagas dan Dara melewati berbagai perdebatan kecil hingga cukup besar. Masih mempertahankan ego masing-masing dengan impian masing-masing menjadi dasar perdebatan itu sendiri, sampai akhirnya satu dari mereka harus mengalah, melunturkan sedikit egonya.


"Tapi mas, aku juga mau membuat acara khusus untuk mengundang tetangga-tetanggaku" ucap Dara yang merasa konsep pernikahan yang di usung oleh Bagas itu menjurus ke acara mewah dan elegant.


"Yasudah, undang saja sekalian.. kenapa harus membuat acara dua kali? Membuang waktu, kita bisa pakai waktu itu untuk bulan madu" ucap Bagas semakin membuat kesal Dara.


Pikirannya ini hanya tentang bulan madu saja!! Kesal Dara dalam Hatinya.


"Gak bisa dong mas, konsep ini terlalu mewah.. kalo kamu mau buat acara sederhana, jangan membuat acara di hotel mewah, catering mewah hingga gaun pernikahan layaknya seorang princess kerajaan" ucap Dara sedikit kesal.


"Ekheemmm" Alex sudah sangat pusing mendengar perdebatan pasangan itu.


"Begini.. begini saja..." Alex berbicara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, hanya pusing di rambati celotehan kedua insan yang penuh ego di hadapannya.


"Bagas.. benar kata Dara, jika kamu mengundang Tetangga Dara disana, akan timbul kesenjangan sosial disana.. ada ada sebuah perbedaan mencolok, atau mungkin ada rasa segan dari salah satu pihak"!Alex menjelaskan, namun tak juga berpihak pada Dara.


"Kita bisa membuat acara baru, acara yang cukup singkat namun berkesan" ucap Alex.


"Apa ide paman? Acara apa itu singkat mamun berkesan" ucap Bagas.


"Saya melihat sebuah lapangan sepak bola berjarak tak jauh dari kediaman Dara.. benar?" Ucap Alex tertuju pada Dara.


"Iya benar, mau membuat sebuah turnamen??" Celetuk Dara.


"Mau ngukur lapangan?!" Celetuk Bagas.


"Huhhh kalian ini membuat aku kesal saja ya?!" Alex mulai Serius.


"Yaa paman bicara setengah-setengah saja" protes Bagas.


"Bagaimana paman mau melanjutkan kalian ini bicara terus, diam saja dengarkan ide paman ini"


Bagas dan Dara akhirnya terdiam sejenak untuk mendengarkan ide yang di ucapkan oleh Alex.


"Aku setuju" ucap Bagas


"Aku engga setujuuuuuu!! Yang benar saja,! Itu mengelontorkan dana seberapa banyak?" Kata Dara dengan penuh ekspresi.


"Tidak jauh lebih mahal dari membuat acara utama di hotel, kamu tenang saja" kata Bagas.

__ADS_1


"Jangan berlebihan, aku ga suka!" Tambah Dara.


"Percayalah Dara, ini justru akan membuat kesan manis bagi lingkunganmu.. tenang saja, kalian bisa meninggalkan pesta itu di siang hari untuk langsung berbulan madu" goda Alex mengundang senyum lebar Bagas.


"Terserah kalian saja, tidak mungkin aku melawan dua otak sekaligus" kesal Dara.


"Dan kamu mas" Dara menujuk Bagas.


"Kamu yang jelaskan pada ibu dan ayah.. semoga dia tak setuju" ucap Dara yang belum sepenuh hati untuk menerima rencana tersebut.


"Oke siapa takut.." dengan percaya diri Bagas berbicara.


Wajah Dara terlihat sangat kesal tatkala dirinya merasa kalah dengan Bagas saat itu.


Ini karena ide paman Alex! Awas saja, nanti aku balas dia.. - Dara membatin kesal.


Dara memilih diam memperhatikan kedua pria di hadapannya tengah sibuk menyelesaikan pekerjaannya.


*


Melepas kepenatan dengan segudang aktivitas Yang Bagas dan Dara lakukan hari ini, mereka akhiri dengan Dinner berdua.


Bagas menghela nafasnya cukup berat terdengar..


"Kenapa? Kamu capek,ya?" Kata Dara menegur pelan Calon suaminya itu.


"Aku juga capek berdebat terus denganmu, mas.." ucap Dara.


"Aku belum pernah loh berdebat hebat dengan kamu, seperti yang terjadi akhir-akhir ini.." kata Dara yang juga merasakan penatnya kebersamaan mereka yang di warnai dengan perdebatan.


"Wajar saja...." suara itu mengejutkan keduanya.


Bagas dan Dara kompak menoleh ke arah sumber suara.


"Mamaa??" Bagas terkejut.


"Mama ko disini?" Ucap Bagas.


"Bu Niaa... " Dara juga tak kalah terkejut.


"Mama baru saja meeting di sana, kalian saja yang tidak melihat mama"Ibu Nia menujuk sebuah table yang berada di sudut ruangan.


"Zai mana mah?" Bagas seketika mengingat puteranya.


"Sama Mbok, sudah tertidur juga sejak satu jam lalu" kata Ibu Nia yang terus memberikan perhatian pda cucunya.


"Kalian bertengkar kenapa? Apa sudah tak cocok? Mau membatalkan pernikahan kah??" Ibu Nia berbicara cukup mendalam dan sedikit membuat Dara merasa down seketika.

__ADS_1


"Mama bicara apa sih" Bagas berbicara cukup kesal.


"Hemm kalian bertengkar terus kan? Mama sejak tadi berdiri di belakangmu, jadi mama mendengar hal itu" ibu Nia terkekeh kecil.


"Hanya perdebatan kecil, tidak ada yang serius" tambah Bagas, sementra Dara hanya tertunduk malu.


"Mama rasa ini adalah hal yang wajar terjadi, bahkan banyak sekali terjadi bagi pasangan yang hendak menikah.." Ibu Nia berbicara dengan santai sambil melangkah lalu duduk di hadapan Bagas dan Dara.


"Pertama, mungkin ini adalah Project impian kalian yang cukup besar dalam hidup kalian, kalian sama - sama memiliki rasa ingin yang berbeda namun satu tujuan" Tambahnya dengan tenang memberi sebuah nasihat.


"Jangan jadikan sebuah masalah besar yang malah membuat kalian bertengkar, apalagi sampai mengecewakan satu hati..."


"Wajar saja, ini adalah Bumbu Cinta kalian, ini juga termaksud ujian berkala sebelum kalian memulai cerita baru, lembaran baru..."


"So.. Nikmati saja, ambil keputusan tengah yang membuat kalian sama sama nyaman"


"Iya tuh mah, Dara masih sangat keras kepala" kata Bagas memberi celetukan yang mengundang rasankesal Dara.


Awas kamu mas! Aku berdoa di hari pernikahan kita aku datang bulan!!!!! Bantu aku Tuhan!! - Dara benar- benar kesal kala itu.


"Loh, wajar saja rasanya Dara keras kepala dalam hal ini, ini kali pertama untuknya dan berharap ini menajdi yang terakhir, buatlah mimpi-mimpinya terwujud selagi mimpi nya masih masuk kedalam nalar kita dan tidak melampaui batas kemampuan kalian"


Dara tersenyum lebar sambil memicingkan matany ke arah Bagas.


"Terimakasih bu" Ucap Dara pada Ibu Nia yang secara tidak langsung ia mendapt sehuah pembelaan. Dara meledek Bagas dengan menjulurkan lidahnya.


"Aku menang" pelan Dara berucap meledek Bagas.


"Tunggu saja aku akan balas" bisik Bagas menjawab.


"Tenang saja, ya? Kalian pasti bisa melaluinya dengan baik, satu bulan lagi.. kuncinya sabar dan saling memahami" Ucap Ibu Nia.


Dalam keadaan sadar Dara masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar. bu Nia memberi wejangan? Dia juga membelaku??? Sungguh ini seperti petir di siang bolong- Dara masih saja terdiam melihat wajah riang Calon mertuanya itu.


*


*


*


Haii Terimakasih Atas dukungannya yaa.


Hemm yuk coba tebak, kira-kira Paman Alex akan membuat acara apa yaa di kediaman Dara nantinya?


Terus bagaimana tuh pendapat kalian soal wejangan mama nia?? Setuju kah?


Btw mama Nia udah berubah belum yaa? Hihi

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan Berikan dukungan lainnya yaa 🥰❤️


__ADS_2