
Dara merasakan sikap aneh pada sosok Mawar, mengapa Mawar Kembali
sinis padanya? Adakah sikap dan perbuatan Dara akir-akhir ini yang membuat Mawar menjadi Kembali sinis dan
terlihat sanagat kesal terhadap Dara.
Malam ini Bagas akan tiba dirumah, dengan keterbatasan
tenaga yang Dara miliki, ia mencoba memasak menu makan malam yang Bagas sukai. Meski Dara sudah cazpe seharian berkeliling Mall Bersama dengan Ibu mertua dan Mawar namun semanagatnya memasak itu luar biasa, terlebih untuk menyambut kepulangan suaminya.
Dara di bantu ibu mertuanya juga asisten rumah tangganya
berhasil memasak beberapa menu seperti Capcay seafood, ayam goreng mentega dan beberapa
menu pendamping lainnya.
“Aku mandi dulu ya mah?” Ucap Dara pada Ibu mertuanya.
“Bi.. minta tolong sajikan saja ya nanti” Ucap Dara pada asisten rumah tangganya.
“Iya sayang, mandilah berendam air hangat biar lebih fresh”
Ucap Ibu Nia pada Dara.
Dara bergegas menyiapkan air hangat dalam bathtube nya, menambahkan bomb bath kedalamnya, malam ini Dara ingin menyambut suaminya dengan tampilan yang fresh. Rasa rindunya pada suaminya juga nampaknya tak dapat di bendung lagi, pelukan hangat Bagas mrupakan sebuah ketenangan yang setiap malam Dara dapatkan saat tidur.
Selama satu jam Dara memanjakan dirinyaa di kamar mandi, ia memakai dress santai berwarna hitam tentu itu membuat kesan simple namun tetap menujukan kecantikan serta aura manisnya.
Dara mersih ponselnya berusaha menghubungi suaminya, namun tak dapat terhubung. Mencoba menghubungi Paman Alex juga sama adanya, tidak ada nada sambung saat itu yang bisa Dara dengar.
Terbesit kecemasan yang membuat debar jantung dara tak menentu, perutnya juga ikut mengeras seketika.
“astagfirullah, kenapa jadi gak enak gini perasaan aku..” ucap Dara.
Kepalanya sedikit pusing kala itu, Dara akhirnya merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menghela kasar nafasnya. Dara berusaha menangkan pikirannya dengan mengirimkan sebuah pesan pada suaminya, namun tidak dapat terkirim pada saat itu.
Merasa perasaanya tak tenang, Dara mencoba mengalihkan pikirannya dengan segera bergegas krluar kamar mencari kesibukan lainnya.
Dara mendengar sedikit keributan di ruang keluarga rumahnya, terdengar suara dengan nada tinggi dari mertuanya. Dengan panik dara juga mempercepat langkahnya.
“Ada ap ini? Mama kenapa mama menangis begitu?” Ucap Dara panik melihat ibu mertuanya menangis tersedu- sedu.
__ADS_1
“rega? Ada apa sih ini?” tanya Dara bingung.
“Mbak? Ini kenapa, ada apa? Kenapa kalian panik dan bingung, lalu kenapa mama menangis?” Dara menekan beberapa orang di hadapannya untuk segera membuka suara. Tidak ada jawaban, hanya pelukan yang ibu Nia Berikan.
“Bagas.. Hiks.” Ibu Nia menangis dalam pelukan Dara menyebutkan nama Bagas. Jantung Dara berdebar tak menentu saat itu membuat perutnya terasa sangat kencang saat itu.
“Mas Bagas? Kenapa? Ada apa sama mas Bagas, mama??” Dara gemetar suaranya terdengar sangat panik saat itu.
“Dara tenang ya? Kak Bagas dan paman alex mengalami kecelakaan beruntun di Tol” Ucapan itu membuat tubuh Dara lemas tak berdaya, menangis juga rasanya taka da tenanga lagi.
Tubuhnya terhuyung, dengan cepat Ibu Nia menahannya yang kemudian juga di bantu oleh Rega dengan cepat.
“Tenang Dara, tenang.. ingat kondisi mu kini sedang hamil tua..” Ucap Rega membantu Dara untuk duduk.
“Papa? Papa kenapa, Mah? Bun? Omah? Ayah” zaidar yang baru saja menyelesaikan tugas sekolahnya mendengar ucapan Ayahnya pun terkejut.
“Percaya mama, papa akan baik-baik saja” Ucap Mawar mencoba menenangkan Zaidar.
“Mah…” gemetar suara Dara saat telinganya seolah tengah mendengar ulang perkataan Rega tentang kecelakaan yang menimpah suaminya.
“iya, nak.. sabar sayang..”
“Aku akan menyusul ke rumah sakit yang menangani Kak Bagas dan beberapa korban lainnya” Ucap Rega.
“Aku ikut, aku harus ikut.. kalian tidak bisa melarangku”Ucap Dara seolah memberi pernyataan lebih dulu sebelum ada larangan dari orang sekitarnya.
“Kamu kuat sayang?” Tanya Ibu Nia.
“Aku kuat, mah.. akum au segera berangkat” Ucap Dara.
“Mawar, bisa tolong bantu ambilkan jaket untuk Dara?” Ucapan ibu Nia pada Mawar.
Mawar mengangguk dan bergegas mengambil jaket miliknya untuk
Dara kenakan saat itu.
Dengan diam, dara merasakan sakit sedikit demi sedikit pada perutnya. Ia tak mampu untuk berkata.. selama perjalanan ia hanya terus membayngkan wajah suaminya sambil menangis, telinganya mendengar percakapan
Rega dengan orang suruhannya yang sudah berada dirumah sakit.
Satu setengah jam perjalanan, Dara turun dari mbil dengan perasaan yang sangat kacau.
__ADS_1
“Astaga, Dara? Kenapa ada darah di kakimu?” Ucap Mawar mengejutkan. Seolah Dara tak perduli dia hanya menangis , perasaanya campur aduk saat itu.
“yaa Allah..” teriak Ibu Nia panik melihat Darah segar mengalir di kaki Dara.
Satpam yang melihat segera mengambil kursi roda dan mendekat pada Dara, “harusnya segera ke IGD” ucap satpam itu yang bingung melihat mereka turun di pintu utama.
Mereka mengabaikan ucapan satpam itu, karena taka da waktu untuk menejlaskan apa yang terjadi. Mereka membawa Dara ke IGD disana ternyata banyak pasien korban kecelakaan yang sama dengan suaminya.
“Dara, sakit ya? Sakit ya nak?” panik Ibu Nia yang juga bingung karena Dara hanya menangis tanpa berkata apapun.
Dara diminta untuk segera berbaring, di bantu oleh Mawar juga rega dan suster kini dara sudah berbaring, menunggu dokter kandungan yang berjaga di poli kebidanan turun.
Dara melihat sosok pria menghampiri mereka, mendekat lalu berbisik pada Rega.
“Apa yang kalian bicarakan? Jika itu menyangkut suamiku, katakana! Aku Isterinya! Aku berhak untuk tau, jangan sampai kalian menyesal menyembunyikan segalanya dariku!!!!” Dara berbicara cukup kencang untuk ukuran
IGD yang hanya terdengar suara beberapa alat Kesehatan saat itu.
Suster yang tengah memeriksa tekanan darah Dara sedikit terkejut, mencoba menenangkan Dara.
Rega melirik ke arah isterinya dan juga Ibu Nia. Sepertinya Rega berat untuk mengatakan sesuatu saat itu di hadapan Dara. Perut Dara semakin sakit membuatnya spontan teriak sakit sambil memegang perutnya, keadaan bertambah tegang saat itu, Regapun panik dan bingung harus berbuat apa saat itu.
Jangan tahan napas yaa, sabar-sabar.. aku minum dulu segelas
nanti sambung lagi ya?kalian komen aja dulu sambil nunggu aku minum hehehe
__ADS_1