
"Papaa, Tante" Suara itu spontan membuat Bagas dan Dara seketika merubah posisinya.
Ya Tuhan, Zaidar...!!
Dara spontan mendorong tubuh Bagas hingga Bagas terjatuh ke lantai.
"awww"
"Pakkkk" Tanpa rasa bersalah dara tertawa.
"Hahaha papaa" Zaidar ikut tertawa saat itu.
"Maaf pak, maaf tak sengaja" ucap Dara bergegas berdiri dari posisinya.
Bagas berdiri sambil memicing matanya menatap Dara.
Singa nya keluar.. kata Dara membatin.
"Zai... Sudah bangun yaa" ucap Dara mengalihkan peristiwa konyol itu. Dara mendekati Zaidar dan memeluk bocah itu.
"Kalian sedang bermain ya? kenapa papa bisa terjatuh?" kata Zaidar dengan polosnya.
"Haha biasalah papa memang suka ber atraksi.." kata Dara.
"Kita mandi yuk" ajak Dara pada Zaidar.
"Papa... apa papa tidak berangkat ke kantor? kenapa papa belum memakai pakaian kerja?" polos Zaidar bertanya.
"Papa libur nak... sudah bergegaslah mandi" kata Bagas sambil berdiri memegang pinggangnya.
"Bapak.. mau sarapan apa? saya belum menyiapkan apapun" kata Dara yang bangun terlalu siang.
"Mandikan saja zai, kita bisa pesan" ucap simple Bagas sambil merasakan nyeri pada pinggangnya.
Dara menahan tawanya kala itu sambil berjalan menuju kamar Zaidar.
Bagas tersenyum melihat Dara begitu ceria pagi itu..
Setelah hampir satu jam Dara membantu Zaidar mandi dan membereskan kamar Zaidar, mereka turun..
Dara sudah merasa gerah karena belum mandi kala itu.
"Papa... sedang apa?" tanya Zaidar .
"bapak ngapain?" tanya Dara Polos melihat Bagas tengah berkutat dengan beberapa alat masak.
"Bapak masak?" tanya Dara lalu Bagas hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Papa membuat omelette dan mie goreng" ucap Bagas dengan penuh percaya diri.
"Wah harum yaa..." kata Dara.
"iya harum..Zai jadi tak sabar..." kata Zaidar mengusap perutnya.
"Hemm boleh Tante mandi lebih dulu?" kata Dara pada Zaidar .
"Tentu... aku akan membantu papa" kata Zaidar.
"Pak.. sebentar saya mandi dulu..." ucap Dara lalu Bagas hanya mengangguk.
Dara meninggalkan kedua pria itu berada di dapur dengan tenang. Dara bergegas untuk mandi agar terlihat lebih fresh.
Kenapa pagi ini aku happy banget ya? semalam aku merasa secercah kekecewaan muncul di hatiku, entah itu kekecewaan apa dan mengapa aku bisa kecewa? hemm - Dara membatin sambil mengeringkan rambut nya usai mandi.
__ADS_1
Dara menuju dapur, rupanya kedua pria itu sudah menunggu Dara di meja makan. Dara memang hanya seorang pengasuh Zaidar, namun sejak lama Dara di minta Bagas untuk makan bersama Zaidar dan Bagas di meja makan.
"Bagaimana, enak?" tanya Bagas .
"Enak papa .. Zai suka" ucap Zaidar dengan riang gembira.
"Papa punya bakat terpendam ya Zai" ucap Dara yang tengah menikmati sarapannya..
"Papa memang berbakat Zai..." kata Bagas dengan bangganya.
"Sudah ayo habiskan makanan masing-masing.. Zai sebentar lagi guru mu datang, habiskan makan mu ya" kata Dara melihat jam di dinding yang menujukan pukul delapan pagi.
Usai makan, Dara melakukan beberapa pekerjaan rumah sementara Zaidar sudah berada di kamarnya bersama seorang guru.
"Dara.. apa semalam mama saya kesini?" kata Bagas saat Dara tengah mengepel lantai dengan mop elektrik.
Dara menepuk keningnya, menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Iya pak, tadi saya sudah mau bicara hanya saja ada Zai, tak enak rasanya." ucap dara.
"Bapak tau dari mana?" Tanya Dara penasaran.
"Saya check cctv..saya sedang check tidur jam berapa kamu semalam" kata Bagas membuat Dara membulatkan matanya.
Aduh bodohnya aku... kenapa aku lupa dengan keberadaan cctv di area ini... ucap Dara merasa malu.
Bagas terkekeh kecil.. lalu ia kembali memfokuskan pada kedatangan ibunya semalam.
"Mama datang bicara apa?" tanya Bagas.
"Menanyakan keberadaan pak Bagas, dan ibu sudah menebak langsung kemana bapak pergi..." kata Daraa. Bagas hanya diam tak menimpali, ia sudah menebak apa yang ibunya lakukan semalam..
"Hemmm... ngomong-ngomong.. mbak mawar bagaimana pak keadaanya?" tanya Dara pelan dan sangat hati-hati.
Bagas menutup laptopnya.
tekanan darahnya sudah stabil.. bebrapa alat pun sudah di lepas" kata Bagas memberi penjelasan.
Aku harus senang atau sedih... batin Dara.
"Alhamdulillah... senang aku mendengarnya pak" kata Dara tersenyum.
Dering ponsel Bagas berbunyi..
"Sebentar" ucap Bagas pada Dara.
Pak Alex... Dara melihat nama Alex pada layar ponsel Bagas.
Apa pak Alex memberi kabar soal mbak Mawar ya..
Tak lama, Bagas mendekat.. meraih kunci mobilnya..
"Saya harus kerumah sakit, Dara... Saya titip Zaidar, ya? oh iya pergilah makan siang di luar bersama Zai, di antar supir" kata Bagas begitu terburu-buru.. Dara yang hendak menjawab pun seolah tak ada selah kesempatan.
Apa mbak mawar sudah sadar ya? paka Bagas khawatir sekali... duhh bodohnya aku, ya jelas lah pak Bagas khawatir, mbak mawar adalah isterinya, cinta pertamanya dia juga ibu dari Zai... hemmm....
Mood dara seketika berubah... ia melanjutkan pekerjaan rumah tanpa memiliki semangat.
*
Sementara itu di rumah sakit..
"Aku lebih baik mati" tangis mawar pelan dengan suaranya yang sangat pelan dan serak terdengar..
__ADS_1
"Jangan bicara begitu mawar, aku akan selalu berada di samping mu" ucap Rega penuh haru..
"Pak.. bisa kita bicara sebentar?" ucap dokter kala itu pada Alex .
Alex pun mengikuti langkah dokter tersebut.. sementara Rega memilih menemani mawar..
"Kakiku Rega.. kenapa kakiku tak ada rasanya lagi" kata mawar menangis.
Rega memeluknya erat..
"Semua akan baik-baik saja.. percayalah"
Sementara itu, Alex dn beberapa dokter baru saja akan berbincang di luar ruangan itu.. beruntunglah Bagas pun yang baru tiba bisa langsung mendengarkan penjelasan dokter.
"Kaki ibu mawar mengalami kelumpuhan" ucap dokter membuat Bagas terkejut.
"Loh kenapa? ada apa?" bingung Bagas.
",Tenang Bagas!!! Mawar sudah sadar sejak dua jam lalu, namun ia merasakan kakinya seperti mati rasa.
"Tenang pak...kita berdoa saja ini adalah kelumpuhan semntara.. saya yakin akan ada keajaiban.." ucap dokter .
Bagas terkejut, cobaan apalagi yang akan menimpah mawar..
Tinggallah Bagas dan Alex..
"Mawar pasti sangat terpukul, paman" kata Bagas dengan lirih.
"Pasti, tapi kita lihat saja perkembangan dan treatment kedepannya yang dokter anjurkan..." kata Alex.
"Masuk... ayo masuk... Mawar pasti senang" kata Alex..
Bagas mengangguk sambil berjalan maju..
Langkah Bagas terhenti saat ia melihat pemandangan yang sangat menyayat hati nya.
Yaa ... dengan mata nya sendiri Bagas melihat mawar berada di dalam pelukan Rega sambil menangis..
Sakit... yaa memang sakit... tapi aku sudah berjanji kan akan melepas mu demi kebahagiaanmu...
"Mas .. Mas Bagas" ucap pelan mawar.
Tuhan... aku rindu suara itu, dan kini aku bisa mendengarkannya lagi...
aku harus apa sekarang? memeluknya kah? atau... ah... aku sebodoh ini... Bagas membatin penuh kecanggungan dan rasa bersalahnya pada diri sendiri yang tak mampu mengkondisikan hatinya.
*
*
*
Cinta segi berapa ya ini????
hehehe
Like nya yaa..
komen jangan lupa...
vote juga boleh...
ada kirim bunga? Alhamdulillah.
__ADS_1
ada kirim kopi?? Alhamdulillah.
TERIMAKAIH ALL 😘