
Menggunakan pakaian senada, berjalan dengan langkah beriringan, Bagas dan Dara berjalan mendekati Tiffany yang tengah duduk di lobby hotel sambil memainkan ponselnya.
"Biar aku saja yang menyapa nya" ucap Dara memperingati suaminya, Bagas hanya melepas senyum lebarnya.
"Baiklah sayang, baiklah.." Bagas tau kini isterinya tengah di rundung rasa cemburu.
"Morning, mbak Tif.." ucap Dara dengan sangat ramah.
Tifany Tentu terkejut, ia langsung saja berdiri menyambut pengantin baru itu.
"Hai, selamat pagi.." ucap Tifanya yang nampak kaget meliht keduanya begitu kompak pagi ini.
Ingin ku colok matanya seperti cilok isi telur puyuh... Kesal Dara yang menyadari bahwa tatapan Tifany terlalu fokus pada suaminya, Bagas.
"Kenapa? Ada yang aneh ya dari kita?" Tanya Dara memecah konsentrasi Tifany.
"Ah.. enggak kok, aku hanya kagum saja.. kalin kompak sekali" ucap Tifany.
Bagas sejak tadi hnya tediam, tersenyum dan tertawa kecil tanpa ada sepatah kata yang ia ucapkan.
"Ngomong-ngomong, mana koper kalian?" Tanya Tifany yang mulai salah tingkah.
Belum ku colok matanya, tapi sudah tak bisa melihat koper besar kita.. Batin Dara kesal.
"Lihat itu, di trolly itu koper kita loh" tunjuk Dara ke arah tumpukan kopernya yang sudah dibawa oleh pelayan hotel.
"Oh iya yaa.. aku lupa, maaf" ucap Tifany.
"Hamm.. jadi kemana kita?" Tanya Dara.
"Kita akan ke Kota Alacati (Litle Greece in Turkey), berkeliling di kota Alacati, melihat kincir angin. Nanti kita akan makan malam Makan siang di Alacati. Dilanjutkan menuju Kusadasi 2 jam perjalanan, dan di akhiri dengan istirahat usai dinner"
"Kamu ikut dinner?" Tanya Dara sedikit sinis.
Ingin Tifany mengatakan Iya, namun ia ragu dan ucapannya kini tertahan oleh lidahnya yg kelu.
"Aku mau requests dinner romantis, bisa?" Dara lebih dulu berucap, Bagas sedikit terkejut dengan ucapan isterinya.
Jangan main main jika wanita sudah cemburu.. Ucap Bagas dalam hatinya.
"Bisa kan?" Tanya Dara lagi, Tifany nampak sedikit kesal.
"Baik akan aku coba bicarakan pada pihak restorannya" ucap Tifany.
"Kalo gak bisa tidak masalah, batalkan saja.. aku ada ide sendiri menciptakan dinner romantis di dalam kamar bersama suamiku" ucap Dara sambil memeluk erat lengan sebelah kiri Bagas sambil menyadarkan kepalanya.
Apa-apaan si ini isterinya Bagas, lebay banget..
"Sayang.. jangan menilai aku lebay yaa, kadang kita harus sedikit lebay di depan umum, agar tidak ada titik di antara spasi..."
Bagas tersenyum manahan tawanya, sementar Tifany sudah memasang wajah kesal nya terhadap Dara.
__ADS_1
"Bisa kita berangkat sekarang? Agar tidak terlalu lama menunggu malam" kata Bagas mengundang senyum bahagia Dara.
Apa sih mereka berdua ini, menyebalkan sekali.. padahal aku ingin sedikit berbincang dengan Bagas membahas masa putih abu.
Tifany membatin kesal, rupnya ia sudah banyak merencanakan sebuah perbincangan dengan bagas.
Dara dan Bagas nampak memperlihatkan kemesraan mereka di setiap waktu yang mereka lalui berdua. Bahkan perhatian kecil bagas pada Dara justru membuat Dara semakin tersipu malu.
Moment berkeliling kota estetik dengan mengabadikan foto kemesraan merek menjadi sebuah obat penawar dari sebuah kepenatan yang ada.
Hingga akhirnya mereka akhirnya tiba di hotel di hari yang cukup petang.
"Bagaimana Mbak Tif, bisa kita dinner romantis?" Tanya Dara.
"Hmm sepertinya tidak ada slot" ucapnya, dengan harapan Dara dan Bagas akan melakukan makan malam bersamanya.
Namun, Dara nampaknya tidak merasa bersedih apalagi kecewa.. ia justru mengeluarkan ide cemerlangnya.
"Ohh tak mengapa" ucap Dara melepas senyumnya.
"Sayang.. percayakan padaku, akan ada moment indah di setiap waktu selama kita berada disini" ucap Dara begitu menghanyutkan hati Bagas, membuat Tifany mengerutkan keningnya haran.
"Kalo begitu kita masuk ke kamar kita dulu, thanks for today ya Mbak... sampai bertemu besok" Dara mengandeng suaminya begitu saja meninggalkan Tifany seorang diri, nampak raut wajah kesal Tifany terlihat.
Dara menoleh ke arah Tifany smabil melepas senyum kemenangannya.
*
Setibanya di kamar, Dara bernafas lega kini ia tak lagi bersama Tifany. Dara kembali takjub dengan ke indahan dekorasi pada kamar yang akan menjadi malam kedua mereka berbulan madu.
Dara terdiam sambil melihat ke arah kelilingnya.
"Entah.. tapi, aku rasa makan di batas jendela itu cukup untuk membuat kesan romantis yang sederhana namun berkesan.. " Kata Dara dengan kesederhanaanya.
Dara berjalan mendekati dua kursi dan satu meja , mengubah sedikit posisi nya saat itu.
"Aku bantu apa?" Kata Bagas mendekat sambil memeluk Dara dari arah belakang, Dara sedikit terkejut namun senyuman manis ia tampakan pada suaminya saat itu.
"Pesan makanan lah Mas di restoran hotel" ucap Dara
"Baiklah, siap" Bagas langsung saja bergegas memsan beberapa maknan melalui telfon yang tersambung langsung ke pihak restorant.
Agar terasa lebih fresh Bagas memilih untuk mandi lebih dulu, usai Bagas menyelesaikan mandinya, Dara bergegas mandi mengingat makanan yang mereka pesan tak kunjung datang.
Dara menyelesaikan mandinya lalu ia mendapti suaminya berada di ambang pintu tengah berbincang dengan seseorang.
"Seperti aku mengenal suaranya" ucap Dara pelan, ia pun berjalan ke arah pintu.
Dara melihat Bagas tengah tertawa dengan seorang wanita, yaa dia ialah Tifany.
Seperti sewajarnya seorang wanita yang tengah cemburu, Dara dengan berani menghampiri suaminya dengan wajah yang menujukan bahwa diriny kesal.
__ADS_1
"Mas..."
Bagas menoleh ke arah belakang tubuhnya, Tifany pun melirik ke arah Dara yang berada di belakang tubuh Bagas.
"Sayang, sudah selesai?" Tanya Bagas namun tak mendapat jawaban apapun dari Dara.
"Loh, Ada mbak Tifany ya? Ada apa? Ngapain?" Sinis Dara bertanya.
"Oh ini sayang, dia mengembalikan powerbank yang tertingal di mobil tadi" ucap Bagas. Dara mengerutkan keningnya saat bagas menjawab pertanyan yang di tujukan untuk Tifany, sementara Tifany hanya terdiam santai.
"Kamu Tifany atau Mas Bagas? Aku nanya Tifany loh" ucap Dara kesal.
Aduh, salah bicar gue.. Batin Bagas.
"Seperti yang di katakan Bagas, aku hanya mengantar powerbank saja.."
Dara meraih powerbank miliknya yang tertingal itu dari tangan Bagas, kemudian ia melemparnya ke arah lantai luar dengan gerakan santai namun mengundang sebuah bunyi.
"Itu punyku, itu hilang pun tidak menjadi masalah buatku, disini ada listrik dan lagi pula masih ada hari esok untuk mengembalikannya" ucap kesal Dara, dengan santai Dara meninggalkan keduanya yang tengah tercengang melihat sikap Dara.
"Mmm Tif, sorry banget.. maaf ya, Isteriku memang tidak suka jika waktu berkualitas kita di ganggu, sorry" ucap Bagas yang tak merasa enak hati pada Tifany karena sikap Dara.
"excuse me" seorang pelayan hotel datang membawa makanan.
Bagas semakin kerepotan dan salah tingkah saat itu.
"Sorry , niatku baik hanya ingin mengembalikan powerbank itu, sorry kalo merusak waktu berharga kalian" tambah Tifany.
"Kalo begitu aku permisi Tif, selamat malam"
Bagas meninggalkan Tifany dan mempersilakan petugas hotel yang membaw apesanan makanan untuk masuk dan meletakan makanan itu di meja depan sambping pintu.
Bagas mengunci pintu saat petugas iru keluar dan bergegas menghampri isterinya.
"Sayang.. aku salah ya? Aku minta maaf aku ga tau kalo tadi itu...."
"Sudah mas gausah banyak bicara, aku hanya kesal aja.." ucap Dara memotong ucapan Bagas.
"Kamu kesal? Atau kamu cemburu?" Ucap Bagas.
"Yaa aku cemburu, memang klao cemburu bisa membuat kita happy? Cemburu itu berujung dengan rasa kesal, emosi.." ucap Dara dengan nada cukup tinggi .
Bagas menimpalinya dengan tawa, lalu memeluk isterinya.
"Cemburu tanda sayang, dengan begini aku tau kalo kamu sangat menyayngiku.... Gemes"
Bagas memeluk Dara sambil menciumi pipi Dara yang mulai kemerahan karena merasa tersipu malu. Dengan sedikit bujuk rayu dan permohonan maaf Bagas, Dara pun kembali tersenyum.. ia menata makanan di atas meja yang sudah ia siapkan, bersiap keduanya melakukan dinner sederhana yang romatis malam itu, yaa di lanjutkan dengan aktivitas keduanya di atas ranjang tentunya hehe.
*
*
__ADS_1
*
Thans yang sudah membaca, jangan lupa like komen dan berikan gift jika berkenan.. terimakasih🥳