Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 21


__ADS_3

Hari-hari berlalu seperti biasa, sudah dua pekan berlalu.. Dara masih ragu untuk mengambil jatah liburnya dan pergi menjenguk keduanoeang tuanya.


Namun siapa sangka, Dara terkejut saat kedua ornag tuanya mengirimkan ucapan terimakasih atas kiriman uang serta kebutuhan harian untuk kedua orang tuanya, bahkan tak lupa juga obat-obatan yang di butuhkan oleh ayah Dara.


Dara pun tau itu terjadi karena Bagas.. Dara bergegas menuju kamar Zaidar, namun ia melihat Bagas yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Pagi pak..." ucap Dara.


"Pagi... saya baru mau membangunkan Zai.." kata Bagas yang sudah mulai ramah.


"Hemm maaf pak tadi orang tua saya telfon sebentar..." kata Dara yang takut Bagas akan memarahinya.


"Tidak masalah.. bagaimana keadaan kedua orang tua mu, sehat?" kata Bagas membuka obrolan.


"Hmm.. Allahamdulillah sehat.. hmm apakah bapak yang mengirimkan uang serta kebutuhan harian orang tua saya?" kata Dara malu.


"Bukan saya, saya sibuk mana sempat melakukan itu" kata Bagas dengan tengilnya.


"Ya bukan bapak, maksud saya itu terjadi atas perintah bapak kan???" kata Dara mulai kesal.


"Oh iya.. anggap saja itu bonus mu setiap bulan nya.." kata Bagas.


"Sudah bangunkan Zai..." kata Bagas.


"Terimakasih pak... " Dara bingung harus mengatakan apa selain ucapan terimakasih.


Bagas yang sudah bergegas masuk kedalam kamarnya pun membuat Dara masuk kedalam kamar Zai untuk membangunkan Zai saat itu juga.


Memandikan, memakaikan pakaian, menyuapi Zai makan merupakan kegiatan yang wajib dara lakukan sehari-hari.


Tidak membuat beban bagi Dara, justu ia sangat senang bisa mengenal bocah sepintar Zaidar..


Seperti biasa ... Dara melepas Zaidar yang akan pergi kesekolah bersama dengan Bagas juga Alex, dan akan dara jemput bersama supir setelah Dara membantu Mbok Suti merapihkan rumah..


"Mbok.. aku masih penasaran, siapa si mama nya Zaidar?" kata Dara sambil memotong wortel.


"Sebetulnya mbok juga tidak tahu, Nyonya pun tidak tahu sepertinya, tapi mbok tahu siapa kekasih pak Bagas" kata Mbok Suti sambil mencuci peralatan dapur.


"Siapa mbok? yang ada di meja kerja pak Bagas kah?" kata Dara mengingat sebuah foto.


"Hemm kekasih atau isterinya??" kata Dara menyambung perkataannya.


" hemm.. mbok tidak tahu, neng... sudah kita fokus masak saja." kata Mbok Suti mengalihkan pembicaraan saat itu.


Pukul 10.30 Dara bersiap untuk menjemput Zaidar di sekolahnya.


Dara sudah di tunggu Oleh supir pribadi Ziadar di basemen apartmen.

__ADS_1


Seperti biasa, Dara pergi membawa bebrapa cemilan untuk Zaidar.. Beberapa potongan buah serta bolu kukus kesukaan Zaidar.


Belum setengah perjalanan Mobil terhenti, tidak seperti biasanya terjadi kemacetan di siang hari.


"Ada apa ya pak?" tanya Dara celingukan.


"Sepertinya ada kecelakaan Mbak.." kata Supir itu membuat Dara sedikit cemas.


"Duh semoga ga telat yaa kita pak" kata Dara penuh harap.


"Mudah-mudahan engga mbak, tapi biasanya kalo dulu saya telat jemput, den Zaidar bermain di dalam kelas bersama gurunya" ucap supir itu membuat Dara sedikit tenang.


Tiga puluh menit berlalu, waktu menujukan pukul 11 siang diamana jam menujukan jam kepulangan Ziadar .. Dara panik karena ia baru bergerak beberapa meter dari titik awal.


"Mbak.. lebih baik hubungi pak Alex" kata Supir member saran.. Dara pun mengikuti saran dari Supir itu..


Lima kali nada sambung terdengar, akhirnya Alex menerima panggilan masuk dari Dara..


Dara menjelaskan kejadian saat itu.. Menyambung kendaraan lain pun tidak mungkin sepertinya karena jalan benar-benar macet dua arah akibat mobil pengangkut sembako tergelincir dan barang bawaanya berserakan di jalan.


Alexpun mengambil inisiatif untuk bergeas menjemput Zaidar di sekolah nya setelah mendapat persetujuan dari Bagas yang tengah memimpin rapat.


Dara sedikit tenang, meski ia khawatir Zaidar akan menanyakan keberadaannya saat itu.


Alex tiba di sekolah Zaidar, terlambat memang namun Alex tetap harus menjemput Zaidar ..


"Siang Miss.. saya mau mejemput Zaidar.." ucap Alex to the poin.


Dara mengerjaiku kah? tidak paham kah dia bagaimana kesibukanku... Batin kesal Alex.


"Baik Miss, Terimakasih" kata Alex.


Alex tidak langsung pergi, ia meraih ponselnya dan menghubungi Dara.


Dara begitu shock saat Alex mengatakan Zaidar telah di jemput olehnya.. sementara dara masih berada di jalan dan baru saja lolos dari kemacetan.


Jantung Alex mulai berdebar kencang..


"Tidak .. pengasuh mengaku tidak menjemput ,Zaidar.. !!" kata Alex dengan tegas nya tanpa basa-basi, Guru pun merasa tersentak panik.


"Bagaimana bisa kalian melepas anak murid tanpa id card penjemputan??"


Alex emosional.


"Benar pak, kami sudah mengecek.. penjemput memberikan card member penjemputan..." ucap salah satu guru .


"Betul pak, penampilan mbak yang menjemput juga sama dengan mbak yang sebelumnya, hanya saja tadi dia pakai masker dengan alasan sedang flu berat..." ucap guru menjelaskan.

__ADS_1


Alex bergegas mengubungi Bagas, spontan Bagas naik darah dan menyelesaikan rapatnya.


Alex mengerahkan beberapa anak buahnya, ia pun meminta tayangan cctv untuk menemukan beberapa fakta disana.


Alex tidak menemukan apapun disana..


Postur tubuh, gaya rambut serta seragam yang di gunakan memang mirip dengan dara.. Namun Dara berada di jalan bersma supirnya, hal itu mengundang tanya semuanya.


Dara tiba di sekolah dengan perasan kalut dan sedih.


"Dimana Zai???? siapa yang menjemputnya?" kata Dara berteriak di ruang kantor guru.


Beberapa guru panik, dan ketakutan mengingat siapa ayah dari Zaidar.


Alex kemudian membawa Dara keluar area sekolah.. disnaa terparkir beberapa mobil Jeep hitam. Terlihat Alex berkata pada beberapa anggota disana.


Dara menangis, sesak dadanya saat Alex mengatakan bahwa zaidar telah di cukik..


Bagas berada di ruangannya begitu panik, ia menanti kedatangan Alex dan juga Dara.


"Siapa yang tega membawamu?" Ucap kesal Bagas sambil mengepal tangannya dengan penuh emosi.


Semetara itu, Alex mengendarai mobilnya dengan kecepan penuh. Di dalam mobil Dara yang panik kini terlihat sangat pucat karena ketakutan, perutnya juga bergejolak, rasa mual tak bisa ia hilangkan..


"Pak.. saya mau muntah" kata Dara spontan.


"Jangan membuat saya kesal, Dara" ucap Alex pada Dara..


"Bapak nyetir nya seperti mengendarai rollercoaster, mual pak... pusing" kata Dara memegang pertu nya juga kepalanya.


"Berhenti sejenak pak, saya udah ga tahan" tambah dara membuat Alex terpaksa menepikan mobilnya.


"Dara kamu benar-benar membuat saya kesal, kita sedang panik kamu malah mual"


Alex memijat kepalanya, merasa pening seketika.


"Kau membuat Darah tinggiku kumat, Daraaaaaa" kesal Alex saat menoleh ke luar mobil.


*


*


*


SELAMAT HARI JUMAT.


LIKE

__ADS_1


KOMEN DAN RATE YAA..


MAKASIH ❤️❤️❤️


__ADS_2