Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 15


__ADS_3

"Dara... ini sudah malam, pekerjaan apa yang membuatmu mendesak untuk pergi malam-malam begini?" kata Ibu Dara melihat kepanika. pada wajah Dara.


"Ini tangung jawab Dara, Bu.. Dara akan di antar Susan, iyakan san?" kata Dara sambil mengedipkan matanya ke arah Susan.


Kenapa kaya orang cacingan si dara?? Batin Susan sambil mengangguk terpaksa.


"Astaghfirullah nak.. apa ada bis sudah malam begini?" kata Ibu makin khawatir.


"Ada Bu, travel... makanya Dara harus buru-buru.. Dara berangkat ya." kata Dara sambil menggendong tas nya.


"Dara, berangkatlah di antar Gustaf, paling tidak bapak dan ibu tidak khawatir kamu pergi bersama laki-laki yang bisa menjaga kamu" kata Ayah Dara membuat Dara memutar otaknya cepat.


"Oke .. Dara telfon mas Gustaf...


" ucap dara sambil membuka lock screen pada ponselnya.


"Halo.. mas.. mas bisa ga Anter Dara ke terminal... sekarang...." dengan serius dara berbincang.


"Oh begitu ... baiklah, kalo begitu Dara kesana..." ucap Dara lalu menekan tombol ponselnya agar redup cahaya lampunya.


"Mas Gustaf lagi beli nasi goreng, Dara akan di antar Susan menuju tukang nasi goreng... biar nanti Susan yang mengantar nasi goreng untuk orang rumah Gustaf..." ucap Dara menjelaskan, tentu itu membuat Susan sedikit bingung.


Namun, siapa sangka..Kedua orang tua Dara sangat percaya..


Dara pun bergegas pergi berboncengan dengan Susan.


"Dimana tukang nasi goreng nya, kalo belok bilang... takut kelewat..." kata Susan dengan polosnya, mendengar hal itu reflek tangan Dara memukul helm yang di kenakan Susan.


Plaaakkk... kesal Dara


"Lo bodoh betul si San..." Dara kesal, Susan shock.


"Gue cuma membohongi ayah dan ibu, gue berpura-pura menelfon mas Gustaf.." Dara menjelaskan, Susan pun menepi untuk berhenti sejenak.


"Loh... terus? kita mau kemana?" kata susan bingung.


"Gue mau ke apartemen nya pak Bagas, tapi Lo antar dulu sampai pertigaan depan..." kata Dara lalu dengan cepat Susan menyetujui nya.


"Lo khawatir banget si, bingung gue" kata Susan dengan heran nya, melihat kepanikan terpancar di wajah Dara.


Dara hanya terdiam, ia tak dapat


berbicara apapun selain meminta pada Tuhan agar dirinya selamat sampai tujuan dengan cepat.

__ADS_1


Susan dan Dara berpisah di halte bus simpang jalan besar.. Perbedaan tujuan yang tak se arah membuat Dara dan Susan berpisa, Dara yang ingin sekali cepat sampai pun memilih menggunakan jasa ojeg motor..


Tiga puluh menit Dara tiba.. Dengan nafas yang cukup berat Dara membuka pintu apartemen dengan akses card yang ia miliki.


Dara mendapat tatapan cukup tajam dari penghuni di dalam apartemen.


Alex dan Bagas tentunya..


Nusuk sekali pandangan mereka berdua..


"Malam.. pak" gugup Dara, Jam menujukkan pukul sebelas malam kala itu.


Apa jiwa hantu mereka mulai muncul yaa mendekati tengah malam begini...


"Hemm.. dimana, dimana Zai" kata Dara merasa takut dan gugup.


"Alex.. saya harus istirahat" kata Bagas meninggalkan Dara juga Alex.


Kini Dara berhadapan dengan pria paruh baya yang tak kalah menyeramkan baginya.


"Maaf pak... apa saya salah, ya?" ucap Dara tanpa ragu meski hatinya terasa berdebar takut.


"Tentu ..!" Singkat Tegas Alex berucap.


"Kamu lupa, di kontrak kerja tertulis.. kamu tidak bisa mengabaikan panggilan saya maupun Tuan, meskipun kamu dalam keadaan libur bekerja.." kata Alex membuat Dara menggaruk kepalanya yang tak gatal.


ahh.. kenapa aku tidak membaca poin itu..


" Maaf pak.. ponsel saya habis daya dan sedang saya Charge" Dara beralasan.


"Kamu tahu????! seharian Zaidar memangis mencari kamu, tak mau minum apalagi makan... dia jadi demam!!!" kata Alex kesal.


Apa yang di ucapkan oleh Alex membuat Dara spontan berlari meninggalkan Alex dengan kemarahan nya. Dara berlari menuju kamar Zaidar.


yaa Tuhan, Zai.. maafkan Tante ya..


Ucap Dara sambil berlari menaiki anak tangga.


Kurang ajar!! Kesal Alex melihat Dara berlari meninggalkannya.


Dara membuka pintu kamar Zaidar dengan jantung yang berdegup kencang.. Perlahan ia mendorong pintu kamar.


Terlihat seorang wanita paruh baya duduk di samping Alex..

__ADS_1


"Permisi..." ucap dara membuat wanita itu berdiri menghampiri Dara.


"Yaa.. kamu siapa?" kata wanita itu sopan.


"Maaf, aku Dara.. aku pengasuh Zai.." kata Dara dengan suara pelan sambil matanya melirik kearah Zai yang tengah tertidur.


"Alhamdulillah... "


"Saya mbok Suti, Saya ART disini.. sejak sore Den Zai menangis mencari kamu... sampai demam.." kata Mbok Suti jujur


"Maaf aku sedang menjenguk orang tuaku.. " kata Dara jujur.


Zaidar yang mendengar suara samar itu terbangun.. Memanggil nama Dara dengan lantang.


"Yaa Zai.. Tante disini" ucap Dara mendekat.


Zaidar langsung duduk dan membentangkan tangannya.. Dara menyambutnya dengan pelukan hangat juga tentunya.


"Tante kenapa berbohong, Tante bilang tidak akan meninggalkan Zai.. " ucap polos bocah itu.


"Maaf Zai, maaf yaa.." Dara luluh, tak ada yang bisa ia ucapkan selain maaf.


Zai yang sedari tadi belum memakan makanan apapun seketika meminta Dara menyuapinya karena perutnya terasa lapar..


Sikap lucu Zai yang seketika berubah itu membuat Dara dan Mbok Suti tertawa tipis.


Zai ...kenapa Tante jadi sangat sayang kepadamu? Kenapa Tante seperti tengah jatuh cinta padamu??? Batin Dara sambil menyuapi Zai dengan penuh kesenangan.


Alex yang berada di balik pintu mengintip dari celah pintu, senyum tipis Alex seperti menandakan sesuatu yang tengah ia rasakan dalam hatinya..


Semoga Saja ... Batin Alex .


*


*


*


Like


Komen


dan Vote yaaa..

__ADS_1


Rate bintang lima juga jangan lupa yaa 🌟🌟🌟🌟


__ADS_2