
Makan Malam Di Kediaman Utama..
"Kemana om Rega?" Tanya bocah kecil yang sudah sangat lapar itu.
"Aku sudah lapar" keluh zaidar mengusap perutnya.
"Zai.. omah kan sudah bilang, panggilnya Ayah Rega atau Papi, Daddy juga boleh" kata Ibu Nia memperingatkan.
"Zai maunya panggil apa?" Celetuk Mawar.
"Zai susah terbisa memanggilnya dengan sebutan Om.. rasanya lupa terus,Mah.. " kata Zaidar tertawa kecil.
"Pelan-pelan di ganti panggilannya ya?" Kata Ibu nia.
"Iya, baik omah akan Aku coba.." kata Zaidar.
"Bagas juga kemana? Dia yang meminta kita berkumpul, malah dia yang belum sampai.." kata Ibu Nia celingukan cemas menanti kedua puteranya.
"Mungkin macet Tante.." kata Mawar berusaha berfikir positif..
Apa yang akan kamu bicarakan, Mas.. perceraian kita membuat aku sebenarnya takut melihtmu.. hatiku belum sempurna menerima kenyataan pahit ini..
"Awas saja sampai dia tidak jadi datang, Tante sudah masak ayam goreng mentega kesukannya" kata Ibu Nia menggerutu.
Tak lama berselang, Bagas datang bersama dengan Dara.. Dara terlihat anggun dengan baju pink nya.
Dara langsung di sambut hangat Zaidar yang sudah tiga hari berada dirumah Mawar.. Zaidar nampak manja dan Dara terlihat begitu memanjakan Zaidar..
"Maaf mah tadi di jalan macet" kata Bagas memberi alasan yang sesungguhnya.
"Aku juga sudah mengatakan hal itu tadi, Mas.. aku kan paham kalo kamu sangat mengahrgai waktu.." kata Mawar membuat Dara sedikit menoleh dan fokus pada ucapan mawar.
"Iyaa.. tadi ada kecelakaan di jalan jadi ada kemacetan yang cukup panjang" Tambah bagas.
"Yasudah.. kita makan saja yuk, sudah malam.." kata Ibu Nia..
"Tunggu mah.. dimana Rega?" Tanya bagas yang tak nampak melihat batang hidung adikny itu.
"Entah.. sejak pagi dia belum kembali, apa pekerjaannya sedang banyak,ya?" Tanya Ibu Nia yang juga tengah khawatir atas keberadaan anaknya.
"Paman Alex juga belum datang, tunggu sebentar lagi" kata Bagas.
Ibu Nia mengerutkan keningnya heran..
"Ada apa Bagas? Nampaknya kamu hendak berbicakan apa? Kelihatannya sangat serius, sampai kamu harus melibatkan Alex.." ucap heran Ibu Nia, tak hanya ibu Nia yang nampaknya berseru heran, Mawar pun demikian.
Dalam hati Mawar berseru apa yang akan di katakan oleh Bagas.
"Ada hal yang mau Bagas bicarakan saja, Mah.. " kata Bagas berseru dengan wajah senangnya.
__ADS_1
"Papa .. Zai sudah Lapar " kata Zaidar dengan lucunya.
"Ini sudah lewat jam makan malam, lebih baik kita makan dulu Bagas.." pinta Ibu Nia.
Bagas menyetujuinya, bergegas mereka makan malam bersama tanpa keberadaan Rega juga Alex.
*
"Aku masih mencintainya, paman.. dia adalah cinta pertamaku" Sendu Rega.
"Jangan cengeng! Kamu sudah tua, sudah memiliki anak.. Malu lah dengan zaidar yang jarang sekali bersedih" kata Alex meledek rega yang tengah bimbang dalam hatinya.
"Tapi ini soal hati paman, hati bila sudah sakit seluruh badan ikut sakit, mental pun bisa ikut sakit" Jawan
Lirih ucapan itu membuat pilu hati Alex.
"Kalian benar-benar kompak.. mencintai wanita yang sama.. "
"Apa Kak Bagas masih mencintai, Mawar?" Ucapnya penuh rasa khawatir.
Alex terkekeh mendengarnya.
"Kamu nanti pasti tau jawabanya kalau kamu dan paman sekarang datang kerumahmu" kata Alex.
"Aku malas.. aku tak sanggup melihat mawar, dia begitu acuh padaku, paman" ucap kesal Rega.
"Tapi disana kamu akan mengetahui, apakah Bagas masih mencintai Mawar atau Tidak.. kamu bisa menilai nantinya" tambah aAlex sambil terkekeh.
"Baiklah paman, aku siap menerima kenyataan jika memang itu yang terbaik untuk Kakak, terlebih Mawar dan Zaidar.." ucap Rega.
"Sudah jangan bersedih.. kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti.. ya?" Kata Alex merangkul tubuh tinggi berisi Rega.
Rega dengan sengaja menghubungi Alex, karrna kebimbangan hatinya. Rasa cintanya pada Mawar belum lintur sedikitpun, namun Sikap cuek dan acuh Mawar membuatnya hancur.
Rega berfikir, haruskah ia mengubur dalam perasaanya? Namun hatinya menginginkan bersama, terlebih saat Rega mengetahui siapa Zaidar sebenarnya.
Setibanya mereka di kediaman utama kelurga Surya.. Bagas merangkul adiknya yang nampak sendu itu, bagas membawa adikny berbincang sejenak menuju taman belakang.
Bagas mejadi sosok yang dewasa, dengan jujur ia mengutarakan permohonannya untuk tetap bisa merawat Zaidar, memberikan kasih sayang pda Zaidar meski Suatu saat Rega akan membawanya tinggal bersama, Bagas akan menerima nya .. asalkan Zaidar bahagia..
Sementra Dara saat ini tengah tengah duduk berdua di ruang keluarga bersama dengan Mawar..
"Dara..."
"Iya mbak, mbak butuh sesuatu?" Tanya Dara dengan senyum ramahnya.
"Tidak ada, Dara.. hemm aku hanya ingin menangakan satu hal, boleh kan??" Nada bicara Mawar membuat Dara menaruh curiga.
Mbak mawar mau tanya apa ya? Apa soal kedatangan kita kesini? Astga.. aku harus jawab apa? Aku gak mau melukai hati siapapun..
__ADS_1
"Helloo.. Dara?? Kamu melamun?" Mawar membuyarkan lamunan Dara.
"EhH.. hmm maaf Mbak, hemm engga mbak, oh iya mbak mau tanya apa?" Kata Dara berucap dengan gugupnya.
"Apa selama ini ada perempuan yang dekat dengan Bagas??"
Deng!!! Jantung Dara berdebar kencang..
Benar dugaan aku, mbak mawar pasti menanyakan hal ini..
"Wah saya gak paham mbak, coba tanyakan dengan Pak Alex.. " kata Dara melemparnya pada Alex yang entah tengah berada dimana.
"Hemm.. lalu, kita berkumpul disini hendak membicarakan apa ya? Kamu tahu?" Tanya Lagi mawar, sontak membuat Dara menggelengkan kepalanya.
"Tidak tau mbak" gugup Dara menjawab..
Kenapa ya sama Dara, kok jadi gugup gitu? Hemm apa ada sesuatu hal yang dia sembunyikan yaa? Hemm apa mungkin dia mengetahui siapa yang tengah dekat dengan Bagas?? - kini Mawar yang menaruh curiga pada Dara, pikirnya Dara tengah menyembunyikan sesuatu hal pada diri nya.
"Dara.. jujur saja, tak apa kok aku kan Sudah bercerai dengan mas Bagas..." ucapan mawar sedikit meyakinkan. Namun Dara tidak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi..
"Bagas.. Regaaa" Sura Ibu Nia memanggil kedua puteranya , suara langkah kakinya pun terdengar mendekati.
Allhamdulillah bu Nia datang, terimakasih bu.. setidaknya aku aman dulu saat ini untuk tidak menjawab pertanyaan mbak Mawar saat ini..
Suara Bagas dan Rega mulai mendekat, terdengar, Dara berdiri mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa, Dara ingin sekali pergi dari perkumpulan itu, terliht jelas bila dirinya terlihat gugup.
"Dara, duduklah.." Ucap Bagas membuat Dara mengangguk perlahan.
Alex pun ikut berada di ruang keluarga yang sangat nyaman itu.
"Bagas.. kamu mau bicarakan ap sih? Mama kok jadi penasaran dan tidak tenang begini ya" kata Ibu Nia memegang dadanya.
Bagas terkekeh..
"Mama tenang dong mah, mudah-mudahan ini menjadi berita baik menyenangkan hati mama dan kita semua.. " kata bagas melebarkan senyumnya.
Berita baik? Apa berita baik itu? Kenapa hati aku jadi gelisah gini yaa.. - Mawar membatin, ia benar- benar merasa tak tenang kala itu.
*
*
*
Nah kira-kira Bagas mau membicarakan apa ya?? 😊😊
Haii semua.. maaf yaa kemarin bolos up, karena pekerjaan Dunia Nyataku sedang banyak-banyaknya.. harap maklum yaa,
TERIMAKASIH DUKUNGANNYA DI TUNGGU LIKE KOMEN RATE DAN GIFT NYA hihihi
__ADS_1
🌹🌹🌹❤️❤️❤️❤️❤️