Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Sekertaris Abal-Abal


__ADS_3

Tiba Dimana Dara akan memilai pekerjaan barunya..


Dara sudah bersiap diri, memakai pakaian yang sedikit formal dengan blaizer berwarna nude dengan list hitam di setiap tepinya membuat tampilan Dara terlihat sederhana namun elegant.


"Ayo, sarapan dulu supaya lebih semangat.." kata Ibu dengan antusias.


"Apa kamu berbeda kantor dengan adikmu, Dara?" Tanya Ayah memberi sebuah pertanyaan spontannya.


"Berbeda ayah.. Aku di selatan sementara Zhufar di Barat.. " ucap Dara .


"Iya lebih jauh kaka yaa" kata Zhufar menimpali.


Dara hanya mengangguk mengiyakan.


"Lalu kamu berangkat naik apa? Hemm apa kamu di antar sama Gustaf?" Kata Ayah kembali bertanya.


Dara terkekeh kecil..


"Ayah ini lucu sekai, semua serba di kaitkan dengan Mas Gustaf..." kata Dara mencoba santai menimpalinya.


"Nanti Dara ada pak Bagas menjemput di jalan depan" santai Dara menyambung ucapannya sambil mengambil nasi goreng beserta telur mata sapi.


"Pak Bagas?" Ucap kaget ibunya hinga beradu lirikan dengan ayah juga Zhufar..


"Dara.. apa kamu benar----???" Ucapan Ibu tertahan karena ucapan Dara..


"Buuuu.." Dara memotong ucapan ibunya.


"mari sarapan bu, soal itu nanti Dara ceritakan ya?" Santai Dara.


Sarapan nasi goreng dengan lalapan pertanyaan, nikmatnya.. Kata batin Dara terkekeh menikmati nasi goreng buatan ibunya.


Usai makan pagi, Dara berjalan bersama dengan Zhufar.. Dari beberapa jarak Dara sudah melihat mobil Bagas berada di tepi jalan terparkir.


Bagas keluar dari mobilnya menyambut Dara Juga Zhufar.


Wow.. berbeda ya penampilan Pak Bagas memakai pakaian kerja, lebih gagah dan berwibawa.. cocok sih sama kaka, keren begini..


"Pagi Pak.. "sapa Zhufar dengan ramahnya.


"Pagi Mas, sudah lama kah?" Tanya dara sedikit mengundang Perhatian Zhufar .


Mas?? Wow secara spesial kah kak Dara memanggil pak Bagas dengan sebutan Mas..


"Pagi.. zhufar bagaimana pekerjaanmu disana? Nyaman?" Tanya bagas membuka pembahsannya.


"Allhamdulillah pak, semua baik-baik dan mau membimbing saya.." kata Zhufar membuat Bagas senang.


"Allhamdulillah, syukurlah.. lalu, kamu ke kantor naik apa?" Tanya Bagas.


"Dia naik angkutan umum mas.. hanya satu kali naik sampai" kata Dara menjawab.

__ADS_1


Apa Dara tidak memiliki kendaraan meski hanya sepedah motor, ya? - Bagas membatin.


"Kalo begitu Saya pamit ya, pak, kak?" Kata Zhufar dengan spontannya.


"Iya hati-hati .. semangat" ucap Dara, sementara bagas masih termenung memikirkan Zhufar.


"Mas mau berangkat sekarang?" Tanya Dara.


"Hem iya iya.."


Perjalanan yang cukup ramai, perjalanan Bagas dan Dara pun sedikit menyita waktu mereka, Selama perjalanan Dara banyak bercerita pada Bagas tentang Gustaf.


Awalnya Bagas merasa kecewa karena Dara masih saja menutupi hubungan mereka, namun Dara masih memiliki alasan yang cukup masuk akal bagi Bagas, sehingga Bagas dapat memakluminya saat itu.


"Tapi jika tiba-tiba aku melamarmu, bagaimana?" Tanya Bagas membuat Dara terkejut.


"Cepet banget.. baru juga pacaran" kesal Dara.


"Aku kan juga pengen kaya orang-orang malam minggu ngedate, makan malam.." kata Dara dengan lucunya mengundang tawa Bagas.


"Kalo begitu aku akan buat setiap malam adalah malam minggu kalo kita sudah menikah" Ucap Bagas terkekeh.


"Hemm.. gak gitu juga kali, mas.. kan mau ngerasain lain lain.. masa mas ga paham sih" kesal Dara yang juga sulit mengungkapkan apa yang selama ini ia inginkan.


"Iya aku paham.. ya sudah ayo turun.. ikut aku" kata Bagas sambil keluar mobilnya.


Dara menatap dengan pandangan takjubnya melihat gedung menjulang tinggi dengan aksen simple yang membuatnya terlihat sangat mewah.


Duh aku di taro di divisi mana ya? Kira-kira aku akan se sibuk apa nantinya yaa.. Dara membatin penuh riang .


Jadi ingat saat aku bekerja bersama susan, kita selalu bahagia kalo satu shift yang sama.. oh iyaa di dekat sini ada warteg ga ya .. aku rindu sekali dengan makanan warteg.. Dara membayangkan penuh dengan keseruan.


Hingga langkah Dara sedikit meragu saat ia keluar lift yang di sambut oleh dua satpam bertubuh tinggi kekar.. Lalu Dara bingung saat Bagas masuk kedalam ruangan berkaca..


"kenapa diam? Ayo masuk!" Kata Bagas menarik pintunya hingga terbuka lebar. Dara menoleh ke kanan dan kiri.


Kenapa hanya ada dua ruangan.. itu ruangan siapa?? Batin Dara.


"Kok sepi.. kok ada foto keluargamu? Apa ini??" Dara memiliki firasat yang kurang enak saat itu.


"Yaa ini ruangan aku.. sekertarisku, dan juga pakan alex ada di ruangan depan tadi dekat satpam lift.. tidak sembarang orang bisa mengakses lift sampai di lantai ini.. " kata Bagas menjelaskan.


"Lalu dimana karyawan lain bekerja??" Tanya Dara heran.


"Yaa di lantai satu sampai sembilan.. di atas ada satu lantai lagi, juga ada rooftop.. " ucap bagas menjelaskan.


"Lalu, dimana aku bekerja?" Tanya Dara to the poin, karena merasa bingung.


"Disini,, diruangan ini" kata Bagas hingga Dara terkejut seketia.


"Apa-apaan ini, kenapa aku disini???" Kesal Dara saat semua ekspetasinya mulai tak sesuai.

__ADS_1


"Yaa Karena kamu akan menjadi asisten pribadi saya disini.. keren kan?"


"Pacarku Bos aku juga" ucap Bagas sampai tertawa membuat Dara sangat jengkel di buatnya.


"Kamu keterlaluan mas, aku ga menyngka kamu menjadikan aku sekertasis abal-abal seperti ini" kata Dara sangat kesal , wajahnya membuat Bagas tertawa.


"Aku tidak ada pengalaman di bidang ini, aku buta sekali" tambah Dara ..


"Ih kamu seperti anak kecil saja, merajuk begitu " kata Bagas tanpa memikirkan kekecwaan Dara .


"Kamu tau gak sih, aku sudah membayangkan akan memiliki banyak teman disini, jam istirahat aku bisa makan bersama teman-temanku di warung makan bersama.. tapi? Nytanya?!! Ahhh aku kesal sekali!!"


Dara benar - benar kesal ia membanting dirinya duduk di sofa.


"Enak saja!! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lah.. aku sudah katakan kan? Aku akan menjaga mu sesempurna mungkin , agar kamu tidak sampai hati untuk menyakitiku" kata Bagas mendekati Dara.


Ia duduk di samping Dara yang tengah menekuk wajahnya..


benar-benar menjengkelkan.. Kesal Dara .


"Tapi mas...."


"Sudah jangan banyak protes, aku tidak suka kamu banyak protes.. kamu banyak protes aku akan melamarmu besok, mau?" Kata Bagas mengancam Dara.


"Ih sembarangan deh, memang melamar anak gadis seseorang itu seperti membeli cabai" kesal Dara.


"Makanya jangan banyak protes.. sini kecup dulu" Bagas mendekatkan wajahnya ke arah kening Dara memberikan kecupan yang membuat Dara seketika merasa tersetrum aliran listik tegangan sedang..


"Merindinggg" ucapnya pelan.


Bagas terkekeh..


"Dekdekan jugaaa" tanbah Dara memegang dadanya.


Bagas masih terkekeh.. "itu baru kecupan di kening belum di tempat lain.. " kata Bagas sambil tertawa dan beranjak menuju meja kerjanya.


"Tempat lain??" Ucap Dara.


"Sudah lupakan saja" kata Bagas.


Tahan bagas .. tahan.. tunggu halal.. Bagas membatin sambil berjalan menjauh Dari Dara..


*


*


*


Tahan dulu ya Guys.. lanjut besok oke? Aku up malam-malam karena baru sempet 🙏🏻🙏🏻


Yang sudah like komen dan rate, juga gift.. TERIMAKASIH YAA.. KEBERKAHAN MELEKAT PADA DIRI KALIAN 💋

__ADS_1


__ADS_2