
Dara terkejut saat mendengar suara keributan, bergegas Dara meninggalakan Zaidar yang terlelap dalam tidurnya seorang diri.
Dara memasang telinga, mendengarkan dengan penuh keseriusan.
"Bullshit!! aku tidak mempercayai kamu bisa melepas cintamu untukku" Suara itu membuat Dara sangat ketakutan, suara yang tinggi dan cukup membuat Dara mengusap dadanya.
"Nyatanya memang begitu, aku akan membuat Bagas kembali menyayangi aku... aku akan merubah semua kesalahan yang pernah aku perbuat.." kata Mawar yang terdengar sudah sangat gugup.
"Jangan kamu membuat aku murka, Mawar.." kata Rega.
"kenapa harus murka? kenapa? kamu lucu sekali, Rega.. " kata Mawar yang sudah gemetar menahan tangisnya.
"Aku tidak akan segan-segan melakukan apapun itu, kamu percaya aku kan??" Rega nampaknya penuh dengan amarah, sosok Rega yang di kenal sebagai sosok yang harmonis nyatanya begitu menyeramkan saat itu.
"Apapun? apa yang mau kamu lakukan?? hah? membunuhku???? BUNUHH!!!! BUNUH SAJA AKU!!" Teriak Mawar histeris sambil menabrakkan pelan kursi rodanya do arah kaki Rega.
"Bodoh!!!!! sungguh bodoh" kata Rega membentak Mawar.
Dari lantai dua, Dara sudah gemetar.. ia membuka ponselnya, mengirimkan pesan singkat pada Alex.
"Aku tidak akan menyakitimu, Ada Bagas dan Zaidar yang lebih menarik imaginasi ku, Mawar" Ucapan Rega membuat Dara terkejut panik.. Dengan cepat ia mausuk ke kamar zaidar , menutup pintunya cukup kencang hingga Mawar dan Rega yang berada dibawah mendengar hentakan pintu itu.
"HAHAHA... bagaimana? mawar.." kata Rega tertawa lepas.
"Rega!! jangan macam-macam kamu!! Regaaaaaa"
Panik, yaa Mawar begitu panik saat Rega meninggalakan nya di lantai satu untuk naik ke lantai dua.
"Rega ... pelase Rega, jangan sakiti anakku...!! Regaa"
Mawar hanya bisa berteriak saja, memohon pada Rega yang mulai menaiki anak tangga.
Dara gemetar beridiri di balik pintu, ia kembali memastikan bahwa pintu kamar itu sudah terkunci.
Gemetara tangan Dara mencari nomer ponsel Bagas, ia benar-benar ketakutan saat itu.
Rega mengetuk pintu dnegan cukup kencang, sementara Dara masih menunggu Bagas menerima panggilannya.
Hallo pak, Bapak... pulang pak.. saya takut..
Dara benar-benar ketakutan saat ia menyadari Rega benar-benar dalam keadaan marah.
Dari kejauhan sana, Bagas mendengar suara ketukan pintu yang kencang di iringi suara Rega yang memanggil ziadar berulang kali.
Bagas menghentikan rapatnya, bergegas ia berlari meninggalkan rapat yang sedang ia pimpin, Alex pun mengambil alih menyudahi rapat tersebut lalu menghubungi beberapa orang kepercayaan nya untuk datang ke apartemen Bagas guna berjaga, melindungi Bagas.
"Bukaaa! Atau saya akan dobrak" teriak Rega.
"Rega cukup Rega, jangan kamu sakiti siapapun itu! cukup Rega!!" Teriak memohon Mawar di bawah ujung anak tangga paling bawah.
Dara semakin kebingungan saat Zaidar terbangun dari tidurnya saat itu.
__ADS_1
"Tante, Tante ini kenapa?" Zaidar terkejut melihat Dara yang nampak panik ketakutan.
"Tante... itu om Rega ingin masuk, Tante" kata Zaidar yang mengenal suara khas Rega.
"Ssttt diam ya sayang, diam..."Pinta Dara pada Zaidar.
"Dara!! Bukaa!!! Atau saya akan lebih kasar dari ini" kata Rega dengan penuh kekesalan, suara itu semakin membuat Dara ketakutan.
"Tante ada apa? Zai takut" ucap Zaidar.
Mendengar itu Dara mendekat cepat ke arah Zaidar lalu memeluknya.
"Kita harus tenag, jangan takut.. ada Tante Disini ,y?" kata Dara mendekap erat tubuh Zaidar.
Ponsel dara kembali berdering.
iya, pak...
Bagaimana keadaan Zaidar? dimana dia?
Zai bersamaku saat ini, hanya mbak mawar saja yang berada dibawah..
Astaga apa yang Rega lakukan, baiklah aku akan segera sampai...
Dara terus memeluk Ziadar hingga ia tidak lagi mendengar suara Rega berteriak, perasaan Dara bukan tenang, tetapi terasa semakin panik.
Astaga.. apa ya yang pak Rega lakukan, apa dia melukai mbak Mawar, bagaimana ini?? aku harus apa?? Dara membatin penuh ketegangan.
"Tapi aku takut Tante, om Rega sepertinya sedang marah besar..." ucap Zaidar merasakan ketakutan yang juga Dara rasakan.
Dara berfikir sejenak, pandangannya terfokus pada kamar mandi.
"Zaii, kamu percaya Tante kan??" Dara berbicara tepat di hadapan wajah Zaidar, Dara meyakinkan Zaidar dari tatapan mata mereka.
Zaidar mengangguk..
"Zai masuk kedalam kamar mandi ya? Tante akan kunci Zai dari luar, nanti akan Tante buka jika keadaan sudah aman.." Dara berbicara penuh keyakinan, meski ada rasa takut si hatinya.
"Baik Tante, Zai mau.." Kata Zaidar.
Dara menarik kursi belajar Zaidar meletakkannya di dalam kamar mandi, memberi satu botol air minum untuk Zaidar.
"Zai duduk disini yaaa, kalo Zai merasa cukup gugup, minum ya nak..." lembut Dara berbicara pada Zaidar agar ia tak merasa ketakutan.
"Baik Tante.. " ucap Zaidar.
Dara mengunci Zaidar di dalam kamar mandi, lalu ia memasukan kunci itu ke sakunya. Tak lupa Dara mengunci kamar Zaidar sebagai perlindungan double.
Dara mendengar teriakan meminta tolong, suara itu khas adalah suara Mawar.
bergegas Dara turun mendekati sumber suara.
__ADS_1
Dara melihat sosok Mawar yang sudah berbaring di sofa berhadapan dengan Rega Yang berpempilan sudah sangat kacau.
"Pak Rega, Stop!" Tegas Dara mulai berani.
Benar-benar gila..
batin Dara.
"Haha..Wow Dara, kamu nantang ya? " ucap Rega mencoba mendekati Dara, berjalan perlahan.
"Rega, jangan gila kamu Rega!!!" Teriak Mawar yang merasakan sakit pada dadanya.
Dara melihat Dara memegang dadanya, Apa yang dirasakan Mbak Mawar ya? Batin Dara.
Namun fokus dara beralih pada Rega yang semakin mendekat membawanya pada sudut tembok.
"Pak Rega, bapak mabuk ya? bapak jangan gila pak, Sadarrrr" kata Dara penuh rasa ketakutan.
"HAHAA...Aku mabuk Cinta, Cintaaa" Rega berteriak tertawa, disitu Dara yakin bahwa Rega dibawah pengaruh alkohol.
Rega berada dekat dengan Dara, Rega hendak mencium Dara setelah berhasil mengunci tubuh Dara.
"Pak... jangan pak" Dara menahan tubuh Rega dengan tangan mungilnya.
"Rega Stopp.. kamu gila Rega.." teriak mawar yang sudah menangis sejak tadi.
Brakkk!
Semua terkejut, termaksud Rega.. Dua pria datang dan masuk ke dalam apartemen itu dengan mengejutkan, hingga Rega terlihat lengah karena fokus pada kedatangan dua pria itu dan Dara bergegas berlari ke arah Mawar. Dara memeluk Mawar, begitu pula dengan mawar yang erat memeluk Dara.
Beberapa pria berbadan besar mengunci tubuh Rega hingga Rega berteriak dan berkata kasar..
"Mbak.. apa mbak merasakan sakit? mbak mawar pucat sekali, kita kerumah sakit yaa? mau ya mbak?" kata Dara begitu panik, Dara melihat jelas bagaimana Mawar memegang dadanya dengan raut wajah seperti menahan kesakitan.
"Dara..." Bagas baru saja datang mencari sosok dara dengan menyebutkan namanya.
*Mas Bagas, kamu sangat khawatir terhadap Dara...
apa kamu memendam rasa untuk wanita ini*...
pilu Mawar membatin..
*
*
*
Hai semua... Apakabar?
Jangan lupa dukungan kalian yaa, like komen dan vote sebagai dukungan gratis yang bisa kalian gunakan, atau bisa juga Gift kopi atau bunganya ..
__ADS_1
TERIMAKASIH LOVE ❤️