Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 12


__ADS_3

"Pak...." Dara berontak melepas dekapan Bagas kala itu.


Dara yang langsung melepas pelukan itu menjauh dari Bagas, bergegas ia menuju ke kamarnya.


Nafas Dara terengah-engah..


"Gila... dekdekan..." ucap dara memegang dadanya.


"aku takut pingsan.. yampun" tambahnya dengan nafas terengah-engah ia berjalan menuju ranjangnya..


"Astaghfirullah... matanya pak Bagas kebayang jelas di mataku" kata Dara sambil mengusap matanya dengan sedikit kasar.


"Merinding" tambahnya melihat bulu halus di kedua tangganya bangkit.


"oh Tuhan .. aku kenapa?? merinding, dek-dekan dan kebayang juga wajah pak Bagas .."


"Bisa gila aku lama-lama kalo begini" ucap dara, ia bergegas keluar kamar menuju kamar mandi, ia mencuci wajahnya berulang-ulang. Dara mulai tenang, fokuslah dara kali ini dengan tas ranselnya, Dara hendak merapihkan beberapa pakaiannya untuk ia bawa ke rumah orang tuanya.


Di Tempat Lain..


Bagas terlelap di atas sofa, sambil sesekali ia menyebut nama yang tak lain adalah mawar.


kamu benar-benar jahat .. kamu itu bunga mawar yang benar-benar menipu, mengelabuhi ku dengan indahmu, tapi hahaha tapi kamu menusukku.... kamu bungaku bukan bunga baginya.. kamu juga menusukku tidak menusuk nya...


Bagas berteriak namun tak ada satu orang pun yang menggubrisnya.


*


Pagi hari tiba..


Dara sudah siap hendak memanfaatkan liburnya untuk menjenguk kedua orang tuanya.. meski berada di kota yang sama, namun Dara terpaksa harus berbohong, seolah-olah dirinya bekerja di luar kota dengan posisi yang lebih baik.


"Tante... Tante mau kemana?" tanya Ziadar saat Dara memakaikannya baju usai memandikannya.


"Tante mau libur sebentar lusa Tante kembali lagi, ya?" kata Dara sambil tersenyum.


"Kenapa ada libur? apa papa mengizinkan?" kata Zaidar dengan kesalnya


"papa? hemm paapa sudah mengizinkan nya kok.." ucap dara sedikit ragu, pikirannya langsung teringat pada kejadian semalam antara dirinya dan Bagas.


"Kenapa bisa papa mengizinkan??" kesal Zaidar ia langsung saja berlari keluar kamarnya mencari Dimas di sekeling rumahnya.


Teriakan Zaidar membuat Bagas yang masih tertidur di atas sofa dengan penampilan kacaunya perlahan membuka matanya..

__ADS_1


"Papahhhhh.... " Terkejut Zaidar melihat ayahnya berada di atas sofa dengan penampilan yang berantakan ..


Dara menyusul datang..


"Zai.. kau belum merapihkan rambut--muuu" kata Dara berjalan cepat membawa sisir .. lalu ia menahan ucapannya sedikit saat melihat Bagas yang masih berada di atas sofa dengan kacaunya.


"Papa? are you oke? kenapa papa seperti orang yang tak mandi lima hari, hekk jelek sekali" polos Zaidar berkata membuat Dara ingin sekali melepas tawanya.


Bagas gugup..


"Hemm... hmm yaa ini , ini karena papa semalam ...."


Mana mungkin aku bilang aku mabuk.. ah sial sekali pagi ini... - Bagas menahan penjelasannya pada Zaidar lalu membatin kesal.


"Semalam, papa pulang larut.. kerjaan papa banyak jadi papa tertidur disini tanpa mandi" kata Bagas membuat puteranya mengerutkan keningnya.


Zaidar nampaknya lebih tertarik menanyakan perihal waktu libur Dara.


"Papah.. kenapa papah membiarkan Tante Dara libur? siapa yang menemaniku main?" kata Zaidar sedikit kesal.


Bagas melirik ke arah Dara, Dara pun tertunduk merasa malu dengan tatapan Bagas.


"Karena Tante Dara memang perlu libur, perlu istirahat.." kata Bagas menjelaskan.


Wajah Zaidar nampak murung seketika.


Dara dan Bagas saling melempar pandang kala itu.


"Hemm Zai, bagaimana kita ke rumah omah? mau kah?" tanya Bagas.


"Tidak... aku tidak mau!!" kata Zaidar sambil berlari kencang menuju kamarnya.


Dara memanggil namanya berusaha mengejarnya.. Namun Bagas tiba-tiba menarik tangan Dara, hingga langkahnya terhenti.


"Biar saya yang bicara.. jika kamu ingin pergi, pergilah dan hati-hati." kata Bagas lalu ia berjalan meninggalkan Dara yang masih mematung diam.


Dara menjadi bingung seorang diri, apa yang harus ia lakukan saat itu?.


Aku gak tega meninggalkan Zaidar, tapi aku juga rindu sekali dengan ayah dan ibu.. aku harus apa? .q


Dara terdiam sejenak, lalu Dara memutuskan untuk menuju ke arah dapur, disana dara menyempatkan diri membuat sarapan untuk Bagas juga Zaidar.


Menurut Alex, seorang Art yang sudah sangat di percaya Bagas akan kembali datang besok, dara sedikit lega.. setidaknya pekerjaannya sedikit ringan kemudian.

__ADS_1


Dara membuat ansi goreng seafood dengan beberapa bumbu yang tentu saja ia lihat dari sebuah aplikasi memasak yang menyediakan ribuah resep masakan.


Dara meletakkannya di atas meja makan, merasa khawatir dengan Zaidar, dara melangkah menuju kamar Zaidar.


Dara menahan langkahnya saat Bagas yang sudah mandi dan berpakaian santai tengah memeluk Zaidar.


"Papa akan memberi tahu kamu saat kamu sudah cukup memahami keadaan ini, sekarang tugasmu hanya belajar dan menjadi anak yang baik.. " ucap Bagas.


Hemm.. apa yang mereka perbincangkan yaa?? apa pertanyaan ku pada Zai tadi menajdi pembahasannya juga pada pak Bagas??? malu sekali aku jika pak Bagas mengetahui kalo aku terlalu kepo dalam urusan pribadinya... Dara membatin, seketika jantungnya menjadi berdegup kencang kala itu.


"Tanteeeee" zaidar melihat sosok Dara dari selah pintu yang tidak sempurna tertutup.


"Zai..." Dara nampak gugup.


Sejak kapan dia disana?? Batin Bagas.


"Zai, Pak.. dibawah sudah ada nasi goreng.. kalian mau sarapan kapan?"


"Hemm .. kita sarapan dulu yuk." ajak Bagas pada Zaidar, sikapnya masih saja cuek terhadap Dara.


"Zai mau di suapin Tante Dara..." pinta manja Zaidar.


"Dengan senang hati. . ." kata Dara tersenyum lepas.


"Papa gendong Zai di belakang.. " tambah Zaidar manja.


"Baiklah, ayok" kata Bagas dengan wajah senangnya.


Bagas yang menggendong Zaidar memimpin jalan, Dara yang mengekor tersenyum tipis.. Pak Bagas nampak hangat bila seperti ini.. tapi kalo udah sama aku sama Alex, kenapa dingin seperti es balok ??


Dara duduk di samping Zaidar.. dengan telaten dara memberi suapan demi suapan untuk Zaidar.


Bagas secara diam-diam memperhatikan gerak dan gerik dara yang terlihat tulus memperlakukan Zaidar.


Mawar... andai kamu tahu harapanku.. aku berharap kamu yang bersanding duduk di samping Zaidar.. Bagas membatin dalam lamunannya..


*


*


*


huh... yuk like komen dan vote nya ☺️

__ADS_1


__ADS_2