Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 14


__ADS_3

Malam Minggu, ah sepertinya malam ini menjadi malam yang banyak di nantikan kaum muda untuk sekedar berkencan.


Malam Minggu Malam Yang Panjang, Paling Asyik Buat Pacaran...


Begitu sepenggal lirik lagu.. Tapi bagi para kaum jomblo pasti pedih bila mendengarnya... Yaa bagaimana tidak, kaum jomblo memilih mode rebahan sambil meratapi kepedihan menatap ponsel sepinya melihat banyaknya unggahan sejoli menikmati malam yang panjang.. hehehe "Sabar ya Mblo, ini godaan terberat Lo.." hihihi


Sudah yaa hehehe, tipis-tipis kita intermezo ya... Mari kita masuk alurnya Mbak Dara...


*


Dara duduk di teras rumahnya yang berukuran kecil, dari balik pagar hitam dara melihat beberapa sejoli berpakaian rapih jalan bersama Lulu lalang ..


Dara melempar senyumnya..


Kalo aku punya kekasih, apa bisa menikmati malam Minggu seperti mereka?? hemm aku jadi sedih rasanya..


Dara kemudian tersentak saat bunyi klakson motor serta sorot lampu yang menganggu pandangannya.


"Daraaaaaa" Teriak seseorang dari kejauhan sambil mendekat beriringan juga dengan nyaringnya suara klakson.


"Susaaaannn... ah Lo membuyarkan lamunan gue" kata Dara kesal meski hatinya nampak riang kala itu.


"Melamun apa? pasti melamun jorok ya?" kata Susan sambil melepas helm nya, lalu ia mendekati Dara masuk ke teras.


"Iyaa, melamun Lo lagi ngupil" kesal Dara.


"ih... Lo kayaknya putihan ya dua pekan ga melihat Lo" kata Susan melihat wajah Dara yang nampak bersinar lebih cerah.


"Ya Lo banyangin dong, gue ga kena cahaya matahari.. full gue di ruangan berAc, mana ada gue ngejar-ngejar angkot" kata Dara sedikit berbisik.


"Hmmm... Ayah dan Ibu, gimana? .. belum tahu?" ucap Susan tak kalah berbisik, sambil celingukan..


"Sssttt..." Dara menempelkan telunjuknya persis di tengah bibir Susan.


"Sial, bau apa tangan Lo??" Susan menepis tangan Dara.


"Haha, bau sambal terasi" Dara terkekeh aroma Khas terasi masih melekat di jemarinya, membuat Susan menyunggingkan bibirnya kesal.


"Jangan bahas pekerjaan, ibu dan ayah belum tahu pekerjaan asli gue... tapi disana gue dapat bonus yang bisa gue kumpulkan, untuk membeli obat ayah" kata Dara pelan.


"Tenang saja.. mulut gue aman asal kenyang" Kata Susan menarik turunkan alisnya sambil mengusap perutnya.


"Dih, sana ke dapur.. sambal terasi dan tempe goreng yang tersisa" kata Dara terkekeh.


"Tega banget Lo, gue dari kantor loh ini .. laper" kata Susan memelas.


Di tengah canda tawa mereka, Ayah Dara datang selepas acara taklim nya di Musholah terdekat, Beliau datang bersama seorang pria, dia adalah Gustaf.


"Nah pangeran berkuda putih Lo datang" goda Susan.


"Assalamualaikum" kompak kedua pria itu mengucap salam.


"Waalaikumsalam..." sambut kedua wanita yang tengah duduk di teras.

__ADS_1


Susan menghampiri Ayah Dara untuk memberi salam hormatnya.


"Susan, sejak kapan?" tanya Ayah Dara.


"Baru saja, om.." Jawab Susan sambil melempar senyum.


"Yasudah nah Gustaf, ngobrol saja sama Dara dan Susan, saya mau masuk ganti baju" ucap Ayah Dara berucap pada Gustaf.


Dara sedari tadi hanya diam mematung, mengingat perkataan ayah dara sore tadi.


"Om... hemm Tante masak sambal terasi ya?? boleh Susan icip?" Tanya Susan membuat Dara mengetahui akal licik Susan.


"Laper om..." Susan memasang wajah melasnya sambil mengusap perutnya.


"Tentu, masuk yuk lauk pauk juga masih ada, ada ayam goreng" tambah Ayah dara membuat Susan meraih kemenangannya.


Sebelum Susan masuk kedalam, ia berbisik pada Dara...


"Kalau begini, gue lebih baik makan tempe goreng dan sambal terasi" Goda Susan...


"Ada ayam goreng" tambah Susan terkekeh puas membuat Dara meregang kesal.


Susan masuk, Dara kali ini hanya berdua saja di teras terbukanya. Gustaf melempar senyumnya.


"Silahkan duduk, Mas.." kata Dara salah tingkah.


"Makasih..." ucap guestaf sambil duduk.


"Hemm mau minum apa??" tanya Dara.


Suara teriakan Susan membuat Dara semakin jengkel kala itu, namun Dara berusaha membalas senyum Gustaf kala itu.


"Apa kabar, Dara?" tanya Gustaf membuka pembahasan.


"Baik.. Mas.. hehe" Dara salah tingkah, namun gelagatnya seperti orang yang tengah menahan rasa ingin buang air kecil.


"kenapa, dar?" tanya Gustaf


"ahhh.. gapapa... hemm mas Gustaf dari mushola ya?" tanya Dara menjadi kaku.


"Iya , kok Dara Tau" tanya Gustaf dengan nada sumringah.


"Kan pake baju Koko, Masa dari pasar malem.. kan lucu" kata Dara dengan konyolnya membuat Gustaf terkekeh.


"Hemm.. kamu ini Dar, bikin saya jadi malu.. " kata Gustaf membuat Dara ingin mencekik dirinya sendiri.


Gue kenapa jadi salah tingkah gini.. boleh pura-pura pingsan ga?? - Ucap dara membatin..


"Oh iya.. kamu pi dah kerja kok ga cerita, Dar?" Tanya Gustaf membuka pembahasan baru.


"Hemm iya mas, mendadak di tugaskan nya.. " kata Dara.


"Memang dara masih mau bekerja ya?" kata Gustaf membuat jantung dara berdegub cepat.

__ADS_1


Aduh... nanya nya kok ke sana ya? ini mas Gustaf kalo bisa gue terobos jalan pikirannya pasti dia mau ngomongin masalah ... Nikah? - Dara benar-benar gugup jantungnya berdetak cepat, kakinya pun bergetar seolah ia sengaja menggerakkan kakinya.


"Masih donk mas.. masih panjang cita-cita Dara, masih mau nyenengin ibu dan ayah" kata Dara dengan alasan lazim seorang anak.


"Oh begitu..." Gustaf menjawab seolah patah semangatnya.


"Padahal Mas, mau loh kalo kita sama-sama berjuang membahagiakan kedua orang tua kita" kata Gustaf dengan beraninya.


Dara berusaha tenang..


"Eaaaaa... uhukkk ...Abang seperti Limbat saja jago menggombal" goda Dara dengan konyolnya membuat Gustaf berbalik malu dengan celotehan Dara.


Susah sekali kamu dara.... Batin Gustaf.


Dari dalam rumah, Dara mendengar suara Susan tengah tertawa..


Dia pasti menertawakan aku.. - Batin Dara..


"Hahaha Limbat mana bisa menggombal woy, Burung hantu suruh menggombal.. " Teriak Susan lagi membuat Dara membualatkan matanya kesal.


Gustaf ikut terkekeh..


Bodohnya aku, kenapa tak terfikir kalo Limbat memang tidak pernah beruara yaa... - Gustaf terkekeh sambil tertunduk malu..


Tak lama Ayah Dara keluar sambil terkekeh mendengar kedua ya bercakap kaku.


Satu jam Gustaf berada di kediaman Dara, bercerita tentang banyak hal tanpa menyingung soal perasaannya lagi terhadap Dara.


"Legaaaaaaa... " kata Dara usai Gustaf memutuskan pulang.


"Hahaha lu bener-bener uhuy" kata Susan memberi acungan jempol.


"Limbat Lo bilang jago gombal.. sunggu grogi membawa kita dalam kebodohan" kata Susan terkekeh puas.


"Puas Lo... bikin gue banjir keringat saja" kesal Dara.


Dara kemudian melihat ponselnya yang sejak sore dalam mode silent.


Dara tercengang saat melihat 17 panggilan tak terjawab dilayar ponsel nya , di sertakan beberapa pesan masuk yang juga banyak terlihat.


Dara terlihat panik saat itu entah apa yang terjadi pada Bagas dan Alex sampai menghubungi nya berkali-kali..


*


*


*


Like


Komen


Vote

__ADS_1


dannnnn Rate 5 bintangmu yaaa🥰


__ADS_2