CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Nasi Goreng Tamparan


__ADS_3

"Baiklah semua, dengarkan menunya dulu. Apel panggang renyah, Salad ayam, Macaroni seafood, Gumbo brokoli, Nasi goreng seafood spanyol, semuanya sudah paham?". Teriak kepala koki membaca menu pesanan di dapur hotel.


"Sudah...". Jawab semua koki.


"Siapkan hidangan!".


"Baik...".


Dengan santainya Gu She Na masuk kedalam dapur hotel, tidak merasa bersalah karena datang begitu telat. Dengan lantang berteriak....


"Aku datang...".


"Gu she na, kamu menganggap dirimu manager ya?. Datang begitu telat. Cepat mulai kerja". Tegor koki senior. " Potong bawangnya, kupas kentangnya dan bersihkan udangnya". Perintah koki senior meletakkan 1 keranjang besar bawang, 1 keranjang besar kentang, dan 1 baskom besar udang ke hadapan She na.


Melihat sebanyak itu, She na serasa mau pingsan. Dengan menghela napas panjang, dia menyemangati dirinya sendiri dengan senyum paksa. "Baiklah, tidak masalah". Ucapnya mendorong semua bahan masakan ke dapur bagian dalam untuk di kerjakan.


Kepala koki melirik She na dengan senyum menyeringai, dia memang tidak menyukai She na.

__ADS_1


"Perhatikan semuanya". Kepala koki tepuk tangan dua kali. "Aku dengar bahwa hari ini hotel kita kedatangan tamu VIP. Dia adalah bos besar di belakang kita. Kelak akan menjadi investor terbesar di hotel kita. Jika dia melihat kalian bersikap malas dan tidak dapat di andalkan, saat dia tiba di hotel kita, dia pasti akan memecat kalian". sambung kepala koki.


"She na, siang nanti kita masak diam-diam yuk!". Ajak Da Guo temannya.


"Aku sangat sibuk, tidak ada waktu". Jawab she na tanpa melihat temannya sambil mengupas kentang.


"Masak nasi goreng tamparanmu, hanya perlu beberapa menit saja". Bujuk Daguo.


"1 menit cukup untuk mengupas 5 kentang. Beberapa menit adalah pekerjaanku satu baskom kentang. Lagipula, jika, ingin makan, kamu tidak bisa masak sendiri' ya?". Jawab she na acuh.


"She na, nasi gorengmu memang enak. Aku,, juga ingin makan". Ucap koki Wang.


"Jika, semuanya ingin makan, aku pergi siapkan bahannya dulu". Kata she na melihat temanya dengan senyum liciknya.


"Baik, kita harus masak di gudang. Jangan sampai koki Yu tau dan melaporkannya pada manager". Usul Daguo.


"Benar,benar,benar, masih pikiranmu sangat cermat. Pegang ini, bantu aku kupas sampai habis 1 keranjang". Ucap she na memberikan pisau kupas, dan kentang lalu pergi.

__ADS_1


"Baik..., eh, kenapa aku membantunya kupas?". Daguo melihat pisau dan kentang di tangannya. "Heh,, tidak masalah, demi nasi goreng tamparan". Ucapnya membayangkan nasi goreng tamparan yang sangat enak.


Di dalam gudang, she na menyiapkan bahan untuk masakannya. Wortel di potong dadu kecil, Kacang polong direbus, mengupas udang, dan telur. She na memasak nasi goreng tamparannya dengan semangat. Setelah selesau masak she na menatanya di piring dengan irisan daging ham dan telur rebus setengah matang.


"waaa... Harum sekali. Akhirnya nasi goreng tamp....". Ucap Daguo di sela She na.


"Tunggu sebentar,, masih kurang satu rasa!".


"Aduhh, tidak perlu begitu ribet". Sahut Daguo.


"Aku pergi ambil dulu, jangan makan nasi yang ada di wajan, tunggu ya!!". Kata she na memberikan nasi goreng yang di piring pada Daguo dan memperingati jangan menyentuh sisa nasi goreng yang di wajan.


"Asal bisa dimakan saja. Tidak bisa makan yang di wajan, maka aku makan yang di piring". Ucap Daguo mengambil sendok mau makan nasi goreng tamparan yang sudah tidak sabar dari tadi. Baru mau menyendok, ponselnya berdering. Daguo membawa nasi goreng tamparannya di taruh di rak tempat ponsel berada. Lalu menjawab telpon. "Halo..Ma,, halo..halo...Sinyal disini kurang bagus, tunggu sebentar ya". Kata Daguo keluar dari gudang mencari sinyal lebih bagus menelpon ibunya kembali.


Di lobby hotel sudah kedatangan seorang tamu. Seorang pria tinggi tegap, rambut hitam regam, mata menatap tajam, hidung mancung, dengan setelan jas warna hitam, sepatu kulit mengkilap. Jalan memasuki lift menuju tempat yang di inginkan.


"She na, kembali ke gudang setelah mengambil bumbu rahasianya, tapi dia menemukan ada api menyala di gudang. Dengan panik dia berteriak, "Daguo...kebakaran..Daguo...kebakaran". Dia berteriak memanggil Daguo yang tadi bersamanya di gudang. Tapi tidak ada yang menjawab. Dengan panik dia mengambil kain di rak untuk memadamkan api, tapi tidak bisa. Dengan panik dan takut dia berlari ke dapur untuk mengambil air memadamkan api.

__ADS_1


__ADS_2