CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Aku Sudah Kembali


__ADS_3

"Surat Perekrutan?". Ucap she na terkejut melihat manager shen membawa 'Surat Perekrutan' ke rumahnya. "Ekhem..Kenapa tiba-tiba ingin aku kembali?". tanya she na menunjukkan wajah dinginnya, tidak mau menunjukkan kebahagiaannya di depan manager shen.


"Bukankah kamu tidak ada pekerjaan?. Bukankah kamu bilang cari kerja segampang membalikkan telapak tangan?". Sindir manager shen. "Kenapa masih berdiam diri di rumah?". Tanyanya.


"Aku suka berdiam diri di rumah. Berdiam diri di rumah, nyaman". Ucap she na dengan ketus tanpa mempersilahkan sang manager masuk.


"Xiao Gu...Hari ini aku datang untuk memberikan peluang padamu. Aku nasehati kamu, kalau bisa melangkah, cepatlah langkahi!. Kalau tidak peluang ini tidak akan ada lagi". Ucap manager sedikit mengancam.


"Karena kamu sudah mengatakannya dengan tulus, aku juga tidak akan menyembunyikannya. Kenaikan gaji 20%, kalau kamu kurang 1%.....juga bisa, hehe". Ucap she na cengengesan.


"Kalau begitu, aku juga tidak akan sembunyikan darimu. Aku kasih tau kamu, aku sudah mengaturnya dan ada kelebihan 1.000 yuan dari perkiraan kamu. Bagaimana?". Ucap manager shen menjelaskan. She na sangat senang mendengarnya, lalu berdehem kembali dalam mode sombong dengan melipat tangan di dada.


"Kelihatannya hotel XX, memang tidak menemukan koki yang lebih unggul dariku". Ucap she na dengan angkuh. Manager shen dongkol melihatnya, kalau bukan terpaksa, dia tidak akan ke rumah she na.


"Karena manager shen sudah datang berkunjung langsung, maka aku...Ck, aku dengan berat hati menerimanya". Sombongnya. Saat mau mengambil surat rekrutan dari tangan manager shen, tapi.....


"Jangan. Jangan melakukan hal yang memberatkan hati. Kalau kamu sulit melakukannya, maka kita akhiri saja". Ucap manager shen membuat She na panik.


"Siapa yang bisa enggan dengan uang, betul tidak?. Berikankan,lah!". Ujar she na merebut surat rekrutan dengan cepat dari tangan sang manager tersenyum nyengir.


"Bukankah sudah kasih kamu?". Ucap manager menautkan alis. She na melirik parcel buah yang di tangan manager shen.


"Oh..Semoga lekas sembuh!". Ucap sang manager memberikan parcel buah padanya.


"Terima kasih". Ucap she na langsung menutup pintu tidak peduli pada ucapan manager shen.


"Kalau begitu, besok bangun pagi.....". She na sudah menutup pintu dengan rapat. Sang manager menatap nanar pintu rumah she na dan berlalu pergi dengan emosi.


Keesokan harinya, she na kembali bekerja di dapur hotel XX.

__ADS_1


"Aku sudah kembali". Seru she na mengangkat dagunya ketika memasuki dapur.


"Guru Gu. Kamu, kamu kembali bekerja lagi". Ucap Daguo dengan senang. Para koki ada yang senang melihat she na kembali dan ada juga yang tidak senang melihatnya.


"Aku ingin cuti panjang untuk diriku sendiri, tapi tak di sangka hotel begitu membutuhkanku. Kemudian aku mengorbankan minat kecilku dan kembali bekerja". Ucap she na dengan sombong melirik para koki di depannya.


"Baguslah, guru Gu bisa kembali lagi. Tidak usah gombal lagi. Ting...". Ujar Daguo dan mesin menu pesanan berbunyi.


She na mengambil dan melihatnya, '<1123. Terserah>'. Pesanan dari kamar 1123. She na tersenyum nyengir. "Siapkan bahan". Pinta she na pada Daguo.


"Siap..". Sahut Daguo dengan semangat pergi mwnyiapkan bahan masakan. She na juga langsung pergi ke tempat masaknya di belakang.


"Apakah Gu she na ini punya bekingan?. Di pecat bagaimana pun, tidak bisa keluar". Ucap seorang koki senior yang tidak senang dengan she na.


"Bukankah pelanggan kamar 1123 sudah pergi?. Begitu cepat sudah dapat pendukung baru?". Timpal koki Liu di sebelah koki senior juga tidak senang dengan she na.


"Koki Liu, kalau ini kamu tidak akan tau. Anak gadis sekarang mencari rumah mertua, kecepatannya itu sangat menakutkan. Aku kasih tau kalian, Gu she na ini, berbeda dengan yang dulu". Ucap koki Wang membuat dua koki yang tidak senang she na penasaran.


She na sudah selesai membuat makanannya dan dia sendiri yang mengantarnya ke kamar 1123. Setelah sampai di depan kamar 1123, she na menghela nafas panjang lalu menekan bel.


"Hidangannya sudah tiba. Tak di sangka sekarang hanya menulis kata 'Terserah', benar-benar bisa memesan makanan. Terima kasih". Ucap seorang pria membuka pintu, she na tidak mengenalnya. Dia terlihat kecewa dan melirik ke dalam ruangan.


"Nona, kamu kenapa?". Tanya pria itu melihat she na diam saja.


"Oh, halo..Silakan menikmati!". Ucap she na memberikan nampan makanannya.


"Baik, terima kasih". Ucap pria itu menutup pintu.


She na terdiam sebentar menatap pintu kamar 1123, menghela nafas berlalu pergi dengan lesuh.

__ADS_1


#


"Halo..Direktur Li, kali ini aku sudah selidiki dan mengerti. Bos kita kali ini pulang demi.....". Bisik Meng xin jie di telpon melapor pada Li Man.


"Memesan tiket pulang ke swiss. Besok". Sela presdir Lu jalan melewati asistennya dengan cuek. Meng xin jie sudah takut setengah mati karena ketauan.


"Susah sekali jadi mata-mata, tidak boleh menyinggung kedua pihak". Lirih Meng xin jie dengan sedih.


"Direktur Li, kamu masih ada?. Direktur Li..Direktur Li...". Panggilnya karena tidak ada suara.


"Aku ada ". Ucap Li Man Setelah diam beberapa detik dengan muka kesal.


#


Saat she na kembali ke dapur, dia melihat semua koki dan pelayan sedang sibuk membersihkan seluruh dapur, mulai dari kompor, peralatan dapur sampai ngepel lantai.


"Toa besar (Daguo). Bukan, ini..kenapa ini?". Tanyanya mengrutkan alis.


"Tadi dapat kabar, ada bos baru yang baru menjabat pasti akan datang periksa". Jawab Daguo dengan ngos-ngosan. "Bagaimana pun, kita harus berikan kesan yang baik, kan?. Ayo, ayo..Kamu harus menunjukkan performamu". Ucap Daguo memberikan kain pel pada she na.


Ayo, ayo, semuanya berharap tenang. Prok..Prok..Aku perkenalkan kepada kalian, manager Cheng adalah manager baru kita". Seru Manager shen membuat semuanya berhenti dari kegiatan masing-masing. She na tercengang melihat siapa yang di perkenalkan manager shen dengan mulut menganga dan mata membulat.


"Apa kabar, semuanya?". Sapa manager Cheng alias Cheng ziqian.


"Apa kabar, manager?". Seru semuanya membungkuk.


Cheng ziqian tersenyum melihat she na terkejut melihatnya. Setelah acara sapa menyapa selesai, she na berjalan keluar dapur di ikuti Cheng ziqian dari belakang. She na melirik kiri kanan jalan.


"Kenapa?". Tanya Ziqian terkekeh melihat tingkah lucu she na.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak kasih tau aku lebih awal?.Membuatku khawatir tanpa alasan. Kamu katakan, aku kembali bekerja lagi, apakah kamu yang atur?". Tebak she na menyelidik.


"Pfftt....


__ADS_2