
Lalu berlari keluar kamar berteriak..."Ti...Tidak benar. Orangnya sudah hilang. Pintu balkon ini terbuka, Dia...,dia tidak mungkin....". Ucap asisten terhenti tangannya menunjuk ke bawah.
"Bagaimana cara dia datang, mungkin begitu juga cara dia pulang". Ujar sang presdir dengan santai.
"Be..Benarkah?". Ucap asisten terbata.
"Aku tidak melakukan apa pun. Kamu juga sudah lihat". Ucap sang presdir mengendikkan bahu.
**
"Apa..?. Tamu kamar 1123 adalah pemilik mobil sport itu?". Tanya Rena kaget saat menemui she na di pagi harinya. "Kamu bukan hanya memanjat tembok ke kamarnya, bahkan muntah di sekujur tubuhnya?". Ucap Rena menggeleng tidak percaya apa yang di lakukan she na semalam.
"Hanya bisa mendeskripsikannya dengan 'sangat mendebarkan'." Ucap she na dengan santai. Dia mengingat kembali bagaimana dirinya bisa masuk ke kamar 1123 dan pura-pura pingsan saat melihat jelas muka presdir Lu. '(Gu she na, bertahanlah, jangan sampai ketauan)'. Ucapnya dalam hati waktu pura-pura pingsan. Dia sampai mengendikkan bahu saat mengingat itu.
"Ai ya...Habis sudah kamu Gu she na. Kamu sungguh akan menjadi koki dengan masa kerja terpendek di hotel XX ini". Ledek she na. "Yang aku katakan tidak salah, kan?. Kesempatan itu, bagaikan pria baik, kalau kamu tidak hati-hati, akan hilang dengan cepat". Ucapnya menakuti she na.
"Tidak segawat itu juga. Sekarang tamu kamar 1123, tau bahwa aku adalah tamu di sebelah kamarnya, juga tau aku adalah orang yang memasukkan tepung mie ke dalam mobil FERRARI dia. Tapi, dia tidak tau bahwa aku adalah koki di hotel XX". Ucap she na tidak takut akan hal itu.
"Asalkan mulai sekarang, aku main aman, menjadi pengecut yang bernyali kecil, tidak ketauan oleh tamu kamar 1123, aku tetap adalah koki termuda di hotel XX". Ujarnya dengan bangga.
"Benar, tetap kamu. Kalau begitu, semoga kamu beruntung. GOOD LUCK". Ucap Rena mengulurkan tangan bersalaman dengan she na. She na menyambut tangan Rena dengan senyum merekah. "Thank's". Ucapnya.
**
Di dalam dapur hotel XX, she na hanya duduk lesuh sambil melihat para koki memasak. Dia hanya menunggu tamu kamar 1123 untuk pesan makanan.
"She na...She na...". Seru Daguo menghampiri she na dengan menu pesanan di tangannya. "Tamu kamar 1123 memesan makanan". Ucap Daguo dengan semangat memberikan menu pesanan pada she na.
"Anggur merah??. Ini kasih ke Departemen Minuman saja. Untuk apa kasih aku?". Ucap she na mengembalikan menu ke Daguo.
__ADS_1
"Tamu kamar 1123 sudah bilang, ini adalah soal ujian kreasi. Anggur merah adalah soal ujiannya. Sisanya terserah bagaimana koki membuatnya". Seru seorang pelayan memberitahu.
"Soal ujian?". Ucap Daguo dengan senyum nyengir menatap she na yang juga tersenyum mengedipkan mata pada Daguo.
She na mulai membuat menu pesanan tamu kamar 1123 dengan samangat dan senyum merekah. Gak sampai 1 jam she na sudah selesai membuat beberapa menu makanan dan minuman dari anggur merah.
Pelayan mengantar makanan ke kamar 1123.
"Steik Daging sapi dengan anggur merah dan kacang". Ucap pelayan memberitahu nama makanan. Presdir Lu mulai memotong daging sapi dengan pelan dan memasukkan kemulut, lalu memejamkan mata menikmati rasa makanannya dengan senyum memghiasi bibirnya.
'Steik daging sapi filet, ujung tenderloin daging sapi pilihan, Porsi paling baik, tekstur paling empuk. Lada hitam adalah pasangan terbaik untuk steik daging sapi, menghilangkan bau amis, menambah rasa. Permukaan steik daging sapi, di oles dengan minyak sayur untuk menjaga kelembapannya. Lalu, pijat dengan lembut, agar steik daging sapi bisa menjadi lebih mengendur dan empuk. Bawang merah memiliki aroma yang unik, minyak panas dapat merangsang aromanya. Tambah anggur merah, lalu masak hingga mengental, menjadi saus yang aromanya kuat. Setelah di saring, tambahkan mentega cair, agak tercampur dengan rasa susunya yang unik. Tapi, kekurangannya juga sangat jelas. Aroma saus anggur merah sangat kuat, sangat mudah mencuri perhatian dari hidangan selanjutnya. Tambahkan kacang pinus dan kacang pecan untuk menetralkannya, agar rasa lebih ringan'.
"Steik daging domba lada hitam dengan anggur merah". Ucap pelayan pada presdir Lu mengenalkan menu kedua dari masakan she na. Sang presdir menaikkan bibirnya sedikit dan mencium aroma dagingnya.
Menu selanjutnya adalah "Pir panggang dengan anggur merah". Ucap pelayan meletakkan menu berikutnya setelah presdir Lu menghabiskan makanan sebelumnya. Presdir mencium aroma dan mencicipinya dengan senyum merekah.
Presdir Lu memakannya dengan gembira dan puas.
"Bolehkah aku menemui koki wanita ini?". Tanya presdir Lu setelah menghabiskan makanannya.
"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak akan menemuinya". Seru she na saat manager shen menyampaikan keinginan tamu kamar 1123 untuk menemuinya.
"Bukan, hanya menemui tamu, bukan pergi kencan buta. Untuk apa kamu malu?". Decak manager shen kesal dengan sikap she na.
"Aku bukan malu. Aku takut tamu kamar 1123 yang malu". Elak she na.
"Ap..Apa?". Tanya manager shen tidak mengerti.
"Tidak apa. Kenapa tamu kamar 1123 ingin menemuiku?". Tanya she na balik.
__ADS_1
"Menurutku, seharusnya dia merasa masakanmu sangat enak, ingin menghadiahimu". Ujar sang manager.
'Menghadiahiku?. Jangan-jangan ingin memukulku'. Ucap she na di hati.
"Manager shen, begini, aku ini orangnya tidak terlalu mendambakan uang. Jadi, lupakan saja, lupakan saja". Dusta she na.
"Oooh, tidak mendambakan uang, ya?". Nyinyir manager shen.
"Tidak mendambakan". Sahut she na cepat.
"Lihatlah kamu ini, aku sudah menyiapkan bonus untukmu. Awalnya ingin menghadiahimu. Kalau begitu, lupakan saja!". Sindir manager shen pura-pura mau pergi.
Mendengar manager shen mau kasih bonus untuknya, mata she na bersinar langsung mencegah manager shen pergi.
"Manager shen...Aku memang tidak mendambakan uang, tetapi bonus ini berbeda. Bonus ini tidak hanya sebatas angka, itu menandakan pekerjaanku di akui. Hehehe". Ujar she na dengan senyum nyengir.
"Hehehe...Kamu di akui, ya?. Pergi temui tamu dulu, baru kita bicarakan lagi". Nyinyir manager shen berlalu pergi. She na memanyunkan bibirnya kesal.
"Lihat apa?". Kesal she na melihat Daguo menatapnya dengan senyum nyengir sambil mengedipkan matanya.
"Bos, kenapa anda bersi keras ingin menemui koki wanita ini?. Bukankah kamu mengajariku, jangan menghabiskan waktu untuk wanita?". Tanya sang asisten sambil memberikan segelas air pada sang bos.
"Yang aku bilang adalah orang bodoh, bukan wanita!". Jawab sang bos dengan santai sambil minum.
"Bagaimana kamu bisa tau, dia bukan seorang wanita bodoh?". Tanya sang asisten lagi.
"Dalam waktu sesingkat ini dapat menyelesaikan semua soal ujian yang aku berikan, membuat hidangan yang di luar ekspetaksi. Bukankah lebih pintar darimu?". Jawab presdir Lu menatap asisten sotoynya.
"Hehehe, benar juga ya". Ujar sang asisten nyengir sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1