CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Ulang Tahun Sang Presdir


__ADS_3

"Bagaimana, jika ditulis disini!". Ucap she na menunjuk kening sambil memejamkan mata. Pemilik mobil melihat wajah cantik di depannya sangat dekat, menatap beberapa detik sambil menelan ludahnya dan menghela nafas panjang mengatur emosinya.


"Kamu, balik ke belakang". Ucap pemilik mobil membalik badan she na dan menulis beberapa angka di depan tasnya. "Masalah selanjutnya, telpon ke nomor ini. Jika dalam setengah jam aku tidak menerima telpon darimu, aku akan lapor polisi". Kesal pemilik mobil, lalu masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin berlalu pergi.


"Hati-hati di jalan". Ucap she na lirih dengan wajah sedih.


**


"Kamu di tangkap langsung di tempat?". Tanya Rena kaget saat keduanya bertemu.


"Emh, dia juga merekam video". Jawab she na mengangguk sedih.


"Kamu tidak di pukulkan?". Cemas Rena.


"Tidak di pukul. Aku merasa bersalah karena berhutang, hatiku juga sangat sedih".


"Baguslah, jika kamu baik-baik saja. Soal ganti rugi, kamu pikirkan caranya sendiri, ya!".


"Apa maksudnya soal ganti rugi, aku pikirkan caranya sendiri?. Rena xu, demi membalaskan dendammu, aku menaruh adonan itu....". Kesal she na temannya itu tidak mau bantu ganti rugi pada sang pemilik mobil.


"Aku tau, aku tau. Tapi, coba kamu pikirkan, sekarang situasinya seperti ini. Ada orang yang tenggelam, kamu cukup berani dan melakukan pernapasan buatan, tapi malah salah orang dan di gugat bertindak tidak senonoh". Kata Rena mengumpakan. "Tapi, coba kamu pikirkan dengan baik, apa hubungan situasi ini denganku?. Bukankah itu karena kamu suka ikut campur, mencari masalah sendiri?". Kata Rena mau lepas tangan dari situasi ini. She na hanya mengangguk belum menyadari ucapan Rena yang mau melapas tanggung jawab. "Aku masih ada bisnis jutaan yang perlu kutangani. Aku sibuk, aku pergi dulu". Sambungnya langsung melarikan diri.


Dengan bodohnya she na masih tidak mengerti maksud temannya itu. "Kalau begitu, kamu pergilah dulu". Ucapnya. Setelah beberapa detik dia baru sadar ada yang salah. "Rena xu...Kenapa kamu seperti itu?. Aku tidak melakukan pernapasan buatan, apakah kamu gila?". Teriaknya sudah tidak melihat bayangan Rena lagi. Lalu dengan marah dia memutuskan mencari pamannya untuk membantu.


"Paman tua... Rena xu ini sangat rendahan...". Begitu sampai ditempat pamannya, dia berteriak dengan marah.


"Aku rasa kamu yang rendahan?. pagi-pagi tidak sarapan, tapi pergi membantu teman. Malah demi orang seperti Rena xu". Jawab pamannya membuatnya tertohok.


"It..itu, paman tua, kali ini berbeda". Katanya gugup.

__ADS_1


"Apa perbedaannya?. Kamu lupa, waktu itu kalian menemani klien, di anggap sebagai pela*ur dan di tangkap ke kantor polisi. Aku yang pergi mengeluarkan kalian. Berbeda, berbeda. Semua itu adalah masalah sialan itu yang berhubungan dengan pria". Cecar pamannya kesal.


"Aku sudah mendapat pelajaran kali ini, jika bertemu kejadian seperti ini lagi, 200% aku tidak akan membantunya lagi. Paman, tolong bantu aku lagi, tolong bantu aku!!!". Ucap she na memohon dengan sedih.


"Ibumu adalah kakak sepupuku, aku adalah adik sepupunya, aku adalah kerabatnya. Tapi dengan kamu, ehem, paling hanya sahabat". Nyinyir pamannya langsung pergi.


"Jika begitu, pinjamkan sedikit uang padaku, dengan status sebagai sahabat, oke?". Kata she na mengejar pamannya dari belakang.


"Jadi, apakah kamu tau cara cepat mengubah sahabat menjadi teman palsu?". Tanya paman tua.


"Aku tau, pasti bukan pinjam uang". Jawab ahe na yakin.


"Tentu saja bukan, beritahu paman berapa uangnya?". Tanya sang paman merangkul pundak she na sambil jalan. "Apa yang terjadi?". Sambungnya.


"Aku memasukkan adonan tepung ke dalam mobil Ferrari orang". Kata she na dengan muka nyesal.


"FERRARI!!!. Berapa harganya?". Kaget pamannya, sekarang mereka sudah jalan sampai depan pintu masuk toko pamannya, dan.....


"Aku temani kamu pergi mengambilnya". Sela pamannya dari belakang sambil menekan tombol menutup pintu dan TAK, langsung dikunci dari dalam.


"Baik, cepat ikut ak......". Baru sadar melihat ke belakang, pintu kaca toko sang paman sudah tertutup dan di kunci dengan rapat.


She na menatap pamannya yang terhalang pintu kaca, tidak percaya dan mulut menganga membentuk O. Sang paman langsung melengggang masuk, meninggalkan she na yang masih mematung melihatnya.


**


Malam hari di dalam kamar hotel, presdir Lu sedang berbaring di kasur king sizenya, tiba-tiba ponsel berdering, melihat siapa yang menelpon, dia tersenyum senang.


"Halo...Ma". Sapanya mengangkat telpon.

__ADS_1


"Bagaimana perkembangan proyek hotel xx?". Tanya ibunya langsung.


"Aku masih menyelidikinya. Fasilitas hotel agak tua, pelatihan staf juga buruk. Yang penting adalah fasilitas pemadam kebakaran yang kurang memadai". Jelas sang presdir pada ibunya.


"Sudahlah, semua itu sudah dilaporkan oleh orang dari cabang perusahaan. Jika tidak menguntungkan, berhentilah secepatnya". Tegas ibunya.


"Baik, aku tau, waktu adalah uang". Jawabnya singkat.


"Tangani secepat mungkin". Ucap sang mama.


"Apakah tidak ada hal yang ingin mama sampaikan padaku?". Tanya presdir Lu penuh harap. ketika ibunya diam beberapa saat tidak bicara.


"Aku sudah janjian dengan klien hari ini, istirahatlah lebih awal. Itu saja, aku tutup telponnya". Ucap ibunya tegas langsung menutup telpon.


Presdir Lu hanya diam melihat telpon sudah dimatikan. Bahkan mamanya tidak mengingat hari ulang tahunnya apalagi ucapan selamat ulang tahun. Setelah diam beberapa saat, notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Ternyata pesan dari Bank Suhai, 'Tuan Lu yang terhormat, Bank Suhai mengucapkan selamat ulang tahun'. Setelah baca pesan tersebut sang presdir mengucapkan "terima kasih" dengan senyum pilu.


Sang presdir menyeduh sebungkus mie instan, lalu menyalakan lilin dan mematikan lampu. Mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri. "Selamat ulang tahun untukku". Saat mau meniup lilin, tiba-tiba lampu menyala dan.........


"SURPRISE.....Selamat ulang tahun, Bos". Ucap asisten presdir. "Apakah kamu senang?. Apakah kamu terkejut?. Apakah aku orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu?". Tanya asisten beruntun dengan senyum menghiasi wajahnya.


"Bank Suhai adalah yang pertama". Jawab sang presdir datar.


"Tidak masalah, tidak masalah. Pokoknya aku adalah orang pertama yang datang memberikan hadiah. Aku khusus mencari orang untuk membuat ini untukmu". Kata asisten memgeluarkan hadiahnya. "Aku menghabiskan banyak uang, ini terlihat seperti tongkat harapan, tapi sebenarnya ini adalah labu kuning". Ucap asisten presdir memberikan hadiahnya.


"Baik. Jadi ini sebenarnya adalah labu kuning atau tongkat harapan?". Tanya sang presdir menunjukkan hadiahnya.


"Tangkat harapan labu kuning. Mungkin juga bukan labu kuning, hehehe. Tidak tau labu apa". Jawab asisten presdir bingung sendiri hadiahnya terbuat dari apa.


"Terima kasih". Ucap sang presdir menerima hadiah pertamanya dari sang asisten.

__ADS_1


"Sama-sama. Jangan makan mie lagi, kita keluar bersenang-senang dulu.


__ADS_2