
"Presdir Lu, Yu zhi kun sudah tiba". Ucap sekretaris presdir Lu setelah membuka pintu. Saat melihat anggukan kepala dari bosnya, sekretaris persilahkan koki Yu masuk.
"Duduk..".Ucap presdir Lu sambil main mini golf di ruangannya.
"Baik". Sahut koki Yu menatap takjub ruangan sang presdir yang besar dan mewah.Melihat ziqian disana dia mengangguk padanya, ziqian hanya menatapnya datar.
"Kamu Yu zhi kun?". Tanya presdir Lu menghampirinya.
"Betul. Hari ini aku di dapur...".
"Aku adalah Lu Jin". Sela sang presdir.
"Presdir Lu, apa kabar?". Sapa koki Yu.
" Sudah berapa lama di XX?".
"Sudah 13 tahun. Di XX....". Lagi-lagi ucapannya di potong.
" Kamu tahu hari ini aku suruh kamu ke sini karena apa?". Tanya presdir Lu.
" Tidak tahu". Jawabnya nyengir.
" Kamu yang menukar masakan Gu she na?". Tanya sang presdir menatap matanya dari dekat.
"Ah...Tidak. Bagaimana mungkin aku menukar masakan dia?. Anda tidak bisa gara-gara aku mengkritik, berpikir aku yang melakukannya". Sahut koki Yu menghindari tatapan presdir Lu.
" Hotel ada aturan yang jelas. Bahan Makanan bermutu seperti Truffle ini, ada catatan detail penggunaannya. Pendaftaran di ruang persediaan bahan kemarin malam, saat jam 9:15 kamu mengambil sebagian Truffle hitam. Iya,kan?".Ucap presdir Lu memberikan catatan pengambilan bahan padanya.
"Iya. Aku mengambilnya. Aku ambil untuk buat masakan". Jawab koki Yu dengan santai.
__ADS_1
" Buat masakan apa?".
" Buat Truffle hitam goreng scallop". Jawabnya asal.
" Kemarin malam buatnya?".
" Bukan, siang ini buatnya".
" Mana masakannya?".
" Itu, Aku tidak menyelesaikannya, sudah membuangnya".
" Buang di mana?".
" Buang di mana?. Sudah pasti buang di tempat sampah". Jawabnya dengan mudah.
"Tempat sampah yang mana?. Begitu banyak tempat sampah, sudah pasti cari tempat sampah mana saja, buang begitu saja". Sahut koki Yu mulai gugup.
" Apakah tempat sampah yang ada di ruang penyimpanan limbah makanan itu?".
" Betul-betul. Tempat sampah yang itu". Jawabnya sudah masuk jebakan sang presdir. Cheng ziqian senyum nyengir dengarnya.
" Kalau begitu kebetulan. Frekuensi pembersih hotel adalah sehari sekali, kebetulan dari kemarin malam sampai sekarang masih belum dibersihkan. Jadi aku suruh orang untuk cek ke bawah, tidak menemukan masakan Truffle hitam goreng Scallop yang kamu buat itu. Sebaliknya, menemukan masakan Gu she na yang seharusnya dibawa untuk di uji. Jadi Truffle hitam kamu dipakai untuk buat apa?. atau Truffle hitam kamu tercampur dengan akar dan sayuran busuk itu, terbawa untuk di uji?". Ucap sang presdir dengan santai.
"Tidak tidak tidak. Anda tidak boleh bicara sembarangan. Ini hanya tebakan anda. Anda juga tidak ada bukti, iya kan". Sahut koki Yu mengelak dengan berbagai alasan.
"Kamu pernah dengar prinsip pertukaran zat Locard?".
"Card apa?". Ucap koki Yu mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Yaitu proses saat orang melakukan kesalahan sebenarnya adalah proses pertukaran zat. Pelaku kejahatan adalah fisik zat. Contohnya kamu. Dalam proses melakukan kejahatan bisa melakukan kontak dan pertukaran dengan berbagai macam fisik zat. Selain itu, itu tidak akan tergeser oleh keinginan manusia. Jadi walaupun kamu menutupi dengan sekuat tenaga, segala sesuatu yang kamu lakukan akan meninggalkan jejak".Koki Yu sudah terpengaruh dengan ucapan sang presdir, wajahnya sudah menunjukkan ketakutan. "Kamu di XX sudah 13 tahun. Kamu menguasai seluruh yang ada di sini. Kamu menguasai seluruh kondisi di sini. Kamu tahu titik mana saja yang terekam CCTV di dapur, kamu bisa menghindar dengan leluasa. Kamu bisa membuat proses pertukaran masakan tidak terekam CCTV, tapi kamu hanya berhasil setengah". Ucap sang presdir dengan seringai kejam. " Kalau kamu tidak ingin ketahuan, kamu harus tangani masakan Gu she na itu tanpa diketahui siapa pun. Tempat sampah penyimpanan limbah makanan itu adalah satu-satunya pilihan kamu. Selain itu, dari dapur sampai tempat sampah itu kamu hanya bisa melewati satu jalan. Karena kamu ingin menghindari CCTV di lift, kamu hanya bisa turun lewat tangga. Di tangga memang tidak ada CCTV dan setelah keluar dari tangga CCTV juga tidak dapat merekam posisi itu, tapi CCTV bisa merekam tembok di seberang tangga. Apakah kamu memperhatikan di tembok itu tergantung sebuah lukisan?". Tanya presdir Lu.
" Lukisan?. Lukisan apa?". Jawab koki Yu dengan resah dan ketakutan.
"Titan pelukis Italia, Penitent Magdalene. Lensa kamera bisa merekam seluruh lukisan itu dan semua orang yang melewati situ. Di kaca bingkai tertinggal gambar. Segala sesuatu yang kamu lakukan hanya untuk menjebak Gu she na. Tapi kamu tidak terpikirkan, hal ini saat uji masakan wakil pemimpin grup Zheng Hong mengalami pendarahan pada saluran pencernaan gara-gara makan masakan kamu. Sekarang masih dalam pertolongan di rumah sakit". Sentak sang presdir dengan tatapan tajam. "Kelakuan kamu yang di sengaja telah menyebabkan keselamatan nyawa orang lain, aku harus lapor polisi. Apakah ini adalah kejahatan, nanti kamu harus Jelaskan pada polisi". Ancam sang presdir dengan muka datar.
"Tidak, ini...ini, kenapa bisa begini?. Itu tidak mungkin. Aku hanya.... ". Sahut koki Yu terbata-bata karena takut.
" Kenapa melakukan ini?. Karena Gu she na masih muda menjabat sebagai koki utama dan kamu di XX selama 13 tahun malah dari koki utama menjadi koki biasa, merasa tidak adil. Jadi memilih cara yang begitu hina untuk menjebaknya". Ucap sang presdir menohok.
" Iya.. Aku mengaku. Aku yang menukarnya. Aku tidak bisa membiarkannya dengan mudah menjadi koki utama. dia atas dasar apa?. Aku kerja bertahun-tahun di XX, Dia seorang gadis kecil Kenapa begitu cepat bisa jadi koki utama?". Ucap koki Yu berdiri dengan emosi meluap-luap mengaku.
"Kamu duduk, duduk. Masalah ini tidak serumit itu, duduk". Ucap sang presdir. " Aku bantu kamu atasi. Kamu di pecat. Pergi urus administrasi pengunduran diri. Gampang, kan?". Ujar sang presdir dengab enteng.
" Bagaimana dengan polisi?. Aku sungguh tidak tahu bisa jadi seperti ini". Ujar koki Yu dengan lirih.
" Tidak, tidak ada polisi. Juga tidak ada orang yang akan makan masakan itu. Dan tidak ada lukisan itu. Namun ada ini,Trek..". Ucap sang presdir menjentikkan jarinya.
'Iya.. Aku mengaku. Aku yang menukarnya. Aku tidak bisa membiarkannya dengan mudah menjadi koki utama. dia atas dasar apa?. Aku kerja bertahun-tahun di XX, Dia seorang gadis kecil Kenapa begitu cepat bisa jadi koki utama?'". Cheng ziqian merekam pengakuannya koki Yu.
"He..Hehehe... Aku mengerti. Kalian sedang mempermainkanku. Kalian sama sekali tidak merekam bukti. Kalian bersekongkol dengan Gu she na. Kalian ini, bersikongkor mempermainkan aku". Koki Yu baru sadar di permainkan. SUDAH TELAT...
"Masih bilang Gu she na tidak sembarangan melakukan hubungan pria dan wanita?". Teriaknya.
"Kamu bilang Gu she na sembarangan melakukan hubungan pria dan wanita, sama aku atau dia?. Katakan dengan jelas". Tanya sang presdir menunjuk ziqian. Cheng ziqian memutar mata malas melihat presdir Lu, saat seperti ini masih bisa cemburu.
"Dengan kamu...". Teriak koki Yu berdiri menunjuk sang presdir.
"Keluar...". Usir sang presdir sambil tersenyum mendengarnya.
__ADS_1