
"Eh, eh, eh...". Ucap pelayan berlari masuk.
" Kenapa panik?". Tanya she na.
" Tadi aku mendengar pimpinan bilang, dia bilang sob, tidak berjaya. Dan bilang ikan itu apa, serakah dan Bodoh. Pokoknya, maksudnya kurang berkelas. Tidak peduli, sajikan hidangan berikutnya dulu". Seru pelayan wanita itu.
"Toa besar, sajikan hidangan". Ucap she na sambil mangaduk masakannya di panci.
"Baik. Eh, kereta dorong sajian di mana?". Ucap Daguo berbalik badan tidak menemukan kereta dorong yang berisi masakan She na tidak ada.
" Bukankah tadi ada di sini?". Tanya she na heran.
"Aku.....".
"Ai ya...Disana!. Kalian benar-benar". Ucap pelayan itu menunjuk kereta dorong makanan ada di dekat koki Yu dan segera mendorongnya keluar. She na menatap heran kenapa kereta dorong bisa sampai ke sana.
" Pemimpin Zheng, presdir Lu, presdir Li... Hidangan berikutnya adalah hidangan terakhir kami hari ini. Juga merupakan hidangan yang khusus di masa koki utama koki Gu she na". Ucap manager shen. She na membungkuk memberi hormat. " Selanjutnya, biar dia perkenalkan dulu hidangan ini".
"Pemimpin Zheng, ini bahan makanan mahal yang khusus disiapkan untuk anda. Anggur Merah....."Ucap she na terhenti ketika membuka penutup makanannya dan matanya membulat. "Ini...Ini apa?". Tanya she na pada manager shen.
"Apanya apa?. Bukankah ini Kamu yang buat?". Tanya balik manager shen.
" Ini bukan aku yang buat. Yang aku buat Truffle dengan Anggur Merah. Mohon maaf!. Hidangan ini bukan aku yang buat". Ucap she na menutup kembali hidangannya.
" Kalau bukan koki utama Gu yang buat, Manager shen, bawa keluar". Pinta presdir Lu.
"Baik". Saat manager shen mau mengambil hidangan itu, Li Man lebih dulu memutar meja membawa hidangan itu ke depannya. Sang presdir menatap tajam padanya. Dia berdiri dan membuka penutup hidangan itu, presdir Zheng langsung menutup hidungnya.
" Memang Truffle, salah satu bahan makanan dalam 3 makanan termahal di dunia". Ucapnya pada presdir Zheng. " Tapi, Truffle kamu ini sepertinya tidak melakukan proses apa-apa. Truffle mentah, makanya baunya begitu menyengat". Ucap Li Man sengaja menargetkan she na. Jelas-jelas tadi she na bilang itu bukan masakannya.
" Jadi pasti ada kesalahpahaman. Manager shen.....". Bela presdir Lu.
"Tidak...Li Man, Coba katakan. Apakah ada pernyataan yang khusus?". Sela presdir Zheng.
" Hidangan ini sepertinya simulasi lingkungan Truffle, di sampingnya semua dedaunan busuk. Kata-kata selanjutnya, mungkin tidak cocok untuk dikatakan". Ujar Li Man sambil menunduk.
" Tidak cocok maka tidak usah dikatakan". Ucap sang presdir datar.
"Katakan". Perintah presdir Zheng. She na hanya diam mendengarnya.
" Karena Truffle sendiri tidak bisa menyelesaikan fotosintesis, perlu menemukan tuan rumah yang kuat. Misalnya pohon Oak menyerap sari rimpang untuk memperjuangkan lingkungan hidupnya. Truffle juga bisa membunuh tanaman di sekitar pohon Oak, membuat mereka layu dan membusuk". Ucap Li Man Menjelaskan arti Truffel mentah dengan dedaunan kering yang ada di piring saji.
__ADS_1
" Sungguh Truffle yang penuh muslihat". Sindir presdir Zheng.
" Ibu, Ini hanya salah paham. Manager shen bukan...."
" Salah paham?. Aku rasa ini adalah sengaja". Sengit presdir Zheng menatap dingin pada she na. " Kamu ingin bilang akuisisi perusahaan hotel ini seperti Truffle, membunuh orang lain untuk kepuasan diri sendiri". Bentak presdir Zheng yang memang tidak menyukai she na.
" Bukan, presdir zheng. Aku memang ada ketidakpuasan terhadap akuisisi Hotel, tapi aku tidak akan bodoh sampai melampiaskan emosi pada hidangan. Hidangan ini bukan aku yang buat, manager shen". Ucap she na menjelaskan sambil melihat manager shen yang ada di sampingnya.
" Sudah,,cukup. Telah mendapat pelajaran standar XX. Ayo, pergi". Sentak presdir Zheng marah beranjak berdiri dan pergi.
"Ini...Presdir Zheng, ini...". Ucap manager shen di abaikan presdir Zheng.
Li Man juga berdiri, melihat presdir Lu yang tidak melihatnya. Lalu dengan cepat berlari menyusul presdir Zheng.
" Kenapa kamu masih di sini?. Hah.. Cepat kembali ke dapur". Bentak manager shen. She na langsung berlari keluar dengan kesal.
"Maaf, maaf, mohon maaf, presdir Lu". Ucap manager shen membungkuk. Sang presdir menyuruhnya keluar.
"Gu she na.. Masalah hari ini, apakah kamu harus kasih penjelasan padaku?". Tanya manager saat sudah di dapur dengan semuanya koki.
" Kasih penjelasan apa tanda tanya. Hidangan bukan aku yang buat". Sahut she na dengan tatapan dingin.
"Betulll". Timpal Daguo mengangkat tangannya. " Aku terus membantu Gu she na, dia menggunakan Truffle, tapi bukan seperti ini". Terang Daguo.
"Manager... Apakah mungkin ada orang yang salah antar hidangan?". Timpal koki wong.
" Ada orang?. Siapa?. Maksud kamu aku?" Sela pelayan yang mengantar kan hidangan.
" Bukan, bukan, bukan". Sahut koki wong dengan cepat.
" Hidangan aku yang antar". Ujar pelayan marah.
" Aku tahu kamu yang antar. Maksud aku adalah siapa yang serahkan hidangan kepadamu?". Tanya koki wong.
"Aku...". Sahut Daguo. " Maksud kamu aku? Aku yang serahkan hidangan kepadanya".
" Bukan ini maksudku....".
"Sudah...". Sentak koki Yu. " Masalah ini, pikir dengan tumit kaki juga bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pasti ada dendam dengan grup Zheng Hong. Kita semua yang berada di sini, sepertinya tidak ada yang bisa berhubungan dengan para Bos ini. Eh, sepertinya aku ingat, waktu itu tamu 1123 sepertinya pernah mengisengi Dapur Kita. Siapa yang ada konflik dengan dia, aku rasa semuanya Seharusnya masih ingat. Ai ya,, berani berbuat harus berani bertanggung jawab, Jangan sampai melibatkan kami staff yang teliti ini. Sudah kerja begitu lama, masih harus diselidiki sana-sini. Hah... Kalau dipikirkan, hatiku jadi dingin". Ucap koki Yu menyindir she na.
"Hati dingin". Timpal koki zhang memegang dadanya.
__ADS_1
" Apa maksud kamu?. Iya, betul. Aku ada penyimpangan dengan 1123, Tapi pasti bukan konflik". Sahut she na.
"Jadi apa?". Tanya koki Yu.
" Pokoknya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah ini". Jelas she na.
" Lihat tidak. Tidak bisa meneruskannya kan?. Kenapa tidak ada kaitannya?. Aku merasa dengan masalah ini ada kaitannya. Dan semacam kaitan yang tidak normal". Ucap Koki Yu memojokkan she na. " Coba kalian pikirkan, Kita di XX sudah bertahun-tahun, tidak ada yang naik jabatan. Lihat dia seorang gadis kecil, baru kerja beberapa hari sudah menjadi koki utama. Masih bilang dirinya, Tidak sembarangan melakukan hubungan pria dan wanita". Cibir koki Yu merendahkan she na.
Ceklek...
"Presdir Lu, anda...Kenapa anda langsung datang ke dapur?". Ujar manager shen melihat sang presdir masuk.
" Kamu keluar dulu denganku, ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu". Ucap sang presdir melihat wajah she na menunduk tanpa menjawab pertanyaan manager shen. She na langsung berjalan keluar lebih dulu, presdir Lu menatap dingin pada semua yang ada di dapur.
" Kamu percaya padaku?". Tanya she na langsung begitu sudah berada di luar.
"Tentu saja". Ucap sang presdir memegang kedua bahu she na sambil menatap matanya."Aku tidak percaya kamu, percaya sama siapa?".Sambungnya.
" Aku sudah tahu kamu akan percaya padaku". Ujar she na tersenyum.
" Sudah lelah seharian, cepat pulang istirahat". Ucap sang presdir membelai wajah she na. "Masalah ini serahkan padaku, oke?". She na mengangguk patuh. "pulanglah". Sambungnya menepuk bahu she na pelan.
Setelah She na pergi, Sang Presdir menatap nyalang ke arah dapur.
Di dalam ruang kantor ziqian, ada presdir Lu dan Daguo.
" Kamu adalah pendampingku Gu She na?. Aku boleh panggil kamu begitu?". Tanya presdir Lu pada Daguo.
"Presdir Lu, lihat Anda terlalu sungkan titik She na adalah kakakku, aku berbaur dengannya. Presdir Lu, aku kasih tahu anda. Hal ini pasti bukan She na yang lakukan. Waktu dia memasak, aku terus membantu di sampingnya. Aku bisa buktikan, yang dibuatnya pasti Truffle dengan Anggur Merah. Pasti ada yang sengaja menukar masakan kami". Ucap Daguo mengungkapkan kecurigaannya.
" Menurut kamu kemungkinan Siapa orangnya?". Tanya presdir Lu datar.
"Ini... tidak enak dikatakan". Sahut Daguo melirik Zheng ziqian dan presdir Lu dengan ragu.
" Katakan Saja titik aku yang suruh kamu".
"Koki Yu dan koki Zhang ada kemungkinan semua". Seru daguo dengan lantang. "Hanya karena mereka koki tertua di hotel XX, selalu memandang rendah orang lain. Pemilihan koki utama kali ini, kalah kepada kakakku. Pasti Merasa tidak senang, memanfaatkan kesempatan untuk menjebak. Aku....Oh iya, Pergi periksa kamera CCTV. Coba lihat saja sebenarnya siapa yang diam-diam menukar masakan kami, sudah bisa kan?". Ucap Daguo teringat ada kamera CCTV.
" Mengecewakan kamu. rekaman CCTV tidak merekam apa-apa". Ucap ziqian.
" Kalau begitu Aku tidak tahu. Pokoknya, pasti bukan kami yang lakukan". Ucap Daguo membuat presdir Lu tersenyum tipis.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok...
" Masuk...". Sahutan dari dalam ruang presdir Lu.