CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Bagaimana caranya agar kamu bersedia


__ADS_3

"Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri kamu tidak perlu ikut campur". Tolak she na langsung.


"Aku...Aku yang akan membantumu. Kamu adalah pacarku. Kamu tidak akan menolak bantu aku kan?". Tanya Lu Jin dengan suara tegas.


"Hah, apa yang bisa kamu lakukan?". Sahut she na dengan senyum meremehkan.


"Perkataanmu benar, aku memang tidak bisa". Ucap Lu Jin melepas jasnya. "Namun, aku bisa mempelajarinya". Ujarnya memakai apron di pingganggnya.


"Haha...". She tertawa melihat Lu Jin memakai apron dan duduk di depannya. "Aku taruhan, tidak perlu waktu setengah jam, kamu pasti akan menyerah". Tantang She na.


"Hah...Cobalah". Sahut Lu Jin dengan angkuh.


"Cobalah. Kupas kentang..". She na melempar kentang pada Lu jin. " Ada satu lagi..". She na melempar satu kentang lagi pada Lu Jin.


"Gampang". Jawabnya dengan enteng. "Dimana pelayan sebelumnya?. Tanya Lu Jin kesulitan mengupas kentang. Dia melihat she na mengupasnya dengan sangat cepat


"Belakangan ini toko tidak ramai. Demi menghemat biaya, aku suruh mereka pulang istirahat". Sahut she na sambil mengupas kentang. Lu Jin bahkan belum mengupas 1 kentang pun. "Apakah kamu sedang bermain?". Tanya she na mengerutkan alis melihat Lu Jin mengikutinya mengupas kentang dengan cepat, namun berantakan.


"Tidak. Caraku sama seperti cara yang kamu lakukan". Sahutnya.


"Jangan, jangan, jangan. Ini terbalik. Iya, iya, seperti ini". She na membantunya membenarkan pisau kupas Lu Jin dan mengajarinya cara mengupas yang benar.


Selanjutnya Lu Jin membersihkan udang


"Apa yang kamu lakukan?. Apakah kamu sedang mengoperasi udang?". Tanya she na melihat Lu Jin membuang kotoran di tengah punggung udang dengan sngat hati-hati menggunakan pinset.


"Ia juga termasuk nyawa, harus dihormati juga. Segera selesai". Sahut Lu Jin . She na mengangguk lalu meninggalkan Lu Jin mengerjakan yang lainnya. Setelah semua bahan untuk memasak sudah selesai, para pelanggan juga sudah berdatangan.


"Bihun aluminium foil, goreng kwetiau". Seru She na meletakkan makanan yang di masaknya di atas meja, Lu Jin langsung datang mengambilnya.

__ADS_1


"Sudah bekerja keras". Ucap Lu Jin dengan senyum menggoda she na, lalu mengantar makanan dan meletakkannya di meja pelanggan. "Silakan di nikmati". Ucapnya dengan datar.


"Pelayan, bantu kami buka arah ini. Cepat!. Kenapa masih melongo?". Hardik seorang pelanggan dengan tidak sabar, karena Lu Jin hanya diam, setelah menghela nafas, Lu Jin berjalan ke arah meja pelanggan itu dan membuka botol arak dengan asal sampai menumpahkannya ke tangan dan badan pelanggan itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan?. Tidak ingin makan lagi, ayo pergi". Sentak pelanggan itu mengajak teman-temannya pergi.


"Maaf. Kalian...belum..ba...". Gumam Lu Jin terbata melihat pelanggan itu pergi dengan kesal.


"Ada apa di luar?". Tanya she na berseru dari dalam dapur mendengar ribut-ribut di luar.


"Tidak apa-apa, mereka...mereka..su..sudah bayar". Sahut Lu Jin dengan gugup. Lalu dia membuang semua sisa makanan ke tempat sampah dan meletakkan semua piring ke baskom. Tangannya penuh dengan minyak dan kotor membuatnya jijik, dan membuang taplak meja yang banyak minyaknya dan menggantinya dengan yang baru. Setelah dia melihat she na keluar, Lu Jin pura-pura mengelap meja


"Dimana orangnya?". Tanya she na begitu keluar tidak melihat satu pelanggan pun.


"Hah.. Mereka semua sudah ngantuk. Pulang untuk tidur. Sudah jam 01.00, Kita juga harus istirahat. Benar kan?. Ayo pergi". Sahutnya berkilah sambil merangkul pundak she na.


"Bukan.. biasanya jam segini masih banyak orang. Semua salahmu". Ucap she na mencebik.


"Ada banyak orang. Jadi, pasti salah kamu". Ujar she na menyalahkannya. "Pasti karena pelayanan buruk, mengusir semua pelanggan". She na menunjuk muka cemberut.


"Aku...pelayananku buruk?". Sahut Lu Jin tidak terima menunjuk dirinya sendiri. "Gu she na..... baru pertama kali aku membantu orang buka botol bir. Apakah kamu tahu?". Ujarnya berdecak kesal. She na mengangguk menjawab ucapan Lu Jin. "Aku... Apakah kamu melihatnya?".


"Aku melihatnya". She na menahan tawanya melihat muka kesal Lu jin.


"Baru pertama kalinya aku ngelap kompor. Seperti ini". Lu Jin memperagakan tangannya mengelap kompor.


"Haha... Aku sudah melihatnya. Aku sudah melihatnya". She na tidak bisa menahan tawanya, lalu dia memegang kedua tangan Lu Jin. "Aku tahu kamu sudah capek. benar kan?".


"Tidak capek". jawabnya dengan cepat. "Tidak, capek. Ehm, dua hari nanti, berkencan lah denganku. Aku bawa kamu ke satu tempat yang sangat menyenangkan".Ajak Lu Jin dengan malu-malu.

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu". Tolak she na dengan sengaja. Sebenarnya dia sangat Lu Jin mengajaknya kencan.


"Kita bersantai dulu".Bujuk Lu Jin.


"Aku tidak punya waktu. Aku sangat sibuk". Ucap she na membelakangi Lu Jin sambil tersenyum bahagia.


"Bagaimana caranya agar kamu bersedia untuk pergi?". Tanya Lu Jin.


"Kecuali...Kecuali... kecuali dalam waktu setengah jam, kamu buat tempatku ini penuh dengan pelanggan, maka aku akan mempertimbangkan nya. Oke?". She na berpikir untuk mengerjai Lu Jin.


"Baik..". Jawab Lu Jin dengan mantap, membuat mulut she na menganga kaget dengan jawaban Lu Jin. Setelah itu Lu Jin melangkah pergi ke depan pintu masuk di balik tembok menelpon asistennya.


"Xiao Jie... Aku berikan kamu sebuah misi. Sekarang segera penuhi semua meja di 'Warung Makanan Tumis Sedunia'. Tidak peduli cara apa yang kamu gunakan. Aku akan membayarnya". Ucap Lu Jin memerintah M X J. Dan tidak sampai setengah jam semua meja do warung she na sudah penuh dengan pria berseragam hitam semua, duduk tegap dengan muka datar. She na mengerutkan alisnya melihat semua orang itu. Meng xin jie...". Geram Lu Jin menelpon M X J akan orang yang di carinya.


"Presdir Lu...".Sahut M X J dengan santai.


"Aku sangat mengkhawatirkan IQ kamu. Apakah perusahaan kita tidak ada karyawan wanita?. Apakah tidak ada staff administrasi?. Kamu cari sekelompok satpam kemarin. Apakah kamu kira kami sedang syuting film?. Hah...". Cibir Lu Jin dengan kesal.


"Jam segini hanya satpam yang masih bekerja. Tidak ada karyawan lain lagi. Terimalah seadanya". Sahut M X J tanpa ada rasa takut pada bosnya.


"Jika begitu, suruh mereka lepaskan bajunya. Apakah kamu takut orang lain tidak tahu aku berbuat curang?". Sentak Lu Jin geram.


"Curang apa?". Tanya she na tiba-tiba dari belakang Lu Jin.


"Aku tidak tahu nereka pergi dengan memakai seragam kerja. Aku hanya kirim chat di grup WeChat, suruh mereka lembur di sana.....". Cerocos M X J, Lu Jin langsung berbalik melihat she na di depannya, dia langsung mematikan telpon.


"Aku tidak bilang berbuat curang. Aku hanya buat...sedikit promosi. Ini adalah tugas yang kamu berikan. Aku tidak tahu datang sekelompok karyawan dari Perusahaan mana, yang baru selesai lembur, jadi tempatnya sudah penuh. Namun, aku merasa mereka terlalu banyak. Jika masak lagi, kamu akan terlalu capek. Sudahlah, aku suruh mereka pergi saja". Ucap Lu Jin berkilah sambil melangkah ke meja semua karyawannya duduk. Dia juga tidak tega jika she na harua memasak untuk orang sebanyak ini. Kurang Lebih orang yang di panggil M X J ada 50an orang.


"Lu Jin...". She na menghentikan Lu Jin yang mau mengusir semua pria berseragam hitam itu. "Pekerja kerah putih sekarang juga tidak gampang. Jam segini baru pulang kerja. Tidak tau Bos mana yang begitu kejam, melakukan hal seperti ini. Kamu tenang saja. Aku pasti buatkan yang enak untuk mereka. Tenang saja". Ucap she na menepuk lengan Lu Jin berlalu pergi ke dapur. Kata-kata yang menyentilnya sebagai bos yang kejam.

__ADS_1


"Nana...Nana.....". Gumam Lu Jin menghela nafas kasar dan memijat keningnya semua karena rencananya dan kebodohan M X J yang menyuruh begitu banyak karyawan kesini.


__ADS_2