CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Lu Jin marah


__ADS_3

"Presdir Lu?. Kamu ingin mencari presdir Lu?. Siapa kamu?". Tanya resepsionist itu beruntun.


"Nana...". Panggil Lu Jin yang kebetulan keluar dengan Li Man dan 2 rekan kerja lainnya melihat she na.


"Presdir Lu, dia bilang ingin mencari anda". Ucap resepsionist dengan gugup.


"Dia adalah tunanganku". Ucap Lu Jin menghampiri She na.


"Maaf, presdir Lu". Ucap resepsionist itu takut.


She na tersenyum senang pada Lu Jin dan lansgsung memeluknya tanpa ada rasa canggung karena ada Li Man dan lainnya disana.


"Presdir Lu.. Kami tunggu anda di depan pintu saja". Ucap Li Man.


"Baik..". Sahut Lu Jin melihatnya sebentar kemudian melihat she na kembali. "Kenapa kamu datang?". Tanyanya pada she na.


"Aku datang untuk menemanimu kerja. Aku juga bawa hidangan cinta. Semuanya adalah makanan favoritmu". Ujar she na perlihatkan rantang makanan yang di bawanya.


"Namun, mungkin hari ini aku akan sangat sibuk. Mungkin tidak ada waktu.....". Ucap Lu Jin terpotong.


"Tidak apa-apa". Sela she na dengan cepat. "Aku sangat tenang. Aku akan menunggu dengan patuh di samping". Ujar she na penuh harap dengan senyum sumringah.


"Baik. Ayo..". Lu Jin mengajaknya pergi.


"Aku ikuti kamu". She na menyuruh Lu Jin jalan duluan, dia mengikuti dari belakang. Ketika sampai di depan kantor, she na melihat Li Man akan membuka pintu mobil untuk Lu Jin, dengan cepat she na menghampirinya.

__ADS_1


"Aku saja. Terima kasih". Ucapnya tersenyum mau masuk ke dalam mobil.


"Nana... Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan Li Man. Bisakah kamu duduk di depan?". Tanya Lu Jin.


"Presdir Lu, tidak apa-apa. Terserah nona Gu ingin duduk di mana". Sela Li Man.


"Tidak apa-apa, aku duduk di depan. Kalian diskusikan masalah kalian. Diskusikan masalah kalian". Ujar she na melangkah membuka pintu depan mobil dan duduk dalam diam. Lu Jin dan Li Man duduk di belakang.


"Kenapa pihak bank Ingin bertemu dengan Lu Ming Ting?". Tanya Lu Jin saat mobil sudah jalan.


"Grup Ming Ting memberikan proposal proyek perencanaan ulang area Villa Sinan kepada grup Wei'en. Kami juga baru tahu grup Wei'en selalu tertarik dengan bangunan tua bergaya seni domestik". Sahut Li Man menjelaskan. She na duduk diam di depan, sesekali melirik ke belakang melihat wajah serius Lu Jin dan Li Man membahas tentang kerjaan. "Aku juga dengar bawah dalam kerjasama kali ini, Ming Ting memberikan syarat yang sangat menguntungkan. Aku rasa seharusnya ini adalah Lu Ming Ting mencari jaminan reputasi yang kuat untuk dirinya sendiri. Jika seperti itu, pihak bank akan menjaga martabat Wei'en dan memberi Ming Ting kesempatan lagi". Terang Li Man.


"Kenapa sekarang aku baru mengetahui hal ini?". Tanya Lu Jin dengan emosi melihat Li Man.


"Seharusnya karena terjadi kelalaian pada tim peninjau. Aku juga baru tahu". Ucap Li Man dengan rasa bersalah dan menundukkan kepalanya. Lu Jin membuang muka melihat ke luar jendela.


"Halo, james...". Suara Li Man menelpon membuat she na berhenti berucap.


"Sup labi daun teratai". Bisik she na, Lu Jin memintanya diam dengan jari telunjuknya menempel di bibirnya. She na mengerti dan kembali duduk dengan tenang.


"The CEO already knows this condition. He's with me if you need him. Well". Li Man memberikan ponsel pada Lu Jin.


"Hi, Jamie. This is so ridiculous. Yes, what will happen next? I'll go see you. I can handle the Wei'en group on my own. It's only a matter of time, okay?. I'm going to Vancouver next week, we'll discuss it in person. Jamie, listen. It's just a matter of time. From now on, all problems, report directly to me. Keep in touch". Ucap Lu Jin dengan tegas dan menutup telpon. Memejamkan matanya sebentar. "Nana.. Maaf, tadi kamu bilang apa padaku?". Tanya Lu Jin, karena tadi dia tidak mendengar dengan jelas apa yang di bisikkan oleh she na.


"Tidak apa-apa. I'm okay". Ujar she na sok english.

__ADS_1


"Baik..". Lu Jin tersenyum mendengarnya. "Panggilkan semua anggota tim peninjau. Rapat darurat". Perintaj Lu Jin pada Li Man.


"Akan kuatur segera". Sahut Li Man langsung mengetik pada ponselnya.


"Putar balik ke Zheng Hong". Perintah Lu Jin pada supirnya.


"Baik..". Jawab sang supir langsung memutar balik kembali ke grup Zheng Hong.


Setelah sampai di grup Zheng Hong, Lu Jin dan lainnya langsung rapat darurat. She na duduk dengan tenang di sofa belakang Lu Jin duduk.


"Aku berulang kali mengingatkan kalian. Ketika semua hal terlihat lancar, kerap kali akan tersembunyi krisis besar di baliknya. Kalian tidak dengar. Menganggap kata-kataku sebagai angin lalu". Cecar Lu Jin dengan emosi. Semua yang hadir di rapat darurat menunduk. "Itu artinya kalian punya cara kalian sendiri. Baik. Tolong berikan sebuah penjelasan padaku. Kenapa grup Ming Ting memberi sebuah proposal pengembangan proyek baru kepada Wei'en?. Juga, aku adalah orang terakhir yang tahu. Siapa duluan?". Tanya Lu Jin meminta penjelasan. Semua yang hadir saling melirik satu sama lain dan berakhir diam tidak berkutik. "Sebagai ketua tim, kamu sama sekali tidak memiliki sikap tanggung jawab". Cibir Lu Jin pada ketua tim peninjauan.


"Presdir Lu, maaf". Ucap Ketua tim berdiri dan membungkuk pada Lu Jin. "Itu benar-benar kelalaian kami". Ujarnya merasa bersalah sudah meremehkan grup Ming Ting.


"Jangan minta maaf padaku..". Sentak Lu Jin dengan keras sampai membuat she na melonjak kaget membelalakkan matanya melihat ke Lu Jin. "Apakah kamu tidak tahu aku paling benci kata ini?. Setelah kamu minta maaf, aku harus pura-pura bertoleransi, berpikir dari sudut pandang kalian, aku tak sanggup melakukannya. Tolong ke depannya jangan manfaatkan rasa toleransiku kepada kalian untuk menghina IQ aku". Murka Lu Jin, bahkan Li Man juga tidak bisa berkata apa pun selain menuduk sedari tadi.


"Presdir Lu.. Kami memang ceroboh kali ini. Awalnya kira Ming Ting pasti celaka. Na...namun, tak kusangka mereka memainkan taktik di belakang". Ucap Ketua tim terbata karena takut dan merasa bersalah.


"Pres...Presdir Lu...". Ujar ketua tim dengan wajah memohon.


"Keluar..". Ucap Lu Jin dengan datar. Ketua tim berjalan keluar dengan wajah sedih. "Untuk apa kalian masih duduk di sini?. Proyek ini tidak berhubungan dengan kalian". Ucapnya menatap beberapa orang yang masih menunduk dalam diam.


"Kalian keluar saja". Timpal Li Man, baru mereka semua keluar sambil menunduk.


"Beritahukan Departemen personalia, berikan mereka cuti 3 bulan". Ucap Lu Jin pada Li Man.

__ADS_1


"Baik..". Sahut Li Man melangkah keluar.


__ADS_2