
"Lu Jin..". Panggil Li Man dari dapur saat Presdir Lu melewatinya.
"Li Man?". Presdir Lu terkejut ada Li Man di vilanya. "Schedule kamu belakangan ini benar-benar tidak di prediksi. Aku agak tidak terbiasa". Ujar sang presdir menghampirinya.
"Kali ini aku datang ke Suhai, yang penting adalah ingin melihat, apakah Cheng ziqian kompeten untuk pekerjaan ini. Orang aku yang cari, aku harus tanggung jawab penuh". Ucap Li Man sambil memindahkan masakannya ke piring mangkok.
"Kamu seharusnya sibuk dengan pekerjaan kamu. Apa yang kamu lakukan?. Masak?". Tanya sang presdir melihat Li Man menata makanannya.
"Masak. Hanya sekalian, tidak tau apakah presdir Lu tertarik untuk sekalian mencicipinya juga?". Ujar Li Man membawa makanannya ke meja makan.
"Baik, lagian juga sudah lapar. Terima kasih". Ucap presdir Lu duduk di kursi.
"Sama-sama".
"Sup Penyihir??". Tanya presdir Lu mengerutkan alisnya melihat Li Man.
"Ada malasah?". Tanya Li Man balik dengan enteng.
Sementara di luar vila presdir Lu, ada 3 orang menyender di mobil sedang menatap ke dalam vila dengan pikiran masing-masing.
"Apakah dia cocok masuk begitu saja?". Ucap paman tua agak khawatir membiarkan she na sendiri masuk ke dalam vila presdir Lu.
"Bukankah karena Lu Jin tidak tinggal di hotel XX lagi?. Tidak bisa bertemu, jadi kangen loh!. Harus mengantar kejutan bukan". Timpal Celine.
"Asalkan jangan histeria saja. Kalau Bos tau aku membiarkannya masuk secara pribadi, pasti akan memenggalku". Meng xin jie mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Kembali ke dalam vila.
"Aku minum agak kurang cocok". Tolak presdir Lu memimum sup penyihir Li Man.
"SURPRISE...". Seru she na dengan membawa kue tar di tangannya muncul mendadak. Presdir Lu kaget melihat she na ada di rumahnya. "Rumah kamu besar sekali. Aku mencarinya 2 putaran baru menemukanmu". Seloroh she na tanpa melihat situasi.
"Presdir Lu, kamu pesan antar, kirim kue Tar untukmu?". Tanya Li Man.
"Aku perkenalkan dulu". Ucap presdir Lu berdiri dari duduknya. "Ini adalah.....Koki paling unggul di hotel XX". Ucap sang presdir mengenalkan she na. Senyuman she na lenyap seketika melihat ada Sup Penyihir di meja.
"Dia adalah wakil aku, Li Man". Sambungnya.
__ADS_1
Li Man langsung melepas apronnya. "Halo...". Sapanya dengan senyum ramah.
"Halo...". Balas she na dengan datar masih menatap sup penyihir di meja.
"Ternyata pengantar kue Tar atas nama hotel. Kamu tunggu sebentar, ya". Ucap Li Man mengambil dompetnya. "Berikan kue Tarnya padaku, terima kasih. Ini untukmu!". Li Man mengambil kue dari tangan she na dan memberinya angpao. Sang presdir menatap she na dengan tatapan yang sulit di artikan.
Dengan wajah datar she na menatap presdir Lu.
"Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu". Mata she na melihat sup penyihir itu lagi. Sang presdir hanya bwr Oh ria menyahut she na. Li Man berdiri di samping presdir Lu melihat dengan diam.
Sedangkan di luar vila, 3 orang itu menatap le dalam dengan perasaan campur aduk.
"Lama sekali belum keluar. Sepertinya mereka berdua sudah berhasil". Ucap paman tua.
"Lebih baik mereka berhasil". Sahut Meng xin jie masih khawatir akan kena hukum.
"Bukankah kalian berdua berteman dari kecil?. Bukankah biasanya kamu bisa mengkritik dia. Kenapa jadi takut?". Cibir Celine menyindir.
"Dia berbuat salah, aku mengkritiknya. Dia tidak membuat kesalahan, hanya pacaran. Kenapa aku harus mengkritiknya?". Ucap Meng xin jie.
"Na na aku, mengandalkan 100% usaha dan 100% keberuntungan. Orang biasa hanya bisa iri, tidak bisa meniru". Puji paman tua, Celine memgangguk senyum setuju.
Kembali ke dalam vila.
"Rekan kerja, kalau ada masalah cepat katakan. Kalau presdir Lu tidak bisa bantu kamu menyelesaikannya, aku juga bisa bantu kamu selesaikan". Li Man membuka suara karena she na diam tidak berkata apa pun.
"Lampu sensor di koridor mati". Ucap she na melihat sang presdir dengan kesal dan melihat Li Man, lalu menatap sup penyihir di meja. Dia menghela nafas menahan rasa sakitnya. "Itu, aku memang mewakili seluruh staf hotel XX datang untuk memberi ucapan kepada presdir Lu. Semoga presdir Lu penuh berkah, banyak keturunan, selalu berbahagia". Ucap she na membungkuk menghindari mata merahnya kelihatan dan berlalu pergi keluar.
"Tunggu sebentar..". Seru presdir Lu mau mengejar she na. Namun...
"Lu Jin...Aku lupa kasih tau kamu". Ucap Li Man, presdir Lu menghentikan langkahnya dan hanya menatap kepergian she na. "Direktur Zheng minta kamu video call kepadanya, dia ada hal penting mencarimu". Sambung Li Man.
"Baik". Jawab sang presdir tanpa melihat ke arahnya dan pergi begitu saja.
**
Hiiiih...Hiks...Hiks....She na menangis dengan sangat sedih. Paman tua, Celine, dan Meng xin jie menemaninya.
__ADS_1
"Sudah, sudah. Kamu sudah menangis sepanjang jalan, hanya beberapa tetes air mata". Ucap paman tua memberikan tisu. "Cepat ambil".
Setelah mengambil tisu tangis she na makin menjadi.
" Pokk.....Berhenti sebentar!". Sentak paman tua menggeprak meja membuat tangis she na makin kencang.
"Mengagetkan". Decak Celine.
"Ada masalah cepat katakan. Katakan". Sentak paman tua lagi.
"Ak...Aku melihat kamar Lu Jin ada seorang wanita". Ucapnya sambil mewek.
"Wanita?. Tidur bersamanya?". Tanya Celine terlihat tenang.
"Seharusnya tidak. Hiks..". Sahut she na.
"Itu tidak apa-apa. Wanita sangat wajar". Hibur Celine.
"Yang lebih parah, aku melihat Lu Jin makan masakan yang di masak wanita itu". Ujar she na ngegas.
"Guru Gu, Guru Gu..". Sela Meng xin jie. "Guru Gu, aku tidak mengerti. Wanita dari mana?. Masak apa?". Tanya menautkan alisnya.
"Siapa namanya...Siapa namanya...Nama Man Li apaan...". Ucap she na lupa nama wanita itu.
"Li Man, Li Man. Kakak, itu bukan wanita biasa. Dia adalah wakil presdir grup kami". Meng xin jie menjelaskan, she na langsung berhenti menangis menatapnya.
"Pantas saja aku merasa lagaknya memaksa orang, sedikit bertemperamen". Ujar she na dengan suara serak.
"Na na, marga Li itu, memaksa apa padamu?". Tanya paman tua terlihat kesal.
"Dia...Dia mengira aku mengirim ucapan dari hotel dan kasih aku angpao ini. Siapa yang mau angpao ini?. Menyebalkan". Ucap she na melemparkan angpao ke meja dengan kasar. Paman tua mengambilnya melihat ke arah Celine dan membukanya.
"Banyak sekali". Ucap paman tua terkejut melihat isi angpao yang sangat banyak.
" Apa Li Man atau bukan Li Man?. Wanita ini datang ke Suhai untuk apa?. Datang ke Suhai kenapa kamu tidak tau?". Ucap Celine melotot pada Meng xin jie. "Kenapa kamu tidak tau?. Kamu mengirim begitu banyak informasi, apa maksudnya?. Apa maksudnya?". Cecar Celine dengan tatapan tajam.
"Bukan, sebenarnya ini...Direktur Li, sudah datang ke Suhai sejak awal. Kemudian dia pergi dinas bersama presdir Lu, pergi ke Zhou zhuo. Tapi telpon padaku juga tidak bilang akan kembali ke Suhai". Ujar Meng xin jie tidak mau di salahkan.
__ADS_1
"Ternyata kamu yang melaporkannya". Marah Celine melempar tisu bekas she na ke wajahnya.