
"Gampang..". Ucap Lu Jin melepas jasnya dan membuangnya sembarang. Lalu Lu Jin mengambil seember cat yang sudah dia siapkan dan menyiramnya ke tembok. Dia mengajak she na mengikuti caranya, she na ketawa senang dan berjalan mengambil ember cat dan menyiramnya ke tembok. Keduanya ketawa senang sambil menyiram cat ke tembok dan menggambarnya sesuka hati. She na menggambar bentuk hati dan lingkaran di punggung Lu Jin sambil tersenyum. Lu Jin membiarkannya, asal she na senang.
"Bagaimana?. Apakah bagus?". Tanya she na setelah puas menggambar di tembok.
"Bagus..". Jawab Lu Jin menatap she na intens.
"Maksudku tembok". Ujar she na malu Lu Jin menatapnya begitu.
"Yang aku maksud adalah kamu". Ucap Lu Jin terus menatapnya. She na mencolek wajah Lu Jin dengan jarinya yang penuh cat. Lu Jin juga balas mencolek wajah she na dengan cat. Lalu Lu Jin mendekatkan wajahnya pada she na dan menciumnya dengan lembut. She na melingkarkan kedua tangannya di leher Lu Jin dan membalas ciumannya. Lu Jin menarik bibirnya, agar she na bisa bernafas, setelah itu Lu Jin menyosor bibir she na lagi, kali ini dia **********, saling bertukar saliva. Setelahnya kening keduanya saling menempel dan saling menatap penuh cinta.
Keesokan harinya, Lu Jin membawa she na ke mall. Masuk ke salah satu ternama. She na melihat-lihat pakaian disana, Lu Jin mengikuti dari belakang. Kring...Kring...Ponsel Lu Jin berdering.
"Nana...Aku jawab telpon dulu". Ucap Lu Jin pada she na.
"Baik..". Jawab she na, lalu dia kembali melangkah melihat-lihat pakaian disana, tidak ada yang dia sukai. Sampai dia melihat ada manekin dengan gaun pengantin putih menarik perhatiannya. Lalu she na mencobanya di bantu pelayan butik.
"Dengar baik-baik. Ketika semua hal terlihat semakin lancar kerap kali akan tersembunyi krisis besar di baliknya. Apakah kamu paham?. Aku sudah menekankannya beberapa kali". Ucap Lu Jin di telpon sambil mencari keberadaan she na. Saat Lu Jin berbalik badan, dia tercengang melihat she na berada di depannya dengan gaun pengantin. She na terlihat sangat cantik dengan gaun itu. She na tersenyum melihat Lu Jin yang menatapnya tidak berkedip.
"Apakah bagus?". Tanya she na menyadarkan Lu Jin.
"Bagus .". Jawab Lu Jin setelah sadar. Lalu dia berjalan mendekati she na. "Aku... ada masalah mendadak yang perlu aku selesaikan, Jadi, jika suka sesuatu, belilah". Ucap Lu Jin memberikan black card pada she na. "Supir sedang menunggumu di bawah. Aku pergi urus sesuatu dulu. Oke?". Ujarnya melangkah pergi lalu berbalik lagi melihat penampilan she na sebentar dan berlalu pergi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tak lama setelah Lu Jin pergi, she na juga pergi dari mall itu, setelah berganti pakaiannya. Dia menuju studio paman tuanya.
"Lalu..?". Tanya paman tua setelah mendengar cerita she na.
"Tidak ada lalu lagi". Jawab she na santai.
"Apakah dia tidak mengatakan apa pun?". Tanya paman tua penasaran.
"Ada...". She na menceritakan semua yang di katakan oleh Lu Jin saat di butik.
"Dia bilang ini saja". Ucap paman tua tidak percaya.
"Aku juga merasa stres. Menurutmu, apa maksud Lu Jin". Tanya she na dengan lesuh.
"Apa maksudmu?. Kenapa tiba-tiba pakai gaun pengantin untuk di lihatnya?". Omel paman tua.
__ADS_1
"Aku merasa gaun pengantin itu sangat cantik. Karena bosan, aku ingin mencobanya. Siapa sangkar reaksi Lu Jin seperti itu. Bantu aku analisis dulu, sebenarnya apa maksud dia?". Ujar she na tidak mau di salahkan, mendesak paman tua membantunya.
"Analisis kepalamu. Dia merasa kamu pasti sedang memaksanya untuk menikah". Ucap paman tua menakutinya.
"Aah...Apa mungkin?". Tanya she na memegang kepalanya panik.
"Mungkin..".
"Apakah dia akan membenciku?".
"Akan..".
"Apakah dia akan meninggalkanku?". Tanya she na sudah ketakutan.
"Pasti..".
"Aah... jangan menakuti aku. Kami berdua...tak gampang dapat akur kembali setelah putus. Sekarang akan putus lagi?". Ucap she na frustasi.
"Karena di kehidupan lampau, Kamu adalah Thanos. Hahaha...". Paman tua menertawakan she na.
"Pakaianku disponsori. Jangan disobek. Nana, aku bantu analisa. Aku analisa dengan baik. Lu Jin...Jangan panik. Anak ini...". Omel paman tua karena she na mau merobek gambar desainnya.
Celine berjalan masuk dengan langkah gontai sambil bergumam.
"Gawat..Gawat,gawat. Gawat,gawat...". Gumamnya membuat she na dan paman tua menatapnya aneh.
"Apa yang gawat?. Bisakah kamu jangan mengutukku?". Desis paman tua kesal.
"Kamu terlihat seperti mesin pengulang". Ujar she na melihat wajah kacau Celine.
"Aku.....". Ucap Celine membuat she na paman tua menunggu kelanjutannya.
"Katakan..".
"Katakan..". Desak she na dan paman tua bersama.
__ADS_1
"Aku... Sebenarnya di dalam hatiku, aku menolak hubungan percintaan ini". Ucap Celine tanpa merasa malu. She na sampai melotot mendengarnya.
"Xu Zhao Di... Orang seperti apa kamu?. Tidak bermoral. Dasar!". Cecar paman tua dengan kesal. " Bagaimana menurutmu?". Tanyanya pada she na.
"Aku tidak tau..". Jawab she na dengan lugu.
"Iya..".Ujar paman tua menatap Celine.
"Aku sangat kacau. Aku ingin pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri". Ucap Celine berjalan dengan ling lung mencari kamar mandi.
"Keluar... Jalan lurus dan belok kanan". Ucap paman tua menunjukkan letak kamar mandi dengan pongah.
"Paman tua... Aku juga sangat kacau. Aku juga ingin pulang untuk menenangkan diri dulu. Aku mencintaimu". Ucap she na berdiri memeluk paman tuanya sebentar berlalu pergi dengan langkah gontai.
"Kalian itu, menganggap tempatku sebagai apa?. Kantor konsultasi cinta Quan'an?. Stasiun konsultasi cinta Quan'an. Quan'an... Kantor konsultasi cinta Quan'an. Lain kali aku akan meminta biaya konsultasi dari mereka". Desis paman tua menggerutu. "Zhao Di... Toilet tidak ada air. Tidak bisa siram. Kamu buang air besar atau kecil?". Seru paman tua setelah ingat ada masalah di kamar mandinya. Paman tua berlari ke toilet mencari Celine.
Di tempat lain..
"Manager Chen... Bagaimana mobil yang aku iklankan di website kalian?". Tanya M X J di telpon menanyakan tentang mobilnya.
{Mobil yang anda iklankan di website kami sudah terjual. Uang akan ditransfer ke rekening anda dalam 2 hari ini}. Sahut manager Chen salah satu website yang M X J iklankan mobilnya.
"Bagus sekali, bagus sekali. Bisakah bantu aku desak lagi?. Aku buru-buru membutuhkan uang ini". Ucap M X J meminta tolong.
{Baik, aku tanya dulu. Aku bantu kamu}. Jawab manager Chen.
"Baik, terima kasih". Ucap M X J menutup telpon dan menghela nafas lega.
sementara di dalam kamar, Lu Jin sedang sedang melihat keluar jendela sambil memikirkan she na yang memakai gaun pengantin terlihat sangat cantik. Lu Jin menghela nafas, lalu menelpon paman tua.
{Halo...Presdir Lu..}. Sapa paman tua mengangkat telpon.
"Paman sepupu...Bantu aku". Ucap Lu Jin dengan serius.
{Katakan}. Ucap paman tua. Lu Jin menceritakan rencananya meminta bantuan paman tua. Dan paman tua mengiyakan akan membantunya.
__ADS_1