CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Ciuman tak di sengaja


__ADS_3

"Menyebalkan. Meja penuh dengan makanan kesukaan Lu Jin. She na sampai tidak sabar menyuapi Li Jin sendok demi sendok". Adu paman tua dengan kesal setelah keluar dari rumah she na langsung menelpon Celine(Zhao Di).


"(Apa respon Lu Jin?)". Tanya Celine Kepo.


"Kalau Lu Jin, kamu tidak usah ungkit. Dia terus menerus memanggil she na. Aku kasih tau kamu, kedua orang ini sama sekali tidak menganggap aku ini pamannya". Omel paman tua.


"(Apakah Lu Jin tidak merasa janggal ada kamu jadi pengganggu di situ?)".


"Janggal?. Apa sekarang masalah perasaan dia?. Sekarang adalah perasaan aku. Aku kasih tau kamu Zhao Di, hari ini aku marah sampai tidak bisa makan. Seharian ini aku sangat suram". Kesalnya.


"(Sudah, sudah, aku sudah tau. Aku masih ada urusan. Sudah dulu, bye...)". Ujar Celine menutup telpon.


"Zhao Di...Haaah....Wanita bersosialisasi dengan muka palsu". Gerutu Paman tua.


She na membawa camilan untuk presdir, namun di lihatnya sang presdir tertidur di sofa. Dengan pelan she na meletakkan piring di meja dan melihat wajah presdir Lu dari dekat sambil tersenyum. She na mengambil ponselnya dan memfoto sang presdir yang lagi tertidur. Saat she na ingin mengambil fotonya dirinya dengan dengan sang presdir dari dekat, sang presdir menggerakkan tangannya menyenggol lengan she na hingga terjatuh karena tidak seimbang. Bibir she na menempel pada bibir presdir Lu membuat sang presdir membuka matanya, melihat itu she na dengan cepat menjauhkan dirinya menunduk membelakangi sang presdir karena malu.


Sang presdir duduk di sofa menutup mulutnya dan mata membulat melihat she na membelakanginya.


"Maaf, tadi aku...aku ketiduran, jadi...Maaf". Ucap presdir Lu.


"Aku juga tidak sengaja. Tadi aku lihat kamu ketiduran, tidur dengan begitu nyenyak, sangat manis". Ujarnya jujur. "Kemudian, kemudian aku ingin menyelimuti kamu, tak di sangka kesandung selimut". Dustanya.


"Hari sudah larut, aku pergi dulu". Ujar sang presdir melihat jam tangannya.


"Baik". Sahut she na tersenyum. "Baju kamu". Tunjuknya di atas sofa.


"Terima kasih".


"Sampai jumpa besok".


"Sampai jumpa besok". Ujar sang presdir berlalu pergi.


Setelah sang presdir pergi, she na mengambil ponselnya dengan senyum bahagia melihat foto presdir Lu yang di ambilnya. Sedangkan sang presdir melamun di kamar hotelnya tentang ciuman tak di sengaja tadi sambil meraba bibirnya. Sang presdir tersenyum memikirkan hari-hari yang sudah di lewatinya dengan she na.

__ADS_1


Keesokan hari, Meng xin jie mengantar Li Man masuk ke kamar hotel presdir Lu.


"Direktur Li, silakan!". Masalah anda telah pulang, aku tidak kasih tau presdir Lu. Jadi, saat dia pulang melihat anda pasti sangat senang". Ujar Meng xin jie.


"Presdir Lu, ada dimana sekarang?". Tanya Li Man.


"Biasanya aku yang kasih tau schedule aku pada presdir Lu, dia tidak pernah kasih tau aku". Meng xin jie menjelaskan.


"Terus masalah yang aku suruh cari tau, kamu sudah kasih dia?".


"Anda suruh aku cari tau masalah apa?. Aku tidak pernah menerima telpon dari anda".


Li Man puas dengan jawaban Meng xin jie, lalu masuk ke kamar tidur presdir Lu dan melihat-lihat barang presdir Lu.


"Itu koleksi terbaru presdir Lu". Ujar Meng xin jie menjelaskan kotak sendok di pegang Li Man.


"Presdir Lu ada kebiasaan koleksi sendok, kenapa aku tidak tau?"


"Dulu tidak pernah, baru dimulai".


"Tidak tau saat laundry kenapa, mungkin ini tidak hati-hati terselip". Ujar Meng xin jie gugup memberikannya pada Li Man.


"Direktur Li, hotel XX tau anda datang, sudah menyiapkan jamuan malam yang mewah untuk anda. Kalau tidak kita ke restoran makan dulu". Ajak Meng xin jie.


"Aku tunggu Lu Jin pulang makan bersama. Kamu pergi kerja saja. Ada masalah, aku akan cari kamu". Ucap Li Man dengan tenang meninggalkan kamar presdir Lu. Meng xin jie menghela nafas menepuk-nepuk dadanya ikut keluar.


Dulu Li Man adalah sekretaris adminiatrasi dan rekan kerja presdir Lu.


"Lu Jin, apakah kamu masih bisa buat pilihan yang sama seperti tahun lalu?". Ujar Li Man memikirkan dulu presdir Lu lebih memilih dirinya dari pada pacarnya sendiri. Dulu pacar presdir Lu memberikan pilihan pada sang presdir, memilih salah satu di antara pacar atau sekretaris di sampingnya. Dan presdir Lu memilih sekretarisnya, katanya sekretaris bisa membantu pekerjaannya, namun pacar bisa di ganti kapan saja. Li Man juga berharap kali ini presdir Lu akan memilihnya lagi.


She na membuat Tanghulu yang sangat banyak untuk presdir Lu. Sang presdir meminta pelayan membawanya ke kamarnya.


"Kali ini aku tidak mungkin hanya makan satu saja". Ucap presdir Lu mengirim pesan suara pada she na. Ketika masuk ke ruang tamu di kamarnya dia terkejut ada orang lain di kamarnya.

__ADS_1


"Li Man.. Kamu, kenapa kamu ada disini?. Xiao jie, xiao jie tidak kasih tau aku?". Tanya presdir Lu menautkan alisnya.


"Kenapa?. Tidak menerimaku?". Ujar Li Man menghampiri presdir memberikan segelas air padanya.


"Tidak, hanya merasa sangat mendadak. Cicipi ini, waktu kecil sering makan". Ucap sang presdir memberikan Tanghulu pada Li Man.


"Jangan makan ini lagi. Restoran sudah menyiapkan jamuan malam untuk kita". Ucap Li Man meletakkan Tanghulu di meja.


"Masalah formal, lebih baik katakan sekarang". Ucap presdir Lu tidak senang melihat Li Man meletakkan Tanghulu di meja.


"Kamu berencana tinggal berapa lama lagi di Suhai?. Hotel ini, kamu telah menghambat waktu yang cukup lama. Saat aku datang, Direktur Zheng sengaja berpesan untuk kasih tau kamu, masih banyak pekerjaan penting di swiss sedang menunggu kamu pulang". Ucap Li Man dengan wajah serius.


"Yang utama hotel ini belum menemukan manager yang tepat, jadi aku masih mencarinya, perkiraan.....". Ucap sang presdir terpotong.


"Aku sudah menemukannya". Sela Li Man. "Wawancaranya besok di zhuo zhou. Aku sudah beli tiket penerbangan malam ini. Kita berdua pergi bersama-sama".


"Wawancara besok, kamu baru kasih tau aku sekarang. Kenapa?". Tanya sang presdir.


"Aku sudah telpon kamu berulang kali, kamu tidak menerimanya. Aku juga mengirim SMS untukmu, kamu tidak tau?".


"Adakah?". Ucap sang presdir periksa ponselnya, dan menghela nafas panjang.


"Lu Jin, ini tidak mirip kamu. Dari dulu urusan pekerjaan, kamu selalu langsung membalasnya. Belakangan ini kenapa?".


"Tidak apa-apa, sangat baik".


"Dinas di luar, pasti ada saat-saat yang membosankan. Pasti akan mengenal teman baru, sangat wajar. Tapi, tempatmu bukan disini. Pekerjaanmu juga tidak bisa membuatmu tinggal lama disini. Jadi, apakah sebaiknya pulang ke posisimu sendiri lebih awal?".


"Aku tau". Jawab sang presdir.


"Aku pergi makan. Kamu sungguh tidak ingin makan?".


"Tidak, terima kasih".

__ADS_1


Setelah kepergian Li Man, presdir Lu merenung memikrikan kata-kata Li Man dan melihat Tanghulu di meja. TING...Ada pesan masuk ke ponselnya.


__ADS_2