
Pagi-pagi temannya mengabarkan dapat masalah dan minta bantuannya.
"Halo... Rena xu, aku sudah tiba, dimana kamu?. kita sudah janjian untuk bertemu jam 10!". Tanya she na menelpon temannya.
"(Aku ada di kantor polisi)". Jawab temannya di telpon seberang.
"Kantor polisi?. Kamu ditangkap karena di anggap pela*ur lagi?".
"(Gu she na, saat aku bertemu kesulitan, kamu jangan menaruh garam lagi di atas lukaku)". Kesal Rena. "(Aku datang untuk membuat KTP baru, hoh, pria sialan yang ajak aku ke Bar kemarin pasti merupakan andal. Dia juga membawa pergi dompetku. Aku sudah mengenalnya selama sebulan, bisa-bisanya aku tidak menyadari bahwa dia adalah penipu)". Cerita Rena histeris di balik telpon.
"Sudahlah, bukankah aku datang sendiri untuk membalaskan dendammu. Kamu cepat datang ke zona D, aku sudah tiba". Ucap She na menutup telpon, lalu dia jalan mencari nomor parkir mobil pria sialan yang sudah di kasih tau temannya. D232, D233, D234, D235, D236.....Wow...sebuah mobil mewah terparkir di depannya. Dia memikirkan ide jahil untuk mengerjai pria sialan itu, lalu dia membuat adonan dari tepung terigu bentuk mie panjang dan bentuk kot*ran manusia di atas mobil dan dia menyebarkan tepung di seluruh body mobil, hingga mobil berubah jadi warna putih. Dia sangat senang dengan karyanya sambil bersenandung, na...na...na...Ponsel di dalam tasnya berdering.
"Halo..."
"(Gu she na, aku sudah tiba, kenapa aku tidak melihatmu?. Mobilnya juga tidak ada disini. Kamu ada dimana?)". Tanya Rena di telpon.
"Aku ada di zona D. Aku bisa mendengarnya jika kamu berteriak". Jawab she na santai masih dengan aksinya di mobil itu.
"(Maksudku zona B. ABC, B, bukan D. B236. Haa, apakah kamu salah mobil?)". Tanya Rena panik.
"ABC, B, B....". Kaget she na seketika tangannya berhenti dari karya yang dibuatnya.
"(Kamu...kamu cepat lari sekarang. Cepat lari selagi tidak ada orang)". Teriak Rena dari sebelang telpon.
"Baik...". Baru berbalik badan, sudah ada seorang pria di depannya. Dia kaget sekali, setelah melihat beberapa detik pria di depannya, she na merasa pernah bertemu dengannya.
"Siapa kamu?. Kenapa kamu bisa berada di mobilku?. Apakah kita pernah bertemu?". Tanya pemilik mobil bertubi-tubi.
__ADS_1
'Seharusnya dia tidak mengenalku'. Batin she na. Ya, pria di depannya adalah pria yang ada digudang waktu kebakaran. "Salah paham, salah paham". Jawab she na dengan bahasa jepang, membuat pemilik mobil membulat matanya. "Kamu salah orang, mana mungkin kita pernah ketemu?". Elak she na dengan bahasa jepang yang terdengar kaku. "Apakah ini mobilmu?. Sangat keren, sangat keren. Jika begitu, aku tidak mengganggu lagi, sampai jumpa". Lanjut she na mau melarikan diri.
"Berhenti nona!". Balas pemilik mobil dengan bahasa jepang juga. "Apakah kamu sudah melihat mobil ini dengan baik?". Ucap pemilik mobil, sekarang giliran she na yang membulat matanya. Dia tidak mengerti apa yang dikatakan pemilik mobil ini, dan tidak menyangka pria ini bisa bahasa jepang. "Katakan dengan jujur, apakah kamu orang jepang?". Tanya pemilik mobil menatap mata she na lekat, dan yang ditanya bingung, gak tau apa yang dikatakan pemilik mobil.
"O..orang jepang??". Ucapnya gugup tidak tau artinya. Sialan seharusnya aku gak sok pakai bahasa jepang yang baru tau beberapa kata saja, sekarang malu sendiri gak bisa jawab. "Sebenarnya aku bisa sedikit bahasa...mandarin.....". sambungnya dengan senyum lebay, karena tidak bisa bahasa jepang.
"Bahasa jepangmu sangat lancar. Aku sudah mendengar ketika kamu sedang telpon. Orang tiongkok, silakan berbicara dengan bahasa ibu". Sela pemilik mobil dengan seringai melotot.
"Paman, aku salah. Aku tidak akan berani lagi, maaf". Ngaku she na dengan tersenyum manis, dan mau segera kabur dari sang pemilik mobil.
"Paman??". Syok di panggil oleh she na.
"Awh,, sakit, lepaskan". teriak she na, saat sang pemilik mobil mencengkram lengannya kuat, saat mau kabur.
"Aku bisa melepaskanmu, tapi kembali ke mobilku". Ucap pemilik mobil.
"Ini...sepertinya tidak baik!". Lirih she na.
"Ayo,, mulailah pertunjukkanmu". Ucap pemilik mobil mulai merekam dengan ponselnya.
"Paman...aku benar-benar bersalah". Ucap she na panik menutup wajahnya, saat pemilik mobil merekamnya.
"110 atau langsung ke kantor polisi?. Ancam pemilik mobil. "Bagaimana sikapmu tadi?. coba ulangi. Ekspresi!!. Kata pemilik sambil merekam. "Aaa, tadi kamu masih menyandungkan lagu, coba bersenandung sekali lagi". Nyindir pemilik mobil. Dia merekam adegan ulang, seakan she na adalah pelaku kejahatan.
"Mie ini panjang dan lebar, seperti mangkok ini, besar dan bulat". Senandung she na dengan suara serak memainkan adonan tepung karyanya yang di hias di mobil mewah ini.
"Hanya satu lirik ini, kan?. Baiklah, sudah cukup". Ucap sang pemilik datar.
__ADS_1
"Paman, maaf, benaran ma...."
"Aku sudah punya buktinya, pergi menyerahkan diri saja". Kata pemilik mobil membuka pintu mobilnya, tapi langsung ditutup kembali oleh she na, hampir menjepit tangan sang pemilik.
"Paman, kita bicarakan baik-baik". Kata she na dengan suara gemetar.
"Jangan memanggilku paman lagi, kita tidak saling kenal". Sentak sang pemilik kesal di panggil paman. 'Apakah aku sudah sangat tua'. Batinnya.
"Aku janji akan mengembalikannya ke semula". Ucap she na takut. "Sebenarnya, ketika aku datang, aku sudah mempertimbangkan masalah ini. Ini cukup disapu saja". Kata she na mendekat ke mobil.
"Jangan sentuh, jangan sentuh lagi". Ucap sang pemilik mau menghentikan langkah she na, tapi.....
FUUSS...........
She na meniup tepung dengan kuat dan menerpa muka pemilik mobil. Melihat tindakannya she na buru-buru minta maaf berlari ke arah pemilik mobil.
"Maaf, cukup di tepuk-tepuk saja. Tepung ini sangat bagus....". Ucapnya mau menghapus tepung di muka sang pemilik.
"Jaga jarak". Ucap sang pemilik datar dan dingin, lalu membersihkan tepung di wajahnya.
"Aku akan ganti rugi, kamu buka harga saja. Aku akan ganti rugi semuanya". Kata she na sudah merasa takut, cemas, gugup campur aduk semuanya.
Mendengar ucapan she na, pemilik mobil menghela nafas, kesal mau marah tidak bisa, melihat wajah she na sudah mau menangis.
"Baik..". Kata pemilik merogoh saku celana dan jas mencari sesuatu.
"Apa yang sedang kamu cari?". Lirih she na.
__ADS_1
"Kertas".
She na mencari kertas di dalam tasnya dan tidak ada. Lalu dia menjinjitkan kakinya di depan pemilik mobil yang lebih tinggi darinya, memejamkan mata menunjuk keningnya. " Bagaimana, jika di tulis disini".