
"Kenapa kamu datang?". Tanya she na saat membuka pintu mau membuang sampah dia melihat Lu zheng sudah ada di depan rumahnya.
"Aku terlalu bosan berada di rumah. Aku ingin mengajak orang untuk ngobrol. Apakah kamu sibuk?. Tidak mengganggumu, kan?". Sahut Lu zheng bertanya dengan mimik muka sedih.
"Tidak. Kebetulan hari ini aku cuti. Kamu datang pagi sekali, apakah sudah sarapan?". Tanya she na.
"Sekarang sudah jam 12". Ujar Lu zheng melihat jam tangannya.
"Jam 12.00?". She na melongo. "Apakah kamu ingin makan siang bersama?". Ajak she na.
"Baiklah..". Jawab Lu zheng dengan cepat.
"Kamu masuk dulu. Aku pergi buang sampah". Ucap she na.
"Aku temani kamu".
"Baik..". Mereka berdua berjalan membuang sampah. Setelahnya, she na memasak untuk makan siang keduanya, Lu zheng menunggu di meja makan.
"Makan lebih banyak. Keluarga, tidak perlu sungkan". Ucap she na mengambil lauk untuk Lu zheng. "Maaf. Aku tidak bisa menghadiri pemakaman paman Lu. Karena kamu tahu, hubunganmu dengan Lu Jin, dan diantara Kedua keluarga kalian.....". Ujar she na tidak enak melihat mimik muka Lu zheng yang sedih.
"Kak, jangan dikatakan lagi. Aku mengerti semuanya". Potong Lu zheng dengan cepat. "Karena persaingan antara Zheng Hong dan Ming Ting, kakakku semakin asing denganku. Sebenarnya selama ini aku punya sebuah harapan. Aku tidak ingin dendam dari generasi sebelumnya berlanjut ke generasi ini. Apakah setelah Ayahku meninggal, aku harap di sisiku ada seorang kerabat. Aku harap kakakku... Aku harap kakakku... bisa menerimaku sebagai adiknya". Ujar Lu zheng dengan air mata menggenang.
"Aku paham. Kamu jangan khawatir. Serahkan hal ini padaku. Aku pasti akan membantumu untuk mewujudkan harapanmu ini. Lu Jin memang seperti itu, agak berhati-hati dalam bertindak. Apa yang perlu diwaspadai dari adik kandung sendiri?". Ucap she na dengan polos sambil menggerutu.
"Kak... kamu bersedia membantuku seperti ini, aku benar-benar sangat berterima kasih. Namun, aku tak berharap kakakku tahu pemikiranku ini. Bagaimana pun juga, sekarang aku masih bukan apa-apa. Tunggu sampai aku lebih berprestasi lagi. Aku rasa, pada saat itu, Kakakku baru tidak meremehkanku lagi". Ujar Lu zheng dengan senyum sendu.
"Baik. Cepat makan". She na mengambil sepotong kepiting untuk Lu zheng. Dan menatap kepiting itu bengong.
__ADS_1
"Ada apa?". Tanya she na melihat Lu zheng diam saja.
"Tidak apa-apa". Jawab Lu zheng, lalu dengan ragu-ragu memasukkan kepiting itu ke mulutnya. Walaupun tau diri sendiri alergi dengan kepiting. "Hmm, enak..". Ujarnya dengan senyum palsu.
"Makan sayuran". She na mengambil sayur ke mangkuknya. Beberapa detik kemudian Lu zheng menggaruk lehernya yang gatal. "Apakah panas?". Tanya she na melihat muka Lu zheng merah. Hueek...Hueek...Lu zheng langsung muntah. "Kamu kenapa?. Kamu ini kenapa?. Lu zheng...". Ucap she na dengan panik sambil menepuk punggung Lu zheng. She na langsung membawa Lu zheng ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit, dokter langsung memeriksanya dan juga menyuntiknya.
"Istirahatlah dengan baik. Jika setelah semalam tidak masalah, besok bisa keluar dari rumah sakit. Ingat, jangan menyentuh alergen lagi". Ucap perawat mengingatkan sebelum keluar.
"Terima kasih..". Ucap she na mengangguk ke perawat. "Kamu ini, alergi kepiting, tapi, kenapa kamu makan?" Omel she na dengan kesal setelah perawat keluar.
"Kamu yang mengupasnya untukku". Sahut Lu zheng dengan enteng.
"Kamu ingin cari mati?". Cecar she na melotot.
"Tidak apa-apa. Semuanya akan membaik. Jangan khawatir, mulai sekarang kamu adalah adikku. Aku akan melindungimu". Ucap she na menghibur Lu zheng.
"Kenapa aku ingat aku lebih tua darimu?". Tanya Lu zheng menautkan alisnya.
"Berdasarkan senioritas, aku adalah kakak iparmu. Aku lebih tua darimu". Jawab she na sekenanya.
"Benar juga". Ujar Lu zheng nyengir kuda.
"Sudahlah, istirahat dengan baik. Aku ambilkan air untukmu". Ucap she na mengambil termos melangkah keluar. Beberapa detik kemudian, ponsel she na yang ada di nakas berdering, tertera nama 'Lu rewel'. Lu zheng melihatnya dengan tatapan tajam, lalu menyeringai licik. Sedangkan di seberang telpon sana, Lu Jin menunggu she na mengangkat telpon. Saat mau menelpon lagi, Li Man memanggilnya dan mengurungkan niatnya menelpon lagi.
"Presdir Lu..Ada sedikit masalah dalam kasus Ming Ting. Pihak ketiga itu terus menaikkan harga. Sekarang harga akuisisi Ming Ting lebih tinggi 3% dari perkiraan kita. Apakah kita harus terus naikkan?". Tanya Li Man.
__ADS_1
"Naikkan. Aku harus mendapatkan Ming Ting". Jawab Lu Jin dengan yakin.
"Aku sudah mencari orang untuk menyelidiki latar belakang pihak ketiga, seharusnya minggu depan akan ada hasilnya". Li Man memberitahu tugas yang diberikan Lu Jin sedang di jalankan.
"Baik. Li Man..". Panggil Lu Jin saat Li Man berbalik mau pergi, Li Man langsung berbalik menghadap Lu Jin. "Kamu awasi hal ini secara pribadi. Aku tidak ingin ada kelalaian". Pinta Lu Jin, Li Man Mengangguk dan berjalan pergi.
Keesokan harinya setelah keluar dari rumah sakit, Lu zheng mengadakan lomba mobil Tamianya dengan teman-temannya. She na , Celine dan paman tua juga datang untuk meramaikan.
"Permainan mobil mainan mengapa begitu heboh?. Benda sekecil ini, apakah bisa di lihat dengan jelas?" Tanya Celine melihat begitu banyak anak muda yang ikut berlomba.
"Lu zheng...Lu zheng...". Panggil she na melambaikan tangan.
"Eh, kak she na, kamu sudah datang?". Sahut Lu zheng menghampiri she na sambil tersenyum senang.
"Hari ini aku bawa dua teman untuk mendukungmu. Kamu harus semangat ya". Ucap she na menunjuk Paman tua dan Celine.
"Sangat mendukung". Ujar Lu zheng dengan senyum palsunya.
"Aku perkenankan dulu. Ini adalah paman tuaku, Gao Quan'an". Ucap she na.
"Hai, paman tua, namaky Lu zheng". Sapa Lu zheng dengan ramah, namun paman tua tidak menyahut, malah membuang muka ke samping dengan wajah kecut.
"Mukanya memang selalu seperti itu". Ucap she na menjelaskan melihat muka pamannya. "Ini adalah sahabatku, Xu Zhao Di. Ramah dan terbuka". Ucap she na memperkenalkan Celine.
"Panggil aku Celine Xu". Ucap Celine mengulurkan tangan kirinya.
"Waw..Gadia cantik". Lu zheng menyambut tangan Celine dengan senyum sumringah.
__ADS_1
"Terima kasih". Balas tersenyum senang.