CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
KESAMAAN 100%


__ADS_3

TING...TONG... Bel pintu kamar presdir Lu berbunyi. Sang asisten berjalan membuka pintu.


"Kamu...Kamu yakin kamu adalah seorang koki wanita?". Ucap asisten presdir setelah membuka pintu dan melihat Daguo yang datang dengan nampan makanan di tangannya. Karena sang presdir sedang menunggu koki wanita yang ingin di temuinya.


"Anda salah paham. Aku mewakili koki wanita itu untuk menemui presdir Lu". Ucap Daguo dengan canggung.


"Masuk..". Seru sang presdir dari dalam. Daguo masuk membawa nampan di tangannya.


"Presdir Lu". Sapa Daguo dengan membungkuk badan.


"Kenapa dia tidak datang sendiri?". Tanya sang presdir.


"Koki wanita yang ingin anda temui, takut penampilannya akan...Akan membuat anda tidak nyaman". Sahut Daguo dengan gugup.


"Kamu sedang merendahkan siapa?. Presdir Lu kami sudah menghadapi banyak hal, wanita sejelek apa pun sudah pernah dia temui, untuk apa takut dengannya?". Timpal sang sisten dengan kesal.


"Mohon anda percaya padaku, aku sudah bekerja bersamanya selama beberapa tahun. Aku bahkan tidak berani menatapnya". Ucap Daguo dengan wajah memelas agar di percayai.


"Kalau begitu, aku ingin melihat, untuk menambah wawasan. Panggil dia kesini!". Ucap sang presdir kekeuh ingin bertemu dengan she na.


"Jangan, jangan, jangan. Takutnya wawasan anda sudah terbuka, tapi menjadi tidak nafsu makan". Ucap Daguo tambah gugup menghalangi presdir Lu.


"Yang aku makan adalah hidangannya, bukan makan dia. Apa itu?. Letakkan disini". Ucap sang presdir menyuruh Daguo meletakkan nampan makanan yang di bawanya.


"Ooh, ini adalah hidangan yang dia minta aku bawakan untuk anda. Katanya setelah anda melihatnya, pasti mengerti apa niatnya". Ujar Daguo meletakkan nampan makanan dimeja.


Sang asisten langsung membuka penutupnya dan terlihat..


"Ayam..". Desis asisten melihat sebuah telur berbentuk ayam dan segelas air putih.


"Bos, dia ini memaki anda, ya?". Bisik asisten pada sang bos yang gak tau apa artinya.

__ADS_1


"Maksudnya dia adalah kalau merasa telur ini enak, maka tidak perlu bersi keras mengenal ayam yang bertelur". Kata sang presdir sambil melihat telur di atas meja.


"Benar, benar, benar". Sahut Daguo dengan cepat sambil tersenyum.


"Oh, kalau begitu, segelas air ini artinya...Minum air jangan melupakan orang yang menggali sumur". Tebak sang asisten dengan asal. "Orang ini, makna tersiratnya cukup dalam juga". Sambungnya.


"Makaudnya, setelah memakan telur, jangan tersedak, minum seteguk air. Ini maksudnya, kan?". Ucap presdir Lu mengartikan segelas air itu.


PROK...PROK...PROK...


"Semua yang di pikirkan presdir Lu sama dengan koki wanita kami". Ujar Daguo menepuk tangan memuji presdir Lu.


"Makanya aku semakin penasaran. Aku harus berkenalan dengannya". Ucap sang presdir sambil berjalan keluar. Namun Daguo menghalanginya dengan merentangkan tangannya


"Kamu tau, orang terakhir yang menghalangi presdir Lu kami, berakhir menjadi seperti apa?". Ancam sang asisten tidak suka melihat sikap Daguo.


Daguo langsung menyingkir dari depan presdir Lu, dan membiarkannya lewat.


"Di...Dia berakhir seperti apa?". Tanya Daguo dengan gugup pada asisten presdir yang berjalan di belakang.


Setelah presdir Lu dan asistennya pergi, Daguo mengambil ponsel dan menelpon she na.


"Halo..Kak she na, dia datang". Ucap Daguo dengan panik.


Setelah menerima telpon dari Daguo, she na dengan berjalan keluar dari dapur hotel XX. Di lorong jalan keluar ketemu presdir Lu yang berjalan ke arah dapur. She na langsung berbalik dengan cepat berlari ke arah ruang ganti. Presdir Lu yang melihatnya curiga langsung mengejar she na, melirik kiri kanan mencari keberadaan she na. Gak lama she na keluar dari ruang ganti dan memakai masker melewati presdir Lu dengan jalan menundukkan kepala.


"Berhenti..". Seru presdir Lu menghentikan langkah she na yang berjalan melewatinya. "Balikkan badanmu". Ucap sang presdir memperhatikan penampilan she na dari belakang. She na sudah kikuk tidak tau harus bagaimana. Lalu, dia membulatkan matanya dan berbalik melihat presdir Lu.


"Maaf, aku salah orang". Ucap sang presdir, lalu berbalik badan berjalan pergi. She na langsung dengan cepat ikut berbalik badan dan baru mau berlari, dia di hentikan oleh perkataan presdir Lu.


"Apakah kamu baru saja menjatuhkan benda ini?". Tanya sang presdir memegang kain ikat kepala yang di jatuhkan she na waktu berpas-pasan dengannya di lorong jalan menuju dapur.

__ADS_1


"Terima kasih". Ucap she na mengambil kain ikat kepalanya dari tangan presdir Lu.


"Sama-sama". Ucap sang presdir berlalu pergi sambil tersenyum. Membandingkan kejadian waktu kebakaran di gudang dan sekarang. Karena waktu kebakaran di gudang she na menggunakan kain yang sama untuk menutup wajahnya. 'Kesamaan 100%'. Ucapnya dalam hati.


She na pergi dengan decak kesal, menyadari kecerobohannya yang langsung mengambil kain itu.


"Dia mengenaliku.. Dia tidak mengenaliku...Dia mengenaliku?. Dia masih belum mengenaliku". Gumamnya merobek sayur putih selembar demi selembar di dapur.


"Gu she na...1123...". Teriak manager shen memasuki dapur.


"Aku ada disini. Ada apa dengan 1123?". Seru she na berdiri dari duduknya.


"1123 bisa ada apa lagi?. Dia pesan makanan". Ucap sang manager memberikan menu pesanan pada she na.


. "Kentang 10 porsi?". Ucap she na melihat menu pesanan. "Ternyata dia sudah mengenaliku". Lirih she na.


"Baiklah. Siapa yang takut?. Aku akan melakukannya. Ayo, Toa Besar, persiapkan bahannya". Seru she na pada Daguo(Toa Besar). Daguo menjawab dengan tangan bentuk 'OK'.


"Tunggu..Tunggu sebentar, tidak boleh. Itu...tamu di kamar 1123 khusus membelikan pesan, kamu harus mengerjakannya sendiri". Seru manager shen. "10 hidangan yang terbuat dari kentang, tidak boleh ada menu yang sama. Kita tidak boleh menipu pelanggan. Benarkan". Ucap manager shen menyeringai.


"Itu.. mulai masak jam 10 malam. Dia pesan untuk camilan malam". Ujarnya melihat jam tangannya.


"Eh, jam 10 malam?. 10 hidangan dari kentang semuanya?. Apakah 1123 bisa menghabiskannya?. Dia tidak akan bisa menghabiskannya". Ucap she na mau mengembalikan menu pesanan pada sang manager.


"Gu she na, jangan menebak kemampuan makan pelanggan secara membabi buta". Seru manager shen.


"Tidak,tidak,tidak. Aku tidak...". Ujar she na.


"Sudah, sudahlah, jangan dijelaskan lagi. Bukankah kamu sudah bilang. Hanya ada 1 orang di kamar 1123, dia bisa pesan berapa hidangan?. Sekarang keinginanmu sudah terwujud. 10 hidangan, pikirkan baik-baik, bagaimana cara membuat dengan kentang. Hehe". Ujar manager shen berlalu pergi sambil tersenyum nyengir.


"Bukan aku tidak mau membantumu. Kamu harus mengerjakannya sendiri". Ujar Daguo memberikan sekeranjang kentang pada she na.

__ADS_1


"Pergi dari sini". Ucap she na dengan kesal menerima keranjang kentang itu.


"Baik". Ucap Daguo langsung pergi.


__ADS_2