
"Nona Xu... Bagaimana kamu bisa menemukanku?". Ucap Lukas sambil tersenyum.
"Manager Lu... Perjalanan Hang Zhou kali ini lancar?. Tidak datang tidak tahu. Rapat Manager Lu berarti rapat yang bergairah berwarna-warni". Cibir Celine menatap setiap wanita yang ada di ruangan ini.
" karena kamu sudah datang, mainlah bersama-sama. Kalau kamu tidak senang, maka aku suruh mereka semua keluar". Ucap Lukas berdiri dan mendekati Celine berbisik di telinganya.
Plak.....
"Jaga sopan santun kamu". Sentak Celine menampar wajah Lukas.
Plak.....
"Jangan tidak tahu malu". Sentak Lukas balik menampar wajah Celine dengan keras hingga tersungkur ke lantai.
Aah.....Celine meringis memegang wajahnya yang panas.
"Berani pukul wanitaku". Seru M X J berlari masuk mau menghajar Lukas, namun belum menyentuh Lukas dirinya sudah di bawa bodyguard Lukas menjauh dan menjatuhkannya ke lantai dengan keras.
Aah.....Teriak M X J memegang pinggangnya yang sangat sakit.
"Jangan pukul dia...". Teriak Celine melihat M X J jatuh.
"Apa yang kalian lakukan!. Lukas, dasar bajingan!. Kamu anggap kami wanita ini sebagai monyet untuk dipermainkan?". Bentak Celine dengan tajam.
"Kalian wanita?. Kamu siapa?".Ejek Lukas sambil tersenyum nyeringai. " kamu sungguh mengira kamu adalah pacarku?. Dia juga pacarku. Dia juga pacarku. Dia juga. Mereka semua juga iya. Kamu sedang menjebak?". Ucap Lukas memeluk satu wanita dan menunjuk semua wanita yang ada adalah pacarnya. Trek.. Trek...Lukas menjentikkan jarinya, lalu bodyguardnya mendekat dan memberikan beberapa gepok uang padanya. "Aku kasih tahu kamu. Yang aku punya adalah uang. Kasih kamu, tidak cukup?". Lukas melempar segepok uang ke depan Celine yang menahan air matanya sedihnya. "Bahkan sedikit kemampuan menahan tekanan saja tidak ada". Cibir Lukas memegang dagu Celine.
"Kalau berani sentuh dia lagi coba saja". Seru M X J yang masih terkapar di lantai.
Bugh..... Aah....M X J memegang perutnya yang di pukul bodyguard Lukas.
"Jangan pukul dia..Marga Lu... Kalau kamu sentuh dia lagi aku akan lapor polisi". Ancam Celine menatap tajam.
__ADS_1
"Hah... Kamu lumayan kasihan padanya. Orang-orang sekarang ini laki-laki yang bisa berkelahi demi wanita sudah sedikit. Laki-laki ini bagus, Sayangi dia baik-baik. Tempat ini untuk kalian berdua saja, kalian bersenang-senanglah". Ucap Lukas berjalan keluar dengan para wanita dan bodyguardnya.
Tinggallah M X J dan Celine berdua si ruangan ini. M X J bangun dan duduk memegang pinggangnya yang sakit, malihat punggung Celine yang gemetar karena menangis.
"Zhao Di...Kamu tidak apa-apa?". Tanyanya dengan wajah khawatir. Celine menghapus air matanya dan menghela nafas panjang, lalu berbalik melihat M X J mengangguk sambil tersenyum. Pfftt M X J tersenyum melihat wajah Celine dan akhirnya mereka ketawa bersama. Celine mengulurkan tangannya pada M X J, dengan susah payah M X J bangun memegang pinggangnya yang sakit menerima tangan Celine membawanya bangun.
"Maukah menari denganku?". Tanya M X J pada Celine sambil tersenyum. Celine langsung memeluknya membuatnya meringis. "Pinggangku sakit...Pinggangku sakit, haha...". Ujar M X J tertawa.
Di tempat lain...Lu zheng adik tirinya Lu Jin sedang menjalankan alat berat dengan seorang wanita dengan ugal-ugalan.
"Bagaimana, menarik?". Tanya Lu Zheng pada wanita di sampingnya yang sudah ketakutan.
"Me..menarik..". Jawabnya gemetar.
"Mobilku keren tidak?". Tanyanya.
"Keren... Ah...Ah.....". Jerit wanita itu ketakutan.
"I..iya".
"Coba kamu duduk di bucket. Aku antar kamu jalan-jalan". Ucap Lu zheng melihatkan senyum psikopatnya.
"Tidak, tidak...Aku mau turun. Biarkan aku turun, biarkan aku turun". Mohon wanita itu dengan menangkup kedua tangan di dadanya. Setelah turun, wanita itu langsung berlari terbirit-birit.
Saat Lu zheng memutar balik alat beratnya, dia melihat ibunya sudah berdiri menatapnya dingin.
"Ibu..Kenapa kamu kesini?". Ucapnya tersenyum pada ibunya yang merupakan istri kedua ayah Lu Jin.
"Sudah berapa kali ibu katakan padamu?. Tidak ingin kamu berbuat onar di lokasi kerja ayahmu. Lihat dirimu yang tidak belajar dan tidak bisa apa-apa ini". Ucap ibunya.
"Aku mana ada tidak belajar dan tidak bisa apa-apa?. Anak kamu....bagaimanapun aku peringkat satu di Jerman, Universitas Munich, gelar master bidang teknik mobil dan mesin. Sekolah ternama yang bisa diandalkan. Bakat dari sekolah di luar negeri, oke?". Sahutnya dengan bangga.
__ADS_1
" Bukankah Kamu setiap hari hanya perbaiki mobil?".
"Eh, ini Ibu salah lagi. Walaupun aku memperbaiki mobil, tapi bukan mobil biasa. Ibu lihat dealer mobil aku itu, aku membuatnya dengan perasaan, aku punya jiwa".
"Sudah, sudah, sudah. Aku tidak ingin dengar kamu cerita ini yang tidak ada gunanya. Kamu biasanya, bagaimana membuat kekacauan, aku bisa tidak peduli. Sekarang Ming Ting adalah momen yang sangat penting. Kesehatan Ayah kamu tidak bagus juga, lebih memerlukan kamu untuk memikul Ming Ting. Lu Jin sekarang setiap hari tinggal di Suhai, Siapa yang tahu dia masih menginginkan perusahaan ayahmu atau tidak. Kita harus lebih hati-hati, mengerti?". Pesan Ibunya.
" Kakak aku ada di Suhai?. Langsung minta dia urus Ming Ting, bukankah itu lebih bagus?". Ucapnya.
"Apa yang baik?. Kamu ini bodoh ya?. Jika dia mengambil semua yang seharusnya menjadi milikmu, apa yang akan kamu lakukan?". Tanya ibunya khawatir dengan Lu Jin akan mengambil semuanya.
"Tidak mungkin. Kakakku begitu pintar mencari uang, tidak akan tertarik dengan harta keluarga kita yang begitu sedikit. Lagipula, walaupun Ayahku membaginya setengah, juga tidak masalah, setengah bagian lainnya sudah cukup untukku". Jawabnya dengan enteng, karena memang dia tidak suka mengurus perusahaan. Dia lebih mengutak-atik mesin mobil.
"Sudah, aku sudah melihatnya, masalah apa pun tidak dapat mengandalkanmu. Nanti di rapat dewan direksi harus melakukan yang terbaik. jangan membuat masalah dan merepotkanku lagi". Ucap ibunya menyerah membujuk putranya lagi.
"Baik ibu, aku mengerti". Jawabnya memeluk ibunya.
"Naik mobil, ganti pakaianmu". Pinta ibunya.
"Hari ini pakaian ibu bagus sekali ya". Pujinya.
"Mulutmu manis sekali..". Ibu dan anak itu naik ke mobil menuju ke perusahaan ayahnya.
Di rumah Celine...
"Aih...Nyaman sekali...". Ucap M X J yang pinggangnya sedang di pijit oleh Celine. "Dipikir-pikir, terakhir kali datang ke rumah kamu, baru beberapa hari yang lalu. Semuanya sudah sangat berbeda, perlakuanmu sekarang jauh berbeda dengan sebelumnya". Ujarnya merasa senang.
" Apa hubungannya denganmu?. Sia-sia dipukul. Kalau kamu tidak masuk, aku juga bisa menghadapinya sendiri". Ucap Celine sambil memijit pinggang M X J.
"Benar juga, aku percaya. Siapa suruh kamu adalah wanita idamanku?. kamu dapat menyelesaikan masalah apa pun sendiri. Aku hanya ingin berlagah pahlawan. Tetapi, tidak menyangka, aku belum menyentuh mereka, aku sudah dijatuhkan orang".Akunya dengan sedikit malu. "Aku bilang padamu, aku tidak seharusnya belajar bahasa Indonesia. Aku seharusnya belajar Muay Thai, belajar Taekwondo. Lain kali kalau kamu ketemu masalah seperti ini, aku bisa langsung tendang wajahnya". Ucapnya dengan kesal.
Phek..... Ah....Celine memukul pinggannya.
__ADS_1
"Kamu ingin aku ada lain kali lagi, ya?". Cerca Celine.