CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
KAMU NAKSIR PADAKU


__ADS_3

"Ayuh...Sahabat baikku, My Best Friend. Katakan saja". Ucap she na lembut dengan senyum manisnya.


"Alangkah baiknya, jika seperti ini dari tadi. Ayo". Sungut Rena, lalu mengajak she na keluar yang masih memeluknya dari samping.


"Jika di ketahui oleh pemilik baju ini, kita berdua akan celaka!". Ucap she na mencuri baju pelayan di ruang ganti wanita.


"Jangan omong kosong, cepatlah". Ujar Rena yang sudah tidak sabaran.


"Aku beritahukan padamu, hanya 5 menit. Aku akan merenggut nyawamu jika lebih 1 detik". Ancam she na, lalu memberikan baju pelayan pada Rena.


"Tenang saja, aku selalu bertindak cepat. Keluar dan bantu awasi pintu". Ucap Rena berbalik kedalam ruangan ganti baju.


"Baik, baik". Ujar she na berdiri di luar pintu.


Setelah berganti baju, Rena langsung pergi ke area kolam renang. Dengan membawa nampan berisi camilan, Rena melenggang melewati petugas yang tadi mengusirnya keluar.


"Apakah kamu terkejut?. Aku baru saja mendapat surat penerimaan kerja. Sekarang kita adalah rekan kerja". Cibir Rena pada petugas itu dan berlalu pergi.


Sampai di dalam kolam renang, Rena mengganti bajunya dengan bikini seksi warna hitam, berjalan menghampiri asisten presdir Lu (Richard Meng) yang berada di kolam renang dengan para wanita seksi. Rena berdiri di samping kolam renang dengan pose menggoda, mengedipkan sebelah mata pada Richard Meng.


Sementara di dalam dapur hotel, seorang pelayan wanita sedang berkacak pinggang berteriak..."Siapa..?. Siapa yang mengambil pakaianku?. Tadi ada yang melihat orang yang memakai pakaian koki masuk ruang ganti wanita dan pakaianku hilang setelah itu. Katakan, siapa yang mengambilnya?". Seru pelayan wanita itu melipat tangan di dadanya.


"Apa yang kamu teriakkan?. Lihat baik-baik, kami semua adalah pria, untuk apa mengambil seragam kerjamu?". Sentak koki wang dengan kesal.


"Untuk apa?. Itu namanya genit..". Teriak pelayan wanita. "Sudah kuduga sejak awal, ada orang di antara kalian yang bermaksud tertentu padaku. Jika suka, katakanlah secara terbuka. Untuk apa menggunakan cara buruk seperti ini?. Katakan, sejak kapan kamu mulai naksir padaku?". Tanyanya dengan percaya diri pada seorang koki muda.


"Aku...Aku tidak naksir padamu". Jawab koki muda itu.


"Jika begitu, berarti kamu!". Ucapnya pelayan wanita menunjuk Daguo.


"Aku sudah menyadarinya sejak awal, pandangan matamu padaku sangat aneh. Apakah kamu yang mengambil pakaianku?". Tudingnya pada Daguo.


"Bukan aku yang mengambilnya". Jawab Daguo.

__ADS_1


"Kamu naksir padaku?". Tanya pelayan wanita lagi pada Daguo.


"Sebenarnya aku.....". Belum selesai Daguo bicara sudah di potong.


"Aku rasa kamu juga tidak berani. Aku sangat cantik, kalian semua mencurigakan". Ucap pelayan wanita sok cantik yang memiliki tahi lalat di samping kanan bibirnya.


Jika mengakui sekarang, meskipun akan di tolak olehku, tapi aku akan mengagumi keberanian kalian. Mungkin saja aku akan jatuh cinta pada kalian". Ucapnya lantang dengan percaya diri menunjuk para koki pria satu per satu. "Tapi, jika.......". Cerocosnya terhenti mendengar suara di belakang.


"Hey...hey...Apa yang kamu teriakan?". Decak manager shen saat memasuki dapur. "Aku sudah menyadarinya, jika sebentar saja aku tidak datang ke dapur, kalian bisa sangat ribut. Kamu kemari...". Bentak manager shen memanggil pelayan wanita itu.


"Kamu adalah seorang pelayan pembawa hidangan. Untuk apa kamu selalu datang ke dapur?". Tanya manager shen berkacak pinggang menatap tajam pada pelayan wanita itu.


"Bukan, mereka mengambil pakaianku". Ucap pelayan wanita membela diri sambil menunduk kepala.


"Untuk apa sekelompok pria mengambil seragam kerjamu?. Naksir padamu?". Tanya manager shen dengan geram, dan di jawab anggukan kepala pelayan wanita itu


"Mengangguk apaan?. Cepat pergi bekerja". Bentak manager shen. Lalu pelayan wanita langsung berjalan pergi.


"Eh, dimana Gu she na?".Tanya manager shen.


Manager shen berjalan ke arah she na yang sedang tidur nyenyak


TOK...TOK...


"Bangun". Manager shen mengetok kaki kursi dengan kakinya dan menyuruh she na bangun.


TOK...TOK..."Bangun..". Seru manager shen dengan keras. Dengan mata mengantuk she na menoleh melihat manager shen, lalu bangun dengan malas.


"Hebat juga kamu, Gu she na. Kamu tidur disini selama jam kerja?. Tidur lumayan nyenyak juga, ya". Sentak manager shen.


"Manager shen, aku benar-benar capek. Biarkan aku tidur sebentar, sebentar saja". Lirih she na dengan mata memejam saking ngantuknya dan duduk kembali ke kursi.


"Capek?. Gampang saja. Pergi berdiri di luar untuk mencari udara segar. Bangkitkan semangatmu. 10 menit lagi, jika aku datang periksa kesini lagi dan tidak melihatmu(Gu she na) bekerja dengan semangat di posisimu sebelumnya, maka aku akan potong bonusmu bulan ini". Ancam manager shen.

__ADS_1


"Baiklah. Jika begitu, aku harus keluar mencari udara segar". Ujar she na sambil mengeret kursinya berjalan.


"Tunggu... Letakkan kursinya. Cari udara segar sambil berdiri". Ucap manager shen dengan kesal.


"Cari udara segar sambil berdiri". Gumam she na meletakkan kursinya dan berjalan dengan gontai keluar.


**


"Halo...". Ucap presdir Lu menerima telpon.


"(Apakah inspeksinya berjalan lancar?)". Tanya suara wanita di balik telpon seberang.


"Aku sudah menanganinya sendiri. Bagaimana menurutmu?". Tanya presdir Lu balik.


"(Sepertinya kamu berhasil mendapatkannya dengan harga terendah)". Kata wanita di seberang telpon tersenyum senang.


"Lebih rendah dari yang kamu bayangkan". Ucap presdir Lu dengan pasti.


"(Hotelnya begitu buruk?. Apakah kamu terbiasa dengan makanannya?)". Tanya wanita itu dengan perhatian.


"Justru karena segi lain sangat buruk, malah segi ini melampaui ekspektasiku". Cerita presdir Lu berdiri di samping kolam air mancur.


"(Jika kamu bisa berkata seperti itu, sepertinya sangat bagus. Jika begitu, aku sudah tenang)". Ucap wanita itu.


She na berjalan keluar cari udara segar dengan lesuh ke taman hotel. Melihat ada balon besar di depannya, she na menatap senang sambil tersenyum. Lalu dia melihat ke bawah ada satu balon yang belum di isi udara, she na menekan tombol untuk mengisi udara balon tersebut. Dan balonnya langsung membesar berdiri, lalu menimpuk belakang kepala presdir Lu yang sedang berdiri di samping kolam sambil telponan. Dan BYUURR..... Presdir Lu jatuh ke kolam air mancur, she na sangat terkejut malihatnya. Ada beberapa orang datang membantu sang presdir keluar dari kolam. Sang presdir merasa pusing kepalanya dan di antar ke kamarnya.


KRING...KRING...KRING...


Ponsel asisten presdir Lu berdering saat lagi duduk berdua dengan Rena di kolam renang.


"Halo...". Ucap sang asisten menerima telpon.


"Bos aku terjadi masalah...Eh kamu...kamu..., aku akan segera kesana. Ada dimana?". Ucap sang asisten dengan panik dan berlari keluar.

__ADS_1


Rena menatap bingung melihat asisten presdir (Richard Meng) berlari keluar tanpa berkata apa pun.


"BOS..."Ucap Rena tidak percaya. Dia mengira Richard Meng adalah seorang bos kaya raya.


__ADS_2