CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
HANYA TRIK KECIL


__ADS_3

"Tunggu...Cantumkan informasi pribadimu secara detail. Alamat rumah dan nomor kontak, tulis dengan jelas dibagian yang kosong". Ointa sang presdir dengan santai.


"Zodiak, shio, 8 aksara, tingkat kecocokan sifat. Apakah semuanya harus ditulis?". Cibir she na.


"Itu boleh juga". Sahut presdir enteng. She la hanya bisa menghela nafas dengan dongkol.


pagi harinya, she na menggantung papan di dinding bertuliskan, (Hitung Mundur Pembayaran Hutang).


She na membuka ponselnya, karena mendapat pesan dari presdir Lu.


"Makanan seafood mewah?. Langsung ingin makan seafood begitu keluar dari rumah sakit?. Ingin cari mati?". Umpat she na.


"Kenapa aku harus mempedulikan kreditur?. Bukankah aku bisa segera lega, jika dia mati lebih cepat?". Gumamnya sendiri.


"Baiklah". She na membalas pesan presdir Lu.


Setelah itu, she na pergi ke warung kakeknya dan mengambil semua bahan seafood yang di butuhkan dengan diam-diam. Setelah itu she na langsung berlari pergi dari warung kakeknya sebelum ketauan. Gak lama sang kakek masuk dengan santai dan kaget ketika melihat ada beberapa akuarium di depannya sudah kosong.


"Kemana lobsternya kabur?". Ucap sang kakek merasa aneh.


Sementara she na sudah berada di rumahnya dan sudah mulai memasak pesanan presdir Lu.


"Presdir Lu, aku tunggu kamu di samping". Ucap supir presdir Lu ketika sudah sampai di depan kompleks rumah she na. Sang presdir menjawab dengan anggukan kepala.


"Apakah disini tempatnya?". Ujar presdir Lu saat berjalan menuju tempat she na. Dia melihat tempat she na yang ramai orang berlalu lalang.


"Eh..minggir..minggir..Sedang apa, sobat?". Seru seorang pengemudi motor bertanya pada presdir Lu karena berjalan di tengah jalan


Sang presdir diam tidak menjawab, lalu pengemudi motor itu langsung pergi. Sang presdir menyipitkan mata melihat banyak anak-anak yang berlarian di sekitar. Ada yang berjemur baju di atas dan air jemuran jatuh mengenai kepala presdir Lu. Sang presdir menghela nafas panjang dan lanjut menuju rumah she na.


Di sebuah restoran mewah, Celine dan Meng xin jie janjian ketemu.


"Bukankah yang paling terkenal di Finlandia adalah pemandian Finlandia?. Kenapa ingin datang makan hidangan Finlandia?". Tanya Celine nyinyir saat sudah duduk di depan Meng xin jie.


"Bisa juga jika ingin menikmati pemandian Finlandia. Lantai di atas adalah pemandian Finlandia. Kita bisa pergi setelah makan". Ucap Meng xin jie dengan santai sambil tersenyum.


"Berhenti. Jangan mengangkat harga dirimu. Pergi kepemandian Finlandia dengan seorang supir, jika hal ini di ceritakan keluar..... Aku bahkan tidak sanggup menceritakannya". Ujar Celine mengejek Meng xin jie.


"Hah...Ck. Benar, awalnya memang sangat memalukan jika kita makan bersama. Tujuan utama mentraktirmu makan kali ini adalah untuk berterima kasih padamu, karena kamu telah menghianati sahabat baikmu". Ucap Meng xin jie dengan senyum santai.

__ADS_1


"Aku tidak menghianatinya". Bantah Celine. "Aku hanya tidak sengaja mengatakan alamatnya karena di pancing olehmu". Ujar Celine mengelak.


"Apakah kamu menghianati sahabatmu atau tidak, itu sudah tidak penting lagi. Yang penting adalah sahabatmu sudah menghianatimu. Demi bisa lolos dari tanganku, dia berinisiatif membiarkanmu mentraktirku makan". Adu meng xin jie.


"Aku.....Dia bisa sejahat itu?". Ucap Celine tidak percaya.


"Tidak termasuk jahat juga. Meskipun bisa mengambil kesempatan untuk bertemu denganmu, aku memang sedikit tergoda, tapi aku tahan terhadap godaan". Ujar Meng xin jie dengan bangga.


"Tidak perlu berpura-pura, kamu hanya demi mempertahankan pekerjaanmu saja". Cibir Celine. "Pelayan, aku ingin pesan makanan". Ucap Celine memanggil pelayan, namun tidak ada pelayan yang menyahutnya. Meng xin jie duduk dengan tenang di depannya sambil tersenyum.


"Pelayan...pe....". Panggil she na lagi yang sudah mulai emosi, karena tidak di tanggapi.


"Sudahlah, sudahlah, sudahlah. elegan, bersikaplah lebih elegan". Sela Meng xin jie dengan berbisik.


"Jika memanggil pelayan disini, tidak akan ada orang yang peduli padamu". Ujar Meng xin jie menjelaskan. Lalu dia memanggil pelayan dengan bahasa Finlandia.


"Menu tarjoilija (pelayan, menunya)". Serunya menjentikkan jarinya, lalu seorang pelayan langsung menghampirinya.


"Ole Kiltti (silakan)". Ucap pelayan memberikan buku menu.


"Ingin makan apa?". Tanya xin jie pada Celine. Namun Celine diam tidak menjawab karena tidak bisa membaca menu dalam bahasa Finlandia.


"Hyvin. odota hetki. (Baik. silakan tunggu sebentar)". Ucap sang pelayan berlalu pergi.


Setelah pelayan pergi, Meng xin jie menjelaskan pesanannya tadi.


"Bistik daging rusa dan sup ikan putih disini sangat enak. Tapi aku tidak yakin apakah kamu bisa terbiasa memakannya, jadi aku pesan sedikit". Ujar xin jie.


"Kamu mengenal banyak hal". Puji Celine.


"Hanya trik kecil". Ujar Xin jie terlihat bangga.


**


TING TONG.....TING TONG.....


Presdir Lu menekan bel rumah she na.


"Presdir Lu, selamat datang". Ucap she na setelah membuka pintu. Dia memakai pakaian pelayan menyambut kedatangan sang presdir.

__ADS_1


"Sungguh tidak gampang untuk datang ke rumahmu". Ucap sang presdir.


"Silakan...". Ucap she na mempersilahkan presdir Lu masuk dengan sopan, dan menutup pintu kembali.


Setelah masuk kedalam sang presdir melihat-lihat dalam rumah she na. She na berjalan dengan elegan menghampiri presdir Lu dan mau membantu sang presdir membuka Long coatnya.


"Aku bisa melakukannya sendiri". Ujar presdir Lu menepis tangan she na, lalu membuka long coatnya dan menyerahkannya pada she na. Lalu she na menggantungnya dan mempersilahkan presdir Lu duduk di tempat yang sudah di siapkan oleh she na.


She na mendorong troli makanan ke hadapan presdir Lu.


"Hanya makan biasa ini, apakah perlu seserius ini?". Tanya presdir Lu.


"Presdir Lu, anda bukan tamu biasa. Anda adalah tamu terkaya yang datang makan di rumahku. Hari ini aku mempersiapkan wine seharga 58 yuan dan air putih. Kamu pilih yang mana?". Tanya she na dengan ramah.


"Tidak perlu. Nanti akan ada orang yang antar wine untukku". Ucap presdir Lu. Sebelum she na menjawab pintu rumahnya ada yang mengetuk


"Wine aku, terima kasih". Ucap sang presdir dengan santai. She na langsung berjalan membuka pintu.


"Ini adalah Wine presdir Lu". Ucap seorang pria menyerahkan sebotol wine pada she na.


"Terima kasih". Ucap she na setelah menerima wine. Pria itu langsung pergi.


Aku mengagumi tamu berselera sepertimu". Puji she na sambil melihat botol wine di tangannya.


"Buka dan tuangkan". Perintah presdir Lu.


"Baik". Ucap she na ramah sambil tersenyum, lalu membuka botol wine dan menuangkannya ke gelas.


"Makanan pembuka hari ini adalah telur kepiting, kaviar, landak laut". Ucap she na meletakkan hidangan di depan presdir Lu.


Presdir Lu terlihat senang, lalu menghirup aroma makanan di depannya. Haaah...


"Bisakah kamu jangan berdiri di sampingku sambil memegang handuk?". Ucap presdir Lu tidak suka melihat handuk putih di tangan she na yang digunakan untuk menyeka botol wine tadi.


"Kamu akan membuatku merasa aku datang kesini untuk mandi". Protesnya.


"Maaf, presdir Lu, membuatmu memiliki pemikiran yang tidak bagus". Ucap she na penuh penyesalan dan langsung membuang handuknya ke belakang.


"Tapi hari ini anda datang ke tempat kecilku, aku merasa sangat terhormat. Semoga anda menikmati makanannya". Ucapnya ramah lalu mundur beberapa langkah ke belekang. Sang presdir menggeleng kepala melihat sikap aneh she na dan mulai menikmati makanannya.

__ADS_1


__ADS_2