
"Koki Yu, kamu sedang apa disini?". Tanya she na dengan gugup melihat muka marahnya dan botol di tangannya.
"Kamu... Kamu, bersekongkol dengan Lu jin dan Cheng ziqian, bersama-sama mempermainkan aku. Kamu mempersulit aku. Aku juga akan mempersulit kamu". Bentak koki Yu memukul she na dengan botol.
PYARR.......
Sang presdir datang tepat waktu dan melindungi she na dengan tubuhnya. Alhasil kepalanya terkena pukulan botol bir. She na mendongak dan melihat sang presdir memeluknya. She na memegang wajah presdir Lu karena khawatir.
"Kamu tidak apa-apa?. Tanya sang presdir mengelus kepala she na dengan lembut. "Tunggu aku sebentar". Pintanya lalu berbalik menatap koki Yu dengan tajam.
"Lu Jin...Dan kamu juga". Ucap koki yu ingin memukul presdir Lu.
Bugh...Bugh...Bugh...
Sang presdir menangkal pukulan koki Yu dan menyerang balik sampai koki Yu terjungkal ke belakang. Koki Yu berdiri dan melarikan diri dengan cepat. Sang presdir berbalik melihat she na sambil tersenyum menghampiri she na dengan darah yang sudah mengalir dari kelalanya.
"Ayo, ke rumah sakit. Ayo..". Ucap she na menarik tangan presdir Lu.
"Aku tidak apa-apa, aku antar kamu pulang". Sahut sang presdir memegang tangan she na.
" Tadi kenapa tidak menghindar?. Kamu begitu sangat berbahaya. Bisa mati, kamu tau?". Sentak she na dengan air mata mengalir.
" Aku tidak ingin melihat kamu terluka". Ucap presdir Lu tegas.
"Tidak pantas kamu terluka demi aku". Ucap she na dengan suara serak.
"Kamu pantas". Sahut presdir Lu.
"Aku tidak pantas kamu melindungiku".
"Kamu pantas. Karena aku jatuh cinta padamu". Jawab sang presdir dengan mantap menatap mata she na lekat. She na langsung mencium presdir Lu dengan tangannya melingkar di leher sang presdir. Sang presdir membalas ciuman she na dengan ******* bibir she na dengan lembut. Sang presdir makin memperdalam ciumannya sampai she na hampir kehabisan nafas baru berhenti. Kening keduanya menyatu saling menatap sambil tersenyum bahagia. She na memeluk tubuh sang presdir dengan erat, di balas sang presdir dengan erat juga. Di temani hujan salju yang cantik.
Beberapa hari kemudian.....
"Presdir Lu belakangan ini tidur di sebelah mana?. Sebelah kiri atau sebelah kanan?.". Teriak Celine dari kamar she na.
"Aih... Kamu jangan bicara sembarangan. Kami tidak itu apa". Sahut she na dari dapur sedang memotong buah.
" Apa kalian berdua Sampai sekarang masih suci?". Tanya Celine absurd.
__ADS_1
"Xu Zhao Di.. Siapa yang sama denganmu?. Pertama kali bertemu, tidak sabar untuk langsung memastikan hubungan pada hari itu juga". Cibir paman tua yang sedang baca majalah.
" Aku bukan begitu. Sekarang aku dengan Lukas itu hanya percintaan yang beretika. Sampai sekarang kami berdua masih belum pernah berciuman". Elak Celine tidak terima.
"Aiyoo... Kalau begitu, aku merasa kamu harus selidiki dengan sebaik-baiknya. Apakah dia ada hobi lain?". Ledek paman tua.
"Enyah... Dia sangat normal, Oke?. Hanya aku tidak mau saja. Aku ingin berpacaran sekali Cinta Sejati".
"Aku lihat kamu ini, tidak bisa melupakan Meng xin jie. Makan buah..". Sindir she na keluar dari dapur meletakkan 2 piring buah di meja.
"Aku kasih tahu kalian. Tidak usah ungkit Meng xin jie. Ungkit Meng xin jie aku akan marah. Dia orang gila. Kalian tahu tidak?. Hari itu, tengah malam datang ke rumahku. Melarang aku pacaran dan bilang Lukas itu ada wanita lain. Sama sekali tidak mungkin. Dia mata yang mana melihat Lukas ada wanita lain?. Masih bilang Lukas adalah jebakan. Aku kasih tahu....". Maki Celine dengan menggebu-gebu.
"Sudah, sudah, sudah, Xu Zhao Di. Hanya sedikit masalah sepele saja tiada habisnya". Omel paman tua. " Nana.. Paman tanya kamu. Kamu baru baikan dengan presdir Lu, dia bawa kamu ke Villa?". Tanya paman tua.
"Iya..". Jawab she na.
"Gu she na... Kali ini kamu bisa selangkah demi selangkah menuju posisi. Bagaimana persiapannya?". Tanya Celine menggoda.
"Apa yang harus dipersiapkannya?. Bukankah hanya pergi rekreasi?". Sahut she na dengan wajah polosnya.
"Ampun....". Celine dan paman tua menepuk jidat masing-masing mendengar jawaban she na. " Bisakah kamu punya sedikit akal sehat?". Omel Celine gemas melihat she na.
"Sebenarnya bagus juga". Sahut she na tidak nyambung.
"Tapi kosmetik siang aku juga tidak banyak". Sahut she na.
"Sudah terpikirkan dari awal. Tadi langsung pesan, sebentar lagi sampai". Timpal paman tua dengan santai. Dia tau ponakannya ini tidak bisa berpikir yang jauh.
"Paman tua.....". Ucap she na langsung memeluk paman tuanya dengan senang. Dia sangat bersyukur punya Celine dan paman tuanya yang selalu ada untuknya.
Di tempat lain...
"Aku benar-benar macet di jalan. Aku tahu, sendirian menunggu di sana sangat awkward. Aku segera sampai. Oke?. Segera....". Ucap M X J di telpon dengan guru bahasa indonesianya sambil jalan-jalan dengan buru-buru saat matanya melihat Celine dan Lukas ada di sebuah restoran, langkahnya terhenti. "Mungkin aku hari ini tidak bisa pergi lagi". Ucapnya tegas menutup telpon. Saat melihat Lukas keluar dari restoran, M X J mengikuti dari belakang sampai ke toilet.
" Bukankah Hari ini aku ada urusan?. 20 menit lagi akan tiba. Habislah, kali ini aku tidak bisa kemana-mana. Kita nanti di hotel 3 hari 3 malam. Berikan alamat hotelnya padaku. Bye..." Ucap Lukas di telpon. Setelah mencuci tangan dia kembali ke Celine.
M X J yang ikut ke toilet pura-pura cuci tangan, menatap kepergian Lukas dengan tatapan tajam.
" Kenapa kamu pergi begitu lama baru kembali?". Tanya Celine.
__ADS_1
"Menyebalkan. Pergi ke toilet saja tidak bisa, telepon bunyi terus. Acara di Suhai sudah berakhir, tetapi di Hang Zhou masih ada sebuah proyek perlu aku pergi ke sana sebentar". Ucap Lukas dengan wajah menyesal.
" Jadi, kamu kapan baru pulang?". Tanya Celine dengan nada lembut.
"Saat Kerinduan kamu menjadi bencana". Sahut Lukas dengan muka mesumnya.
"Menyebalkan. Ayo, makan satu lagi, hati-hati panas". Uajr Celine menyuap makanan ke mulut Lukas. "Enak kan?".
"Enak..".
"Makan sesuap lagi". Pinta Celine.
"Aku sudah harus pergi..". Ucap Lukas melihat jam tangannya. "Aku paling lama 3 hari sudah kembali. Kamu masih ingat, bagaimana mengatakan aku merindukanmu dalam bahasa prancis?. Tu me manques". Ucap Lukas mengajari Celine.
"Tu me manques...". Celine mengulang kata Lukas dengan malu-malu.
"Tu me manques. Diucapkan dengan bagus sekali". Puji Lukas mencium kening Celine. "Aku pergi..". Ucapnya berlalu pergi.
"Meng xin jie...". Celine melihat M X J lewat setelah Lukas pergi. "Tidak mungkin, tidak mungkin. Dia benar-benar hantu gentayangan. Enyah dari otakku!". Gerutunya kesal. "Hah...Pelayan.. Bill...Bungkus". Ucapnya setelah menghela nafas.
M X J mengikuti Lukas sampai ke hotel, dan memasuki sebuah kamar yang disambut seorang wanita. M X J menatap tajam ke arah kamar itu dan mengirim pesan pada Celine.
'Hotel Ruiyan Xijiao, kamar 2001'.
"Hah... Dasar tidak tahu malu. Masih ingin buka kamar denganku. Mengira sekalian hotel bintang 5 jadi booking aku?. Benar-benar frustasi...". Maki celine melihat pesan M X J.
Ting.....
' Jangan salah paham, bukan aku. Tapi blasteran itu'. Pesan M X J selanjutnya seolah tau Celine memakinya. Celine langsung melangkah dengan cepat pergi ke hotel itu.
Tok...Tok...Tok...Celine mengetuk pintu kamar hotel itu.
Ceklek....
"Kamu pengantar alkohol?l. Tanya seorang wanita berpakaian seksi yang membuka pintu.
"Aku melayat...". Cibir Celine langsung menerobos masuk dan melihat Lukas sedang merangkul seorang wanita di antara beberapa wanita.
"Sayang...Dia siapa?". Adu wanita tadi dengan suara manjanya.
__ADS_1
"Celine... Kenapa kamu ke sini?". Tanya Lukas terkejut sebentar lalu tersenyum.
"Tampaknya aku datang terlalu awal. Pasta masih belum mulai". Cibir Celine bersedekap dada.