
Manager shen mengantarkan orang yang mau mengakuisisi hotel kekamar president suit nomor 1123, lalu mengenalkan diri.
"Presdir Lu, aku adalah manager departemen makanan dan minuman. Aku mewakili hotel xx, mengucapkan selamat menempati kamar 1123. Kami juga harap, anda dapat menikmati hidangan hotel selama tinggal disini". Ucap manager shen ramah.
"Kecepatan, persiapkan". Kata presdir Lu buat manager shen kebingungan.
"Presdir Lu kami belum memutuskan untuk menginap di hotel xx. Dia harap kalian bisa mengantarkan hidangan terbaik dari hotel ke kamar 1123 ini". Kata asisten presdir Lu.
"Oh.. baik, baik". Jawab manager shen gegas ke dapur hotel.
**
Gu she na sudah dipecat dan kembali kerumahnya. Didapur rumahnya dia mengambil seekor udang dan mengumpat seolah si udang adalah sang pengakuisisi hotel yang membuatnya dipecat.
"Semua ini salahmu, tau tidak. Pengakuisisi hotel, kamu kan bisa datang kapan saja, tapi kenapa kamu datang pas aku sedang masak diam-diam?. Membuat aku dipecat". Bicara sama si udang dengan sangat kesal.
"Kalau begitu, aku akan mendoakanmu dengan tulus". POK,, memotong kepala udang dengan pisau seolah itu adalah kepala sang pengakuisisi hotel.
"Semoga kamu, makan mie instan tanpa bumbu. Semoga kamu, beli makanan kaleng tampa cincin penarik. Semoga kamu, menyetel alarm tapi tidak berbunyi. Semoga kamu, merasa tidak enak meskipun makan apa saja. Hahahaha...". Sumpah serapah she na sambil tertawa sendiri seperti orang gila.
Didalam kamar hotel nomor 1123, presdir Lu sedang mencoba hidangan yang dibawa oleh manager shen. Presdir Lu sedang memotong steik yang sangat susah, dia meletakkan pisau dan garpu di meja, melihat manager shen dengan dingin.
"Manager shen, jika aku makan ini, aku rasa sederetan gigiku akan hilang. Sudahlah". Kata presdir Lu datar.
"Kalau begitu, aku suruh mereka masak ulang lagi". Ucap manager shen gugup.
"Tidak perlu, ganti hidangan lain saja".
"Baik,baik". Ucapnya manager shen cepat.
***
__ADS_1
Gu she na sudah di pecat dan kembali ke rumahnya. Di dalam dapur dia mengambil seekor udang dan mengumpat seolah udang itu adalah sang pengakuisisi hotel yang membuatnya di pecat.
"Semua ini salahmu, tau tidak!. Pengakuisisi hotel, kamu kan bisa datang kapan saja, tapi kenapa kamu datang pas aku sedang masak diam-diam?. Membuat aku di pecat". Bicara sendiri dengan si udang dengan kesal.
"Kalau begitu, aku akan mendoakaknmu dengan tulus". Memotong kepala udang dengan pisau seakan itu kepala sang pengakuisisi.
"Semoga kamu, makan mie instan tanpa bumbu".
"Semoga kamu, beli makanan kaleng tanpa cincin penarik".
"Semoga kamu, menyetel alarm tapi tidak berbunyi".
"Semoga kamu, merasa tidak enak meskipun makan apa saja, hahahahaha". Sumpah serapah She na sambil tertawa seperti orang gila.
Kembali ke hotel.
Di kamar hotel 1123, presdir Lu sedang mencoba hidangan yang dibawah manager shen di atas meja panjang yang mewah. Presdir Lu sedang memotong steak yang sangat susah untuk dipotong. Dia meletakkan pisau dan garpunya melihat manager shen dengan datar.
"Kalau begitu, aku suruh mereka masak ulang lagi". Kata manager shen gugup.
"Tidak perlu, ganti hidangan lain saja"
"Baik,baik". Ucap manager shen dengan cepat berlari ke dapur.
'Spageti saus hijau, burger eksklusif california, sayur renyah, dan risol ayam meksiko'. Manager shen sudah mengganti banyak menu hidangan dari tadi.
"Terlalu menyengat. Apakah ini adalah mie yang terbuat dari bawang putih?". Ucap presdir Lu saat mencoba spageti saus hijau.
"Ganti...
"Ganti...
__ADS_1
"Ganti...". Kata presdir Lu. Tidak ada yang membuatnya suka
Kali ini manager shen menggantinya dengan hidangan Crepes Spanyol. Dia berharap sang presdir tidak berkata Ganti lagi, karena sudah berkeringat dingin dari tadi.
Presdir Lu tidak mencobanya, tapi hanya mencium baunya saja. " Apakah sausnya sudah kadaluarsa?". Ucapnya dingin. Asisten yang berdiri disamping tersenyum nyengir.
Manager shen mengelap keringat di keningnya yang terua keluar, padahal pendingin ruangan sudah menyala full. Dia tegang mendengar kata Ganti..dari presdir Lu. Para koki di dapur sudah protes semuanya. Semua hidangan yang mereka buat dikembalikan ke dapur tanpa menyentuhnya. Sudah puluhan menu hidangan mereka buat, tamu vip itu masih tidak suka.
"Ini.....". Koki membuka penutup hidangan yang mereka buat di kembalikan ke dapur dengan utuh tanpa disentuh. membuat mereka marah.
"Tamu vip 1123, sangat sulit dilayani"
"Apakah dia sengaja mencari gara-gara?"
"Ini bukan mencari gara-gara, tapi minta dipukul"
"Dia tidak melihat tempat apa ini. ayo pergi cari dia.."
"ayo pergi cari dia...". Emosi para koki memuncak dengan tingkah tamu vip 1123.
"Eh,eh,eh, mau cari siapa?. Kalian sedang ribut apa?. Tanya manager shen.
"Tamu vip 1123, sangat minta dipukul"
"Ini bukan pembatalan hidangan yang sederhana. Ini adalah penghinaan bagi seluruh dapur kami"
"Benar.."
"Benar.. Usir dia pergi". Seru semua koki marah dan mau mengusir tamu vip kamar 1123.
"Hentikan semuanya". Cegah manager shen. "Kuberitahukan kepada kalian, tamu yang ada di kamar vip 1123, kalian tidak akan sanggup menyinggungnya". Ucap manager shen pada semuanya.
__ADS_1