CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Matcha Mousse


__ADS_3

"Kamu, pergi begitu saja, menurutku lumayan bagus". Ucapan paman tua tentang penampilan she na yang akan pergi makan dengan ibu presdir Lu


"Baik. Kalau begitu, pergi. Karena Bibi sudah mengajakku, Maka aku harus pergi. Untung ada kalian, dua Sersan". Ucap she na penuh syukur memiliki dua sahabatnya ini.


" Sudahlah, Nyalakan api, mulai makan". Seru paman tua.


"Makan daging..". Sahut Celine dengan senang.


"Cepat makan".


" Aku harus pergi dulu. Mendadak teringat ada apa,, ada masalah". Ucap she na berdiri, pura-pura menerima telpon dan berlari pergi.


"Dia sudah bayar?". Tanya Celine.


"Apa dia bisa bayar". Tanya paman tua balik.


"Bagaimana bisa begini?". Sentak Celine meletakkan sumpitnya dan berdiri mengambil jaketnya bersiap pergi.


" Apa yang ingin kamu lakukan?". Tanya paman tua mengerutkan alis.


"Aku pergi cari dia". Ucap Celine melangkah pergi.


"Kamu cari dia...?".


"She na...,tunggu aku. Tunggu aku...". Seru Celine berlari keluar.


"Hey...Hey...Pelitnya kalian berdua si tikus kecil. Aah.....Ada apa?". Paman tua terkejut saat berbalik badan ada pelayan membawa hidangan lain tepat di depan wajahnya.


"Sashimi anda..". Ucap pelayan.


"Bill..". Ucap paman tua dengan kesal melihat meja penuh hidangan yang belum di sentuh. "Bungkus..".Sambungnya.


**


Keesokan harinya, she na dan presdir Lu berada di dalam mobil menuju hotel XX untuk makan dengan ibu presdir Lu.


"Jangan khawatir..". Ucap presdir Lu melihat she na gugup.


" Yakin hanya kita bertiga?". Tanya she na.


"Tentu. Kamu, aku dan ibuku". Jawab sang presdir meyakinkan. "Hanya makan, tidak perlu bawa kado. Benar-benar". Ucap sang presdir melihat she na membawa kotak kue. "Ini rasa apa?". Tanyanya, dia mengira kue itu buat ibunya.


"Matcha.. Tapi bukan kue maksa biasa. Kue Matcha Mousse yang aku buat. Lapisan paling bawahnya coklat panggang embrio kue bolu, Aku menggunakan coklat hitam kandungan Kakao 78%". Ucap she na menjelaskan. "Coklat mentah lapisan atasnya juga menggunakan krim dan coklat, dibekukan selama 7 jam lebih baru beku. Bubuk Matcha lapisan paling atas adalah di ayak dengan tangan. Jadi ke seluruh kue ini mengandalkan perasaan dan bakat. Penuh ketulusan". Sang presdir sampai memejam mata membayangkan proses pembuatan kue she na sambil mendengar penjelasan she na.


"Aku boleh lihat sebentar?". Tanya presdir Lu penuh harap.


"Kamu...Turun dari mobil baru lihat". Jawab she na.

__ADS_1


"Baiklah..". Ucap sang presdir memejam mata kembali membayangkan menikmati kue Matcha she na yang lembut.


Sementara di Blue Fros bar & grill, Celine dan rekan kerjanya bersama Lukas sedang merayakan keberhasilan kerjasama mereka.


" Selamat atas kesuksesan pengujian kualitas bir. Bersulang...". Seru direktur Lin atasan Celine. "Manager Lu... Bir ini bersulang untukmu sendiri. Kali ini kerjasamanya begitu menyenangkan. Kalau begitu, lain kali aktivitas Hangzhou harus memikirkan kami ya". Ujarnya.


"Tentu. Kerjasama ini, membuatku sepenuhnya merasakan profesionalisme perusahaan kalian. Kelak kegiatan di dalam negeri aku akan Serahkan semua pada kalian". Ucap Lukas membuat semuanya senang.


"Bagus sekali...". Jawab semuanya bertepuk tangan.


" Selain itu, aku ingin tunjuk supervisor Xu sebagai penanggung jawabnya". Ucap Lukas melihat Celine yang dudk di sampingnya.


"Manager Lu menghargai, Atasan mendukung rekan-rekan membantu dengan sepenuhnya. Ayo, kita semua minum sekali lagi". Ucap Celine mengangkat gelas bir bersulang pada semuanya.


"Ayo...". Sorak semuanya mengangkat gelas dan bersulang.


Di luar Blue Fros..


"Meng Xin jie... Bagaimanapun kamu dulu adalah pangeran di klub malam. Telah bersama banyak wanita. Kenapa frustasi dengan wanita ini?". Celutuk M X J sendiri sedang memantau Celine dari luar. "Keadaan kamu sekarang ini, apa bedanya dengan maniak. Plak... Kamu ada masa depan yang bagus".Gumamnya menampar wajahnya sendiri. Saat ingin menghidupkan mobilnya, Dia melihat seorang wanita yang keluar dari mobil di depannya dengan marah berjalan menuju ke arah Blue Fros. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi saat melihat pria blasteran yang bersama Celine berjalan keluar.


" Kenapa kamu bisa datang ke sini?". Tanya Lukas yang keluar dengan buru-buru menghampiri wanita itu.


"Dua hari ini kamu ke mana saja?. Aku telepon berkali-kali padamu, Kenapa tidak jawab?". Tanya wanita itu mau melihat ke arah dalam Blue Fros, namun di halang oleh Lukas dan membawanya masuk ke mobil.


"Ikut aku bicara di dalam mobil". Ucap Lukas.


" Aku tidak mau kembali".Rengek wanita itu.


"Kemana?". Tanya wanita itu terpaksa masuk ke dalam mobil.


M X J turun dari mobilnya dan pelan-pelan mengendap dari belakang mobil wanita itu mengintip aktivitas di dalam mobil.


'Dasar kau blasteran. Kamu benar-benar tusuk sate. Setelah tusuk ini, tusuk yang itu'. Maki M X J dalam hati saat melihat kedua orang itu sedang saling mencumbu didalam mobil. 'Xu Zhao Di, kamu juga ada hari ini, kamu pantas kena tipu'.


Ceklek...


"Jangan lupa telpon aku..". Ucap wanita itu setelah selesai acara mencumbunya.


"Kamu tunggu aku di rumah". Ucap Lukas menutup pintu mobil wanita itu.


Setelah mobil wanita itu pergi, Lukas hendak masuk ke dalam, namun dia melihat ada sepasang kaki di bawah mobil putih seperti sedang memperbaiki mobil.


"Mobil yang begitu bagus, Kenapa bisa Bocor Oli?. Tangki oli di mana?". Ucap M X J agak keras sengaja agar di dengar Lukas. Lukas hanya melihat sebentar lalu masuk ke dalam.


She na dan presdir Lu sudah sampai di hotel XX.


"Kamu tunggu sebentar. Biarkan aku lihat sebentar". Ucap presdir Lu menghentikan langkah she na.

__ADS_1


" Kenapa kamu begitu penasaran?. Bukan untukmu juga". Sahut she na.


"Aku tau. Aku takut kamu buat yang aneh-aneh, menakuti ibuku". Ucap sang presdir.


"Aku..Aku..Aku lupa bawa kado untuk Ibumu". Ucap she na gugup baru ingat lupa bawa untuk camer.


"Jadi ini untuk siapa?". Tanya presdir Lu menautkan alisnya.


"Manager Cheng..". Jawab she na santai.


"Cheng..Cheng..Cheng ziqian..".


"Hmm..".


" Kenapa kasih dia?".Tanyanya mulai cemburu.


"Terima kasih pada dia".


"Kenapa mau terima kasih pada dia?".


"Karena.... Bukan, Kenapa kamu begitu banyak kenapa?. Sudahlah, aku segera antar untuk dia. Sampai ketemu nanti". Ucap she na berlalu pergi meninggalkan presdir Lu yang melihatnya dengan tatapan cemburunya.


Sedang kan di dalam ruangannya, ziqian lagi memikirkan kata-kata presdir Lu dan koki Yu.


'Kamu bilang Gu she na melakukan hubungan pria dan wanita dengan sembarangan. Dengan aku atau dia. Katakan dengan jelas'. 'Dengan kamu...'. Jawaban koki Yu membuat presdir Lu tersenyum melirik ziqian itu yang membuatnya memikirkan sampai sekarang.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk...". Ucap ziqian dari dalam. "She na...Kenapa kamu kesini?". Tanya setelah she na masuk dan berdiri menyambutnya.


"Kebetulan. Kopi di padu dengan kue, karir terus meningkat". Ucap she na meletakkan kue di atas meja kerja ziqian. "Sengaja buat satu kue untukmu, Terima kasih telah membersihkan tuduhanku".


"Tidak ada yang perlu diterima kasih. Sengaja buat kue untukku, sebaliknya kamu membuatku segan". Ucap Ziqian menatapnya sendu.


"Hubungan kita ini, tidak perlu segan". Ucap she na sambil merapikan penampilannya.


"She na...Aku ingin traktir kamu makan. Ada yang ingin aku katakan padamu". Ucap ziqian mendekati she na dengan tatapan serius.


" Kenapa kamu begitu buang-buang uang?. Ada apa katakan saja sekarang. Oh iya, Apakah kamu merasa hari ini model rambutku ada yang beda?. Apakah merasa dalam kebebasan membawa seutas martabat. Ada tidak? ". Tanya she na sambil merapikan rambutnya.


"Bagus.. Menurut kamu aku bagaimana?". Tanya ziqian.


"Aku merasa dasi kamu kurang cocok dengan jas. Kamu seperti tidak merasakannya". Jawab she na dengan wajah polosnya. " Bagaimana dengan riasanku?. Terutama alis, Apakah simetris?. Simetris". She na melihatkan alisnya.


"Bagus..".


"Hehe..Bagus".

__ADS_1


"Kita berdua sudah kenal begitu lama, kamu merasa aku.....".


"Aku merasa kamu sangat baik. Terutama dalam tugas, cukup Solider". Sahut she na jujur dengan apa yang di lihatnya. " Bagaimana dengan pakaianku?. Bagaimana dengan seluruh rangkaian penampilan ini?. Apakah agak sedikit dibuat-buat?. Asal-asalan kah?".Tanyanya sambil memutar badannya. "Hah... Biarlah...Lakukan secara alami saja. Ikuti nasib". Ucapnya setelah menghela nafas.


__ADS_2