CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Memang membencimu


__ADS_3

"Aku ke warung Gu she na. Aku bawa makanan untuk kalian. Ceker ayam semur tanpa tulang. Langsung meleleh di dalam mulut. Cobalah". Sahut Lu zheng mengangkat makanan yang di bawanya.


"Gu she na?. Orang yang diumumkan Lu Jin di pesta perjamuan bahwa dia adalah tunangannya?". Tanya ibunya, Lu zheng mengangguk menjawab ibunya. "Waktu itu aku lihat Zheng Hong sangat marah. Aku rasa, dia pasti tidak suka calon menantunya itu". Ujarnya mendecak. Lu Ming Ting terlihat memikirkan sesuatu setelah mendengar ucapan istrinya.


Keesokan harinya di hotel XX.


"Bistik sapi Wellington..". Ucap she na memberikan masakannya pada pelayan yang mengantar makanan.


"Nona Gu..". Panggil Lu Ming Ting mendatangi she na sampai ke dapur hotel XX.


"Paman Lu, Kenapa Anda datang kemari?". Tanya she na kaget melihat Lu Ming Ting ada di dapur.


"Apakah kamu punya waktu?. Aku ingin ngobrol denganmu". Ucap Lu Ming Ting dengan ramah, she na mengangguk menjawabnya.


Di sinilah sekarang She na dan Lu Ming Ting, di sebuah restoran mewah sedang duduk menunggu kedatangan Lu Jin. Lu Ming Ting meminta She na untuk mengundang Lu Jin makan malam.

__ADS_1


"Maaf, aku terlambat". Ucap Lu Jin tersenyum pada she na, namun senyum itu surut saat melihat Lu Ming Ting.


"Xiao Jin...Ayah ingin ngobrol baik-baik denganmu". Ujar Lu Ming Ting.


"Ayo, kita ganti restoran lain". Lu Jin mengajak she na pergi, namun she na menahan tangan Lu Jin dan menatapnya dengan tatapan memelas. Lu Jin melihat she na dan Lu Ming Ting dengan datar. "Baik..Kita ngobrol berdua". Ucap Lu Jin melangkah pergi. Lu Ming Ting melihat she na dengan senyum tipis dan ikut pergi menyusul Lu Jin. She na duduk kembali dengan wajah bersalah pada Lu Jin.


"Hari ini memanggilmu datang, Xiao Jin, Ayah ingin memohonmu untuk melepaskan grup Ming Ting". Ucap Lu Ming Ting dengan wajah memelas.


"Memohon?. Sangat enak didengar". Sahut Lu Jin dengan senyum meremehkan. "Aku sudah menunggu kata ini selama 30 tahun. Namun sangat disayangkan, aku tidak bisa membantumu. Bisnis adalah bisnis". Cemooh Lu Jin dengan datar dan dingin.


"Jangan terburu-buru untuk menolakku. Dalam hal ini, Zheng Hong kalian tidak hanya berdasarkan pertimbangan bisnis. Aku tahu, kamu dan ibumu masih membenciku...".


"Tidak peduli kamu bersedia atau tidak, aku adalah ayahmu. Ming Ting adalah hasil kerja keras seumur hidupku, juga merupakan harapan terakhirku". Desis Lu Ming Ting.


"Seumur hidupmu, kamu hanya mengajariku satu hal. Tidak berperasaan". Ucap Lu Jin dengan tatapan tajam ketika mengingat perlakuan dan ucapan Lu Ming Ting pada ibunya waktu dia masih kecil. 'Aku sudah lama tidak ingin pulang...'. Suara bentakan dan perlakuan Lu Ming Ting pada ibunya tidak akan pernah terlupakan sampai kapan pun.

__ADS_1


"Kamu adalah Ayahku, aku tidak dapat mengubahnya. Dan satu-satunya hal yang dapat kuubah adalah selama sisa hidupmu, Kamu akan selalu melihatku dari bawah". Cibir Lu Jin berlalu pergi. She na melihatnya dari sudut ruangan tidak tidak berani keluar.Lu Jin pergi dengan marah dan mengepal tangannya saat berada di dalam mobil.


She na kembali ke rumahnya dan masuk ke kamarnya merenungkan ucapan Lu Jin di restoran tadi. 'Seumur hidupmu, kamu hanya mengajariku satu hal. Tidak berperasaan. Dan satu-satunya hal yang dapat kamu ubah adalah selama kisah hidupmu, Kamu akan selalu melihatku dari bawah'. Setelah itu she na mengambil ponselnya dan menelpon M X J untuk menanyakan keadaan Lu Jin. She na langsung pergi saat M X J mengatakan keadaan Lu Jin tidak baik-baik saja.


"Kamu cepat nasehati dia. Sudah memukul gila-gilaan di sini selama 1 jam". Ucap M X J ketika she na sudah di sampingnya melihat Lu Jin si atas ring sedang meninju, setelah itu M X J langsung pergi. She na langsung menghampiri Lu Jin.


"Jangam pukul lagi..Lu Jin jangan pukul lagi". Seru she na dari samping Lu Jin, namun di abaikan. Sudahlah..Jangan pukul lagi, kamu sudah berdarah. Ayo, kita pulang. Kita pulang ke rumah, bagaimana?". She na berdiri di depan Lu Jin dan membujuknya. Lu Jin langsung meraih tengkuk she na dan ******* bibirnya dengan kasar, hingga membuat she na terkejut, air matanya langsung menetes. Lu Jin langsung melepasnya tautan bibir melihat she na menangia, dia merasa menyesal. Lu Jin mengusap air mata she na dengan tatapan menyesal.


"Maaf, maaf, maaf. Aku salah, maaf. Baik, kita pulang. Pulang, maaf,maaf. Pulang, aku salah. ayo..". Ucap Lu Jin dengan menyesal. She na memegang tangan Lu Jin dan mengusap kepala Lu Jin, lalu mendekatkan wajahnya mencium Lu Jin dan di balas ******* lembut oleh Lu Jin.


Sementara di rumah sakit, Lu Ming Ting dalam keadaan darurat terkena serangan jantung. Para dokter berusaha menyelamatkannya, namun tuhan berkehendak lain. Lu Ming Ting berpulang pada sang pencipta.


Keesokan paginya she na bangun tidur dalam pelukan Lu Jin. She na tersenyum bahagia saat membuka mata melihat Lu Jin menatapnya penuh cinta. Kring...Kring... Ponsel Lu Jin berdering, Lu Jin mengecup kening she na dan mengangkat telpon di ruang tamu. Setelah beberapa saat, Lu Jin masih belum kembali, she na merasa aneh.


"Lu Jin...". Panggil she na, namun tidak ada jawaban. She na menyusul Lu Jin keluar dan melihat Lu Jin menatap kosong ke depan dengan ponsel di telinganya. "Lu Jin...". Panggil she na lagi.

__ADS_1


Lu Ming Ting di makamkan hari ini, hanya di hadiri Lu Zheng dan ibunya dan para karyawannya saja. Setelah memberi hormat dan memberi bunga semua orang pulang, hanya tinggal Lu Zheng dan ibunya yang menangis sedih.


"Xiao Zheng... Mulai sekarang, hanya tersisa kamu dan ibu saling mengandalkan. Kamu harus ingat perkataan ibu, dan pesan ayahmu sebelum meninggal". Lirih Ibunya terisak. Lu zheng tidak menjawab hanya merangkul ibunya dan mengingat pesan. 'Ming Ting adalah hasil kerja kerasku seumur hidup. Tidak boleh membiarkannya hancur. Kamu harus mempertahankannya'. Pesan Lu Ming Ting sebelum menutup mata untuk selamanya. Lu Jin melihat makan ayahnya dari jauh dengan sebuket bunga putih di tangannya. Setelah Lu zheng dan ibunya pergi, Lu Jin mendekat dan meletakkan bunga dan berlalu pergi.


__ADS_2