
" Kenapa kamu tahu aku mau datang?". Tanya persdir Lu melihat she na keluar rumah dengan buru-buru.
"Tadi Meng xin jie telepon aku bilang, bilang, bilang...Zhao Di dan Paman tua pergi ke rumah kamu cari perhitungan dengan Li Man". Ucap she na dengan gugup.
"Rumahku?".
" Ya, Karena tadi aku telepon dengan mereka....".
" Katakan pelan-pelan". Pinta sang presdir melihat she na panik.
" aku telepon mereka mengatakan hal yang bukan bukan kemudian mereka.. Pokoknya, pokoknya Pergi Saja". Ucap she na cemas langsung menarik presdir Lu pergi.
"Marga Li.....". Teriak Celine dari luar pagar rumah presdir Lu.
"Keluar...". Teriak paman tua.
"Keluar kamu!. Marga Li...".
"Apa pantas bersembunyi?".
"Betul, cepat keluar!".
"Nyalinya begitu kecil".
Seru paman tua dan Celine memaki Li Man.
Trek.....Bunyi kunci pagar terbuka.
"Sudah datang...sudah datang". Ujar paman tua melihat pagar terbuka.
"Kalian berdua, siapa?". Tanya Li Man begitu keluar. "Datang ke depan rumah orang, teriak-teriak seperti ini. Tidak begitu Pantas, kan?".
"Kamu adalah Li Man?. Tidak usah peduli Kami siapa. Sebaliknya kamu, tampangnya lumayan cantik, Mengapa melakukan hal-hal konyol?. Katakan, kamu yang melakukan masalah hari ini?". Cemooh Celine melipat tangan di dada.
" Nona... Ada masalah bicaralah baik-baik. Masalah apa, katakan dengan jelas". Ucap Li Man dengan tenang.
__ADS_1
"Hah... Sudah rubah ribuan tahun, tidak usah pura-pura jadi kelinci. Kamu kira aku tidak bisa melihat pemikiranmu?". Cibir Celine.
"Saudari Li... Aku ingin ingatkan kamu satu hal. Walaupun keponakanku Gu she na sedikit bodoh, tapi di belakang dia ada kami. Aku nasehati kamu, jangan berniat jahat". Timpal paman tua.
"Kerabat Gu she na, ya?. Aku merasa kalian berdua, Apakah ada salah paham apa denganku?. Pertama, aku sama sekali tidak akrab dengan Gu she na. Masalah hari ini, kalian harus cari siapa, Cari saja". Terang Li Man sambil tersenyum, lalu melangkah masuk.
"Eh, Kamu bicara dengan Lu Jin saja sudah bisa?. Kenapa?. Melihat Lu Jin suka orang lain, kamu tidak senang ya?. Kalau Lu Jin suka Kamu, sudah bertahun-tahun sudah bersama sejak awal. Kegagalanmu, jangan salahkan pada Gu she na. Kamu semakin menganiaya dia, Lu Jin akan semakin peduli padanya". Ucapan Celine menghentikan langkah Li Man dan membalik badannya.
"Jangan selalu mencoba untuk menembak orang lain. Ini akan gampang mengurung pemikiran dia sendiri". Sela ibu presdir Lu melangkah keluar dari dalam rumah. "Lu Jin anakku. Dia menyukai siapa, tidak perlu kamu tebak sembarangan disini".
"Anda ibu Lu Jin, ya?. Apa kabar Bibi?. Hari ini kami datang untuk kasih tahu kamu. Gu she na tidak mungkin bisa melakukan hal yang sembrono seperti itu. Pasti ada orang yang iri padanya. Sengaja menjebaknya". Sindir Celine melihat Li Man.
"Kalian beberapa datang demi koki wanita itu?". Tanya ibu presdir Lu, paman tua dan Celine mengangguk. " Aku ada beberapa kata mohon kalian sampaikan padanya. Semoga dia kelak, ada keluhan apapun, masalah apapun harus lapor kepada atasan dia, manager Departemen Makanan dan Minuman. Bukan mengutus dua teman dia, tengah malam datang ke rumah pemimpin mengeluh atas Tudingan untuk dia. Lalu juga berspekulasi, bersandiwara. Lebih baik digunakan untuk meningkatkan keterampilan masak, pelajari cara memasak Truffle". Sentak ibu presdir Lu.
"Perkataan presdir Zheng, apakah tidak sedikit pahit?". Sahut paman tua ketus.
"Kamu siapa?". Tanyanya.
" Aku Seorang penjahit. Marga dan Namaku tidak berharga. Anak-anak kami ini, tidak mendapatkan pendidikan tingkat tinggi. Hari ini mengganggu dengan tidak sopan memang kami yang salah. Tapi, masalah apapun selalu ada alasannya. Koki wanita utama kami itu difitnah, tidak hanya tidak Berisik dan berbuat onar, malah tidak mengizinkan kami datang mengganggu anda. Sebaliknya, anda berada di posisi tinggi, berbicara begitu pahit lomba langsung membuat kesimpulan tanpa bukti...".Ucap paman tua menohok tenggorokan ibu presdir Lu
" Jadi apa sedang mempermasalahkan dengan kami yang bahkan namanya pun tidak pantas untuk Anda ingat. Juga, tadi anda selalu mengucapkan presdir Lu adalah anak Anda, tidak mau orang lain menebak pemikirannya. Aku ingin tanya anda, anda memahami anak anda?. Anda memahami apa hubungan presdir Lu dengan koki wanita teman kami itu?. Anda tentu tidak peduli, mungkin anda lebih peduli pada saham dan Aset, tidak akan mempertimbangkan perasaan sejati diantara manusia". Lagi-lagi ucapan paman tua menohok ibu presdir Lu.
"Cukup...Sudah cukup". Seru presdir Lu yang baru datang dengan she na.
"Maaf, Bibi. benar-benar mohon maaf". Ucap she na membungkuk.
"Hidangan itu aku sudah menyelidikinya. semua masalah salah aku.Mereka adalah teman dia". Ucap sang presdir menjelaskan dan menunjuk paman tua dan Celine.
"Pergilah..". Gumam she na pada paman tua dan Celine.
" Berikan sedikit kehormatan untukku". Pinta sang presdir pada ibunya dengan senyum. Sang ibu langsung masuk ke dalam rumah dengan Li Man.
"Lu Jin... Raut muka Bibi tidak terlalu bagus. Dia tidak akan mempersulit kamu kan?". Ucap she na khawatir pada presdir Lu.
" Tidak, tidak. Aku akan menanganinya. Kalian Pulanglah dulu, oke?". Ucap Lu Jin dengan lembut, lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya. Paman tua dan Celine bersorak senang, lalu meninggalkan rumah presdir Lu dengan she na.
__ADS_1
Presdir Lu masuk ke ruang tamu dan melihat ibunya sedang minum teh, dia melangkah duduk di depan ibunya.
"Ibu..". Panggilnya.
"Lu Jin.. Kamu semakin berbeda sekarang". Sindir Ibunya.
"Itu juga anak ibu". Sahut presdir Lu dengan senyum.
"Turun tangan sendiri, ini tidak seperti karakter kamu".
"Semua orang bisa berubah". Sahut sang presdir enteng.
" Memang perubahannya sangat besar".
" Ibu, sebenarnya masalah ini aku lebih mementingkan nama bayi anda. Makanya harus diselidiki dengan jelas. Akhirnya memang bukan perbuatan Gu she na. Selain itu, pola pikir Anda luas, jangan permasalahkan dengan mereka". Pinta sang presdir tersenyum melihat ibunya.
" Yang lebih kamu pentingkan adalah penderitaan Gu she na kan?". Tanya ibunya.
" Anda dan dia bagi aku sama-sama penting". Jawab presdir Lu dengan tegas.
" Karena kamu telah mengatakan perkataan seperti ini, kalau aku masih mempersulit generasi muda, sepertinya aku terlalu tidak beradab. Karena sudah diselidiki dengan jelas, tidak ada kaitannya dengan Gu she na. Maka aku jadi tuan rumah, traktir dia makan Sederhana". Ucap sang ibu.
"Tidak, ibu. Dia sungguh tidak menaruh masalah ini di dalam hati. Jadi, kamu tidak usah traktir". Tolak presdir Lu dengan cepat.
"Aku menaruhnya dalam hati. Kalau aku tidak mengatakannya dengan jelas, orang lain mengira aku Zheng Hong sedang menindas gadis kecil". Protes ibunya.
"Ibu..."
"Presdir Lu...". Potong Li Man membawa camilan untuk ibu presdir Lu. "Sebenarnya minta Nona Gu makan bersama pemimpin Zheng, mungkin bisa memperjelas kesalahpahaman, kesempatan bagus untuk meningkatkan pemahaman". Ucapnya.
"Aku yang penting takut ibuku...".
" Kamu tidak usah bantu aku pertimbangkan. Jangan-jangan, Nona Gu ada pertimbangan apa?". Cibir ibunya.
"Hanya ada Anda, aku, dia, 3 orang makan sederhana. Benerkah?". Tanya sang presdir yang tidak peduli dengan Li Man yang berdiri di samping ibunya.
__ADS_1
"Hanya makan sederhana". jawab ibunya.