CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Terus beli


__ADS_3

"Supervisor Kong.. Kamu sangat tidak memahami grup Zhwng Hong. Perusahaan yang diakuisisi oleh mereka, jika tidak memenuhi persyaratan penilaian mereka, Maka akan dihancurkan dan dijual. Pada saat itu, kamu, aku, dan semua yang ada di sini akan kehilangan pekerjaan". Cecar direktur Chen. Lu zheng hanya diam mendengar perdebatan mereka sambil meremas pulpen yang di pegangnya saat mendengar akan di akuisisi oleh grup Zheng Hong.


Setelah rapat selesai, Lu zheng kembali ke bengkelnya. Duduk di meja menghadap dinding yang sudah di tempel rencana dan nama orang yang akan yang bisa membantunya. Lu zheng berdiri dan mendekati dinding mengambil sebuah nama 'Zhang Yimin' dan menempelnya di bagian properti Tai Yue. Lalu Lu zheng meninju bagian rencana yang akan di jalankannya.


"Xiao Zheng..Apa yang kamu lihat?". Tanya Ibunya, Lin Lijun tiba-tiba sudah berada di belakangnya.


"Ibu...Kenapa kamu datang?". Ucap Lu Zheng terkejut, langsung menutup dinding dengan lukisan besar. "Kenapa tidak bilang dulu?". Tanyanya.


"Apa yang kamu gantung di dinding?. Aku lihat dulu". Ucap Ibunya terlihat cemas mau membuka lukisan besar itu.


"Ibu, tidak perlu mengurus itu. Kenapa ibu datang ke bengkelku. Di sini kotor dan berantakan. Kenapa tidak ikut sahabat Kompleks pergi berbelanja dan spa?". Lu zheng menghalangi ibunya membuka lukisan besar itu.


"Xiao zheng, Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari ibu?. Kamu sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah?. Kamu melihat benda-benda itu di bengkelmu ini?.". Tanya ibunya khawatir putranya berbuat yang tidak-tidak.


"Tidak apa-apa. Ibu, jangan khawatir. Aku temani ibu pulang hari ini, bagaimana?. Percaya padaku, aku akan mengurusnya". Sahut Lu zheng sambil merangkul bahu ibunya membawanya pulang.


Besok harinya Lu zheng sudah membuat janji dengan Zhang Yimin di kantornya.


"Lu zheng...". Sapa Zhang Yimin setelah masuk bertemu Lu zheng.


"Zhang Yimin. Haha...". Sahut Lu zheng berdiri dan berjalan menyambut sahabatnya lalu memeluknya sebentar.


"Lama tidak bertemu". Ucap Zhang Yimin.

__ADS_1


"Iya, lama tidak bertemu. Kamu terlihat semakin bersemangat. Kamu jauh lebih tampan dibanding saat sekolah. Silakan duduk". Ujar Lu zheng dengan senyum merekah. Keduanya duduk saling berhadapan.


"Lu zheng.. Aku turut berduka cita atas meninggalnya paman Lu. Dua tahun ini, Chen Xing dan Ming Ting bekerja sama erat dalam proye. Di hari pemakaman, Kebetulan aku mengurus proyek di Afrika Selatan, tidak sempat pulang. Maaf sekali". Ucap Zheng Yimin dengan tatapan sendu.


"Tidak apa-apa. Masalah jantung Ayahku sudah berlangsung bertahun-tahun. Kami sudah ada persiapan mental". Ujar Lu zheng dengan santai. "Yimin.. Aku mencarimu kali ini, adalah ingin meminta bantuanmu". Ucap Lu zheng tanpa sungkan.


"Katakan..". Zhang Yimin mempersilahkan.


"Properti Tai Yue, Seharusnya kamu tidak asing kan?". Tanya Lu zheng.


"Tentu saja. Properti Tai Yue dan perusahaan induk Chen Xing sedang mengajukan proyek Resort Asia Tenggara". Sahut Zhang Yimin menjelaskan.


"Proyek ini..". Lu zheng memberikan dokumen properti Tai Yue pada Yimin. "Sekarang Tai Yue berada di bawah kendaliku. Sekarang aku ingin mengatas namakan Tai Yue, untuk menandatangani perjanjian jaminan dengan Chen Xing. Grup Ming Ting sebagai penjaminnya. Kamu lihat dulu perjanjian ini". Ujar Lu zheng memberikan dokumen perjannjian.


"Kamu bantu aku dulu. Aku akan memberitahumu alasan lain kali. Bolehkah?". Ujar Lu zheng dengan tatapan serius.


" Tentu saja boleh. Perjanjian ini tidak ada kerugian bagi kami. Selain itu, sama saja dengan ada dua pihak jaminan. Hal sebagus ini, kenapa aku harus menolak?". Jawab Zhang Yimin sambil tersenyum.


"Nanti aku akan menyuruh sekretaris untuk mengirimkan perjanjian resmi". Lu zheng tersenyum lebar mendengar jawaban Zhang Yimin.


"Baik..".


Kring...Kring... Ponsel Lu zheng berdering, tercantum nama supervisor Xing yang menelpon. Zhang Yimin melihat sekilas telpon Lu zheng yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Aku tidak mengganggumu lagi. Aku pergi dulu". Ucap Zhang Yimin berdiri dan berjabat tangan dengan Lu zheng, lalu melangkah pergi. Setelah Zhang Yimin pergi, Lu zheng baru mengangkat telponnya.


"Lu Jin sudah pergi ke Vancouver. Ingin melewati cabang Vancouver untuk mengoperasikan pengakuisisian Ming Ting. Grup Zheng Honh sudah menghubungi pemegang saham perusahaan kecil dan menengah, membeli saham Ming Ting secara diam-diam. Banyak pemegang saham khawatir perusahaan tidak bisa menangani masalah hutang, telah menyepakati niat transfer ekuitas dengan Zheng Hong. Para dewan direksi bertanya apakah anda punya solusinya?". Ucap supervisor Xing menceritakan infromasi yang di dapatnya.


"Tidak ada". Jawab Lu Zheng dengan santai. "Biarkan mereka membelinya. Lumayan bagus. Terus beli". Ucap Lu zheng dengan nyeringai menutup telpon, lalu memutar kursinya dengan senang.


Di Vancouver dalam ruang rapat.


"Grup Ming Ting, Lu Zheng memiliki 33% saham Ibunya, Lin Lijun, memiliki 8% saham. Pemegang saham lainnya mencapai 59%. Untuk akuisisi, Zheng Hong saat ini sudah memiliki 42% saham. Kami akan terus berusaha membeli saham, atau mencapai kesepakatan dengan pemegang saham kecil dan menengah mendapatkan hak suara mereka". Ucap Li Man menjelaskan informasi yang di dapatnya. "Selanjutnya kita hanya perlu membuka rapat umum pemegang saham untuk mereorganisasi direksi, maka akan dapat menduduki Ming Ting dengan lancar. Rapat umum pemegang saham, aku jadwalkan di Senin minggu depan?". Ujar Li Man panjang lebar.


"Tidak perlu buru-buru". Sahut Lu Jin. " Apakah belakangan ini Lu zheng ada tindakan?". Tanya Lu Jin merasa ada yang tidak beres.


"Dengar komisaris tim proyek bilang sepertinya sekarang Ming Ting berada dalam kondisi tidak peduli. Adikmu Lu zheng sepertinya tidak mempedulikan hal ini atau bisa dibilang tak berdaya untuk melawan?". Ucap Li Man mengatakan apa yang dia tau dari orang kepercayaannya.


"41% saham, pemegang saham utama, tak berdaya untuk melawan?. Tidak mungkin". Ujar Lu Jin tidak percaya dengan yang Li Man katakan.


"Apa yang ingin kamu katakan?". Tanya Li Man penasaran.


"Bentuk sebuah tim khusus, bantu aku selidiki kedua perusahaan ini". Lu Jin memberikan sebuah dokumen pada Li Man.


"GrupTai Yue dan perusahaan induk Chen Xing?. Apakah Selanjutnya kami harus melanjutkan lagi?". Tanya Li Man setelah melihat dokumen itu


"Lanjutkan. Lakukan seperti rencana sebelumnya". Ujar Lu Jin dengan pasti.

__ADS_1


__ADS_2