CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Cemburu


__ADS_3

"36 tahun ,ya?. Tidak muda lagi. Apakah kamu pernah bercerai?. Apakah kamu pumya anak?". Tanya kakek beruntun.


"Aku belum menikah dan tidak punya anak". Jawab sang presdir.


"Apa tubuhmu sehat?".


"Sangat sehat". Jawabnya seraya merapikan jasnya.


"Bagus. Tubuh adalah modal revolusi. Aku pernah dengar Zhao Di dan Quan'an mengungkit tentangmu. Aku sudah tua, tidak peduli seperti apa perkembangan kalian ke depannya, ada satu hal yang ingin kuberitahukan padamu". Ucap kakek Gu dengan serius.


"Si...Silakan katakan". Sahut presdir Lu gugup.


"Setelah orang tua she na bercerai, aku yang membesarkannya sendiri. Orang tuanya tidak pernah mencemaskannya dan tidak pernah mengeluarkan uang. Bahkan saat dia belajar jurusan koki, aku juga yang meminjamkannya uang. Itu adalah uang pensiunku. Bukan sedikit uang, itu adalah uang untuk masa tuaku". kakek Gu bercerita, presdir Lu hanya mengangguk kepala saja.


"Lao Gu...Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kamu ada disini. Bihun sudah habis, cepat pergi masak, semuanya sedang menunggu". Ucap Bibi wang.


"Baik,baik,baik".


"Cepat ya".


"Baik.. Xiao Lu, tidak peduli apa hubungan kalian ke depannya, kamu harus membantuku untuk mengingatkannya, beritahu dia, harus mengembalikan uang itu padaku. Itu adalah uang masa tua kakek". Pinta sang kakek pada presdir Li.


"Lao Gu..Cepat". Panggil Bibi wang.


"Baik segera. Kamu makan perlahan-lahan, aku akan segera kembali". Ucap kakek berdiri, presdir Lu juga ikut berdiri. "Aku datang, jangan mendesakku". Sang presdir menghela nafas lega melihat kakek Gu pergi. Dia melihat she na yang minum banyak, berjalan mendekatinya, namun Bibi asuh menepuk pundaknya.


"Bi..Bibi..".


"Xiao Lu, tidak boleh panggil seperti itu. Aku adalah Bibi asuh she na. Ikut dia panggil aku Bibi asuh saja". Pinta Bibi asuh she na yang sudah merah mukanya, karena terlalu banyak minum.


"Bibi asuh..". Panggi sang presdir.


"Ini adalah arak herbal yang aku bawa sendiri, sangat bernutrisi. Aku lihat kamu tidak muda lagi, kan?. She na masuh muda, bisa tidak peduli, tapi kamu tidak boleh. Harus memperhatikan kesehatan". Ucap Bibi asuh memberikan segelas arak padanya.

__ADS_1


"Benar, presdir Lu. Aku adalah paman kedua she na dari pihak ibu. Mulai hari ini, kita juga termasuk kerabat. Ayo, aku harus minum denganmu. Aku habiskan, kamu sesuka hati saja". Ucap paman kedua she na menuang arak ke gelasnya dan meminumnya.


"Tidak perlu di habiskan". Cegah Presdir Lu, namun terlambat.


"Ayo, minum". Pintanya pada presdir Lu.


Sang presdir minum seteguk, namun alisnya langsung mengerut karena araknya terlalu keras.


"Kuat minum. Bagus, kuat minum". Ucap Bibi asuh memujinya.


"Begini presdir Lu...Warung ini ada sebuah peraturan. Hal yang baru tidak boleh hanya sekali. Ayo, bersulang lagi". Ucap paman menuang arak lagi ke gelasnya.


"Eh, presdir Lu, presdir Lu...Anda jangan minum dengannya. Dia adalah pecandu arak". Sela seorang bernama Ji Fa.


"Apa yang kamu katakan?. Kamu yang pecandu arak". Decak paman kedua tidak terima.


"Jika anda minum dengannya, dia bisa menunda waktumu sampai besok lagi, sehingga kamu harus menemaninya minum. Paman kedua, jangan berulah disini, masih ada bisnis yang perlu kubicarakan dengan presdir Lu". Ucap Ji Fa.


"Presdir Lu, dia hanya buka sebuah warung ceker ayam. Bisnis apa yang bisa kamu diskusikan dengan presdir Lu?. Sembarangan". Sindir paman kedua.


"Aku malas meladenimu". Ucap paman kedua berlalu pergi.


"Presdir Lu...". Panggil Ji Fa membawa sepiring ceker ayam ke hadapan presdir Lu, dan membuatnya sang presdir kaget. "Aku bermarga Ji, Ji yang sama yang Ji Fa. Bisnisku ini sesuai dengan margaku, raja ceker ayam. Ini merupakan merek tua selama berabad-abad. Sangat terkenal di sepanjang jalan ini. Anda cobalah, cobalah satu". Ucapnya mengambil satu ceker ayam kasih presdir Lu. "Lihat cocok dengan hotel kalian tidak?. Kalau kamu merasa bisa, mulai besok aku bertanggung jawab untuk pengiriman ke hotel kalian. Mau berapa ada semua". Cerocos Ji Fa. Presdir Lu tidak fokus dengan apa yang di ucapkan oleh Ji Fa, karena matanya terus menatap she na yang sedang ketawa gembira dengan dua pria.


"Baik". Sahut sang presdir.


Ji Fa sangat senang, langsung mengambil arak dan bersulang dengan presdir Lu.


"Presdir Lu, semoga kerja samanya menyenangkan!". Ucap Ji Fa menghabiskan araknya.


"Aku...aku...".


"Kak Fangz aku kasih tau kamu...". Ji Fa melangkah pergi meninggalkan sang presdir yang sedang bingung.

__ADS_1


M X J sedang ketawa gembira bersama dengan paman tua dan Celine. Saat dia membalik badan, dia melihat bosnya menatap ke arahnya dengan dingin. Dia pura-pura tidak tau, dan kembali makan dan ketawa dengan senang.


"Makan, makan. Kita makan ini dulu". Ucapnya.


"Tidak,tidak. Ini sudah pernah makan". Sahut Celine.


"Paman tua menendang kaki M X J di bawah meja sambil melihat raut muka dingin presdir Lu.


"Apa..?". Decak M X J kesal.


"Jika kamu masih tidak pergi, bosmu akan jadikan kamu ceker ayam untuk di makan". Ucap paman tua melihat sang presdir memegang sepotong ceker ayam dengan kuat.


M X J membalik badan melihat muka dingin bosnya dengan gugup.


"Tunggu aku sebentar". Ucapnya meninggalkan meja menghampiri bosnya.


"Bos...". Panggilnya.


"Pergi selidiki, latar belakang 2 pria yang main dengan senang bersama Gu she na itu". Perintah presdir Lu berbisik.


"Dua pria itu?. Dua orang itu bukankah tadi, saat kamu pidato disini yang berteriak-teriak itu, Mili dan Lao Liu. Hahaha...Kamu sampai...cemburu pada mereka berdua?". Ucapnya menertawakan bosnya yang cemburu. "Aku kasih tau kamu, sedikit daya saing saja tidak ada, biar aku kasih contoh. Kalau kamu bom atom, dua orang itu hanya petasan mainan. Hanya bunyi pop pop saja". Ujar M X J membandingkan.


"Analisa kamu masuk akal. Jadi kamu pergi, kamu pergi minum dengan mereka berdua. Kemudian ganti dengan guru Gu, supaya dia kembali". Perintah sang presdir.


"Aku bis...".


"1, 2...". Baru hitungan ke 2 M X J sudah langsung melangkah ke meja she na dengan kesal karena takut ancaman bosnya. Celine melihat M X J dari tadi berbicara dengan presdir Lu sampai ke meja she na tanpa berkedip. Paman tua memerhatikan Celine dari tadi di depannya dengan menyelidik.


"Kenapa kamu melihatku". Tanya celine sewot paman tua menatapnya begitu.


"Hari ini kamu lebih inisiatif terhadap supir itu?". Ledek paman tua.


"Bukan urusanmu". Jawab Celine sewot melangkah pergi ke meja she na.

__ADS_1


Paman tua melihat presdir Lu membuang ceker ayam ke gelas bekas araknya, dan mau mengambil tisu membersihkan tangannya. Paman tua mengambil tisu basah dan melangkah mendekati presdir Lu memberikan tisu basah padanya.


"Presdir Lu...


__ADS_2