CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Aku Tulus Menyukainya


__ADS_3

Di dalam grup Ming Ting sekarang dalam keadaan krisis. Semua dewan direksi termasuk ibunya sedang menunggu kedatangan Lu zheng. Semua orang panik dengan keadaan perusahaan.


"Tidak peduli cara apa yang kalian gunakan, membawa Lu zheng ke hadapanku dalam waktu setengah jam". Perintah ibu Lu zheng pada bodyguardnya lewat telpon.


Sedang kan Lu zheng dengan santai bermain game di tempat dia memperbaiki mobil-mobilnya. Sampai 2 orang bodyguard ibunya datang.


"Presdir Lu junior". Sapa kedua bodyguard membungkuk padanya. " Nyonya Lu sedang mencari Anda, suruh kami menjemput anda ke sana". Ucap salah satu bodyguard. Lu zheng menghela nafas kasar mendengarnya, lalu mengangguk dengan senyum paksa.


She na mengambil rincian total biaya operasi kakeknya di kasir dan berjalan dengan lesu sambil melihat beberapa kertas di tangannya. Lalu dia mengirim chat pada Lu Jin. "Apa kamu sibuk?".Tulisnya. Saat melangkah ke depan dia bertemu ibu Lu Jin.


"Bibi, kenapa anda ada disini?". Tanya she na.


"Sepertinya belakangan ini kamu semakin kurus. Kamu sudah sangat capek harus menjaga kakekmu sendirian". Ucap ibu Lu Jin.


"Terima kasih atas perhatian Bibi. Semua ini sudah seharusnya kulakukan". Sahut she na sopan.


" Apakah kamu tahu kenapa aku tidak setuju kamu berpacaran dengan Lu Jin?". Tanyanya langsung ke topik tujuan.


"Karena aku biasa saja, aku miskin, aku tidak punya uang". Jawab she na setelah menghela nafas pelan.


"Maksudmu latar belakang keluarga yang cocok?. Kamu salah. Konsep keluarga tidak pernah menjadi poin yang kupedulikan. Sejujurnya waktu itu aku juga tidak punya apa-apa. Aku sendirian membawa Lu Jin yang masih kecil, pergi ke luar negeri untuk membangun karirku. Mulai dari nol, berjuang selama 30 tahun, baru ada grup Zheng Hong seperti hari ini. Aku tidak setuju kalian berpacaran, karena Keberadaanmu akan menjadi kelemahan Lu Jin. Karena kamu akan membuat Lu Jin tidak fokus, akan membuatnya kehilangan kemampuan menilai dengan benar dalam bekerja". Ucapnya tanpa ba bi bu be bo.


"Grup Zheng Hong begitu kuat, tidak akan mengalami kerugian karena aku". Jawab she na.


"Grup Zheng Hong tidak akan meninggikan lawan manapun, juga tidak meremehkan setiap potensi risiko. Nona Gu...Ku akui, kamu memang adalah gadis yang menarik. Lu Jin menyukaimu. Dia sangat peduli terhadap perasaanmu, namun, juga sangat dipengaruhi olehmu".


"Aku tulus menyukai Lu Jin". Ucap she na.

__ADS_1


"Aku juga tulus mempertimbangkan kebaikan Lu Jin". Sahut ibu Lu Jin.


"Apakah anda tidak ingin melihat dia senang setiap hari?". Tanya she na menatap ibu Lu Jin.


"Senang?. Nona Gu... Apakah kamu merasa Lu Jin akan senang setiap hari Jika dia melepaskan karir besarnya dan bersama denganmu setiap hari?. Kisah perebutan kekuasaan antara Chu dan Han, aku rasa nona Gu tidak asing kan?. Aku ingat pertama kali aku mendengar kisah ini sewaktu muda, aku tidak mengerti kenapa Xiang Yu sang pahlawan akan kalah terhadap orang seperti Liu Bang. Seiring bertambahnya usia dan pengalamanku, aku mengerti. Karena di belakang Liu Bang adalah Lu zhi. Sementara di belakang Xiang Yu adalah selir Yu. Jika jatuh cinta terhadap wanita cantik, maka pahlawan mungkin akan gagal. Penguasa dinasti Chu Barat juga seperti itu, apalagi manusia biasa?. Nona Gu.. Apakah menurutmu perkataanku benar?". Ucap ibu Lu Jin dengan angkuh. She na tidak menjawab, hanya menatap ibu Lu Jin. "Sekarang Lu Jin sedang menangani pekerjaan yang sangat mendadak di Vancouver. Aku percaya, berdasarkan kepeduliannya padamu, jika kamu memberitahunya bahwa kakek sakit dan masuk rumah sakit, dia pasti akan meninggalkan pekerjaannya dan segera pulang untuk menemanimu. Kebetulan aku ingin menghubungi Lu Jin. Jika kamu ada masalah, katakan sekalian saja". Ucapnya mengeluarkan ponsel menelpon Lu Jin di hadapan she na dengam meloudspeakernya.


"Halo..". Ucap Lu Jin mengangkat telpon.


"Lu Jin..".


"Ibu..".


"Apakah belakangan ini pekerjaanmu berjalan lancar?".


"Sangat lancar".


"She na?. Nana..Apakah itu kamu?. Nana....Nana...Maaf, tadi aku terlalu sibuk, tidak membalas chat kamu. Nana...Kenapa tidak bersuara?. Nana...Ibu...". Panggil Lu Jin karena she na tidak menjawab dari tadi. Setelah menghela nafas panjang, she na mengambil ponsel ibu Lu Jin.


"Halo..Lu Jin". Ucap she na sambil menatap ibu Lu Jin di depannya.


"Nana...Ada apa?". Tanya Lu Jin terdengar khawatir.


"Ketika aku pulang dari hotel tadi, aku bertemu dengan ibumu, lalu kami minum teh bersama. Aku baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkan aku". Ucap she na langsung menutup telpon dan mengembalikan ponsel ibu Lu Jin. Dia berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh di depan ibu Lu Jin. "Bibi, aku harus pergi membayar biaya rumah sakit sakit kakek. Aku pergi dulu". Ucap she na langsung melangkah pergi


She na berjalan kembali ke kamar kakeknya dengan gontai, di tengah jalan seseorang tidak sengaja menyenggol lengannya hingga kertas di tangannya jatuh semua.


"Maaf, maaf..". Ucap orang berlari dengan terburu-buru.

__ADS_1


She na menghela nafas menjongkok mengambil kertas yang berserahkan.


"She na...". Panggil ziqian yang baru datang berjongkok bantu she na mengambil kertas-kertas itu. "She na, Toa Besar sudah bilang padaku". Ucap ziqian membantu she na berdiri.


"Aku benar-benar sangat lelah. Aku sudah berusaha mengumpulkannya, namun, tetap tidak cukup. Benar-benar sangat banyak". Ucap She na sambil menangis "Aku tidak dapat mengumpulkan uang sebanyak itu...". She na tidak dapat melanjutkan ucapannya karena sangat sedih dan lelah. Ziqian langsung memeluknya.


"Tidak apa-apa. Ada aku. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah uang. Aku punya". Ucap ziqian menepuk punggung She na dengan lembut.


"Kamu jangan khawatir, kamu pinjamkan padaku, setelah aku mengumpulkan uangnya, akan ku kembalikan padamu". Ucap she na dengan suara terisak mengurai pelukan ziqian sambil sesenggukan.


"Kita bicarakan nanti saja. Biarkan kakek menjalani operasi dengan tenang dulu oke?. Sudah...Jangan menangis lagi". Ucap ziqian mengusap air matanya she na. "Bagaimana bertemu kakek dengan muka seperti ini?. Jangan menangis lagi. Sudahlah, ayo". Ziqian mengajaknya pergi membayar biaya operasinya kakek Gu. She na mengangguk menghapus air matanya.


Dalam ruang rapat grup Ming Ting


"Presdir Lu junior.. Anda sangat sibuk setiap hari ya. Kamu datang buru-buru dari mana?". Tanya direktur Han menyindir.


"Hehehe...". Lu zheng cengengesan menanggapinya.


"Sepertinya adalah Fast & Furious, kan?". Timpal direktur Fang mencemooh.


"Karena presdir Lu junior punya waktu untuk mengikuti rapat ini, maka aku rasa seharusnya dia punya solusi yang bagus untuk menyelesaikan kesulitan perusahaan saat ini. Benarkan?. Silakan beritahukan kami". Ucap Manager Chen.


"Hehe... Apakah aku pantas?. Paman-paman yang ada di sini adalah elit di dalam bisnis dan senior di dalam Perindustrian. Tidak ada hak berbicara bagi bocah awam sepertiku. Kalian lanjutkan, aku dengar saja". Ucap Lu zheng dengan senyum merekah.


"Baiklah. Waktunya terbatas, kita kembali ke topik pembicaraan. Sekarang perusahaan muncul...". Ucap manager Chen terpotong.


"Uhm.....". Lu zheng meregangkan tangannya ke atas. Semua orang melihatnya, dia hanya cengengesan melihat semuanya.

__ADS_1


__ADS_2